Sabtu, 30 Agustus 2008

Tips Menjalin Hubungan Kerja yang Harmonis

Karir - Seringkali orang menyepelekan soal satu ini. Kerja bagi mereka berarti tugas selesai. Titik. Padahal, hubungan dengan orang-orang di lingkungan kerja pun tak kalah penting dalam mendongkrak karier.

Tips Menjalin Hubungan Kerja yang Harmonis
Hal paling penting dalam pekerjaan di abad 21 ini adalah kemampuan membangun dan menjaga hubungan. Meski Anda mempunyai ‘hobi’ gonta-ganti pekerjaan dalam perjalanan karier Anda, namun membangun jaringan dan menjaga hubungan itu adalah hal yang sangat penting. Ynag juga perlu diketahui, tempat yang paling mudah dan paling baik untuk membangun jaringan hubungan adalah di kantor.

ATASAN
Kesuksesan dan perkembangan karier Anda banyak tergantung pada atasan. Atasan Anda-lah yang dapat memberi kesempatan menangani tugas-tugas strategis atau klien-klien utama perusahaan, serta memberikan pekerjaan-pekerjaan penting lainnya. Bahkan, atasan Anda-lah yang berperan dalam menilai performance, kenaikan gaji atau kenaikan pangkat. Atasan Anda dapat pula menjadi ‘guru’ pribadi Anda. Mereka dapat memberikan sebagian pengalamannya kepada Anda, juga petunjuk dan pengarahan untuk belajar seluas-luasnya dan membiarkan Anda bertumbuh dalam pekerjaan, sekaligus menunjukkan dan membukakan ‘pintu’ kesempatan. Petiklah hal-hal tersebut sebagai keuntungan dalam perjalanan karier Anda.

Jadi, hubungan baik dengan atasan adalah hal paling berharga di dalam perkembangan karier Anda. Salah satu cara untuk mendongkrak hubungan baik dengan atasan adalah membuatnya tampak ‘baik’. Anda dapat melakukannya melalui performance pekerjaan yang bagus, mengambil tugas-tugas sulit – tetapi jangan sampai tidak sukses menyelesaikannya - dan bekerjasama dengan baik dengan bagian-bagian lain dalam perusahaan yang berada di bawah “kekuasaan” atasan.

REKAN KERJA
Rekan kerja atau kolega yang Anda temui setiap hari juga sangat berharga bagi Anda, dan sebaliknya Anda pun berguna bagi mereka. Bantulah mereka menyelesaikan pekerjaannya, terutama ketika mereka berada dalam keadaan sangat sibuk dan dikejar ‘deadline’. Jangan segan memberi pujian jika mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Kenali rekan kerja, termasuk kebiasaan dan pribadi mereka. Ajak mereka makan siang bersama atau pulang bersama. Ini dilakukan untuk lebih mengenal mereka di luar jam-jam kerja. Asal tahu saja, ketika karier Anda atau rekan melesat maju, hubungan Anda dan rekan kerja tersebut akan menjadi sangat penting dan berharga bagi Anda berdua.

KLIEN/NARASUMBER
Seorang klien yang puas tentu akan dengan senang hati menghubungi Anda kembali di masa yang akan datang. Entah itu hanya untuk mengucapkan selamat atas promosi Anda, atau bahkan menawarkan kerjasama baru dengan Anda. Jangan heran jika Andalah yang pertama kali mereka hubungi saat mereka membutuhkan orang untuk dipekerjakan atau mengambil tawaran menarik.

Hubungan dengan klien bisa rapi terjalin jika Anda tak pelit untuk mengontak mereka. Jadi, jangan hanya mengontak mereka saat Anda membutuhkan. Kalau perlu, datangi mereka di luar jam kerja, meski itu cukup menyita waktu.
Jadi, berhubungan dengan orang-orang di lingkungan pekerjaan tak hanya menolong karier, tetapi juga membuat tempat kerja Anda lebih menyenangkan. Intinya, Anda harus rajin bersosialisasi. Sekaranglah waktunya bagi Anda untuk membangun hubungan dan meraih sukses di tempat kerja.

Sumber: Nova - URL Sumber: klik di sini



10 Trik Rahasia Kesuksesan Bill Gates

Munculnya bill gates di indonesia menjadi inspirasi tersendiri bagi saya, karena penasaran apa sih yang membuat bill gates menjadi sesukses sekarang?

Yang jelas saya sempat terkesima tentang rahasia awal dia bisa menjadi sukses yaitu :

“Dia beruntung mempunyai orangtua yang suka memberikan buku ke padanya, baik buku tentang ensiklopedi, sampai buku tentang hukum milik ayahnya. dia juga mempunyai teman yang bisa menjadi teman barter buku nya ketika semua bukunya telah habis terbaca”

Bagi saya itu adalah sumber inspirasi bagaimana saya akan menerapkan disiplin membaca pada anak-anak saya nanti….he3x ngehayal….tetapi menurut saya buku adalah kunci gerbang menuju pintu kesuksesan. disini bill gates merupakan contoh nyata bahwa membaca merupakan kunci pintu untuk membuka gerbang pengetahuan dan wawasan. jadi gak ada salahnya kita ngebahas rahasia kesuksesan om bill ini, siapa tau bisa jadi kayak om bill…aminnn

Bill Gates selalu muncul bagaikan magnet sehingga ada banyak alasan untuk membicarakan dan mempersoalkan Bill Gates. Ketika masih kanak-kanak, ia telah dikenal sebagai bocah ajaib karena kejeniusannya.

Langkah-langkah bisnisnya dianggap fenomenal, dan selalu dianggap ancaman bagi pihak pesaing. Walaupun setiap langkahnya menuai berbagai reaksi kontra, hal tersebut tetap tidak bisa membendung kesuksesannya.

Gates terus menerus menggunakan monopolinya untuk menguasai hampir seluruh bisnis yang bisa dikaitkan dengan komputer. Saat ini boleh dibilang hampir seluruh bisnis komputer bergandengan dengan bisnis yang dirintis oleh Gates.

Walhasil… dia pun hidup bergelimangan harta, bahkan ia termasuk orang terkaya di dunia. Jadi, gimana…., tertarik untuk memperoleh kesuksesan dan kekayaan seperti layaknya seorang Bill Gates, si orang terkaya di dunia…? Yuk… kita lihat trik-triknya…

1. Kawan adalah aset berharga
Dengan menempatkan kawan sebagai aset berharga, maka kita akan menghargai komitmen dan kerjasama dengan siapapun.

2. Kepercayaan adalah modal jangka panjang
Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan dan hanya sekian detik saja untuk menghancurkannya. Maka berusahalah membina kepercayaan baik kepada siapapun.

3. Menjual dengan harga lebih tinggi dari pembelian, bukan harga tertinggi
Namun berbisnis dan berusaha adalah bagaimana dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi orang lain sebesar-besarnya, tanpa mengabaikan kelayakan usaha. Nilai kebahagiaan dan keberhasilan usahanya bukan pada berapa besarnya keuntungan materi, tetapi berapa banyak manfaat yang diberikan.

4. Mendengarkan kata hati
Gunakan ketajaman mata hati untuk dapat mengambil keputusan berdasarkan kata hati bukan berdasarkan emosi atau nafsu duniawi.

5. Bekerja dengan hati
Mereka yang bekerja dengan hati akan selalu bersikap baik kepada siapapun.

6. Kekayaan bukan dinilai dari uang yang dimiliki
Menjadi kaya bukan sekedar berhubungan dengan memiliki banyak uang. Namun kekayaan yang utama adalah seberapa besar uang yang kita dapatkan dapat digunakan untuk menolong orang lain, untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

7. Berorientasi pada manfaat sebesar-besarnya
Berbisnis bukan sekedar berorientasi pada profit atau keuntungan materi sebesar-besarnya, tetapi memperoleh keuntungan untuk memberikan manfaat bagi orang lain sebanyak-banyaknya.

8. Fokus pada apa yang diperoleh bukan yang hilang
Fokuslah memikirkan pada apa yang Anda peroleh saat ini. Biarkan kesempatan yang hilang berlalu dari Anda, karena akan ada kesempatan baru kalau kita dapat mensyukuri apa yang dimiliki saat ini.

9. Gagal hanyalah sebuah proses
Gagal bukanlah akhir dari segalanya, tetapi bagian dari proses untuk menghasilkan rencana-rencana baru.

10. Akui Kesalahan Dengan rendah Hati
Segera lakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Sumber : Arsip Digital Online





Mengenal teori Upah

Definisi Upah.
Imbal Jasa / Upah memiliki beragam definisi. Definisi yang umum dijelaskan dan digambarkan dalam buku-buku literatur dan kegiatan sehari-hari di dunia industri adalah :

1. Upah menurut Undang-Undang
"Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha / pemberi kerja kepada pekerja / buruh yang ditetapkan dan di bayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan termasuk tunjangan bagi pekerja / buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan." (Undang Undang Tenaga Kerja No.13 Tahun 2000, Bab I, pasal 1, Ayat 30)

2. Upah menurut pengertiannya
Upah adalah sebuah kesanggupan dari perusahaan untuk menilai karyawannya dan memposisikan diri dalam benchmarking dengan dunia industri. Perusahaan wajib memiliki kerangka dasar System Pengupahan yang baku & standard untuk dijadikan acuan dalam pembicaraan negosiasi gaji. Tujuan utama dari ini adalah untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi serta memuaskan karyawan agar tetap bertahan & berkarya di perusahaan kita.

Pada umumnya perusahaan sektor swasta (yang belum terbuka) memerlukan suatu filosofi upah yang kompetitif. Sedangkan untuk perusahaan terbuka (Tbk) umumnya memerlukan filosofi yang lengkap dengan berfokus pada benefit & kualitas pekerjaan.

Rangkuman dari Filosofi Upah adalah sebuah Maha Karya Perusahaan / Corporate Masterpiece (selain dari produk perusahaan) yaitu sebuah Total Kompensasi. Dimana dalam Total Kompensasi ini terdapat komponen yang saling menunjang satu dengan lainnya agar perusahaan dapat kompetitif di pasar industri. Komponen-komponen tersebut dapat berwujud langsung maupun tidak langsung diterima karyawan seperti gaji, insentif / tunjangan, saham, medical dsb. Kesemua ini merupakan bentuk kombinasi yang harus menarik, mengikat, dan memotivasi serta memuaskan karyawan.

Untuk lebih jelasnya bisa kita simak beberapa contoh strategi pengupahan di bawah ini :
  • Penawaran gaji yang kompetitif di pasar
  • Optimalisasi Turn Over pada penekanan strategi menarik karyawan baru
  • Fokus pada menahan karyawan tinggal (retain)
  • Struktur Penggajian yang sempurna (kompetitif, menarik, menahan dan mempertahankan serta mampu mempengaruhi pasar industri)
Tantangan yang kini dihadapi oleh perusahaan adalah "How To Create Effective Total Compensation System". Hal ini bukanlah tugas yang mudah bagi para top management untuk merumuskannya.

Contoh mudah bisa kita gambarkan demikian :
Sebuah perusahaan kecil yang berkembang dengan memiliki cash flow & turn over yang rendah hendak menentukan system pengupahan yang baku. Filosofi yang mungkin bisa dilaksanakan adalah
  • Memberikan pengupahan dasar yang kompetitif dan bukan secara agresif, namun dapat dibandingkan dengan yang didapatkan di tempat lain
  • Menawarkan equity perusahaan (saham) sehingga mereka akan memperoleh hasil yang memuaskan apabila perusahaan tersebut profitable
  • Melakukan program pengupahan yang progresif melalui insentif sehingga high performance dapat merasakan perbedaannya
  • Melakukan strategi memimpin di awal tahun dan tertinggal di akhir tahun dan sebaliknya (strategi yang sama dapat juga diimplementasikan namun berbeda dalam interval waktu). Pada umumnya peninjauan gaji biasanya dilakukan 1-2 kali setahun dimana pasar industri terus menerus bergerak secara spontan. Penentuan peninjauan gaji harus dilakukan oleh perusahaan secara berkala tiap tahun untuk merefleksikan kondisi perusahaan di pasar industri apakah akan memimpin atau ditengah-tengah atau paling bawah di pasar industri

Skill & Performance merujuk harga pasar
Filosofi upah yang sekarang sudah mulai memberlakukan skill-kompensasi. Semakin tinggi kemampuan & performance yang dimiliki, maka kompensasinya akan mendekati standarisasi. Cara ini biasanya dilakukan untuk para spesialis khusus bidang tertentu dan bukan pada level managerial.

Berbeda halnya dengan Skill & Performance, Masa Kerja merupakan faktor yang kurang disenangi dalam perhitungan Upah. Namun hal ini tidak bisa dihilangkan begitu saja dan akan tetap abadi persoalan ini. Contoh sederhana adalah apabila seseorang yang memiliki gaji Rp.8.500.000 dan dia berada pada comparatio 85%, maka ia & perusahaan akan dihadapkan pada masalah loyalitas. Bisa saja si karyawan akan mudah meninggalkan pekerjaannya dan menuju ke kompetitor lainnya.

Sebenarnya perusahaan akan sangat mudah melakukan increament & adjustment hingga compa ratio 90-95% (Rp.9.000.000 - Rp.9.500.000). Namun pada prinsipnya perusahaan harus memutuskan apakah akan menaikkan sesuai dengan pasar 100% atau memang sengaja membiarkan agar karyawan tersebut meninggalkan perusahaan dan menggantinya dengan yang baru.

Ada beberapa keuntungan dengan menggunakan Pay for Proficiency. Sebab upah dibakukan kepada nilai/harga pasar suatu pekerjaan. Karyawan tidak lagi terbentur pada masalah kenaikan gaji tahunan yang hanya berkisar sekian persen. Sebab nilai/harga pasar suatu pekerjaan merujuk kepada ketrampilan, maka pembicaraan & diskusi mengenai gaji dapat dimulai dari bermacam-macam tingkatan. Mulai dari tingkatan paling dasar (basic hingga advance). Penilaian ini didasarkan pada pengukuran sampai dimana tingkat kemampuannya pada pekerjaannya tersebut.

Keahlian tidaklah sama dengan performance.
Seseorang yang masih belum menguasai pekerjaannya tetaplah bisa memperlajari dari awal terutama setelah melalui masa promosi dan tidak bisa dinilai sebagai poor performance. Namun hasilnya sebaiknya melebihi dari harapan tersebut. Karyawan yang melebihi dari yang diharapkan tersebut sebaiknya dipertahankan dan dipacu untuk bergerak melampaui level selanjutnya. Jika tidak dilakukan akan menyebabkan karyawan menjadi stagnan & tidak termotivasi serta mulai mencari tantangan baru di tempat lainnya. Program ini harus dijalankan secara berkesinambungan.

Secara hukum, praktek penggajian harus konsisten, tidak diskriminatif, & sewenang-wenang. Namun filosofi penggajian dapat diberlakukan :
  • Sistem penggajian untuk posisi yang "sulit diisi" perlu diberlakukan secara progresif
  • Konsistensi untuk meniadakan labour dispute. Standarisasi perlu dilakukan agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan dengan karyawan yang baru masuk dengan karyawan yang sudah lama.
Beberapa kasus yang bermula hanya berasal dari ketidak-konsistensian ini mengakibatkan terjadinya proses hukum dan hal ini dibiarkan berlarut-larut. Kasus ini dapat dibenahi namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika perusahaan memiliki biaya, maka sebaiknya dilakukan langkah untuk "Lay People Off atau Freeze Salary".

Komunikasi

1. Komunikasi adalah bagian dari mempertahankan karyawan unggulan
Beberapa perusahaan melakukan komunikasi tentang filosofi penggajiannya kepada karyawannya bahkan menjadikannya sebagai recruitment & retention strategy. Hal ini akan memudahkan recruitor dalam melakukan propose salary kepada kandidat dimana penawarannya akan mempunyai dasar. Begitupula halnya dengan kandidat, mereka akan mengetahui standard di perusahaan tersebut.Contoh yang bagus adalah misalnya sebuah perusahaan yang turn overnya tinggi di engineering department (sebuah departement yang sangat berperan penting dalam kesuksesan peningkatan profit perusahaan) memutuskan ingin mempekerjakan seorang technical & maintenance support yang diatas pasar. jabatan ini memperoleh kemudahan-kemudahan yang luar biasa di perusahaan tersebut. Komunikasipun dilakukan di lingkup karyawan oleh Top Management (CEO). hasilnya adalah beberapa karyawan menganggap bahwa hal ini tidak adil & tidak fair sehinga mereka meninggalkan perusahaan ke tempat lain. Sedangkan karyawan yang lainnya akan menganggap bahwa perusahaan telah berlaku adil, jujur dan memilih untuk berkarya di perusahaan. hal ini memudahkan perusahaan dalam menarik & menahan karyawan di engineering department agar tetap berkarya di perusahaan dan tidak pindah.

2. Komunikasi yang melibatkan top management
Lakukanlah dialog dengan HR Department mengenai kompensasi agar diperoleh informasi yang lebih akurat dan terstruktur. Filosofi perusahaan akan tercermin dan terimplementasi dalam struktur tersebut. Namun apabila di perusahaan belum mempunyai filosofi & struktur penggajian, maka ajukan saran kepada top management agar melakukan pembenahan dan evaluasi struktur kompensasi di internal dahulu lalu dilanjutkan dengan benchmarking pasar. Hal ini perlu dilakukan karena setiap karyawan berhak untuk memperoleh pengetahuan tentang jabatannya yang dikonversikan ke dalam struktur gaji.

Filosofi penggajian harus dilakukan untuk mengetahui apakah karyawan kita itu underpay, overpay atau meet. Underpay & overpay akan menghasilkan masalah biaya dalam perusahaan (turn over maupun high salary). Biasanya HR Department sangat berperan dalam filosofi penggajian ini, namun dalam pelaksanaan & komunikasi, seluruh top management (senior manager) harus dilibatkan dan filosofi tersebut harulah in-line dengan objektif perusahaan.

Para Top Management haruslah saling mengerti dan menyetujui serta mendukung program pengupahan ini agar bisa dijalankan dengan sukses.

Filosofi Teori Kompensasi (Compensation Theory)

Kompensasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh di dalam sebuah perusahaan.
Tidaklah heran faktor yang satu ini menjadi salah satu pemicu utama bagi karyawan dalam menentukan langkah karirnya kedepan dan bagi perusahaan adalah penentuan langkah strategik perusahaan kedepan.

Sistem kompensasi dalam organisasi haruslah diselaraskan dengan strategi & tujuan dari organisasi serta asas kepatutan yang normatif di dalam lingkungan tersebut sehingga terjadi keselarasan antara perusahaan, karyawan serta komunitas di lingkungan tersebut (negara & masyarakat sekitarnya)

Di dalam kehidupan bernegara kita mengenal banyak macam ragam sistem perekonomian seperti : komunis, sosialis, dan kapitalis serta liberalis. Konsep-konsep ini sangat mempengaruhi kehidupan bernegara dan bermasyarakat serta berinvestasi. Karena hal ini akan saling terkait dengan beberapa faktor yang berlaku & berjalan di suatu daerah / negara.

Namun pada prinsipnya, meskipun berbeda sistemnya, strategi & program kompensasi tetaplah akan berguna & efektif apabila para pengambil keputusan (top manajemen) melakukan beberapa hal :

1. Asas Kepatuhan
Dilakukan minimal sesuai dengan tatanan hukum & peraturan yang berlaku di lingkungan tersebut (negara)

2. Asas Efektivitas & Efisiensi
Strategi yang dijalankan haruslah efektif & efisien, sehingga perusahaan dapat bersaing dengan sempurna di pasaran global ketika benchmarking dijalankan

3. Asas 3P Concept
Strategi Kompensasi harus sudah mengikuti konsep
  • Pay for Position, dimana perusahaan mengacu pada standar yang diberlakukan untuk sebuah posisi yang akan ditempati oleh karyawan tersebut
  • Pay for Person, dimana perusahaan mengacu pada budaya organisasi serta adaptabilitas yang tinggi dari karyawan untuk bisa nyaman bekerja
  • Pay for Performance, dimana perusahan memberikan peningkatan imbal jasa yang disesuaikan dengan kinerja
4. Asas Kinerja Organisasi
Strategi kompensasi juga mempertimbangkan internal di perusahaan agar tetap berkesinambungan dalam persaingan global di industri. Peningkatan kinerja diperlukan guna memperbaiki kompensasi yang telah ada.

Produk kompensasi akan selalu berubah setiap masa karena pasar selalu bergerak dan berubah. Untuk itu diperlukan strategi & pendekatan kompensasi secara fleksibel.

Referensi :

Managing Human Resources, Gomez-Mejia, Prentice Hall
Human Resources Management, Noe, McGraw-Hill
Human Resources Management, Robert L Malthis, South Western
Management Sumber Daya Manusia, Dr.Ir.Tb.Sjafri Mangkuprawira
Erisa Ojimba, Certified Compensation Professional




Kamis, 14 Agustus 2008

Teori Investasi Nilai Ala Buffett


Siapa tak kenal Warren Buffett? Orang terkaya sekaligus investor jempolan asal negeri Paman Sam ini terbilang investor jenius yang menciptakan pemikiran-pemikiran dalam memutar uang untuk menjadi investor tulen.

Salah satu kejeniusan pemikirannya adalah teori nilai yang diringkas menjadi kesadaran bahwa harga pasar harus lebih rendah dari nilai.

Siapa sangka dengan teorinya itu, seorang Buffett yang memulai investasi dengan US$ 3.700 pada tahun 1965 berhasil melipatgandakannya menjadi US$ 100 miliar di tahun 2006.

Hal ini disampaikan oleh Robert P. Miles seorang penulis sekaligus sahabat Warren Buffett dalam acara Danareksa Sekuritas Investor Gathering, the science of investing and the art of managing yang di paparkan oleh penulis Robert Miles, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Sudirman, Jakarta, Selasa (12/8/2008).

Menurut Miles, Buffett adalah sosok investor yang jenius yang memiliki teori value investing, yang selalu mengedepankan investasi dibawah nilai. Ia tidak takut masuk ke pasar pada saat nilai pasar sedang turun, namun ia akan mendapatkan keuntungan (gain) pada saat harga pasar naik.

"Ia juga tidak lupa selalu mengontrol emosinya," kata Miles.

Miles menambahkan, Buffett seorang investor yang tidak hanya terpaku dengan harga pasar karena hal itu tidak benar-benar mewakili bisnis tertentu. Menurutnya, sosok Buffet selalu berprinsip bahwa market adalah pelayan kita bukan tuan bagi kita (investor).

Ia juga menambahkan, sosok Buffett adalah fenomena baru dalam dunia investasi sekarang ini, ia telah memadukan kemampuan berfikir, matematika dan keterampilan dirinya.

Perjalanan pertualangan memutar uangnya, berawal saat mendirikan sebuah perusahaan tekstil kecil, dan menyulapnya menjadi sebuah konglomerat dunia yang paling dihormati. Kisah hidupnya ini sering dinilai sebagai sebuah dongeng ajaib yang dipadukan dengan kejeniusan dan karakter.

Pria berusia 77 tahun ini telah menyandang sebagai orang terkaya, menggeser orang terkaya sebelumnya Bill Gates yang telah menyandangnya selama 8 tahun berturut-turut.

Dikatakan oleh Miles, bahwa Buffett orang yang mampu membedakan antara karakter dan reputasi, serta menggunakannya dalam berinvestasi.

Melalui bendera Berkshire Hathaway Inc, Buffett juga memiliki anak usaha bisnis yang beragam, mulai dari properti, asuransi dan reasuransi, perlengkapan dan energi, keuangan, manufaktur, hingga jasa dan ritel.

Salah satu anak usahanya yang menjadi satu dari empat perusahaan asuransi terbesar di AS, dan satu dari dua perusahaan reasuransi terbesar didunia adalah GEICO.

Buffett juga memiliki International Dairy Queen yang merupakan pemegang lisensi dan pelayanan di lebih dari 6.000 outlet yang menawarkan Dairy Treats and Food. Bahkan induk usaha (Berkshire Hathaway Inc) yang dimilikinya tersebut berhasil membukukan Compounded Annual Gain (1965-2007) sebesar 21,1% berbanding 10,3% yang dimiliki oleh indeks S&P 500 di AS.

Buffet sangat konsisten dengan portofolio investasinya, ia memiliki komposisi investasi 30% di asuransi, 10% di energi, dan 60% di manufaktur serta jasa dan ritel.

Ia juga pernah mengalami kegagalan, pernah merugi ketika berinvestasi pada sebuah maskapai yang membuatnya kehilangan uang hingga ratusan ribu bahkan jutaan dolar. Namun sebagai investor ulung Buffet tidak melihat itu sebagai aksi yang salah, namun ia memandangnya sebagai jalan yang berbeda.

Dan Buffet di tahun 2008 sukses menjadi orang terkaya versi majalah Forbes dengan harta US$ 62 miliar, sekaligus mengalahkan cadangan devisa Indonesia yang per akhir Juli hanya mencapai US$ 60,56 miliar.

Pria kelahiran Nebraska, 30 Agustus 1930 itu sukses mendepak sahabatnya, Bill Gates yang sudah bertahun-tahun menduduki tahta sebagai orang terkaya di dunia.





Rabu, 06 Agustus 2008

Strategi Viral Marketing

Jika kita merasakan sesuatu hal entah itu hal positif atau negative, kita akan meneruskan bercerita lagi kepada orang lain.Alasannya adalah agar orang lain minimal juga bisa ikut merasakannya. itulah ide viral marketing.

Apa Program Viral Marketing

Tidak ada definisi yang tepat tentang viral marketing, sebab viral marketing berawal dari Kehidupan sehari-hari.

Viral marketing juga sering dikenal dengan istilah V-marketing, sharing marketing ,tell your friends reward program (TYF program),digital owrd of mouth marketing,word of mouse marketing dan yang paling dikenal adalah viral marketing.

Sharing marketing juga sering dikutip orang untuk menjelaskan program ini. Alasannya adalah karena perusahaan membagikan sebagian keuntungan pada konsumen. Program marketing ini muncul dan menjadi terkenal setelah era internet dengan e-commerce nya sebab viral marketing memang bermula dari dunia maya.

Kasus viral marketing paling dramatis terjadi pada perusahaan penyedia free web base email,yakni hotmail hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak berdiri,member hot mail biasnya mencapaiUS$ 0,5 juta !pendapatan tersebut adalah pendapatan perushaan media tradisional selama 10 tahun.

Pada saat seseorang melakukan sign up sebuah account email baik di hotmail ,yahoo atau lainnya dan mulai berkirim-kirim emailmaka ditag line paling bawah body mail,kita akan mail,kita akan menerima “injeksi” sebuah kallimat atau penawaran secara tidak langsung,itulah yang disebut viral marketing.

Bukan MLM ,leih dari sekedar member

Banyak orang menganggap bahwa viral marketing adalah MLM.Tidak!Viral marketing bukan MLM termasuk MLM era internet. Malahan sangat bertolak belakang dengan MLM Dalam MLM seorang member harus membeli starter kit, kita wajib mengikuti seminar atau acara-acara yang dilangsungkan oleh perusahaandan harus menjual.Tidak demikian dengan viral marketing.Ketiga alasan itulah yang paling nyata disamping perbedaan –perbedaan lainnya.Viral marketing berbicara mengenai cara berbelanja.Ya cara berbelanja seperti halnya perusahaan memberikan bonus atau reward kepada konsumennya. Bukan cara cepat jadi kaya raya seperti MLM,yang manipulatif,meski peluang ini juga terbuka deprogram viral arketin.Ini dilakuakan secaa urut ajak yang dinamis.Apakah ini MGM? Bukan! Viral marketing lebih dari sekedar MGM

MGM (Member Get Member) yang selama ini kita ketahui hanya memberikan bonus kecil berupa hadiah-hadiah dan itu hanya satu tingkat(satu level)dan terjadi hanya satu kali. viral marketing bukan hanya memberikan bonus kecil seperti hadiah-hadiah tersebut melainkan bonus uang buat konsumennya dan ini didesain berjenjang dan bersifat residual.Bonus ini bisa mencapai nilai yang besar sekali.

Bagaimana dengane-commerce?Viral marketing juga bukan e-commerce meski bisa saja terjadi karena ada sisi e-commerce yang bisa terjadi.Kalau dalam e-commerce kita hanya berbelanja tidak demikian dalam program viral marketing,viral marketing melebihi sebuah e-commerce karena viral marketing memberikan bonus berjenjang .Lalu ,apakah kalau e-commerce memberikan bonus berjenjang otomatis disebut viral maketing?Tidak juga .Alasnnya karena e-commerce sudah pasti online sedangkan viral markeing bisa online dan ofline.Program viarl marketing tidak membutuhkan tenaga kerja langsung seperti perusahahan konvensional yang memerlukan tenaga sales atau telemarketing. Jelas bisa menghemat biaya dalam hal ini .Dalam program viral marketing dikenal dengan istilah ”Let’s your customer do your marketing”.Jadi konsumen yang akn mereferensikan tamannya sendiri temanya unutk berbelanja diperusahhan kita. Sama persis dengan seperti perusahaan MGM dan MLM.Jika ada perusahaan perusahaan yang prcaya dengan kehebaatan program MGM,maka sudah pasti mereka harus percaya dengan program viral marketing.JIka ada perusahaan yang menggunakan program MGM,sangat disayangkan kalau tidak mencoba program viral marketing.

Perusahaan juga tidak harus bertatap muka denga konsumen. Mungkin pada awal program ini diperkenalkan perlu melakukan sedikit promosi barang kali dalam arti tatap muka memperkenalkan program baru ini.Akan tetepi ini hanya promosi awal mengeluarkan biaya besar hanya untuk promosi.Kaerna viral marketing adlah program bisnis pemasaran jaringan ,sudah pasti bersifat net working. Jaringan program viral marketing ini didesain secara unik dalam sbuah fasilitas internet yang akan menghubungkan smua membernya.

Jadi, setiap member bisa saling berinteraksi dan saling berkomunikasi karena tau siapa saja yang ada dalam jaringan mereka. Karena menggunakan fasilitas internet maka maka bisa dipastikan jankauannya jauh lebih luas dari pad bisnis konvensional.

VIRAL MARKETING BERAWAL DARI KEJADIAN SEHARI-HARI

Viral marketing sebenarmya berawal dari kejadian sehari-hari yang sering kita lakukan Kita selalalu menceritakan apa yang kita alami baik hal yang negatif ataupun yang positif. Ketika habis menonton film yang bagus kita cerita pada teman kita. Sehabis makan bakso yang enak kita cerita pada teman kita alasannya agar teman kita juga merasakan apa yang kita nikmati. Lalu apa yang diberikan perusahaan kepada kita? tentu tidak ada, bukan? bahkan ucapan terimakasih saja tidak. Disinilah program viral marketing menyiasatinya.

Selalu ada reward dan bonus bagi setiap konsumen yang berhasil menceritakan keunikan perusahaan dengan program nya ini dan berhasil mengajak temannya menjadi konsumane setia.Jadi buat apa lagi konsumen harus berbelanja atau mempromosikan perusahaan atau produk lain jika ada produk serupa dan perusahaan sejenis yang menjalankan program ini .

KEKUATAN PROGRAM PEMASARAN VIRAL MARKETING

program viral marketing bisa menjadi ancaman yang sangat serius bagi semua perusahaan yang menjalankan program pemasaran konvensional.Semasih ada perusahaan yang menjalankan program pemasaran konvensional ,maka semakin kuat program viral marketing akan mencengkram, program viral marketing akan membuat semua perusahaan tersebut mendarat ditanah yang sama.kekuatan viral marketing benar-benarluar biasa. Saatnya sudah tiba bahwa setiap perusahaan bisa memerangipersaingan bisnis tidaklah perlu mengandalkan modal blsar.Kalau mengandalkan modal besar itu hal yang biasa, semua orang bisa melakukannya .Program viral marketing adalah sebuah strategi.Bagi pengarang secara pribadi kekuatan program yang sepurna minimal harus mengahadapi strategi predatory pricing,menyerang dan memprtahankan diri dari konsep bersaing porter, serta menguasai pasar secaa sempurna dari sisi positioning.Jangankan menyaiasati konsep bersaing porter, melawan predatory pricing saja tak ada program pemasaran yang mampu bertahan Lebih jelas mengenai semuanya ini kita akan bahs dibawah ini .

PREDATORY PRICING

Apakah predatory pricing itu? Predatory pricing adalah strategi yang bermain pada harga secara cerdik . Banyak orang mengatakannya licik bahkan jahat.Akan tetapi saya tidak setuju ,bisnis adlah perang hanya mereka yang pandai dan pintar yang akan berhasil. Kalau takut kalah tidak perlu terjun dalam bisnis,menjadi konsumen saja.Berani terjun dalam sutau bisnis harus siap dikalahkan dari berbagai sisi. Kalahpun hal biasa.Predatory pricing memiliki kekuatan yang sangat luar biasa untuk mematikan sejumlah perusahaan .Perusahaan apapun bisa ditaklukan denganstrategi ini. Tentu strategi ini tidak boleh diusung sendirian mugkin perlu dikombinasikan ,misalnya usaha membajak karyawan yang kompeten dalam perusahaan yang kita incar.Ini sangat mudah dilakukan.Iklankan saja dimedia masa.Pembajakan paling halus setiap hari terus terjadi di iklan lowongan kerja di media masa. Jika diisyaatkan pengalaman ,itulah pembajakan halus yang saya maksudkan.Untuk menjalankan program ini ,ada dua prinsip dasar yang harus dimiliki ,pertama harus punya mkodal yang besar kalau modal pas-pasan tidak akan bisa efektif menjalankan program ini.Kedua :harus siap menanggung resiko rugi dalam jangka waktu terentu hingga semua pemain keluar dari pasar.Meski modal besar ,dalam penerapan strategi ini ,jika tidak tahan karena melihat perusahaan terus merugi ,sia-sia.Karena itu,jika tidak memiliki kedua ptinsip diatas ,jangan pernah coba-coba menjalankan strategi tersebut.Ada kecenderungan strategi ini bisa dijalankan karena perkembangan kemajuan teknologi dan dunia internet.Kita tahu bahwa kemajuan tknologi bisa menghemat cost operasional perusahaan ,dengan demikian harga jual pun bisa lebih bersaing sebab pada dasarnya predatori pricing adalah menuai produk dengan harga yng lebih murah dari pesaing.Begitu pesaing mengikutu kita kita turunkan lagi harganya.Kalau mereka masih terus mengikuti kita turunkan lagi harganya hingga merka sudah tidak mampu lagi bertahan.Begitu merka sudah kapok dan keluar dari pasar,kita naikkan lagi keharga normal.Jangan khawatir ,saat itu sudah ada satu pemain yaitu kita sandiri.Inilah kesimpulanya:

1. predatori pricing benar-benar dahsyat untuk menjadi pemenang dalam bisnis apapun

2. predatory pricing adalah strategi strategi bersaing dalam sisi harga

3. Predatory pricing hanya bisa terjadi jika modal perusahaan besar.

4. perusahaan harus siap menaggung resiko rugi dalam jangka waktu tertentu sampai pesaing keluar dari pasar dalam menjalankan strategi ini.

5. setelah pesaing lainya keluar dari pasar,semuanya dikembalikan kepada perusahaan itu sendiri.

KONSEP BERSAING ALA PORTER

Pemikiran Michael E.porter mengenai persaingan usaha. Beliau mengatakan bahwa sebuah perusahaan dalam skala industri apapun menghadapi sejumlah persaingan yang saling berinteraksi.meski mungkin pada prinsipnya beliau memfokuskan teorinya hanya pada lini industri pabrikasi, tetapi hampir dalam semua lini bisnis hal ini tetap terjadi.

Menurut porter, sebuah usaha dihadapkan oleh berbagai factor yang akhirnya menentukan kelangsungan usaha itu sendiri. Ada lima factor yang menentukan kelangsungan sebuah usaha ,yaitu tingkat rivalitas yang sudah terjadi, ancaman pendatang baru, ancaman produk substitusi , kekuatan tawar menawar pembeli,

dan kekuatan tawar menawar pemasok. Kita akan melihatnya satu per satu.

Tingkat Rivalitas yang sudah Terjadi

Seperti kita ketahui, setiap perusahaan memiliki pesaing. Persaingan yang terjadi ini akan mengandaskan para pemain di dalamnya.oleh karena itu,kita harus pandai-pandai menajalankan usaha kita. Untuk itulah buku ini saya tulis agar bisa memberi manfaat kepada anda sehingga anda bisa menjalankan usaha lebih baik dan memenangi persaingan tersebut. Sebagai usahawan, tentu kita di tuntut memiliki strategi yang paling baik .strategi tersebut hanya memiliki dua unsur pertimbangan , yakni yang berkaitan dengan cara meningkatkan laba(penjualan) serta bagaimana menghemat atau menurunkan biaya.

Semakin prospek sebuah usaha ,maka semakin banyak pemain didalamnya .hal ini bagi mereka sudah anda ketahui,dengan semakin banyak pemain pada sebuah segmen pasar ,maka hukum permintaan dan penawaran pun tak bisa dielakkan. Pasti akan

ada yang bermain dalam harga karena sudah tidak punya cara lain untuk bersaing.Permainan harga ini bisa berdampak serius bagi mereka yang mempunyai modal pas-pasan.

ANCAMAN PENDATANG BARU

Tak ada usahawan yang bisa memastikan bahwa tidak akan muncul pendatang baru.diperlukan strategi yang paling baik untuk menahan masuknya pemain baru. Beberapa perusahaan bernaung pada kebijakan pemerintah dalam hal monopoli seperti perusahaan BUMN ( PAM atau PLN ) .Dengan demikian,tak akan pernah ada pemain baru.Dalam sudut pandang bisnis ,usaha monopoli inipun tidak baik.Karena tidak ada pesaing pemain monopoli yang ada cenderung melayani konsumen seadanya. KOnsumen tidak memiliki piihan lain.Jangan berharap terjadi konsumen satisfaction apalagi perusahaan value.Kita bisa merasakan sendiri dengan dua contoh perusahaan yang diatas.Selain itu dan menjadi lahan yang subuga buat korupsi dan kolusi.Kesuksesan sebuah bisnis akan memacu oranglain untuk terjun kebisnis yang sama.Mungkin usaha yang kita rintis saat ini juga dampak dari kemajuan usaha lain yang pernah kita dengar,lihat atau alami sendiri . karena itu hampir mustahil jika usaha kita berhasil ,kita sembunyikan bisnis kita tersebut. Apalagi di zaman sekarang arus media semakin terbuka .Perusahaan terbaik akan selalu terekspose dimajalah atau Koran.Mungkin pemiliknya sendiri yang sengaja mengekpos usaha mereka sebagai ajang promosi atau meningkatkan brand awareness.Pendatang baru ini juga bisa mempengaruhi hukum permintan dan penawaran . Sebagai usahawan kita dituntut memikirkan cara agar pemain yang sudah ada dan sedemikian ketat bersaing tidak ditambah lagi pemain baru. Beberapa cara yang dilakukan usahawan,misalnya menguasai jalur distrbusi mereka. Dengan demikian ,mereka yang tidak memiliki jalur distribusi tidak akan mampu menyaingi pemain lama.Kalaupun merka sudah terjun sudah pasti kalah.Alasannya merka tidak bisa memasarkan produk hingga kekonsumen keberbagai daerah.

ANCAMAN PRODUK SUBSTITUSI

Perusahaan monopoli bisa jadi tidak memiliki pesaing dalam ini bisnis yang sama,tetapi belum menjadi jaminan tiddak memiliki ancaman produk subsitusi sebab kita tahu hampir semua produk dan jasa ada subtitusinya.Orang tidak bisa makan nasi bisa makan roti atau jagung.Tidak bisa naik pesawat bisa naik kapal laut atau kereta api.Karena itu ,meski monopoli bisa menjanjikan unutk berhasil dalam bisnis, tapi tetap saja bukan jaminan dirinya tetap bertahan.Tanpa adanya peningkatan pada kepuasan konsumen sudah di pastikan lama kelamaan monopoli tersebut akan tergeser.


KEKUATAN TAWAR MENAWAR PEMBELI

Konsumen memiliki hak yang penuh atas pembelanjaan uang merea.Kata sam Walton “cukup sederhana cara yang diperlukan konsumen untuk mematikan sebuah perusahaan ,yakni dengan membelanjakan uangnya ketempat lain.Karena itu tidak ada satupun perusahaan yang menggantungkan hidupnya pada konsumen.Konsumen mudah sekali dibujuk untuk berpindah tempa belanja.Jika tempat belanaja baru dirasakan bisa memberikan manfaat yang lebih, maka mereka bisa pindah.Tak heran kita melihat perusahaan matimatian berpromosi agar konsumen membeli produk membeli produk atau pindah keperusahaan mereka.


KEKUATAN TAWAR MENAWAR PEMASOK

Pemasok juga sering menjadi masalh sendiri bagi kelangsungan sebuah perusahaan .Tanpa ada pemasok maka tak ada satupun perusahaan yang bisa terus menjalankan roda

bisnisnya.Penerbrt membuthka penasok kertas,tinta,mesoi percetakan dan sebagainya.Restoran memerlukan pemasok sayuran ,daging,ikan dan beras.Jadi sudah dipastikan bahwa kekuatan supplier ini juga menentukan masa depan sebuah usaha.Tapa

ada supplier ,usaha kita tidak akan jalan.Karena itu ,kita bisa menangkap alasan mengapa banyak perusahaan mencoba menguasai industri mereka dari hulu ke hilir.Hal ini untuk mencegah jangan sampai nanti ulah pemasok justru mengandaskan perusahaan mereka. Sebagaiusahawanyang cerdik kita juga di tuntut pandai-pandai berskap terhadap pemasok ini.Jika merka berhenti memasok, sudah pasti perusahan kita gulung tikar .Belum lagi ,jika pemasok mendirikan unit usaha baru untuk memasarkam produk mereka. Diperlukan srategi yang baik untuk meminimalisasi ulah pemasok Shareof market Berbicara mengenai seberapa besar produk yang kita jual laris dipasaran . Atau Kalau anda membuka took seberapa ramainya toko anda.Semakin mesar pangsa pasar yang anda kuasai maka semakinbaik sehingga anggapan anda bahwa usaha anda bakal maju cukup masuk diakal.Share of market berbicara menenai keberhasilan kita menguasai uang konsumen.Dalam program viral marketing jelas akan membuat anda menguasi uang konsumen.Apakah Share of market ini sudah cukup?Tidak!Seperti yang kita ketahui bahwa larisnya produk yang kita jual atau ramainya took kita dikunjungi orang bukanlah patokan bahwa bisnis tersebut telah kita lakukan sebaik-baiknya.Bisa jadi karena tidak ada pesaing atau toko yang memenuhi keinginan mereka.Dengan demikian konsumen terpaksa harus mengkonsumsi produk kita atau datang ketoko kita.

Share of heart

Jika kita mengadakan survey atau penelitian pada setiap pelanggan kita dan mengharapkan jawaban merka secara jujur atas pertanyaan seperti “kalau anda ingin membeli dan memiliki kemampuan untuk itu,kira-kira produk merek merek apa dan toko yang begaimana yang akan anda kunjungi?” Jangan kaget jika jawabannya ternyata bukan produk anda atau toko anda.Saat ini,ada begitu banyak orang ingin berbelanja dalam program viral marketing .Apakah perusahaan anda sudah menjalankan program ini? Sekali lagi anda harus mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan konsumen.Share of heart berbicara mengenai menguasai hati consume.Ini jauh lebih penting dari pada menguasai uang mereka.

Share of mind

Share of mine berbicara menggenai produk atau usaha yang kita jalankan .Disini yang dikuasai adalh pikiran .Sama seperti share of heart ,kita bisa mengadakn semacam survei sederhana untuk mengetahui apa yang sebenarnya yang ada di benak konsumen mengenai sejumlah produk atau perusahaan . Kalau dalm share of heart kita menanyakan pada mereka apa yang mereka inginkan,dalam share of mind ini kita menanyakan apa yang terlintas di pikiran mereka pertama kali berkaitan dengan sebuah produk atau sebuah perusahaan.Biasanya, produk yang pertama kali terlintas dipikiran konsumen,produk tersebut yang bakal sukses dipasaran.Oran akan megingat apa yang menurut mereka memberi manfaat terbaik.orang-orang akan selalu mengingat apa yang selalu mereka rasakan berharga. Jadi, kalau merek produk anda ,toko anda ,atau nama perusahaan anda yang pertama kali diingat oleh konsumen,maka perusahaan anda telah berhasil.Peluang anda berhasil dimasa depan semakin besar.

MARI BELAJAR DARI BEARNEST MARKETING

Anda boleh memiliki ide atau produk terhebat, tetapi hanyut akan sukses kalau anda mempunyai jaringan untuk memberi tahu orang tentangnya dan jaringan distribusi untuk menjualnya.(Robert T.Kiyosaki)

Seperti kata Robert T.Kiyosaki ,kita bisa memiliki produk atau ide paling hebat , tetapi hanya akan sukses jika kita memiliki jaringan untuk memberi tahu orang lain tentang semua itu dan jaringan untuk menjualnya.Robert berbicara mengenai MLM .Saat bukunya itu ditulis,memang program viral marketing belum muncul dalam bentuk saat ini.Jadi saya yakin mengetahui progaram viral marketing ini ,dirinya pasti akan berkata bahwa itulah yang ingin dia maksudkan.Bukan untuk MLM karena MLM sebentar lagi kan sirna disepak viral marketing .

Apakah jaringan itu penting ?kalau anda jawab tidak anda salah besar.Bisnis konvensional yang kita lakukan saat ini juga mengandalkan diri pada jaringan ,yakni jaringan untuk menjual dan memberitahukan orang .Jika anda memiliki pabrik anda perlu jaringan toko-toko untuk menjual produk.Hanya di program pemasaran ini jaringan inilah keunggulan jaringan dimaksimalkan.Program pemasaran jaringan untuk mendistribusikan ,mempromosikan dan menjual produk mereka.Jauh lebih baik dari pada mengandalkan jaringan konvensional dan membutuhkan modal besar.

Bearnest marketing

Bearnest marketing adalah perusahaan pertama yang mengadopsi program viral marketing secara uth.JAdi boleh dikatakan sebagai leader program viral marketing untuk pasar indonesia. Ini adalah satu perusahaan yang pertmabahan konsumennya meningkat dengan cepat sekali.Bearnest, pada waktu pertama kali muncul konsep n viral marketing,memasarkan produk obat-obatan atau suplemen fline merekseperti vitamin-vitamin .Sajak awal saya sudah mengatahuinya ,tapi saya belum bergabung didalamnya.Saya meramalkan tidak akan bertahan lama kg ingin arena masih mencoba menggantungkan diri pada persepsi MLM.Rata-rata MLM memang menjual produk kesehatan karena bisa menetapkan harga selangit.Untuk sehat orang rela membayar mahal.Ininlah yang disiasati MLM.Akhirnya konsep yang diusung bearnest marketing harus berhenti.Disamping produknya ,system dan cara manipulasi dan tidak bakal bisa jalan dengan baik.Akhirnya,mereka mulai memmasuki lini produk bacaan dengan cara kelola yang baru .Sistem pun dibenahi.Begitu saya mengetahui perubahan ini saya meramalkan akan berkembang pesat sampai sudah bisa memberi program diskon 10 % untuk semua membernya.Anda lihat ,belanja buku ditoko buku konvesional belum tentu selalu memberi diskon 10%,kecuali acara-acara tertentu.Tidak demikian dengan program viral marketing Bearnest.Doskon 10% selama 24 jam nonstop,7 hari seminggu,356 hari pertahun untuk semua produk. Tidak ada toko buku yang buka selama 24 jam. Akan tetapi dengan fasilitas internet,toko buku bearbookstore buka 24 jam nonstop.Luar biasa! Inilah alasanya bahwa teknologi telah mengubah segala-galanya.semua perusahaan sebenarnya sudah tahu kelebihan internet.Karena itu banyak perusahaan berlomba-lomba memiliki website.Jadi,kalau perusahaan anda tidak memiliki website sama sekali, perusahaan anda sudah tidak mungkin bisa bersaing diabad digital ini;.

Masa depan bearnest dengan program viral marketingnya

Setiap perusahaan yang dikelola secara professional dan mempunyai visi yang jelas dan penuh strategi tentu tidak akan berhenti membenahi diri. Begitu uga dengan bearnest .Ia tidak akan berhenti sampai disini. Selain terus menambah lini produk yang sudah dipastikan banyak penerbit yang ingin bekerja sama karena melihat member setianya secara rutin membaca buku , bearnest juga akan mewujudkan belanja offline mereka. JIka belanja offline sudah terwujud ,tak akan ada lagi yang menandinginya.
Bagaimana program viral marketing dijalankan?

Setelah anda mengetahui kelebihan dan kedahsyatan program viral marketing ini ,anda tentu ingin tahu bagaimana program ini bisa segera di adopsi oleh perusahaan anda.Ada beberapa prinsip mendasar yang harus anda miliki untuk menjalankan program ini .Setelah itu,diskusikan kepada jajaran direksi perusahaan anda emngenai program marketing ini.JIka terlambat,sudah pasti akan sulit bersaing.perlu d itekankan bahwa viral marketing adalah program marketing. Sama persis dengan program marketing lainnya ,kecuali beberapa kelebihan yang sudah dibicarakan sebelumnya.Sebuah perusahaan bisa terus berkembanga dan bertahan hidup bukan bukan hanya didasarkan pada program marketingnya,melainkan dikembalikan pada produk yang mereka pasarkan ,harga yang mereka tetapkan pada produk tersebut dan orang –orang yang menjalankan program tersebut.

Langkah-langkah menjalankan program viral marketing

Berikut ini adalah langkah awal menjalankan sebuah program viral marketing bagi semua perusahaan dalam semua lingkup bisnis.Ada lima langkah awal dan setelah itu semua system ini akan berjalan dengan sendirinya tanpa perlu campujr tangan anda

Pemabagian sebagian keuntungan kepada konsumen

JIka margin keunutngan perusahaan anda saat ini hanya 10%.itu sudah lebih dari cukup untuk menjalankan program ini. Apalagi margin margi keuntungan lebih besar tentu lebih bagus.Anda mau memberikan bonus 3% dari margin tersebut sudah lebih dari cukup.Apalgi , kalau anda memberikan margin 5%.Sekali lagi ,selama konsep pemasaran konvensional bercokol,maka semakin kuat program viral marketing akan berkembang.

Mendesain system jenjang level dan bonus

Setelah diputskan berapa margin keunutngan yang akan dibagikan kepada konsumen,langkah beikutnya adlah menentukan system atau level konsumen secara berjenjang.Berapa pun level tidak masalah . semua dikembalikan kepada margin keuntungan yang ingin prusahaan anda berikan akan tetapi ,minimal harus 3 level agar jaringan ini lebih hidup. Hindari menggunakan prinsip spill over karena system yang kita bicarakan ini tidak akan bisa jalan dengan baik.Tidak boleh membagikan keuntungan semakin besar untuk level semakin bawah.Ini akan menyebabkan menjadi piramida.Pyramid scheme ditolak dimana-mana ,semua itu hanya akan menguntungkan orang yang bergabung duluan,artinya tidak semua orang memiliki peluang yang sama sesuai kerja keras dan jerih payah mereka.Viral marketing bukan cara cepat menjadi kaya.Seorang member harus berjuang agar berhasil.

Memiliki website perusahaan berikut program yang didesain khusus untuk viral marketing

Setelah jenjang level ditetapkan,sekaang perlu dibuat program komputerisasi yang menjalankan system viral marketing ini,termasuk desain website berikut sistemnya.Memiliki sebuah website tentu bermanfaat . sekalipun kantor pusat anda terbakar ,namun data anda tetap ada karena tersimpan didunia maya. Ini yang sulit dan paling membutuhkan modal. Sulit karena tidak semua orang memiliki pengetahuan computer (programming).Pengerjaannya cukup rumit dan lama. Tidak semua perusahaan web developer memahami program viral marketing.

Menempatkan diri sendiri atau orang dalam untuk memulai program ini

Setelah program viral marketing dibuat dan didesain ,sebelum launching program ini kepasar dengan cara promosi biasa,misalnya toko dipasang spanduk besar memberi t ahu konsumen anda menjalankan program viral marketing atu pameran ,anda perlu memulai menjalankan program ini.Caranya ,tempatkan diri diri sendiri sebagai pemilik usaha atau orang –orang dalam perusahaan ini dijalankan. Setelah itu,system sendiri yang akan menjalankannya. Sudah idak diperlukan promosi apapun lagi. Lets your costumer do you marketing.Akan tetapi tergantung kembali pada kebijakan perusahaan.

Mempromosikan program ini kepada masyarakat.

Setelah langkah diatas selesai. Langkah terakhir adalah membeeritahu masyarakat bahwa perusahaan anda menjalankan program viral marketing.Ini mesti karena jika konsumen tidak mengetahuinya,mereka masih tetap membelanjakan uangnya keperusahaan lain.Banyak cara yang bisa ditempuh untuk memberitahukan konsumen. Misalnya adakan pameran singkat dimal-mal atau pusat belanja yang ada.Iklankan dikoran dan majalah .Jika satu orang mengetahui program ini telah dijalankan perusahaan anda maka akan cepat berkembang dan menjalar.





STRATEGI PROMOSI PEMASARAN

Menetapkan starategi dasar promosi

Promosi dan komunikasi

Bagian yang tajam dari instrumen pemasaran adalah pesan ( message ) yang dikomukasikan langsung kepada calon pembeli melalui berbagai unsur yang terdapat dalam program promosi. Apabila calon pembeli telah mengetahui produk perusahaan tersebut, berarti kesan tertentu telah disampaikan ( baik kesan positif maupun negatif ) dengan demikian suatu produk bisa dikatakan sebagai simbol komunikasi. Memang pada kenyataannya produk mempunyai suatu “citra” dalam pikiran calon si pembeli, jadi merk dagang atau nama barang itu adalah simbol yang menyampaikan pesan kepada calon pembeli. Kemasan barang juga menkomunikasikan ide yang dapat meningkatkan atau menurunkan citra produk tersebut.
Harga pun menunjukan gagasan mengenai mutu, dan citra konsumen terhadap produk yang dijual tersebut.

Realisasi cara – cara dimana aspek – aspek program pemasaran ini meningkatkan atau menurunkan citra terhadap produk itu menegaskan pentingnya nilai komunikasi factor – faktor ini dan pentingnya membentukunya sedemikian rupa sehingga memberikan kesan yang diinginkan. Walaupun demikian, program promosilah yang merupakan saluran komunikasi yang utama terhadap calon pembeli. Ia akan membantu kita merencanakan program promosi yang efektif, jika kita tinjau sebentar teori komunikasi dan kita tunjuan penerapannya terhadap pengembangan strategi promosi.

Bagaimana Komunikasi Bekerja

Unsur dasar dari system komunikasi adalah source ( sumber ), Message ( pesan ), dan destination ( tujuan ). Sumber itu bias seseorang ( misalnya wira niaga ) atau organisasi komukasi ( seperti televise, surat kabar, atau majalah ). Jika konsumen yang menerima pesan itu telah memahami arti pesan tersebut, ia mungkin bereaksi dalam berbagai cara. Artinya, ia mungkin menjadi pengirim pesan itu selanjutnya. Komunikasi itu adalah diantara seorang wiraniaga dengan seorang calon pembeli, kita perlu menambahkan unsur umpan balik ( feed back ) ke dalam konsep kita. Ringkasannya, untuk efektifnya komunikasi , ia haruslah :

  1. Mendapatkan perhatian
  2. Menggunakan isyarat yang mengacu pada pengalaman yang lazim dari pengirim ( sender ) dan tujuan ( destination ) untuk dapat dipahami maknanya.
  3. Membangkitkan kebutuhan pribadi dalam diri tujuan ( destination ) dan menunjukan beberapa cara unuk memenuhi kebutuhan tersebut.
  4. Menyarankan suatu cara untuk memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan situasi kelompok, dimana tujuan mendapatkan diri mereka pada waktu ia bergerak untuk memberikan taggapan yang dikehendaki oleh si sumber.

Hal ini menegaskan bahwa pentingnya program penjualan dalam memberikan metode – metode penyampaian informasi yang tepat dan pesan yang persuatif kepada calon pembeli. Dan jika tugas ini tidak dilaksanakan secara efektif, maka seluruh program pemasaran akan gagal.

Menetapkan Perpaduan Promosi

Untuk menentukan cara terbaik menjual produk, keputusan pokok adalah tentang sifat perpaduan promosi yang mungkin paling efektif. Khususnya bagaimana iklan, kewiraniagaan, promosi konsumen ( perlombaan, hadiah, dan penawaran kombinasi ), dan kegiatan promosi dealer dapat digabungkan menjadi sautu perpaduan penjualan yang efektif.

Metode Promosi

Daftar mengenai alat – alat promosi yang penting yang dapat dipakai untuk membangun suatu program penjuaan efektif, adalah :

  1. Iklan
  2. Kewiraniagaan ( Personal Selling )
  3. Promosi Konsumen. ( Hadiah, Perlombaan , Penawaran Kombinasi )
  4. Metode yang bertujuan merangsang iklan dan promosi dealer.
  5. Pameran dan eksibisi.
  6. Resiporitas
  7. Jaminan dan servis
  8. Penawaran komperatitif.

Memilih Metode Promosi

Karena banyaknya metode promosi, maka pengalaman menunjukan bahwa tipe produk yang berbeda akan membutuhkan campuran bahan penjualan yag berbedapula Ini dapat digambarksndengan membandingkan strategi promosi produk industrial dengan barang konsumen. Hal ini memicu variasi dalam ciri – ciri merek saingan, dan juga perbedaan dalam kebijaksanaan merek, saluran distribusi, dan kebijakan harga, cenderung membutuhkan perbedaan dalam perpaduan promosi untuk tercapainya hasil yang menguntungkan.

Pengaruh dari faktor – faktor ini terhadap strategi dasar promosi akan dilukiskan dalam pasal – pasal berikut :

  1. Pengaruh Kebijaksanaan Merek. Seorang pengusaha (manufacture) mungkin memilih menjual dengan memakai mereknya sendiri, atau dengan merek sendiri dari para perantara, ataupun tanpa memakai merek.
  2. Pengaruh Saluran Distribusi. Keputusan – keputusan mendasar mengenai kebijaksanaan distribusi juga akan mempengaruhi strtegi penjualan.
  3. Pengaruh Kebijaksanaan harga. Dalam menetapkan harga bagi suatu produk, banyak perbedaan pratek dapat dijaankan. Pada sutu pihak, seorangpengusaha mungkin memutuskan untuk bersaing terutama berdasarkan harga, dengan akibat hanya margin kecil saja yang dapat diperoleh dari aktivitas penjualan tersebut.
  4. Pendekatan yang disarankan untuk menentukan strategi promsi.

I K L A N

Iklan produk dapat digunakn oleh pengusaha ( manufacturers ) atau oleh produsen untuk melaksanakan berbagai tugas sebagai berikut :

  1. Mempromosikan penjualan suatu merek melalui pengecer – pengecer yang sekarang dengan mendapatkan langganan – langganan baru, an membuat langganan – langganan yang sekarang mebeli lebih banyak produk itu dari pad waktu yang lampau.
  2. Membantu penjualan suatu produk bermerek dengan memberikan kepada konsumen nama dan alamat dari para pengecer terpilih yang menyediakan produk tersebut.
  3. Jika produk itu dijual dari rumah ke rumah , maka iklan produk itu akan membantu menjual merek, dengan meratakan jalan untuk para wiraniaga dan memberikan tuntunan bagi wiraniaga untuk diikuti.
  4. Membantu mendapatkan distribusi utnuk suatu produk baru, atau memperluas distribusi dari suatu produk lama, dengan merangsang permintaan pada took – toko pengecer melalui iklan konsumen, dan membangkitkan minat para pengecer terhadap produk itu melalui iklan yang ditujukan kepada mereka.
  5. Mendorong para pengecer untuk mengadakan pameran, iklan, dan menjual secara aktif produk itu.
  6. Memperluas penjualan suatu industri, atau untuk menangkis trend penjualan yang memburuk

Lebih besar persentase iklan pengusaha dan produsen yang ditujukan untuk meingkatkan bagian share ( pasar ) yang diperoleh merek individual dari penjual, yaitu Iklan yang ditujukan untuk mendorong permintaan yang selektif.

Menilai Kesempatan untuk Memanfaatkan Iklan Konsumen
Faktor – factor penting yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

  1. Iklan mungkin lebih efektif jika perusahaan mengikuti trend permintaan primer dan bukan sebaliknya.
  2. Yang menentukan kesempatan perusahaan untuk dapat mempengaruhi permintaan ialah adanya kesempatan luas untuk direferensiasi produk.
  3. Peranan relative dari kualitas yang tersembunyi dari produk tersebut terhadap konsumen. Kualitas yang tersembunyi ini adalah lawan dari kualitas yang dapat dilihat dan dinilai.
  4. Motif pembelian emosional yang kuat yang dapat dipakai dlam himbauan iklan kepada konsumen.
  5. Yang terpenting adalah apakah operasi perushaan itu ada memberikan banyak hal bagi iklan dan promosi produknya untuk mencapai pasar hendak dijangkau.

Kapan Iklan Sebaiknya Diutamakan dalam Perpaduan Promosi

Proses Penentuan metode yang akan dipakai ini dimulai dengan penaksiran yang seksama terhadap kesempatan yang dapat memberikan sumbangan berguna bagi tercapainya tujuan yang dikendaki. Iklan konsumen sebaiknya diutamakan dalam kedaan yang berikut :

  1. Jika penilaian menunjukkan bahwa kondisi sangat baik untuk mempengaruhi bahwa kondisi sangat baik untuk mempengaruhi penilaian konsumen dan untuk menciptakan tindakan pembelian yang cepat melalui iklan konsumen itu.
  2. Jika analisa membawa kepada kesimpulan bahwa kewiranigaan tidak penting dalam pemasaran yang menguntungkan bagi produk ini.
  3. Jika uasha promosi dealer dan metode – metode penjualan lainnya, jika dipakai sendirian, ternyata kurang memberikan harapan dalam meningkatkan penjualan daripada iklan konsumen.

Masalah – Masalah Lain dari Manajemen Iklan

  1. Harus diambil keputusan mengenai berapa banyak harus dikeluarkan uang untuk iklan ini.
  2. Harus dipilih media yang akan membawakan pesan iklan tesebut.
  3. Harus dibuat pengaturan untuk pembuatan iklan yang efektif
  4. Harus diambil langkah – langkah untuk mengukur efetivitas ikaln itu, melalui pra – uji, sebagai alat untuk memaksimumkan hasil dari uang yang dikeluarkan.

KEWIRANIAGAAN
Kewiraniagaan (Personal Selling) adalah unsur terpenting kedua bagi eksekutif untuk menentukan perpaduan promosinya dalam mendapatkan pesanan. Tujuan kewiraniagaan adalah :

  1. Mendapatkan pesanan untuk produk itu.
  2. Membuat agar pengecer aktif mempromosikan dan memamerkan produk itu ditempat penjualannya.
  3. Membuat grosir ( wholesaler ) bekerja sama dengan pengusaha ( manufacture ) untuk aktif menjual produk itu atau dengan mendorong para pengecer untuk aktif ditempat penjualan dengan iklan penjual dan usaha –usaha promosi lainnya, dan
  4. Mendidik mereka yang dapat mempengaruhi pembelian untuk memilih perusahaannya dan produknya.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pemakaian Kewirniagaan

Kewiraniagaan (personal salesmanship) ternyata merupakan metode yang efektif bila besarnya pembelian relative besar, bila cirri – ciri produk itu membutuhkan penjelasan dan demostrasi, bila barang itu dibeli pada jarak waktu yang jarang, dan bila calon pembelian telah memiliki model lama dari produk yang hendak ia tukar tambahakan.

Bila seorang konsumen perlu mengorbankan banyak surplusnya untuk membeli sebuah pesawat televise, sebuah lemari es, mobil atau rumah, maka diperlukan daya bujuk (persuasion) dari pihak wiraniaga untuk mengatasi keengganan yang wajar untuk membeli dari calon pembeli. Kewiraniagaan yang agresif cenderung merupakan metode yang esensial bagi pemasaran produk yang demikian.

Masalah – Masalah Lain Mengenai Manajeman Tenaga penjualan

  1. Bagaimana Merekrut dan memiih wiraniaga dengan caliber yang dikehendaki.
  2. Bagaimana melatih para wiraniaga baru sehingga mereka dapat melaksanakan fungsi mereka secara efektif.
  3. Metode gaji/imbalan apa yang akan dipakai.
  4. Bagaimana merangsang orang – orang itu untuk berusaha semaksimum mungkin dalam pekerjaannya.
  5. Bagaimana mengawasi orang – orang ini sehingga mereka memanfaatkan dengan sebaik – baiknya kesempatan – kesempatan yang ada didaerah mereka.
  6. Bagaimana menentukan wilayah dimana orang – orang beroperasi, dan
  7. Bagaimana meniai prestasi para wiraniaga itu.

PROMOSI DEALER

Promosi dealer adlah unsur ketiga yang dimaksudkan kedalam perpaduan penjualan oleh banyak manufactur dalam usahanya mendapatkan pesanan. Promosi dealer meliputi erbagai jenis iklan, etalase, dan pameran interior, demontrasi produk, perlombaan konsumen, pemberian hadiah, penggunaan kombinasi penawaran, pembagian contoh cuma – cuma, dan aktivitas – aktivitas lain yang bertujuan meningkatkan penjualan suatu merek produk tertentu.

Perlu diperhatikan bahwa kebtuhan untuk mengindentifikasi perantara pengecer dengan merek manufactur itu adalah berkenaan dengan kebijaksaan distribusi perusahaan tersebut. Jadi kita diikuti kebijaksanaan distribusi pengecer tertentu, maka perlu sekali menufactur itu mengambil langkah – langkah aktif untuk mengawasi bahwa sumber lokal supplai ini diindetifikasi dengan mereknya.

Jadi, usaha – usaha manufactur terutama ditujukan pada dealer untuk mendorong mempromosikan mereknya secara agresif. Penjualan dealer dan bantuan iklan dapat pula merupakan alat untuk memudahkan pekerjaan promosi dealer. Akan tetapi, manufactur sedikit atau tidak mengadakan iklan atas nama mereknya sendiri.

Jika yang diutamakan adalah Kewiraniagaan Eceran, sampai berapa jauhkah diperlukan Promosi Dealer itu?

Jika manufactur mengikuti kebijaksanaan distribusi eceran terpilih (selected retail distribution), maka adalah penting baginya mengambil langkah–langkah aktif untuk memastikan bahwa dealernya mengindentifikasikan dirinya sendiri sebagai sumber local suplai itu. Dan jika tidak demikian, hasrat untuk memeriksa merek itu sebelum mengambil keputusan akan membeli mungkin dikecewakan oleh karena tidak tahu kemana harus pergi untuk mendapatkan demontrasinya.

Suatu produk membutuhkan kewiraniagaan pribadi yang agresif (aggressive personal salesmanship) oleh organisasi dealer, maka usaha ini akan paling efektif jika ditunjang oleh suatu program dealer promosi yang aktif. Iklan eceran, pameran, dan promosi dapat membawa calon – calon pembeli tersebut ketokonya atau merangsang mereka untuk menanyakan per telepon atau per pos. Dengan bantuan demikian, pra wiraniaga itu dapat menggunakan waktu dan bakat persuatifnya secara efektif.

Metode Mendorong Promosi Dealer

  1. Samapi berapa jauh promosi dealer ang aktif itu dianggap penting.
  2. Apakah distribusinya diseleksi atau tidak.
  3. Praktek saingan, dan
  4. Biaya metode alternative yang bersangkutan.

PROMOSI KONSUMEN

Promosi konsumen ini bertujuan untuk mendapatkan dampak yang cepat ditemapt pmbelian, barangkali bersama dengan satu atau lebih sasaran yang mendasarinya. Pemakain promosi konsumen ini sngat kontroversial. Jelaslah bahwa kebutuhan akan rangsangan yang kuat dalam program promosi itu bergantung pada apakah tanggapan pembeli dini (early buying respone) dapat atau tidak dapat diharapkan dari gabungan dampak iklan konsumen, kewirniagaan dan promosi dealer.

Jadi promosi konsumen itu adalah alat praktis jangka pendek yang bertujuan untuk merangsang tanggapan yang segera ditempat pembelian. Jika diterapkan dalam keadaan yang tepat, bersama – sama dengan unsur – unsur lain dalam perpaduan promosi, maka penggunaannya dapat memberikan hasil dalam janga pendek. Akan etapi, manfaat jangka panjang dari pemakaian promosi adalah lebih sulit. Jika ia digunakan untuk mempromosikan contoh paksaan (forced sampling) dari suatu produk baru, manfaat jangka panjang memang mungkin dapat diraih. Dan jika ia digunakan dalam promosi dari merek yang sudah tekenal dan sudah mapan (established brands), peningkatan porsi pasarnya (share of market) biasanya hanya bersifat sementara.

Menentukan Perpaduan Promosi

  1. Memutuskan metode promosi yang mana dari berbagai metode tersebut yang akan dimasukkan kedalam perpaduan ini.
  2. Menentukan apakah mungkin paling menguntungkan untuk mengutamakan iklan konsumen iklan konsumen, kewiraniagaan, promosi dealer, ataukah pemakaian metode – metode penjualan lain yang dipilih untuk itu. Taksirlah kecocokan dari beberapa metode ini untuk menjadi pedoman pengambilab keputusan.
  3. Ambilah suatu keputusan mengenai bagaimana metode – metode promosi pelengkap ini dapat dikombinasikan dengan metode – metode yang diutamakan itu agar terlaksanakan tugas – tugas penjualan yang perlu agar tercapai efektivitas maksimum dari total perpaduan ( total mix ) ini. Kebanyakan program promosi itu adalah kombinasi dari beberapa metode.


APACS ( Adaptive Planning and Control Sequence = Perencanaan Penyesuaian dan Urutan Pengawasan )
Studi MSI ini adalah berenaan dengan bagaimana pengalokasian dana untuk perpaduan promosi iklan, kewiraniagaan, dan promosi penjualan dalam pemasaran produk – produk baru. Selain itu juga meliputi proses pengambilan keputusan promosi dari waktu pekerjaan dimulai dari perencanaan program sampai kepada alokasi dana untuk aktivitas – aktivitas tertentu.
Menurut konsep APACS ini terdiri dari 8 langkah dalam mengambil keputusan proses promosi tersebut, antara lain :

  1. Rumuskan maslah dan terapkan tujuan.
  2. Nilailah keseluruhan situasi. Tentukanlah potensi pasar, biaya manufacturing kebijaksanaan harga, dll serta tinjaulah pengalaman masa lampau.
  3. Tentukanlah tugas dan kenalilah alat – alat.
  4. Kenalilah rencana – rencana dan perpaduan – perpaduan alternatif.
  5. Taksrlah hasil – hasil yang diharapkan. Pergunakanlah pertimbangan dan pengalaman yang sejalan, tes lapangan, dan setiap teknik ilmu manajemen yang sesuai untuk meramalkan hasilnya berdasarkan criteria prestasi yang dapat diterima.
  6. Peninjauan dan keputusan oleh manajemen.
  7. Umpan balik dari hasil – hasil dan post audit.
  8. Menyesuaikan program jika diperlukan. Revisi atau kuatkan lagi sasaran –sasaran , sub sasaran, dan pengeluaran – pengeluaran yang diperlukan.

a) Jika pada tahap ini tidak dapat diperoleh kesepakatan, atau ternyata program ini tidak mungkin, kembalilah ke tahap sebelumnya dan daur ulang ( recycle ) sebagaimana diperlukan.

b) Teruslah dengan masalah – masalah lain, jika telah tercapai rencana alokasi promosi yang memuaskan.


B. MENETAPKAN DANA PROMOSI
Tugas menentukan dana promosi ini merupakan faktor kunci, karena keputusan utama ini akan sangat berpengaruh terhadap efetivitas program promosi, dan karenanya terhadap laba. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan latar belakang yang esensial bagi pendekan – pendekan untuk total usaha promosi ini dalam satu tahun tertentu, atau dalam hal produk baru, untuk periode beberapa tahun.

PENDEKATAN YANG LAZIM UTNUK MENENTUKAN PERDANAAN

Ada 4 metode mengenai pendekatan yang lazim dilaksanakan oleh perusahaan – perusahaan dagang dalam praktek yang sesungguhnya, antara lain :

  1. Persentase dari penjualan.
  2. Seluruh dana yang tersedia
  3. Paritas kompetitif
  4. Tujuan riset

Dalam melakukan suatu survey terhadap pendekatan –pendekatan untuk menentukan dana iklan bagi AssoCiation of National Advertisers beberapa tahun lalu, Ricard Webster menyatakan agar para pemasang ilan menggunakan klasifikasi dua arah yang mula – mula disarankan oleh C.M. Edwards dan W.H. Horward :

  1. Metode breakdown dan
  2. Metode hidup

Metode breakdown digambarkan sebagai penyediaan sejumlah dana yang akan dieluarkan ( disbursed ) oleh bagian iklan yang dianggap cocok, dan metode builup mempunyai cirri- cirri pendanaan yang memperinci dengan persis bagaimana dana itu akan dibelanjakan.

Persentase dari Penjualan
Pendekatan yang lazim dibawah klasifikasi breakdown adalah jumlah bulat (lump sum) untuk iklan itu ditentukan dengan mengalihkan penjualan dollar dengan suatu persentase tertentu. Adapun variasi dari rencan ini adalah mengganti angka persentase itu dengan jumlah dollar tertentu per unit dan mengalikan angka ini dengan penjualan dollar ( dollar sales ).

Persentase Tetap Lawan Persentase Berubah

Pendekatan ini adalah cepat dan mudah. Faedahnya selanjutnya adalah dipertahankannya dana kan ini dalam batas – batas kesanggupan perusahaan itu ( karena pengeluaranya dikaitkan dengan penghasilan ). Jika semua atau sebagian besar dari para saingan dalam suatu industri menggunakan metode ini dan menerapkan persentase yang sama dari penjualan, maka pengeuaran iklan para saingan itu akan kira – kira sebanding ( proposional ) dengan porsi pasarnya ( market share ).

Yang paling penting adalah fakta bahwa metode persentase tetap dari penjualan itu mengasumsikan bahwa dana iklan itu haruslah meerupakan hasil dari penjualan yang dicapai dan bukan penyebab dari kenaikan penjualan. Sesuai dengan keterbatasan anggaran, presentase ini dapat pula diubah untuk mencerminkan perubahan dalam persaingan, daya tanggap para pembeli, dan kondisi perusahaan.

Jika dana iklan ini terutamaa ditentukan oleh besarnya pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam suatu tahun tertentu, maka para eksekutif mungkin menyediakan suatu jumlah untuk menghasilkan laba dalam jangka jika diperkirakan bahwa penghasilan dalam satu atau dua tahun berikutnya akan mengimbangi angka pengeluaran itu.

Penjualan Masa Lampau lawan Penjualan Masa Depan Sebagai Basis

Dalam tahun – tahun dahulu, angka presentase yang sering kali dipakai adalah penjualan masa lampau untuk memperoleh dana iklan itu. Pendekatan ini dapat menyebabkan dana itu terlalu kecil atau terlalu besar, bergantung bagaimana prospek penjualan untuk tahun mendatang dibandngkan dengan tahun yang baru saja lampau. Memandang kebelakang dapat pula membuat suatu perusahaan kehilangan kesempatan terbaiknya untuk mempertahankan atau memperluas posisinya dalam industri. Kelemahan ini paling serius apabila yang dipakai itu adalah persentase tetap dari penjualan dan bukan menciptakan penjualan.

Karena ketrbatsan ini, maka pendekatan persentase dari penjualan masa lampau ini pada umumnya telah ditinggalkan orang. Sebagai gantinya penjualan masa depan lebih banyak dipakai . Jika penjualan masa depan dipakai, maka dana iklan itu akan lebih sesuai dengan perkiraan kondisi pasar daripada memakai penjualan masa lampau. Akan tetapi hal harus diingat bahwa pendekatan persentase dari penjualan masa depan ini masih memberikan tekananutama pada mempertahankan pengeluaran iklan dalam batas – bats kesanggupan perusahaan, dengan ikut memperhitungkan hambatan – hambatan dari anggaran operating untuk tahun mendatang.

Seluruh Dana Yang Tersedia

Sebuah contoh ekstrim dari pendektan breakdown ini adalah dimana sebuah perusahaan mengalokasikan sebagian dari dana likwidnya yang tersedia dan dana yang dapat dipinjamnya untuk menunjang program iklannya. Pendekatan seluaruh dana yang tresedia ono mungkin lebih dekat untuk penunjang penyelenggaraan tugas – tugas promosi yang perlu dari pada apabila dana itu terbatas pada suatu persentase yang telah disetujui dari penjualan yang sesuai dengan anggaran operating dari suatu tahun tertentu.

Iklan dapat diharapkan akan memberikan hasil yang sagat menguntungkan pada akhirnya, namun kesukaran keuangan dapat terjadi jika diabaikan uang tunai jangka pendek dan limit kredit terhadap pengeluaran iklan. Oleh karena itu manajemen keuangan harus bis membatasi pengeluaran promosi menurut kesanggupan perusahaan. Hal ini membawa pada kelemahan yang paling serius dari pendekatan “seluruh dana yang tersedia”ini. Kelemahan itu adalah tidak adanya hubungan logis antara penyediaan dana dengan kesempatan iklan.

Jadi pendekatan “seluruh dana yang tersedia” ini paling – paling hanya dapat merupakan langkah mendesak yang bersifat sementara yang mungkin dapat memenuhi kebutuhan dari suatu perusahaan baru yang kurang pembiayaannya, atau suatu perusahaan yang kekurangan modal kerja karena pertumbuhannya yang pesat.

Paritas Kompetitif

Prinsip penuntun dari pendekatan paritas kompetitif ini adalah mendasarkan dana iklan itu pada beberapa cara yang sistematis terhadap apa yang dilakukan oleh para saingan. Pendekatan ini mungkin baik berdasarkan alasan bahwa ratio industri ini merupakan kebijaksanaan bersama para saingan. Kendatipun adanya kelemahan ini, namun dapat sikemukakan bahwa pendekatan paritas kompetitif ini dapat menghindari terjadinya perang iklan jika metode – metode lain yang diikuti untuk mendapatkan dana iklan ini. Informasi mengenai dana – dana yang direncanakan biasanya tidaklah diumumkan oleh para pengambil keputusan, dan taksiran mengenai pengeluaran iklan yang diperoleh oleh organisasi – organisasi riset melalui penghitungan iklan – iklan dan memakai tarip media yang diterbitkan, pada umumnya hanyalah tersedia sesudah banyak waktu berlalu.

Walaupun paritas kompetitif ini tidaklah berarti untuk menetapkan dana iklan bagi merek baru, namun pendekatan ini mungkin lebih dapat dipertahankan untuk perusahaan dengan merek yang sudah mapan yang berada rank kedua atau ketiga dalam suatu industri yang oligopolistis. Pengeluaran iklan dari para saingan , tentu saja akan mempengarui besarnya pengeluaran yang dibutuhkan untuk mencapai peningkatan porsi pasar yang dikehendaki. Tetapi daya tangkap ( responsivenses ) pasar terhadap merek perusahaan dipengaruhi pula oleh faktor – faktor lain, seperti kesempatan iklan dan efektivitas dari perpaduan pemasaran ( Marketing Mix )

Suatu variasi yang lebih canggih dari pendekatan paritas kompetitif ini adalah membuat porsi produk dari total pengualan iklan industri ini sama dengan porsi pasar yang dikehendaki merek ini. Posisi pasar ang dicapai oleh suatu merek cenderung dipengaruhi oleh bagaimana ia jika dibandingkan dengan merek – merek saingan dilihat dari inovasi produk, kualitas organisasi distribusi, dan juga besarnya pengeluaran yang dialokasikan untuk kewiraniagaan ( personal selling ), promosi penjualan, dan akhirnya untuk iklan.

Tujuan Riset

Riset adalah sebuah metode buidup dimana pekerjaan yang akan dilaksanakan itu diutamakan, sedangkan pendekan ‘seluruh dana yang tersedia’, pendekatan persentase dari penjualan, dan pendekatan paritas kompetitif mengunakan dana dalam jumlah uang yang bulat untuk iklan yang kemudian dipecah – pecah menurut tipe khusus dari metode dan media promosinya sebagaimana yang dianggap cocok oleh eksekutif iklannya.

Di bawah metode tujuan riset ini, pertama – tama perusahaan mlaksanakan riset sebagai pedoman dalm menetapkan tujuan – tujuan yang pantas untuk iklan tahun mendatang. Pendekatan tujuan riset ini, jika diterapkan dengan tepat, jelas lebih unggul dari pada metode – metode yang sudah dibahas. Pendekatan ini juga berarti manajemen bergantung kepada riset untuk mendapatkan fakta – fakta sebagai dasar untuk keputusan – keputusan mengenai sasaran – sasaran yang cocok, metode yang tepat, dan jumlah usaha promosi yang perlu untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.

Kelemahan utama dari pendekatan tujuan riset ini yang lazim dikemukakan adalah bahwa ia tidak membutuhkan agar pengambilan keputusan menentukan apakah tujuan yang ditetapkan itu mungkin dapat memberikan sumbangan yang lebih besar dari biaya untuk mencapainya. Kritikan ini mempunyai 2 ( dua ) segi :

  1. Walaupun pendekatan tujuan riset ini membutuhkan indentifikasi tujuan – tujuan yang pantas, namun ia tidak menentukan bahwa sasaran – sasaran ini harus dikaitkan dengan peningkatan penjualan yang dikehendaki. Sasaran – sasaran ini memang berguna untuk menjadi pedoman dalam perencanaan program promosi, namun tak banyak manfaatnya untuk pengembangan penetapan dana iklan. Jadi untuk mengaitkan sasaran komukasi degan hasil – hasil penjualan dibutuhkan kecerdikan riset, yang tidak dinyatakan sebagai suatu kebutuhan menurut definisi umum dari metode tujuan riset.
  2. Metode tujuan riset tidak menentukan bahwa nilai pencapaian tujuan ini diukur berdasarkan tambahan penghasilan yang dihasilakannya. Informasi ini tentu saja dibutuhkan jika tujuan alternatif hendak dinilai sebagaimana mestinya dan ditentukannya sasaran – sasaran yang paling sesuai.

Dari kritikan tadi akan menghadapi tantangan – tantangan masalah riset :

  1. Menentukan berapa banyak iklan dibutuhkan dan apa jenisnya untuk mencapai tujuan – tujuan yang telah ditentukan
  2. Menaksir tambahan penjualan yang mungkin diperoleh dari tercapainya sasaran – sasaran komunikasi yang telah ditentukan.

Walaupun kesukarannya menantang, namun pendekatan tujuan riset yang telah dimodifikasi ini dapat mengarahkan analisa dan uasaha riset ke saluran – saluran yang memberikan harapan.

Iklan Sebagai Investasi

Iklan yang mempunyai efek yang segera dirasakan dapatah dianggap sebgai ongkos sekarang ( current expence ), tetapi iklan baru memberikan hasil dimasa depan adalah bersifat investasi dan memang seharusnya diperlakukan demikian. Apabila manajemen bersedia menggap iklan sebagai investasi dan mennggu hingga 3 tahun atau lebih untuk dapat memunggut hasilnya, dan mau menyetujui strategi dana iklan yang diusulkan dan mengambil langkah – langkah untuk mengembangkan potensi penuh dari merek baru ini. Jadi iklan yang diperkirakan akan mempunyai efek jangka panjang itu hendaklah ditempatkan dalam anggaran modal. Investasi promosi ini harus bersaing untuk memperoleh dana berdasarkan daya labanya ( profitability ).

Kelemahan dari ROI ( return on investment / pengembalian atas investasi ) ini adalah sulitnya menaksir tingkat pengembalian yang diperoleh dari investasi iklan tersebut. Masalah – masalah yang dijumpai meliputi :

  1. Membedakan iklan investasi dari iklan yang diduga mempunyai efek jangka panjang.
  2. Menaksir penguapan ( evaporation ) efek komulatif dari iklan, dan
  3. Mengukur efek kumulasi iklan terhadap volume penjualan jangka panjang dan premi harga pada akhirnya.

Riset Untuk Menentukan Tingkat Pengeluaran

Suatu masalah pokok untuk menetapkan dana iklan ini adalah menentukan berapa banyak iklan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu sasaran yang telah ditentukan. Eksperimen dengan berbagai tingkat pengeluaran iklan di berbagai pasar yang diuji merupakan salah satu cara untuk memecahkan masalah ini.

Perlu diketahui bahwa para peniliti ( sesearchers ) tidak sanggup untuk mendapatkan kerjasama para pengecer untuk memungkinkan pengukuran hasil penjualan melalui pendekatan audit eceran ( retailaudit appoarch ).

Hubungan Antara Pengeluaran Iklan Dengan Tujuan Porsi Pasar

Tujuannya adalah untuk menentukan apakah dapat dikembangkan garis–garis pedoman yang berguna dari analisa pengalaman masa lampau mengenai hubungan antara pengeluaran iklan dengan tujuan–tujuan porsi pasar itu. Hampir tanpa pengecualian, merek–merek yang berkembang karena memanfaatkan studi produk konsumen yang memadai, diintrodusir kedunia perdagangan oleh tenaga penjual yang terampil ( skilled sales force ).

Hubungan Antara Tujuan Komunikasi dengan Hasil – Hasil Penjualan

Manufaktur barang – barang tahan lama itu mendapatkan kesulitan, jika tidak mungkin, untuk mengukur hasil – hasil iklan dari penjualannya. Ini membawa mereka untuk megambil sasaran –sasaran komukasi untuk iklan mereka sebagai ganti dari penjualan atau porsi sasaran – sasaran indusrinya. Kemudian terjadi masalahuntuk memutuskan apakah tujuan – tujuan yang dikehendaki itu lebih bernilai dari biaya untuk mencapainya. Eksperimentasi ini menghasilkan pengembangan pendekatan “jadwal – media” untuk menetapkan dana iklan, suatu metode yang termasuk kedalam kategori tujuan riset dan menyangkut pemakaian – pemakaian praktis dari pendekatan ideal – incremental yang telah dibahas.

Diakui bahwa efektivitas sebuah iklan yang dipasang beberapa kali dalam suatu media ( misalnya sebuah majalah ) adalah hasil dari serangkaian saringan yang kira – kira sebagai berikut :

  1. Majalah itu mempunyai total sirkulasi diantara orang – orang yang adalah calon pembeli atau “influencers”.
  2. Sesungguhnya yang membaca majalah ini jauh lebih banyak.
  3. Sejumlah orang yang jumlahnya lebih kecil dari pada pembaca majalah itu ‘terdadah ( exposed )’ pada halaman dimana iklan itu tampil.
  4. Sejumlah orang yang lebih kecil lagi benar – benar menaruh perhatian pada iklan tersebut.
  5. Sejumlah yang masih kecil lagi menerima suatu kesan yang sadar.
  6. Kesan sadar itu :

a. Membuat beberapa orang pembaca untuk pertama kalinya sadar akan produk tersebut.

b. Memperkuat kesadaran yang sekarang sudah ada dalam diri orang – orang lain.

c. Menggerakan sebagian orang dari hanya kesadaran saja ke sikap yang forable.

d. Menggerakan sebagian orang untuk membeli.

Dengan memahami rangkaian saringan ( screening sequence ) ini, kemudian riset dilaksanakan utnuk menentukan hubungan antara :

  1. Kesan – kesan sadar.
  2. Kesadaran dan sikap yang forable, dan
  3. Pembelian produk.

Jika hubunagn itu telah ditentukan, maka langkah berikutnya adalah menentukan jmlah kesan sadar yng dapat diperoleh melalui berbagai jadwal media. Pengiklan ( advertiser ) kemudian dapat menentukan dana, iklan yang optimum.





DASAR-DASAR SYARIAH MARKETING

1.1 Dari Era Rasional ke Spiritual

Banyak yang mengatakan pasar syariah adalah pasar yang emosional (emotional market) sedangkan pasar konvensional adalah pasar yang rasional (rational market). Maksudnya orang tertarik untuk berbisnis pada pasar syariah karena alasan-alasan keagamaan (dlam hal ini agama Islam) yang lebih bersifat emosional, bukan karena ingin mendapatkan keuntungan financial yang bersifat rasional. Sebaliknya, pada pasar konvensional atau non-syariah, orang ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa terlalu peduli apakah bisnis yang digelutinya tersebut mungkin menyimpang atau malah bertentangan dengan ajaran agama (Islam).

Seorang kiai yang juga pakar ekonomi syariah dan anggotaDewan Pengawas Syariahdari beberapa bank dan asuransi syariah, K.H.Dr.Didin Hafidhudin mengatakan bahwa orang-orang yang ada dipasar syariah justru sebenarmnya sangat rasional dalam menentukan pilihan. Beliau juga mengatakan, orang yang berada dalam kategori pasar emosional biasanya lebih kritis, lebih teliti dan sangat cermat dalam membandingkan dengan bank atau asuransi konvensional yang selama ini digunakannya sebelum menentukan pilihannya ke pasar syariah. Beliau menambahkan, “Hitung-hitungan orang seperti ini malah bisa sampai ke hitung-hitungan amal akhirat” katanya.

Pernyataan ini ada benarnya melihat pendapat seorang praktisi perbankan syariah tentang dikotomo pasar emosional dan pasar rasional, Budi Wsakseno mengatakan, bahwa pemahaman dikotomi antara nasabah rasional dan nasabah emosional adalah keliru. Cara berpikir seperti itu, katanya, dilandasi oleh teori pemasaran konvensional yang berpaham sekuler; segala hal yang berlandaskan cara berpikir keagamaan serta-merta akan dianggap sebagai sesuatu yang tidak rasional.

Memang praktisi bisnis dan pemasaran sebenarnya bergeser dan mengalami transformasi dari level intelektual (rasional) ke emosional dan akhirnya ke pasar spiritual. Pada akhirnya konsumen akan mempertimbangkan kesesuaian produk dan jasa terhadap nilai-nilai spiritual yang diyakininya.

Dilevel Intelektual (rasional), pemasar menyikapi pemasaran secara fungsional-teknikal dengan menggunakan sejumlah tools pemasaran, seperti segmentasi, targeting, positioning, marketing-mix, branding dan sebagainya. Kemudian di level emosional, kemampuan pemasar dalam memahami emosi dan perasaan pelanggan menjadi penting. Disini pelanggan dilihat sebagia manusia seutuhnya, lengkap dengan emosi dan perasaannya.

Spiritual marketing merupakan tingkatan tertinggi. Orang tidak semata-mata menghitung untung atau rugi, tidak terpengaruh lagi dengan hal yang bersifat duniawi. Panggilan jiwalah yang mendorongnya, karena didalmnya terkandung nilai-nilai spiritual.

Selain itu dalam syariah marketing, bisnis yang disertai keikhlasan semata-mata hanya untuk mencari keridhaan Allah, maka seluruh bentuk transaksinya insya Allah menjadi ibadah dihadapan Allah. Ini akan menjadi bibit dan modal dasar baginya untuk tumbuh menjadi bisnis yang besar, yang memiliki spiritual brand, yang memiliki charisma, keunggulan, dan keunikan yang tak tertandingi. Seperti kata Al-Quran, “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletaj didataran tinbggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu akan menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.”

1.2 Spiritual Marketing sebagai Jiwa Bisnis

Stephen R. Covey penulis buku legendaris, The 7 Habit of Highly Effective People, di penghujung karirnya dia menerbitka buku baru, The 8th habit: From Effectiveness to Greatness, menyimpulkan bahwa factor spiritual merupakan kunci terakhir yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam suatu perusahaan.Kita perlukan kepemimpinan spiritual dalam mengelola suatu bisnis, terlepas dari mana sumber spiritual tersebut.

Suatu bisnis, sekalipun bergerak dalam bisnis yang berhubungan dengan agama, jika tidak mampu memberikan kebahagaiaan kepada semua pihak, berarti belum melaksanakan spiritual marketing. Sebaliknya jika dalam berbisnis kita sudah mampu memberikan kebahagiaan, menjalankan kejujuran dan keadilan, sesungguhnya kita telah menjalankan spiritual marketing, apapun bidang yang kita geluti. Dalam bisnis travel haji misalnya, sekalipun mengurusi orang yang sedang menjalankan ibadah haji, jika dalam pengelolaannya terdapat penyimpangan-penyimpangandari segi fasilitas dan akomodasi setelah di Tanah Suci, tidak sesuai dengan yang dijanjikan dan dipromosikan sebelumnya, berarti sesungguhnya bisnis ini tidak berjalan dengan konsep bisnis syariah. Iapun belum menjalankan spiritual marketing.

1.3 Karakteristik Syariah Marketing

Kata “syariah” (al-syari’ah) telah ada dalam bahasa Arab sebelum turunnya Al-Quran. Kata yang semakna dengannya juga ada dalam Taurat dan Injil. Kata syari’at dalam bahasa Ibrani disebutkan sebanyak 200 kali, yang selalu mengisyaratkan pada makna “kehendak Tuhan yang diwahyukan sebagai wujud kekuasaan-Nya atas segala perbuatan manusia.”

Dalam Al-Quran kata syari’ah disebutkan hanya sekali dalam Surah Al-Jatsiyah, “Kemudian Kami Jadikan kamuberda didalam suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kalu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui” (QS Al-Jatsiyah: 18).

Kemudian kata itu muncul dalam bentuk kata kerja dan turunnya sebanyak tiga kali ;

Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan_Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa…” (QS As-Syura: 13)

Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan (syi’ah) dan jalan” (QS Al-Maidah:48).

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menetuka (dari Alllah), tentulah merteka telah dibinasakan. Dan sesunggguhnya orang-orang yang zalim ituakan memperoleh azabyang amat pedih” (QS As-Syur: 21).

Kata syariah berasal dari kata syara’a al-syai’a yang berarti ‘menerangkan’ atau ‘menjelaskan sesuatu’. Atau berasal dari kata syir’ah dan syari’ah yang berarti ‘suatu tempat yang dijadikan sarana untuk mengambil air secara langsung sehingga orang yang mengambilnya tidal memerlukan bantuan alat lain’.

Syaikh Al-Qardhawi mengatakan, cakupan dari pengertian syariah menurut pandangan Islam sangatlah luas dan komprehensif (al-syumul). Didalamnya mengandung makna mengatur seluruh aspek kehidupan, mulai dari aspek ibadah (hubungan manusia dengan Tuhannya), aspek keluarga (seperti nikah, talak, nafkah, wasiat, warisan), aspek bisnis (perdagangan, industri, perbankan, asuransi, utang-piutang, pemasaran, hibah), aspek ekonomi (permodalan, zakat, bait, al-maf, fa’I, ghanimah), aspek hukum dan peradilan, aspek undang-undang hingga hubungan antar Negara.

Pemasaran sendiri adalah bentuk muamalah yang dibenarkan dalam Islam, sepanjang dalam segala proses transaksinya terpelihara dari hal-hal terlarang oleh ketentuan syariah.

Maka, syariah marketing adalah sebuah disiplin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran dan perubahan value dari suatu inisiator kepada stakeholders-nya, yang dalam keseluruhan prosesnya sesuai dengan akad danprinsip-prinsip muamalah (bisnis) dalam Islam.

Ini artinya bahwa dalam syariah marketing, seluruh proses, baik proses penciptaan, proses penawaran, maupun proses perubahan nilai (value), tidak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah yang Islami. Sepanjang hal tersebut dapat dijamin, dan penyimoangan prinsip-prinsip muamalah islami tidak terjadi dalam suatu transaksi apapun dalam pemasaran dapat dibolehkan.

Ada 4 karakteristik syariah marketingyang dapat menjadi panduan bagi para pemasar sebagai berikut:

  1. Teistis (rabbaniyyah) : jiwa seorang syariah marketer meyakini bahwa hokum-hukum syariat yang teistis atau bersifat ketuhanan ini adalah yang paling adil, paling sempurna, paling selaras dengan segala bentuk kebaikan, paling dapat mencegah segala bentuk kerusakan, paling mampu mewujudkan kebenaran, memusnahkan kebatilan dan menyebarluaskan kemaslahatan.
  2. Etis (akhlaqiyyah) : Keistimewaan lain dari syariah marketer selain karena teistis (rabbaniyyah) juga karena ia sangat mengedepankan masalah akhlak (moral, etika) dalam seluruh aspek kegiatannya, karena nilai-nilai moral dan etika adalah nilai yang bersifat universalo, yang diajarkan oleh semua agama.
  3. Realistis (al-waqiyyah) : syariah marketer adalah konsep pemasaran yang fleksibel, sebagaimana keluasan dan keluwesan syariah islamiyah yang melandasinya. Syariah marketer adalah para pemasar professional dengan penampilan yang bersih, rapid an bersahaja, apapun model atau gaya berpakaian yang dikenakannya, bekerja dengan mengedepankan nilai-nilai religius, kesalehan, aspek moral dan kejujuran dalan segala aktivitas pemasarannya.
  4. Humanistis (insaniyyah) : keistimewaan syariah marketer yang lain adalah sifatnya yang humanistis universal, yaitu bahwa syariah diciptakan untuk manusia agar derajatnya terangkat, sifat kemanusiaannya terjaga dan terpelihara, serta sifat-sifat kehewanannya dapat terkekang dengan panduan syariah. Syariat islam diciptakan untuk manusia sesuai dengan kapasitasnya tanpa menghiraukan ras, warna kulit, kebangsaan dan status.Hal inilah yang membuat syariah memiliki sifat universal sehingga menjadi syariah humanistis universal.


IMPLEMENTASI SYARIAH MARKETING

2.1 Berbisnis Cara Nabi Muhammad Saw

Muhammad adalah Rasulullah, Nabi terakhir yang diturunkan untuk menyempurnakan ajaran-ajaran Tuhan yang menjadi suri tauladan umat-Nya. Akan tetapi disisi lain Nabi Muhammad Saw juga manusia biasa; beliau makan, minum, berkeluarga dan bertetangga, berbisnis dan berpolitik, serta sekaligus memimpin umat.

Aa Gym dalam salah satu tulisannya, mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw, selain sebagai pedagang yang sukses juga pemimpin agama sekaligus kepala Negara yang sukses. Jarang ada nabi seperti ini.Ada yang hanya sukses memimpin agama, tetapi tidak memimpin sebuah Negara. Maka, sebenarnya kita sudah menemukan figure yang layak dijadikan idola, dan dijadikan contoh dalam mengarungi dunia bisnis.

Nabi Muhammad sebagi seorang pedagang memnberikan contoh yang baik dalam setiap transaksi bisnisnya. Beliau melakukan transaksi secara jujur, adil dan tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh, apalagi kecewa.Beliau selalu menepati janji dan mengantarkan barang dagangannya dengan standar kualitas sesuai denganpermintaan pelanggan. Reputasinya sebagai pedagang yang benar dan jujur telah tertanam dengan baik sejak muda. Beliau selalu memperlihatkan rasa tanggung jawab terhadap setiap transaksi yang dilakukan.

2.2 Muhammad sebagai Syariah Marketer

Muhammad buka saja sebagai seorang pedagang, beliau adalah seorang nabi dengan segala kebesaran dan kemuliannya. Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya berbisnis (berdagang), karena berbisnis dapat menimbulkan kemandirian dan kesejahteraan bagi keluarga tanpa tergantung atau menjadi beban orang lain. Beliau pernah betkata, “Berdaganglah kamu, sebab dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan diantaranya dihasilkan dari berdagang.” Al-Quran juga memberi motivasi untuk berbisnis pada ayat berikut:

“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu.” (QS Al-Baqarah : 198)

“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al-Baqarah : 275)

2.3 Muhammad sebagai Pedagang Profesional

Dalam transaksi bisnisnya sebagai pedagang professional tidak ada tawar menawar dan pertengkaran antara Muhammad dan para pelanggannya, sebagaimana sering disaksikan pada waktu itudi pasar-pasar sepanjang jazirah Arab. Segala permasalahan antara Muhammad dengan pelanggannya selalu diselesaikan dengan adil dan jujur, tetapi bahkan tetap meletakkan prinsip-prinsip dasar untuk hubungan dagang yang adil dan jujur tersebut.

Disini terlihat bahwa beliau tidak hanya bekerja secara professional, tetapi sikap profesionalisme beliau praktikkan pula ketika telah dilantik menjadi Nabi.Beliau memimpin sahabat-sahabatnya dengan prinsip-prinsip profesionalisme; memberinya tugas sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Tidak bersifat KKN, semuanya berjalan dengan professional dan tentunya dengan tuntunan Allah.

2.4 Muhammad sebagai Pebisnis yang Jujur

Muhammad benar-benar mengikuti prinsip-prinsip perdagangan yang adil dalam transaksi-transaksinya.Beliau telah mengikis habis transaksi-transaksi dagang dari segala macam praktik yang mengandung unsur penipuan, riba, judi, gharar, keraguan, eksploitasi, pengambilan untung yang berlebihan dan pasar gelap. Beliau juga melakukan standardisasi timbangan dan ukuran, serta melarang orang-orang menggunakan timbangan dan ukuran lain yang tidak dapat dijadikan pegangan standar.

Nabi Muhammad juga mengatakan, “pedagang, pada hari kebangkitan akan dibangkitkan sebagai pelaku kejahatan, kecuali mereka yang bertakwa kepada Allah, jujur, dan selalu berkata benar” (HR Al Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al Darimi).

2.5 Muhammad Menghindari Bisnis Haram

Nabi Muhammad melarang beberapa jenis perdagangan , baik karena sistemnya maupun karena ada unsur-unsur yang diharamkan didalamnya. Memperjual-belikan benda-benda yang dilarang dalam Al-Quran adalah haram. AlQuran, misalnya, melarang mengkonsumsi daging babi, darah, bangkai dan alcohol, sebagaimana yang tercantum dalam QS Al-Baqarah:175).

2.6 Muhammad dengan Penghasilan Halal

“Barang yang bersih” berarti sehat dan diperoleh dengan cara yang halal. Karena itu apa yang dihasilkannya pun menjadi halal.

2.7 Sembilan Etika (Akhlak) Pemasar

Ada sembilan etika pemasar, yang akan menjadi prinsip-prinsip bagi syariah marketer dalam menjalankan fungi-fungsi pemasaran, yaitu:

  1. Memiliki kepribadian spiritual (takwa)
  2. Berprilaku bail dan simpatik (Shidq)
  3. Berprilaku adil dalam bisnis (Al-Adl)
  4. Bersikap melayani dan rendah hati (Khidmah)
  5. Menepati janji dan tidak curang
  6. Jujur dan terpercaya (Al- Amanah)
  7. Tidak suka berburuk sangka (Su’uzh-zhann)
  8. Tidak suka menjelek-jelekkan (Ghibah)
  9. Tidak melakukan sogok (Riswah)


  1. MEMBANGUN BISNIS DENGAN NILAI-NILAI SYARIAH

Sifat jujur adalah merupakan sifat para nabi dan rasul yang diturunkan Allah Swt. Nabi dan rasul datang dengan metode (syariah) yang bermacam-macam, tetapi sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.

Ulama terkemuka abad ini Syaikh Al-Qardhawi mengatakan, diantara nilai transaksi yang terpenting dalam bisnis adalah al-amanah (kejujuran). Ia merupakan puncak moralitas iman dan karakteristik yang paling menonjol dari orang yang beriman. Bahkan kejujuran merupakan karakteristik para nabi. Tanpa kejujuran kehidupan agama tidak akan berdiri tegak dan kehidupan dunia tidak akan berjalan baik.

Ada empat hal yang menjadi key success factors (KSF) dalam mengelola suatu bisnis, agar mendapat celupan nilai-nilai moral yang tinggi. Untuk memudahkan mengingat, kita singkat dengan SAFT, yaitu:

1. Shiddiq (benar dan jujur) : jika seorang pemimpin senantiasa berprilaku benar dan jujur dalam sepanjang kepemimpinannya, jika seorang pemasarsifat shiddiq haruslah menjiwai seluruh prilakunya dalam melakukan pemasaran, dalam berhubungan dengan pelanggan, dalam bertransaksi dengan nasabah, dan dalam membuat perjanjian dengan mitra bisnisnya.

2. Amanah (terpercaya, kredibel) : artinya, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan kredibel, juga bermakna keinginan untuk untuk memenuhi sesuatu sesuai dengan ketentuan. Diantara nilai yang terkait dengan kejujuran dan melengkapinya adalah amanah.

3. Fathanah (cerdas) : dapat diartikan sebagai intelektual, kecerdikan atau kebijaksanaan. Pemimpin yang fathanah adalah pemimpin yang memahami, mengerti dan menghayati secara mendalam segala hal yang menjadi tugas dan kewajibannya.

4. Thabligh (komunikatif) : artinya komunikatif dan argumentatif. Orang yang memiliki sifat ini akan menyampaikannya denga benar (berbobota0 dan dengan tutur kata yang tepat (bi al-hikmah). Berbicara dengan orang lain dengan sesuatu yang mudah dipahaminya, berdiskusi dan melakukan presentasi bisnis dengan bahsa yang mudah dipahami sehingga orang tersebut mudah memahami pesan bisnis yang ingin kita sampaikan.

Keempat KSF ini merupakan sifat-sifat Nabi Muhammad Saw yang sudah sangat dikenal tapi masih jarang diimplementasikan khususnya dalam dunia bisnis.

  1. PEMASARAN DALAM PERSPEKTIF SYARIAH

4.1 Sekilas tentang Sustainable Marketing Enterprise (SME)

Ketertarikan untuk membahas syariah marketing ini adalah karena adanya perubahan lanskap perekonomian dunia. Selama puluhan tahun, dunia hanya mengenal system ekonomi kapitalisme. Namun pada akhir 1970-an dan wal 1980-an, system ekonomi Islam atau yang dikenal juga sebagi system ekonomi syariah mulai bermunculan di Negara-negara Timur Tengah.

Dalam model SME, konsep pemasaran disini tidaklah berarti pemasaran sebagi sebuah fungsiatau departemen dalam perusahaan, tetapi bagaimana kita bisa melihat pasar secara kreatif dan inovatif. Pemasaran bukanlah hanya seperti anggapan orang, yaitu study untuk menjual. Atau seperti yang dipahami beberapa kalangan hanyalah marketing mix semata, yaitu pembuatan strategi untuk produk (product), harga (price), tempat (place) atau promosi (promotion). Namun pengertian terhadap pemasaran itui sendiri cakupannya lebih luas. Pemasaran saya definisikan sebagai sebuah disiplin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan values dari satu inisiator kepada stakeholdersnya. Seperti yang saya tukis dalam buku Rethinking Marketing : Sustainable Marketing Enterprise in Asia, inspirasi menyangkut sebuah mimpi (dream), kultur menyangkut keptribadian (personality), dan institusi menyangkut aktivitas (activity). Nah agar sukses kita harus mempunyai impian yang akan menjadi driver dan konsisten dalam melakukan aktivitas.

Ada 17 prinsip syariah marketing sebagai berikut:

Prinsip 1 : Information Technology Allows Us to be Transparent

(change)

Prinsip 2 : Be Respectful to your Competitors (Competitor)

Prinsip 3 : The Emergence of Customers Global Paradox (Cuctomer)

Prinsip 4 : Develop A Spiritual-Based Organization (Company)

Prinsip 5 : View Market Universally (Segmentation)

Prinsip 6 : Target Costumer’s Heart and Soul (Targeting)

Prinsip 7 : Build A Belief System (Positioning)

Prinsip 8 : Differ Yourself with A Good Package of Content and Context

(Differentiation)

Prinsip 9 : Be Honest with Your 4 Ps (Marketing-mix)

Prinsip 10 : Practice A Relationship-based Selling (Selling)

Prinsip 11 : Use A spiritual Barand Character (Brand)

Prinsip 12 : Services Should Have the Ability to Transform (Service)

Prinsip 13 : Practice A reliable Business Process (Process)

Prinsip 14 : Create Value to Your Stakeholders (Scorecard)

Prinsip 15 : Create A Noble Cause (Inspiration)

Prinsip 16 : Develop An Ethical Corporate Culture (Culture)

Prinsip 17 : Measurement Must Be Clear and Transparent (Institution)

Ketujuh belas prinsip tersebut dibuat berdasarkan pengamatan penulis terhadap peran pemasaran untuk pasar syariah.

Keempat prinsip pertama menjelaskan lanskap bisnis syariah (4C-Diamond) yang terdiri dari change, competitor, customer dan company. Ketiga elemen utama adalah elemen utama dari lanskap bisnis, sedangkan factor terakhitr, company adalah berbagai factor internal yang penting dalam proses pembuatan strategi.

Sembilan prinsip berikutnya (prinsip 5 - prinsip13) menerangkan sembilan elemen dari Arsitektur Bisnis Strategis. Yang dibagi menjadi tiga paradigma, yaitu:

- Syariah Marketing Strategy untuk memenangkan mind-share,

- Syariah Marketing Tactic unutuk memenangkan market-share, dan

- Syariah Marketing Value untuk memenangkan heart –share.

Dalam syariah marketing strategy yang pertama harus dilakukan dalam mengeksplorasi pasar. Besarnya ukuran pasar (market size), pertumbuhan pasar (market growth),, keungguklan kompetitif (competitive advantages) dan situasi persaingan (competitive situation).

Setelah menyusun strategi, kita harus menyusun taktik untuk memenangkan market-share yang disebut Syariah Marketing Tactic. Pertama-tama, setelah mempunyai positiong yang jelas di benak masyarakat, perusahaan harus membedakan diri dari perusahaan lain yang sejenis. Untuk itu diperlukan differensiasi sebagai core tactic dalam segi content (apa yang ditawarkan), context (bagaimana menawarkannya) dan infrastruktur (yang mencakup karyawan, faslitas dan teknologi). Kemudian menerapkan differensiasi secara kreatif pada marketing mix (product, price, place, promotion). Karena itu marketing-mix disebut sebagai creation tactic. Walaupun bergitu selling yang memegang peranan penting sebagai capture tactic juga harus diperhatikan karena merupakan elemen penting yang berhubungan dengan kegiatan transaksi dan langsung mampu menghasilkan pendapatan.

Dalam Syariah Marketing Value, bahwa strategi dan taktik yang sudah dirancang dengan penuh perhitungan tidaklah berjalan dengan baik bila tidak disertai dengan value dari produk atau jasa yang ditawarkan. Pelanggan biasanya mementingkan manfaat atau value apa yang didapat jika ia diharuskan berkorban sekian rupiah. Untuk itu, membangun value preposition bagi produk atau jasa kita sangatlah penting.

Rumusan value preposition ini adalah sebagai berikut :

Value preposition =

Total Get Functional Benefit (Fb)+Emotional Benefit (Eb)

Total Give Price (P) + Other Expenses (Oe)

Pada dasarnya terdapat lima generic value strategy :

1. “More for more”

2. “More for same”

3. “More for less”

4. “Same for less”

5. “Less for less”

· “More for more” adalah formula value yang menawarkan total get (Fb+Eb) dan total give (P+Oe) yang lebih tinggi dibandingkan value yang ditawarkan pesaing.

· “More for same” menawarkan total get yang lebih tinggi dan total give yang sama

· “More for less” menawarkan total get yang lebih tinggi dan total give yang lebih rendah

· “Same for less” menawarkan total get yang samadan total give yang lebih rendah

· “Less for less” menawarkan total get dan total give yang lebih rendah dibandingkan pesaing.

Prinsip selanjutnya, Prinsip 14, menjelaskan Syariah Scored yang bermakna bahwa anda harus terus menerus menyeimbangkan proposisi-proposisi nilai anda yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah tadi kepada tiga stakeholders utama yaitu karyawan (people), pelanggan (customer), dan pemegang saham (share-holders). Itulah maka penulis menyebutkan PCS-Circle.

Kemudian tiga prinsip terakhir (prinsip 15 sampai prinsip 17) adalah prinsip-prinsip yang membahas tentang inspirasi (inspiration), Buday (culture), dan institusi (institution. Ketiganya disebut sebagai Syariah Enterprise. Inspirasi menyangkut impian: sebuah perusahaan harus memiliki sebuah impian yang akan memberikan inspiras, membimbing dan merangsang semua orang yang ada didalamnya. Budaya menyangkut kepribadian; sebuah perusahaan harus memiliki kepribadian yang kuat, yang memberikan “perekat”yang menyatukan organisasi itu pada saat tumbuh dan berkembang. Akhirnya, institusi adalah tentang aktivitas: sebuah perusahaan harus mampu mengelola aktivitas-aktivitasnya dengan efisien dan efektif untuk merealisasikan visi serta sasaran-sasarannya.

Tentu saja, ketiga elemen Syariah Enterprise ini juga harus berlandaskan nilai-nilai syariah. Sebuah perusahaan tidaklah bisa memiliki inspirasi untuk menjadi economic animal semata tanpa peduli nilai-nilai lingkungan dan pemberdayaan komunitas disekitarnya. Budaya perusahaanpun harus dilandasi syariah; dengan menerapkan nilai-nilai luhur yang mesti dianut setiap karyawannya.





COSTUMER SERVICE CARA EFEKTIF MEMUASKAN PELANGGAN

PERGESERAN PEMASARAN

Trend pemasaran internasional ada abad ke-21 menurut pakar pemasaran akan bergeserdari pendekatan transaksional pendekatan relasional dengan berfokus kepada pemenuhan kebutuhan, kepuasan dan kesenangan pelanggan.

Pendekatan resional (Relationship Approach) ini sekarang diterapkan di Negara-negara maju, biasanya lebih mementingkan hubungan individual, ketimbang hubungan kebersamaan. Alasannya, selama ini kelihatannya pemasaran hanya memperhatikan cara memperoleh pelanggan, tetapi tidak memberikan perhatian kepada bagaimana cara mempertahankan pelanggan.

Adapun inti dari pemasaran berdasarkan relasional ini, tidak lain adalah, pihak produsen hendaknya mencari cara-cara untuk mempertahankan pelanggan untuk jangka panjang atas dasar kepercayaan dan kesetiaan pelanggan.

Dalam abad ke-21 nanti, permintaan pelanggan tidak hanya tersedianya produk produkyang berkualitas saja, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana produk itu dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, apakah dapat memuaskan dan menyelengarakan.

Globalisasi, menjadikan dunia menjadi satu, dunia tanpa batas (borderless), sehingga produk-produk Negara-negara maju akan membanjiri pasar Negara-negara berkembang. Ini akan memperkuat kedudukkan pelanggan sebagai konsumen untuk membeli suatu produk atau tidak pada pemasok tertentu. Artinya pelanggan bebas menentukan pilihannya, produk mana yang disukainya dan pada toko mana ia membelinya.

Di abad ke-21 nanti, yang tersedia adalah “Global Product” dan kini sudah menampakkan dirinya di pasaran. Nanti akan ada segmen pasar yang di sebut sebagai “Emerging global dan kebanyakkan diantaranya terpusat pada beberapa negara saja, Pada waktunya nanti, orang tindak peduli di mana suatu barang di hasil.

Tetapi itu saja tidak cukup, semuanya ini hanya akan dapat tercapai kalau tiap perusahaan mau memperhatikannya pentingnya pelayanan pelanggan Pelayanan Pelanggan (Customer Service) dan menerapkannya secara konsekuen, untuk memberikan nilai baru itu, kalau ingin tetap bertahan dalam kancah persaingan era globalisas.

PERKEMBANGAN CUSTOMER SERVICE

Stanley Marcus, Chairman Emeritus of Neirman Marcus, mengatakan: "Dari apa yang dikatakan oleh kedua perintis tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa generasi terdahulu mengetahui, apa yang dimaksudkan dengan Customer Service itu dan bagaimana baik dan bermanfaatnya bagi perusahaan. Generasi sekarang kelihatanya melupakan atau tidak pernah mau belajar tentang Costemer Service ini."

Lee Young, mantan Chief Editor majalah Business Week yang kini menjadi Editorial Far East Business mengatakan : “The customer become a bloody nuisance whose unpredictebel behaviour damages carefully made strategic plans, in other word the old fashioned idea of pleasing the customer is being sacrificed on the of abstruse strategic planning. Konsep yang dikemukakan oleh Peters dan Waterman dalam bukunya In Search of Excelent, yang termasuk katagori Bestsellers” itu mengatakan : “Close to the customer as one for the eight important characteristic of excellent compnies”

Dalam perusahaan semacam itu, perusahaan hendaknya dapat menciptakan barang (obsession) yang berkualitas (overcommitment of quality), dipercaya (rebility), atau pelayanan yang prima (excellence service) tujuannya tidak lain agar pelanggan tetap loyal dan menghasilkan profit untuk jangka panjang bagi perusahaan.

Apakah yang dimaksud dengan Close to The Custemer dalam prakteksehari-hari? Tom Peter, anggota penulis tiga seri buku Excellent, mengatakan berikut:

  • Pertama : Secara terus menerus harus mendengar apa yang dikatakan pelanggan dan secara teratur mengukur kepuasan pelanggan.
  • Kedua : Lakukan dalam menit itu juga, jangan biarkan menunggu berhari-hari apa yang diinginkan pelanggan.
  • Ketiga : Berikan pelatihan pada mereka yang bertugas langsung dengan pelanggan (frontline people), supaya dapat memberikan pelayanan yang prima (excellent service).
  • Keempat : Para karyawan perlu diberi motivasi, ide-ide supaya mereka bergairah melakuka tugas-tugasnya.

Di Jepang Customer Service dikenal dengan istilah sabisu Tiap Pagi pada hari waktu Departemen Store buka, seluruh pramuniaga berdiri di tempat masing-masing memberi hormat(kerek) kepada tamu yang dating.

SIAPA PELANGGAN ITU

Pelayanan itu diberikan kepada dua macam pelanggan, yaitu internal Customer dan External Customer. Internal customer, adalah orang-orang yang terlibat dalam proses produk dan jasa yang kita hasilkan. Dia munkin saja jajaran Direksi, kepala Divisi, Kepala Bagian, atau Karyawan lainnya. Seperti hanya, sbagai Retail Agent, maka internal customer tidak lain adalah kasir atau asisten penjualan lainnya.

Sebagai seorang typist pada suatu Bank, maka semua Staf yang memerlukan jasa pengetikan, dapat disebut sebagai pelanggan bagi typist tadi. Demikian pula sebagai seorang yang berkerja sebagai assembling TV, maka orang yang berikut menyelesaikan TV tadi, dapat di sebut sebagai pelanggan dari perkerjaan tedahulu.

Sedangkan external customer, secara relative diidentifikasi. Mereka adalah orang-orang diluar organisasi suatu perusahaan, yang menerima barang-barang atau jasa-jasa dari perusahaan.

Pada dasarnya hubungan secara bebas yang sama didapati pada perusahaan dan tingkat nasional. Tiap individu dan tiap perusahaan adalah pelanggan. Ini berarti manfaat hubungan timbale balik antara orang-orang atau grup yang sama sekali berbeda. Ini hanya akan terjadi bila tiap orang berusaha untuk memberi kepuasan pada pelanggan.


APA YANG DIMAKSUD DENGAN KEPUASAN PELANGGAN

Peter F.Drucker, seorang pakar manejemen dan pemasaran global mengatakan:”What the business thinks it produces is not of first importance. What customer think they are buying, what they consider determines what a business is.

Bagaimana kita dapat memberikan batasan tentang kepuasan pelanggan? Kepuasan pelanggan tidak berarti memberikan kepada pelanggan, apa yang kita pikirkan di sukai pelang-gan. Ini berarti kita harus memberikan kepada mereka apa yang sebenarnya yang mereka inginkan (what), kapan (when), dan cara mereka memperolehnya (the way they want it).

Kita dapat membedakan tiga tingkat kepuasan pelanggan:

Pertama : Menemukan kebutuhan pokok pelanggan (The basic needs of the customer).
Kedua : Mencari tahu, apa sebenarnya yang menjadi harapan dari pelanggan, sehingga mereka mau kembali datang pada kita.
Ketiga : Selalu memperhatikan apa apa yang menjadi harapan pelanggan, lakukan
melebihi seperti apa yang di harapkan pelanggan.

APA KEBUTUHAN PELANGGAN ITU ?
Untuk mengetahui kebutuhan pelanggan, kita harus selangkah lebih maju dari pelanggan sendiri. Kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang diperlukan pelanggan dan bagaimana cara mengantisipasi kebutuhan itu. Walaupun kebutuhan pelanggan berbeda-beda, pada prinsipnya kebutuhan mereka adalah sama atau bersama.

Apa yang diinginkan oleh pelanggan Intern ?

a. Teamwork dan Cooperation :
Untuk suatu perusahaan yang dapat berfungsi secara efektif melaksanakan tugas- tugasnya, di perlukan satu kerjasama (teamwork) antara seluruh karyawan adalah amat penting. Para karyawan dan organisasi karyawan mengharapkan agar manajemen dapat mempertimbangkan mereka sebagai mitra kerja dalam memajukan perusahaan.

b. Effcient Structure and System
Karyawan perusahaan akan dapat memaksimalkan potensi yang ada pada mereka, bila organisasi yang ada pada mereka, bila organisasi perusahaan dan system serta prosedur berjalan secara efisien. Oleh karena itu, manajemen yang memegang peranan penting dalam perusahaan, hendaknya dapat menjamin agar struktur organisasi dan system dan prosedur dapat berjalan dengan baik.

c. Quality Work
Dalam bidang usaha, kualitas kerja sangat menentukan berhasil tidaknya suatu usaha yang kita geluti.

Karyawan perusahaan harus dapat menciptakan kualitas kerja yang baik untuk perusahaan. Perhatian kita selalu terfokus untuk menjamin, bagaimana produk dan jasa yang dihasilkan dapat diterima oleh pelanggan.

Sikap dan tingkah laku yang baik dan adanya training yang cukup akan banyak membatu mencapai tujuan perusahaan untuk memperoleh profit lebih besar.

d. Delivery

Untuk memungkinkan keseluruhan proses kerja dapat disempurnakan sesuai dengan rencana, orang yang melaksanakan proses berikutnya mengharapkan untuk menyerahkan bagian perkerjaan sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan. Dengan demikian semua perkerjaan akan dapat diselesaikan secara efektif dan menyenangkan.

Apa yang diharapkan pelanggan eskternal ?

Seperti sudah ketahui bahwa pelanggan itu dapat berupa individu dan dapat pula sebagai perusahaan. Keinginan mereka adalah sama atau dapat disamakan, Harapan mereka antara lain adalah :

a.Conformance to Product or Service Requirements

Pelanggan selalu berharap agar produk yang dibelinya akan dapat memuaskannya dan jangan sampai mengecewakannya.. Mereka menginginkan produk yang dibeli itu ada standar spesifikasi dari industri yang disahkan oleh instansi yang berwenang, seperti di singngapura dilakukan oleh SISIR (Standar and Industrial Research) dan kalau di Indonesia oleh SI (Standar Indonesia).

b. Competitive Prices
Kepuasan pelanggan juga termasuk masalah harga barang-barang dan jasa yang ditawarkan. Mari kita ambil dua set barang yang sama kualitasnya. Pelanggan akan memilih set yang harganya kebih rendah. Sebaliknya, coba ambil dua set barang dengan kualitas yang berbeda, pelanggan mau mengeluarkan tambahan uang untuk barang yang berkualitas.

c. Quality and Reability
Pelanggan menginginkan barang yang tidak kelihatanya bagus, tetapi hendaknya juga tahan lama dipakai. Pelanggan juga mengharapkan pelayanan yang diberikan dapat dipercaya dan dengan kualitas yang tidak disansikan lagi.

d. Delivery
Cara penyampaian atau pengiriman barang kepada pelanggan juga dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan. Hampir semua pelanggan mengharapkan agar barang-barang yang dibelinya dapat dikirimkan pada waktu yang diinginkan atau dijanjikan, dikirim secara efisien dan dengan cara menyenangkan.

e. After Sales Service
Bagi pelanggan, pelayanan purna jual(After Sales Service) sangat penting, terutama untuk beberapa waktu lamanya. Pesawat TV yang baru saja dibeli baru beberapa hari yang sudah tidak berfungsi, maka pemasok berkewajiban untuk datang memperbaikinya dan bila tidak juga baik, pemasok wajib mengganti dengan TV baru.

Nakamura Uchiro-San, dalam bukunya The XYZ of Sales & Sevice, memberikan 8 langkah secara psikologi yang dapat mempengaruhi pelanggan melakukan pembelian, yaitu:

  1. Display, panjanglah barang-barang di etalase secara baik dan menarik, sehingga menarik orang untuk window shopping.
  2. Interest, buat sedemikian rupa supaya orang lebih tetarik dengan mencantumkan harga, tewknologi, atau manfaat yang diberikan barang tersebut.
  3. Association of Ideas, biarkan dan berikan kesempatan pada pelanggan untuk menghayal dengan produk yang dilihatnya, mungkin saja pelanggan sedang menghayalkan tentang produk itu kalau dipanjang di kamar tamunya atau dihadirkan kepada orang yang disayanginya.
  4. Desire, dengan banyak memperhatikan barang yang dipanjang itu, timbul keinginkan calon pelanggan untuk melakukan pembelian.
  5. Comparison and Evalution , Bila ada keraguan calon pelanggan dengan barang yang menjadikan perhatiannya, Maka ia akan membandingkannya dengan produk lain yang berfungsi sama, baik dengan barang yang ada di rumahnya atau di toko lain yang pernah ia lihat. Perbedaan itu mungkin dalam warna, harga, design , kemasan atau ketahanannya.
  6. Trust, Pelanggan membeli suatu barang berdasarkan kepercayaan (trust) yang hamper selalu di pengaruhi oleh penjual, reputasi toko, merek terkenal, dan kualitas produk itu sendiri.
  7. Action, Setelah pelanggan melihat, mencoba, membandingkan, akhirnya ia akan memutuskan untuk membeli atau tidak. Jadi aksi dapat dua kemungkinan, jadi membeli atau tidak jadi aksi dapat dua kemungkinan, jadi membeli atau tidak jadi membelikan karena sesuatu hal dengan alasannya sendiri.

Kesimpulan

Produk, penjualan,dan pelayanan merupakan trio yang tidak dapat dipisahkan.

Suksesnya suatu usaha berkat suatu dukungan, dan dukungan itu membuahkan hasil, pelayanan yang baik. Usaha yang baik memerlukan produk yang baik, itu saja tidak cukup, pelayanan yang diberikan kepada pelanggan juga harus baik. Dengan cara itu maka usaha akan berkembang sampai mencapai kapasitas optimumnya.

Jelas bagi kita sekarang bahwa kepuasan pelanggan tidak berakhir dan hilang begitu saja. Ia memberikan bermacam-macam manfaat bagi perusahaan dan karyawan, baik external consumer atau masyarakat secara keseluruhan. Kalau kepuasan pelanggan yang diberikan berkualitas dengan sendirinya membantu perusahaan untuk membina hubungan dengan pelanggan lama dan sekaligus menarik pelanggan baru, kesan bagi perusahaan, produk dan pelayanannya, akan menambah kepuasan pelanggan.

Bagi internal customer, karyawan dari perusahaan merasa puas, mereka dapat berkerja lebih produktif dan dapat mengurangi pembelian bahan baku dan meningkatkan pelayanannya. Para pelanggan pada kususnya dan masyarakat pada umumnya akan memperoleh manfaat karena mereka merasa nilai uang yang mereka belanjakan semakin berarti. Dengan uangnya mereka memperoleh produk yang berkualitas dan pelayanan yang baik serta menyenangkan.

Jadi semua berbahagia, karena semuanya terjadi peningkatkan berkat kepuasan pelanggan terpenuhi dan secara nasional hasinya akan meningkatkan produktivitas, karena barang-barang banyak terjual, terjadi peningkatkan ekspor, perolehan devisa meningkat, kesempatan kerja terjamin, dan selanjutnya akan meningkatkan ekonomi, yang tentunya akan meningkatkan tingkat hidup (standard or living) masyarakat.

Sumber rujukan :

Koh Juan Kiat, Customer Satisfaction, Completing The Productivity Equator, National Productivity Board, Singapura, 1989

Gurumantras By Promond Barta, Simple Ways to Make Your Customer Happy,

SSMB Publishing Devision, Singapura, 1995.

Ken Burnet, Strategis Customer Aliances, Strategi Kemitraan Pelanggan, PT Elex Media Komputindo, Jakarta 1987.

William H.Davidow dan Bro Uttal, Total Customer Service, Harper & Row Publisher, New York , 1989.

Oka A. Yoeti, Pelayanan Prima di Bank , Pelanggan di Bank, Tuntutan Nasabah Masa Kini, Info Bank, Jakarta , 1996.

Oka A. Yoeti, Hotel Customer Service, Penerbit PT..Perca Jakarta , 1995

Carl Sewel dan Paul B Brown, Pelanggan Seumur Hidup, Pustaka Tangga, Jakarta 1992

Craig R Hicman & Michel A Silva, Creating Excellence, New America Library, Ontario ,1984.

Owen Dibbs & Patricca Pereira, Meningkatkan Penjualan, PPM, Jakarta , 1979.

Michael E Porter, Strategi Bersaing, Erlangga, Jakarta , 1991.





“UP YOU BOTTOM LINE ; GANDAKAN PENGHASILAN ANDA DENGAN SISTEM PENJUALAN JITU ABC, 123”

MENJUAL DENGAN KEKUATAN DARI DALAM

Anda-Sikap yang tepat.

Anda berhak untuk menyukai diri anda sebagaimana adanya, untuk gagal, untuk meminta dan untuk menentukan bagaimana anda akan menggunakan waktu dan energi anda. Kenalilah identitas anda, dengan dan tanpa peran. Simpanlah penolakan pada sisi peran dan akuilah pentingnya menjaga identitas yang tinggi. Tinjaulah program-program demi keberhasilan penjualan melalui alam pikiran sadar ke alam pikiran bawah sadar dan ketubuh.

Untuk mengambil suatu keputusan, kendalikanlah sikap, pemikiran, dan angan-angan anda dengan menggunakan tanda X merah untuk mengendalikan sesuatu yang bersifat negatif.

Keyakinan anda menentukan sikap anda menentukan persaan anda, lalu persaan anda menentukan tindakan anda, dan tindakan anda menetukan hasil anda.

Sikap yang tepat bagi organisasi Anda

Refleksikan, tegaskan. Dan peganglah teguh-teguh sikap anda terhadap organisasi, jasa-jasa dan produk-produknya, dan anggota tim anda.

Kembangkanlah mental pemilik dengan bersikap proaktif

Sikap yang tepat terhadap pasar anda

Tunjukkan, tegaskan, dan pegang teguhlah sikap anda terhadap pasar. Identifikasi siapa, apa, dimana, dan bagaimana pasar anda. Kembangkanlah suatu rencana pemasaran diri untuk menempatkan anda sebagai seorang yaang ahli di pasar anda.

Dapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pesaing anda.

MENARGETKAN USAHA PENJUALAN ANDA

Mengapa anda bekerja – Menetapkan tujuan pribadi anda.

Mengapa anda bekerja? - pertanyaan jawabanya. Sebuah tujuan adalah sebuah akhir, hasil, dan bukan sekedar tugas yang harus dikerjakan. Tujuan merupakan perpanjangan nilai-nilai anda. Tujuan haruslah S.M.A.R.T. - Specific (Spesifik), Measurable (Dapat diukur), Attainable (Dapat dicapai), Relevant (Relevan), dan Trackable (Dapat dipantau) sesuai jadwal.

Tanyakan diri anda: Apakah tujuan ini benar-benar tujuanku?

Apakah itu adil dan baik secara moral? Apakah tujuan jangka pendekku selaras dengan tujuan jangka panjangku? Bisakah aku berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini? Bisakah aku melihat diriku mencapai tujuan ini?

Buat sebuah catatan tujua dan beri tanggapan terhadap masin-masing area dibawah ini:

·Nyatakanlah tujuan, tanggal penyelesian, dan hasil dalam ungkapan yang bisa dirasa indra-wujud, bunyi, dan perasaan yang hendak anda alami.

Identifikasikan kendala yang mungkin dihadapi; kembangkan rencana alternatif untuk mengatasi kendala tersebut; identifikasi keterampilan dan perilaku yang dibutuhkan, dan orang-orang, kelompok atau sumber daya lain yang bisa diminta bantuan.

· Kembangkan suatu rencana kerja langkah demi lagkah yang berorientasi kepada kesuksesan, lengkap dengan tanggal mulai dan selesainya, serta metode pemantauan dan pengukuran kemajuan kerja.

· Ciptakan suatu sistem yang mengakui dan menghargai apa yang akan dikerjakan hari demi hari.

· Akhirnya, berjanjilah kepada diri anda untuk mengikuti dan mengerjakan semua yang harus anda kerjakan.

Apa yang ingin anda capai ditempat kerja – Menetapkan tujuan bisnis

Dengan mengingat bahwa pekerjaan merupakan batu loncatan untuk mencapai impia-impian pribadi, apakah harapan kerja dan keinginan-keinginan pribadi anda. Sampaikanlah harapan kerja dan keinginan-keinginan priadi anda itu kepada manajer anda dan tetapkanlah tujua-tujuan yang saling menguntungkan. Lakukanlah perilaku yang menghasilkan uang pada saat pelanggan ada-mencari calon pelanggan, presentasi ,dll. Lakukanlah perilaku yang tidak menghasilkan uang pada saat pelanggan tidak ada-administrasi, e-mail, pelatihan, dll. Kembangkanlah perilaku proaktif anda menjadi kurang reaktif. Kerjakanlah latihan-latihan : Catatan Tujuan, Lembar Kerja Hasil Penjualan, Lembar kerja Penelusuran dan Perilaku, Daftar Tujuan, dan Daftar Pemantauan Bulanan.

Menargetkan usaha penjualan anda – mencari calon pelanggan demi hasil

80% dari bisnis anda berasal dari 20% pelanggan anda-aturan 80/20. Prioritaskan pelanggan dan calon pelanggan anda sesuai dengan keadaan. Tentukanlah kriteria Absolut, Bermanfaat, dan Convenient untuk setiap tingkat dari para klien dan calon pelanggan. Kembangkanlah strategi Dapatkan, Dapatkan kembali, dan Pertahankan untuk mempertahankan dan meningkatkan data pelanggan anda. Telusuri perilaku anda untuk menetapkan rasio perilaku anda – jumlah telepon menjadi appointment, appointment menjadi pertemuan, dan pertemuan menjadi transaksi, dst. Ciptakan suatu database untuk menyimpan informasi pelanggan dan perbaharui setiap saat.

KOMPETENSI YANG TEPAT; BIDIK, TEMBUS, DAN TETAP PADA SASARAN

“Sistem Sang Pembeli”:

Salesman terkecoh - “Tidak, saya hanya lihat-lihat saja.”

Orang akan berusaha memperoleh informasi sebanyak mungkin dari salesman – konsultasi gratis – sehingga mereka bisa berbelanja dan membandingkan harga.

Salesman akan terkecoh lagi - “Akan saya pikir-pikir dulu” atau “Saya akan kembali nanti.”

Ketika anda menindak-lanjuti calon pembeli, mereka bersembunyi – mereka bersembunyi – mereka tidak menjawab telepon atau pesan e-mail anda.

Menjalin hubungan

Membangun hubungan baik

Tanyakan apakah saatnya baik untuk berbicara; jika tidak jadwal ulang pembicaraan.

Minta ijin untuk bertanya dan/atau mencatat.

Bila menentukan appointment, mintalah untuk diundang.

Gunakanlah Model Hubungan Dalam Penjualan

Gunakanlah komponen Rapport Pie – fisiologi 55%, nada suara 38%, kata-kata 7% - untuk membangun hubungan baik.

Identifikasilah indera dominan lawan bicara anda – visual, auditory, dan kinestetik.

Amati dan catatlah penampilan/lingkungan fisik, cara bicara, dan ciri pembawaan.

Mengajukan pertanyaan

Ajukan pertanyaan yang dapat membantu anda mengumpulkan jenis-jenis informasi yang diperlukan.

Gunakan pertanyaan terbuka bila ingin membuat orang membuka diri dan mau bicara.

Gunakan pertanyaan mengarahkan bila anda memerlukan jawaban tertentu atau perlu mengubah arah pembicaraan ke arah tertentu.

Gunakan pertanyaan pencarian fakta untuk mengumpulkan informasi yang anda butuhkan

Gunakan pertanyaan tertutup bila anda perlu memfokuskan pembicaraan, mencapai suatu kesimpulan, dsb.

Gunakan urutan pertanyaan yang teloah tersusun sebelumnya untuk membawa anda dan pelangga anda ketempat yang anda inginkan. Pertama-tama mulailah dengan mengidentifikasi masalah-masalah yang solusinya anda miliki. Kemudian buatlah daftar pertanyaan yang perlu diajuka yang akan membantu anda mengetahui apakah masih ada masalh lain yang solusinya sudah anda miliki.

Tentukan informasi apa yang anda perlukan.

Gunakan gabunagn pertanyaan terbuka, mengarahkan, mencari fakta, dan pertanyaan tertutp guna mengumpulkan informasi bagi anda dan jagalah agar pembahasan tetap pada relnya.

Gunakan tehnik “ mari kita andaikan” atau tehnik tongkat sihir agar mereka mau berbicara tentang keinginan merekan yang tertinggi jika tidak ada yang tidak mungkin.

Evaluasilah selalu apakah anda medapatkan informasi yang anda butuhkan dan, bila belum, sesuaikan arah pertanyaan.

Jangan berasumsi bahwa pelanggan akan selalu “membuka diri” dengan pertanyaan terbuka, dapat di-”fokuskan” dengan pertanyaan tertutup, dll. Bersiaplah untuk mengajukan pertanyaan yang sama dengan kata-kata lain atau ubahlah cara pendekatan anda bila anda tidak mendapatkan jawaban-jawaban yang anda perlukan, atau bila anda tidak dapat menggerakkan pembahasan ke arah yang didinginkan.

Tetaplah pegang kendali. Bila mendapatkan suatu pertanyaan, jawablah dengan suatu komplimen- “Itu pertanyaan yang baik, John” - ulangi pertanyaan tersebut dan kemudian baliklah pertanyaan tersebut, mengembalikan pertanyaan itu kepada calon pelanggan - “Apakah itu sesuatu hal yang penting yang perlu anda pertimbangkan? Mengapa?” Mereka hampir selalu akan selalu memperjelas pertanyaan yang mereka ajukan dan akan memberi anda lebih banyak informasi. Bila suatu pertanyaan diajukan dua kali, jawablah dengan singkat.

Pastikan bahwa anda tidak memberi kesan kepada pelanggan bahwa ia sedang “dicecar” pertanyaan/diinterigasi.

Bila ada pertanyaan mengenai biaya atau suatu solusi pada awal siklus, sebut saja bahwa anda akan segera menjawab pertanyaan tersebut namun anfa perlu mengumpulkan informasi terlebih dahulu - “Anda sudah berada di halaman 10, sedangkan saya bari di halaman 4.”

Bila anda mendapatkan jawaban sepert “ mungkin”, “serahkan pada saya”, atau sesuatu pernyataan yang kurang jelas, pertanyakan jawaban tersebut dengan bertanya apa maksud mereka. Anda perlu kepastian bahwa anda sepenuhnya memahami apa yang mereka maksudkan.

Bila mereka menunjukkan suatu minat terhadap produk atau jasa ada, tanyakan kepada mereka apa yang menyebabkan mereka merasakan hal tersebut. Ini akan memberi kesempatan kepada calon pelanggan untuk menjual dirinya lebih jauh.


Dengarkan atas pertanyaan anda
Gunakan waktu 80% untuk mendengarkan. Gunakanlah waktu 20% untk bertanya.

Pusatkan perhatian terhadap apa yang dikatakn pelanggan.

Jangan pikirkan pertanyaan berikutnya.

Hindari menyusun pertanyaan berikut bila pelanggan sedang berbicara-terutama bila jenis aktifitas tersebut mudah mengalihkan perhatian anda dari mendengarkan.

Pertanyaan selalu jawaban calon pelanggan agar mendapatkan lebih banyak detail. Setelah anda mempertanyakan suatu jawaban sampai tiga atau empat tingkat lebih dalam, barulah anda meemukan akar masalah.

Mendengarkan

7 tips menjadi pendengar yang baik:

1. Dengarkan dengan penuh perhatian

2. Periksa kembali (verifikasi) pemahaman anda

3. Mintalah konformasi bahwa pemahaman anda benar.

4. Jangan sampai dianggap memanipulasi saat mita konfirmasi.

5. Minta penjelasan bila tak mengerti sesuatu

6. Pikul tanggung jawab bila terjadi salah paham

7. Manfaatkan petunjuk-petunjuk non-verbal.

MENILAI PELUANG

Menentukan parameter

Tentukan parameter dengan melibatkan calon pelanggan.

Mintalah izin untuk bertanya dan mencatat.

Konfirmasikan waktu, sasaran, agenda, dan hasil akhir.

Gunakanlah kata “tidak” atau “ya” dan hilangkan “saya pikirkan kembali”.

Hindari interupsi.

Tanganilah keberatan utama atau umum.

Menilai dengan menyingkapkan

· Motivator untuk pembeli

Usahakan dan jagalah agar calon pelanggan terus berbicara.

Temukan masalh emosional.

Galilah dalam-dalam.

Ajukan pertanyaan.

Carilah klarifikasi dan pemahaman penuh.

Temukan masalah pribadi dan biaya yang terkait.

Kemampuan finansial

Tinjaulah tiga sampai lima masalah yag didentifikasi.

Tanyakan, “Apakah anda mempunyai dana yang disisihkan?”

Tidak - “Apa rencana anda untuk maju terus?”

Ya - “ apakah anda tidak keberatan untuk berbagi hal itu denagn saya dalam angka pembulatan?”

Gunakanlah rentang harga.

Tanganilah semua masalah finansial.

Proses pembuatan keputusan

Tinjaulah masalah dan budget.

Tanyakan, “kapan anda akan membuat keputusan?”

Tanyakan, “Siapa, selain anda, yang terlibat dalam proses pembuatan keputusan?”

Bagaimana dengan yang lain – komite, agen, dll.?

Membuat ringkasan

Ringkaslah motivator untuk membeli, kemampuan finansial, pembuatan keputusan.

Konfirmasikan jawaban ya/tidak sebelum presentasi.

Gunakan kata-kata dan perasaan dominan calon pelanggan/klien.

Tanyakan isu-isu atau masalah lain sebelum melangkah lebih lanjut.

Ketahuilah apa harapan klien akan presentasi itu dalam waktu yang dialokasikan.

MEMBERIKAN SOLUSI
Presentasi

Tujuan presentasi adalah untuk mendapatkan penjualan.

Lakukan presentasi selalu dalam sudut pandang dan perasaan dominan orang lain.

Ada tiga bagian presentasi – permulaan (ringkasan), tengah (solusi). Dan akhir (membiarkan pelanggan membeli).

Bukalah denagn mendapatkan perhatian mereka.

Setelah pembukaan tanyakanlah, “Masalah mana yang Anda ingin saya berikan solusinya lebih dulu?”

Berikanlah solusi ats masalah sesuai bujet dan waktu mereka. Disitulah fitur-fitur dan manfaat produk dan/atau jasa anda tercakup.

Membiarkjan pembeli untuk membeli

Gunakan Tehnik Daya Tarik : Skala 1 smpai 10 – 1 tidak, 10 ya.

Peringkat di bawah 6 – Akuilah kesalahan, lakukan tindakan korektif.

Peringkat 7 sampai 9 – Apa yang harus saya lakukan untuk membuat anda mencapai 10.

Tutuplah degan menanyakan “Apa yang anda inginkan untuk saya lakukan selanjutnya?”

Biarkan pembeli membeli.

Mempertahankan dan mengembangkan akun

Cegahlan pengunduran diri.

Dapatkan komitmen.

Mintalah rujukan dan/ atau pengantar.

Tunjukkan apresiai.

Kirimkan catatan denagn tulisan tangan pribadi.

Pertahankan dan bangunlah hubungan untuk bisnis yang lebih besar.

Bersikaplah proaktif.

Resume buku :

“UP YOU BOTTOM LINE ; GANDAKAN PENGHASILAN ANDA DENGAN SISTEM PENJUALAN JITU ABC, 123”