Rabu, 15 Oktober 2008

Menciptakan Produk Yang Menjual


Dari sini semuanya bermula, apakah nasehat ini dilakukan atau tidak, pengusaha setuju bahwa tidak ada bisnis yang dapat bertahan tanpa passion.

Passion adalah isu emosional. Seperti layaknya bisnis dan penciptaan produk yang akan mempertahankan bisnis harus dimulai dengan apa yang kita ketahui dengan baik.

Pengusaha memiliki gaya bisnis dan pendekatan yang beragam. Masing-masing berdasarkan teknik yang diajarkan oleh lingkungannya yang memungkinkan membuat keputusan dan deviasi.

Namun ada metode umum yang telah teruji di semua bisnis dan tanggapannya terhadap penciptaan produk:

1.Setahap demi setahap. Seperti halnya meciptakan pekerjaan yang aktual, dimulai dengan perencanaan yang sangat hati-hati.

Mulai dan tuliskan. Buatlah rancangan produk yang ada dipikiran anda. Dengan menulisnya anda akan berhadapan langsung dengan ide. Apa yang sebelumnya abstrak menjadi lebih hidup. Anda dapat menambahkan, mengurangi, memperkaya, mempelajarinya dari semua sudut yang memungkinkan, membuat revisi dan alternatif atau terkadang menulis ulang hingga apa yang sebelumnya hanya berupa ide menjadi sebuah bentuk.

2. Gunakan waktu anda dan nikmati rencana anda. Terburu-buru hanya akan menciptakan hasil yang tidak diinginkan.

3. Spesifik - Buatlah kata kunci yang spesifik. Jangan lupa menyertakan daftar pertanyaan berikut. Apakah tujuannya? Rencana apa yang ingin anda raih?

4. Penciptaan produk ditujukan untuk kebutuhan tertentu yang tidak ada dipasar. Jika sebuah produk telah memilikinya, versi anda harus menawarkan sesuatu yang baru sehingga menimbulkan ketertarikan dan memberikan alternatif tertentu yang dapat bertahan lama daripada yang sudah ada. Semakin populer ketersediaan produk, akan semakin baik untuk pengenalan produk anda di pasar dan penerimaannya.

5. Penciptaan produk harus membidik segmen pasar tertentu, yang terbaik adalah mengidentifikasi sebuah produk dengan segmen yang lebih kecil, misal kelompok usia yang ingin anda dapatkan, pria atau wanita, kelas/status konsumen yang anda bidik. Ini akan membantu anda untuk tetap fokus.

6. Jika anda seorang pembelanja, anda akan menemukan bahwa produk baru akan dengan mudah tersesat di hutan belantara produk yang telah ada. Jika anda mengunjungi toko online, anda akan berpikir bahwa semua produk yang tersedia untuk dikonsumsi telah ada di luar sana. Tapi mimpi masih menghantui anda. Anda tahu sesuatu masih bisa dilakukan. Jadi elemen apa saya yang dapat meningkatkan kesempatan produk anda di penentrasi pasar?

7. Mencoba ceruk pemasaran. Ceruk pemasaran adalah menempatkan produk anda pada kategori khusus untuk memenuhi keinginan tertentu. Beberapa strategi yang telah diuji menemukan tempat di hati konsumen, misalnya, produk rendah karbohidrat, rendah kalori, protein tinggi, bebas gula, tanpa lemak, menambah energi, tahan lama, dan sederatan lainnya. Ceruk pemasaran membuat produk anda lebih spesifik bagi orang dengan kebutuhan spesifik.

8. Memberikan nama. Bagian yang sulit telah dilewati. Kini saatnya memberi nama produk anda. Sebuah poin yang perlu dipertimbangkan adalah, kata-kata yang mendatangkan ide. Misalkan disebutkan awan gelap datang, ide yang muncul dalam pikiran adalah angin dingin, hujan, atau bahkan akan datang badai.

Seseorang tidak harus beranjak keluar dan melihatnya. Ide sudah ada disana. Sebaliknya, dengan segera mengambil kata, ide akan kehilangan maknanya. Akan kehilangan identitasnya dan tidak menjadi apapun. Inilah mengapa nama menjadi sangat penting. Begitu juga dengan label serta pengemasan.

Mudah untuk mengingat nama yang pendek adalah hal yang menakjubkan terlebih jika kemasan produk sangat menarik.

Terkadang, tidak peduli apa yang dibilang orang bagus dan dot.com yang atraktif yang menarik trafik produk anda sehingga dapat memperkaya nilai yang diterimanya.

9. Ucapkan lagi. Pengulangan yang konstan. Pengulangan di pikiran. Ini adalah maksud dari pertempuran. Ini sebabnya mengapa firma marketing memperpanjang pemasangan iklan. Bagi beberapa produk, newsletter dan brosur dapat digunakan.

10. Segera Bertindak. Anda telah memiliki semuanya untuk diluncurkan. Channel distribusi telah diputuskan, model distribusi juga telah dipilih. Anda membuat produk anda tersedia, visibel dan kompetitif. Kemudian anda menahan nafas. Pada saat produk dikenalkan, pangsa pasar yang luas akan bereaksi. Ketika hal itu terjadi, daya tahan produk akan tergantung pada seberapa bagus produk anda seperti yang dijanjikan.

Sekarang yang perlu anda khawatirkan adalah keuntungan kompetitif yang anda dapatkan.

Sumber: Joseph Then




Manajemen Bisnis Rasulullah SAW


Kelahiran Nabi Muhammad merupakan peristiwa yang tiada bandingnya dalam sejarah umat manusia, karena kehadirannya telah membuka zaman baru dalam pembangunan peradaban dunia bahkan alam semesta (rahmatul-lil’alamin 21:107) Beliau adalah utusan Allah SWT yang terakhir sebagai pembawa kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

Michael Hart dalam bukunya, menempatkan beliau sebagai orang nomor satu dalam daftar seratus orang yang memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sejarah. Kata Hart, “Muhammad Saw terpilih untuk menempati posisi pertama dalam urutan seratus tokoh dunia yang paling berpengaruh, karena beliau merupakan satu-satunya manusia yang memiliki kesuksesan yang paling hebat di dalam kedua bidang-bidang sekaligus : agama dan bidang duniawi”.

Kesuksesan Nabi Muhammad Saw telah banyak dibahas para ahli sejarah, baik sejarawan Islam maupun sejarawan Barat. Salah satu sisi kesuksesan Nabi Muhammad adalah kiprahnya sebagai seorang padagang (wirausahawan). Namun, sisi kehidupan Nabi Muhammad sebagai pedagang dan pengusaha kurang mendapat perhatian dari kalangan ulama pada momentum peringatan maulid Nabi. Karena itu, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw di tahun 1427 H ini, kita perlu merekonstruksi sisi tijarah Nabi Muhammad Saw, khususnya manajemen bisnis yang beliau terapkan sehingga mencapai sukses spektakuler di zamannya.

Aktivitas Bisnis Muhammad

Reputasi Nabi Muhammad dalam dunia bisnis dilaporkan antara lain oleh Muhaddits Abdul Razzaq. Ketika mencapai usia dewasa beliau memilih perkerjaan sebagai pedagang/wirausaha. Pada saat belum memiliki modal, beliau menjadi manajer perdagangan para investor (shohibul mal) berdasarkan bagi hasil. Seorang investor besar Makkah, Khadijah, mengangkatnya sebagai manajer ke pusat perdagangan Habshah di Yaman. Kecakapannya sebagai wirausaha telah mendatangkan keuntungan besar baginya dan investornya.Tidak satu pun jenis bisnis yang ia tangani mendapat kerugian. Ia juga empat kali memimpin ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Syiria, Jorash, dan Bahrain di sebelah timur Semenanjung Arab.

Dalam literatur sejarah disebutkan bahwa di sekitar masa mudanya, Nabi Saw banyak dilukiskan sebagai Al-Amin atau Ash-Shiddiq dan bahkan pernah mengikuti pamannya berdagang ke Syiria pada usia anak-anak, 12 tahun.

Lebih dari dua puluh tahun Nabi Muhammad Saw berkiprah di bidang wirausaha (perdagangan), sehingga beliau dikenal di Yaman, Syiria, Basrah, Iraq, Yordania, dan kota-kota perdagangan di Jazirah Arab. Namun demikian, uraian mendalam tentang pengalaman dan keterampilan dagangnya kurang memperoleh pengamatan selama ini.

Sejak sebelum menjadi mudharib (fund manager) dari harta Khadijah, ia kerap melakukan lawatan bisnis, seperti ke kota Busrah di Syiria dan Yaman. Dalam Sirah Halabiyah dikisahkan, ia sempat melakukan empat lawatan dagang untuk Khadijah, dua ke Habsyah dan dua lagi ke Jorasy, serta ke Yaman bersama Maisarah. Ia juga melakukan beberapa perlawatan ke Bahrain dan Abisinia. Perjalanan dagang ke Syiria adalah perjalanan atas nama Khadijah yang kelima, di samping perjalanannya sendiri- yang keenam-termasuk perjalanan yang dilakukan bersama pamannya ketika Nabi berusia 12 tahun.

Di pertengahan usia 30-an, ia banyak terlibat dalam bidang perdagangan seperti kebanyakan pedagang-pedagang lainnya. Tiga dari perjalanan dagang Nabi setelah menikah, telah dicatat dalam sejarah: pertama, perjalanan dagang ke Yaman, kedua, ke Najd, dan ketiga ke Najran. Diceritakan juga bahwa di samping perjalanan-perjalanan tersebut, Nabi terlibat dalam urusan dagang yang besar, selama musim-musim haji, di festival dagang Ukaz dan Dzul Majaz. Sedangkan musim lain, Nabi sibuk mengurus perdagangan grosir pasar-pasar kota Makkah. Dalam menjalankan bisnisnya Nabi Muhammad jelas menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang jitu dan handal sehingga bisnisnya tetap untung dan tidak pernah merugi.

Implementasi manajemen bisnis
Jauh sebelum Frederick W. Taylor (1856-1915) dan Henry Fayol mengangkat prinsip manajemen sebagai suatu disiplin ilmu, Nabi Muhammad Saw. sudah mengimplementasikan nilai-nilai manajemen dalam kehidupan dan praktek bisnisnya. Ia telah dengan sangat baik mengelola proses, transaksi, dan hubungan bisnis dengan seluruh elemen bisnis serta pihak yang terlihat di dalamnya. Bagaimana gambaran beliau mengelola bisnisnya, Prof. Afzalul Rahman dalam buku Muhammad A Trader, mengungkapkan:

“Muhammad did his dealing honestly and fairly and never gave his customers to complain. He always kept his promise and delivered on time the goods of quality mutually agreed between the parties. He always showed a gread sense of responsibility and integrity in dealing with other people”. Bahkan dia mengatakan: “His reputation as an honest and truthful trader was well established while he was still in his early youth”.

Berdasarkan tulisan Afzalurrahman di atas, dapat diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang pedagang yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Ia tidak pernah membuat para pelanggannya komplen. Dia sering menjaga janjinya dan menyerahkan barang-barang yang di pesan dengan tepat waktu. Dia senantiasa menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dengan siapapun. Reputasinya sebagai seorang pedagang yang jujur dan benar telah dikenal luas sejak beliau berusia muda.

Dasar-dasar etika dan menejemen bisnis tersebut, telah mendapat legitimasi keagamaan setelah beliau diangkat menjadi Nabi. Prinsip-prinsip etika bisnis yang diwariskan semakin mendapat pembenaran akademis di penghujung abad ke-20 atau awal abad ke-21. Prinsip bisnis modern, seperti tujuan pelanggan dan kepuasan konsumen (costumer satisfaction), pelayanan yang unggul (service exellence), kompetensi, efisiensi, transparansi, persaingan yang sehat dan kompetitif, semuanya telah menjadi gambaran pribadi, dan etika bisnis Muhammad Saw ketika ia masih muda.

Pada zamannya, ia menjadi pelopor perdagangan berdasarkan prinsip kejujuran, transaksi bisnis yang fair, dan sehat. Ia tak segan-segan mensosialisasikannya dalam bentuk edukasi langsung dan statemen yang tegas kepada para pedagang. Pada saat beliau menjadi kepala negara, law enforcement benar-benar ditegakkan kepada para pelaku bisnis nakal. Beliau pula yang memperkenalkan asas “Facta Sur Servanda” yang kita kenal sebagai asas utama dalam hukum perdata dan perjanjian. Di tangan para pihaklah terdapat kekuasaan tertinggi untuk melakukan transaksi, yang dibangun atas dasar saling setuju “Sesungguhnya transaksi jual-beli itu (wajib) didasarkan atas saling setuju (ridla)….” Terhadap tindakan penimbunan barang, beliau dengan tegas menyatakan: “Tidaklah orang yang menimbun barang (ihtikar) itu, kecuali pasti pembuat kesalahan (dosa)!!!”

Sebagai debitor, Nabi Muhammad tidak pernah menunjukkan wanprestasi (default) kepada krediturnya. Ia kerap membayar sebelum jatuh tempo seperti yang ditunjukkannya atas pinjaman 40 dirham dari Abdullah Ibn Abi Rabi’. Bahkan kerap pengembalian yang diberikan lebih besar nilainya dari pokok pinjaman, sebagai penghargaan kepada kreditur. Suatu saat ia pernah meminjam seekor unta yang masih muda, kemudian menyuruh Abu Rafi’ mengembalikannnya dengan seekor unta bagus yang umurnya tujuh tahun. “Berikan padanya unta tersebut, sebab orang yang paling utama adalah orang yang menebus utangnya dengan cara yang paling baik” (HR.Muslim).

Sebagaimana disebut diawal, bahwa penduduk Makkah sendiri memanggilnya dengan sebutan Al-Shiddiq (jujur) dan Al-Amin (terpercaya). Sebutan Al-Amin ini diberikan kepada beliau dalam kapasitasnya sebagai pedagang. Tidak heran jika Khadijah pun menganggapnya sebagai mitra yang dapat dipercaya dan menguntungkan, sehingga ia mengutusnya dalam beberapa perjalanan dagang ke berbagai pasar di Utara dan Selatan dengan modalnya. Ini dilakukan kadang-kadang dengan kontrak biaya (upah), modal perdagangan, dan kontrak bagi hasil.

Dalam dunia manajemen, kata benar digunakan oleh Peter Drucker untuk merumuskan makna efisiensi dan efektivitas. Efisiensi berarti melakukan sesuatu secara benar (do thing right), sedangkan efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar (do the right thing).

Efisiensi ditekankan pada penghematan dalam penggunaan input untuk menghasilkan suatu output tertentu. Upaya ini diwujudkan melalui penerapan konsep dan teori manajemen yang tepat. Sedangkan efektivitas ditekankan pada tingkat pencapaian atas tujuan yang diwujudkan melalui penerapan leadership dan pemilihan strategi yang tepat.

Prinsip efisiensi dan efektivitas ini digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu bisnis. Prinsip ini mendorong para akademisi dan praktisi untuk mencari berbagai cara, teknik dan metoda yang dapat mewujudkan tingkat efisiensi dan efektivitas yang setinggi-tingginya. Semakin efisien dan efektif suatu perusahaan, maka semakin kompetitif perusahaan tersebut. Dengan kata lain, agar sukses dalam menjalankan binis maka sifat shiddiq dapat dijadikan sebagai modal dasar untk menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas.

Demikian sekelumit sisi kehidupan Nabi Muhammad dalam dunia bisnis yang sarat dengan nilia-nilai manajemen, Semoga para pebisnis modern, dapat meneladaninya sehingga mereka bisa sukses dengan pancaran akhlak terpuji dalam bisnis.

Sumber : pengusahamuslim.com, Agustianto, Sekjen IAEI Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia Jakarta



Mafia Manager ( sebuah renungan Kepemimpinan )


RESENSI BUKU

Penulis : "V"

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Tahun 2003 (Cetakan terakhir)

(Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama, 2003).


Terus terang buku ini menggelitik untuk dibahas bukan hanya karena judulnya yang cukup seram dan pengarangnya yang terkesan penuh rahasia (namanya hanya tertulis :V), tetapi juga karena isinya yang ternyata banyak menyentuh dunia mereka yang berprofesi sebagai karyawan.

Dalam diskusi tersebut muncul beberapa pertanyaan, apakah relevan kalau gaya kepemimpinan seorang atasan atau petinggi perusahaan mengambil ajaran-ajaran Mafia dalam menjalankan organisasinya? Bukankah Mafia itu sebuah organisasi kejahatan, yang berarti ajaran-ajarannya juga mengarah ke dunia kriminal?

Memang, mendengar kata Mafia, ingatan orang akan tertuju pada sebuah organisasi yang untouchable, selalu berurusan dengan aparat hukum karena gerakannya yang selalu mengandalkan kekerasan, kekuasaan, serta bisnis yang mengarah pada obat-obatan terlarang. Membunuh, balas dendam, dan geng tidak bisa lepas dari perilaku Mafia. Pada awalnya organisasi itu dibentuk di Italia sekitar lima abad yang lalu, dengan tujuan mendukung perjuangan kelompok nasionalis dan patriotik. eksistensinya disalahgunakan dan berbelok arah ke dunia kejahatan.

Siapa sangka, kalau ternyata ajaran-ajaran Mafia -- sadar atau tidak -- telah diterapkan oleh para pelaku organisasi bisnis. Dalam meraih suatu karir atau mempertahankan posisi strategis dalam organisasi, mereka memakai prinsip-prinsip yang telah diajarkan oleh para pemimpin Mafia. Secara konsisten para pemimpin atau atasan sebuah organisasi perusahaan belajar bagaimana cara me-manage sekelompok orang dalam lingkup organisasi. Mereka mempelajari teknik kepemimpinan dan manajemen dari para senior atau pemimpin perusahaan yang sudah berhasil. Ada juga yang mengikuti berbagai training, membaca buku-buku teori kepemimpinan non konvensional. Setelah dibandingkan dengan yang konvensional, ternyata teori kepemimpinan non konvensional lebih efektif untuk dijalankan. Materinya sarat dengan filsafat dan seni mengatur orang. Dimana tanpa disadari, teori kepemimpinan tersebut sejalan dengan ajaran-ajaran Mafia.

Ajaran Mafia sangat menarik, sehingga menjadi inspirasi kepemimpinan serta manajerial segala bentuk organisasi, terlebih organisasi perusahaan. Diperlukan kecerdasan, kejelian dan kreativitas untuk mengimplementasikannya. Sifatnya sangat fleksibel, bisa tegas, melunak, sesuai dengan kondisi. Didalamnya penuh dengan strategi kepemimpinan yang sesuai diterapkan di zaman apapun. Ajarannya mirip dengan Sun Tzu, yang banyak direkomendasi para pelaku bisnis. Bedanya kalau doktrin dalam Mafia cenderung untuk personal, sedangkan Sun Tzu lebih ke strategi organisasi.

Untuk bisa mengambil manfaat dari ajarannya maka kita tidak boleh mengartikannya secara harafiah. Tetapi harus ditangkap makna yang terkandung didalamnya, kemudian diolah dan penerapannya disesuaikan dengan kondisi organisasi. Bila prinsip-prinsip tersebut diartikan secara apa adanya, maka terlihat kontradiktif dengan norma masyarakat, agama serta hukum.

Para pelaku organisasi akan memperoleh banyak manfaat kalau dapat menangkap intisari yang terkandung dalam setiap ajaran Mafia, dan kemudian mampu menerapkannya. Mereka yang menduduki posisi strategis mampu mempertahankan serta mengembangkan organisasinya. Sementara yang masih ada di level bawah memperoleh kesempatan besar untuk meningkatkan karir. Para atasan bisa memetik ajaran-ajaran para pemimpin Mafia untuk membuat perusahaannya survive dan mampu berkompetisi di era persaingan global saat ini.

Dalam menjalankan organisasi dan me-manage orang ada hal-hal khusus yang mesti diketahui dan dijalankan seseorang, diantaranya adalah etika, strategi, prinsip-prinsip manajerial dan kepemimpinan. Bila tidak mampu melaksanakan, jangan harap bisa memimpin, atau bisa memimpin tapi tidak akan berhasil. Apa yang disebut hal-hal khusus di atas bisa ditemukan dalam ajaran-ajaran Mafia.

Etika Dan Strategi

Menyangkut etika berorganisasi misalnya, senioritas menjadi unsur penting dalam pengembangan karir. Para Mafia menekankan, bahwa meniti karir tidak boleh dengan cara instan, tapi mesti dari bawah, Untuk mendapatkan jabatan atau kedudukan, seseorang harus merangkak dari bawah ke atas. Dia yang ingin memetik buahnya memang harus mendaki. Mereka mengajarkan kepada yang masih hijau dalam organisasi, etikanya sebelum memegang sebuah komando setiap anggota harus belajar patuh, berjuang untuk berprestasi. Kejujuran juga menjadi pertimbangan etis dalam organisasi Mafia. Dalam berinteraksi kejujuran harus dikedepankan. Bagi Mafia, hal terpenting dalam hubungan bisnis ialah reputasi akan kejujuran.

Selain kejujuran, solidaritas dan kesetiaan merupakan etika yang harus dijaga antar anggota organisasi. Dalam organisasi bisnis modern, solidaritas dan kesetiaan dapat diartikan menjadi kebersamaan, loyalitas serta sense of belonging atau rasa memiliki terhadap perusahaan. Menyangkut solidaritas dan kesetiaan ini Mafia tidak ada toleransi, bila melanggar hukumannya adalah :disingkirkan!

Strategi (atau trik?) dalam berbisnis juga diajarkan para petinggi Mafia. Untuk bertahan hidup, bersabarlah, pasang mata, pasang telinga dan jangan banyak omong, begitu nasihat mereka agar bisa survive. Supaya menang dalam kompetisi melawan pesaing disarankan, bersabarlah, bertahan hidup, mengatur rencana dan menyerang dengan cepat.

Terhadap mitra bisnis Mafia punya strategi sebagai berikut, Jalankan bisnis dengan orang asing seakan-akan mereka adalah saudara, dan jalankan bisnis dengan saudara seakan-akan mereka adalah orang asing. Apakah cara ini efektif? Yang pasti bahwa banyak pelaku bisnis menerapkan strategi tersebut buat mengecoh lawan.

Prinsip Manajemen Dan Kepemimpinan

Menyangkut manajerial juga menjadi perhatian organisasi Mafia. Sebagai contoh adalah efisiensi. Setelah disesuaikan dengan organisasi perusahaan, efisiensi operational cost dapat diilustrasikan sebagai berikut, Kalau diangkat sebagai kepala cabang dimana kamu diminta membereskan sebuah unit pemasaran yang dipenuhi orang-orang tidak berguna, tugas utamamu adalah mengusahakan kepergian mereka dengan sukarela. Efisiensi waktu juga ditekankan. Namun dianjurkan penerapan efisiensi jangan diidentikkan dengan penetapan kegiatan-kegiatan rutin secara kaku. Mafia punya nasihat bijaksana, Hal terbaik untuk diinvestasikan adalah waktumu. Manajemen waktu yang efektif berarti mendapatkan hasil sebesar-besarnya dari setiap menit yang kamu gunakan untuk bekerja. Bekerjalah dengan cerdik dan cerdas, bukan lebih keras.

Bagaimana dengan prinsip kepemimpinan? Mafia punya dalil-dalil yang cukup lengkap. Mulai dari memilih anak buah disarankan, Jangan sekali-kali menggunakan bawahan yang belum pernah belajar patuh, betapapun kompeten dia. Setelah mendapatkan anak buah dinasihatkan, Jangan sekali-kali mengajarkan semua jurus tipu dayamu pada para prajuritmu, kalau tidak senjata bisa makan tuan. Masih banyak lagi berbagai nasihat bagi para pemimpin atau atasan dalam mengatur bawahannya. Yang mereka garisbawahi adalah, dalam hal pengaturan masalah manusia, jangan sekali-kali mengharapkan nalar dan logika.

Dalam dunia bisnis, spekulasi juga tidak diharamkan oleh para Mafia. Hal itu terlihat dari ajaran bahwa orang yang memiliki keberanian besar untuk mengambil keputusam dengan gerakan dan saat yang tepat, pasti melejit ke atas, tetapi yang takut berarti mati. Karena itu, jangan pernah menjadi karyawan yang biasa-biasa saja, karena kesempatan untuk naik karir akan kecil. Untuk bisa menjadi di atas dalam sebuah perusahaan seorang karyawan harus menjadi luar biasa. Berani mengambil tanggung jawab dan keputusan yang besar dalam setiap kesempatan. Pasti risikonya juga tidak kecil, tapi itulah yang dituntut sebuah organisasi (terutama perusahaan) bagi para pemimpinnya.

Kembali ke pertanyaan apakah layak, etis, dan bisa, ajaran-ajaran tersebut diterapkan para pelaku organisasi dalam era kompetisi global dan modern? Jawabannya tergantung dari para pembaca. Kami yang tergabung dalam kelompok diskusi sepakat menyimpulkan : layak, etis dan bisa, selama kita mampu mengambil dan mengolah dengan benar semua intisari ajarannya. Jika bisa menerapkan, ajaran para Mafia banyak membantu kita menjadi seorang pemimpin atau atasan dalam sebuah organisasi.***