Rabu, 12 November 2008

Guru Inspiratif


Dalam hidup ini kita mengenal dua jenis guru, guru kurikulum dan guru inspiratif. Yang pertama amat patuh kepada kurikulum dan merasa berdosa bila tidak bisa mentransfer semua isi buku yang ditugaskan. Ia mengajarkan sesuatu yang standar (habitual thinking). Guru kurikulum mewakili 99 persen guru yang saya temui. Jumlah guru inspiratif amat terbatas, kurang dari 1 persen. Ia bukan guru yang mengejar kurikulum, tetapi mengajak murid-muridnya berpikir kreatif (maximum thinking). Ia mengajak murid-muridnya melihat sesuatu dari luar (thinking out of box), mengubahnya di dalam, lalu membawa kembali keluar, ke masyarakat luas. Jika guru kurikulum melahirkan manajer-manajer andal, guru inspiratif melahirkan pemimpin-pembaru yang berani menghancurkan aneka kebiasaan lama.

Dunia memerlukan keduanya, seperti kita memadukan validitas internal (dijaga oleh guru kurikulum) dengan validitas eksternal (yang dikuasai guru inspiratif) dalam penjelajahan ilmu pengetahuan. Sayang, sistem sekolah kita hanya memberi tempat bagi guru kurikulum. Keberadaan guru inspiratif akan amat menentukan berapa lama suatu bangsa mampu keluar dari krisis. Semakin dibatasi, akan semakin lama dan semakin sulit suatu bangsa keluar dari kegelapan.

"Freedom Writers" Karya-karya pembaruan, baik temuan spektakuler keilmuan, produk komersial, maupun gerakan sosial, akan tampak di masyarakat. Namun tak dapat dimungkiri, semua itu berawal dari sekolah. Dari tangan dan pikiran guru-guru inspiratif yang gelisah dan melihat perlunya kreativitas. Ia memperbaiki hal-hal yang dipercaya banyak orang tidak bisa diperbaiki dan menghubungkan hal-hal yang tidak terhubung (connecting the unconnected).

Kisah dan karya guru inspiratif antara lain dapat dilihat pada Erin Gruwell, perempuan guru yang ditempatkan di sebuah kelas "bodoh", yang murid-muridnya sering terlibat kekerasan antar geng. Berbeda dengan kelas sebelah yang merupakan kumpulan honors students, yang memiliki DNA pintar dan disiplin. Di honors class yang dibutuhkan adalah guru kurikulum. Erin Gruwell memulai dengan segala kesulitan. Selain katanya "bodoh" dan tidak disiplin, mereka banyak melawan, saling melecehkan, temperamental, dan selalu rusuh. Di pinggang anak-anak SMA ini hanya ada pistol atau kokain. Di luar sekolah mereka saling mengancam dan membunuh. Itu adalah kelas buangan. Bagi para guru kurikulum, anak-anak supernakal tak boleh disekolahkan bersama distinguished scholars. Tetapi Erin Gruwell tak putus asa, ia membuat "kurikulum" sendiri yang bukan berisi aneka ajaran pengetahuan biasa (hard skill), tetapi pengetahuan hidup.

Ia mulai dengan sebuah permainan (line games) dengan menarik sebuah garis merah di lantai, membagi mereka dalam dua kelompok kiri dan kanan. Kalau menjawab "ya" mereka harus mendekati garis. Dimulai dengan beberapa pertanyaan ringan, dari album musik kesayangan, sampai keanggotaan geng, kepemilikan narkoba, dan pernah dipenjara atau ada teman yang mati akibat kekerasan antar geng. Line games menyatukan anak-anak nakal yang tiba-tiba melihat bahwa mereka senasib. Sama-sama waswas, hidup penuh ancaman, curiga kepada kelompok lain dan tak punya masa depan.
Mereka mulai bisa lebih relaks terhadap guru dan teman- temannya serta sepakat saling memperbarui hubungan.

Setelah berdamai, guru inspiratif membagikan buku, mulai dari biografi Anne Frank yang menjadi korban kejahatan Nazi sampai buku harian. Anak-anak diminta menulis kisah hidupnya, apa saja. Mereka menulis bebas. Tulisan mereka disatukan, dan diberi judul Freedom Writers. Murid-murid berubah, hidup mereka menjadi lebih baik dan banyak yang menjadi pelaku perubahan di masyarakat. Kisah guru inspiratif dan perubahan yang dialami anak-anak ini didokumentasikan dalam film Freedom Writers yang dibintangi Hilary Swank. Keluar dari belenggu Apa yang
dilakukan Erin Gruwell sebenarnya tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan dasar, tetapi juga pada pendidikan tinggi. Namun, entah mengapa belakangan ini dunia pendidikan kita kian mengisolasi diri dari dunia luar dan hanya ingin
menghasilkan lulusan yang terbelenggu kurikulum. Yang disebut dosen teladan adalah dosen yang patuh mengikuti kurikulum, menulis karya ilmiah di jurnal-jurnal tertentu yang sudah ditentukan, meski pembacanya belum tentu memadai, dan rajin mengisi daftar absensi.

Dengarlah protes Kazuo Murakami PhD, pemenang penghargaan Max Planck (1990) yang menulis buku Tuhan dalam Gen Kita: The Devine Message of The DNA (2007). Ia terpaksa hijrah ke AS saat menyaksikan dominasi guru-guru kurikulum di Jepang membangun benteng hierarki. Universitas, katanya, telah menjadi menara gading yang tak peduli dengan apa yang terjadi di luar. Meski belum menonjol di masyarakat, peran guru-guru inspiratif ini amat dibutuhkan. Terlebih anggaran pendidikan kita masih terbatas dan lulusannya banyak yang tidak bisa bekerja sesuai dengan bidang studi yang ditempuhnya. Kita tidak bisa mendiamkan lahirnya generasi yang patuh kurikulum, pintar secara akademis, tahu kebenaran internal, tetapi kurang kreatif mendulang kesempatan dan buta kebenaran eksternal. Ada dua masalah yang harus direnungkan.

Pertama, dosen kurikulum hanya membentuk kompetensi (student's ability), hanya membentuk beberapa orang, untuk kepentingan orang itu sendiri. Guru inspiratif membentuk bukan hanya satu atau sekelompok orang, tetapi ribuan orang. Satu orang yang terinspirasi menginspirasi lainnya sehingga sering terucap kalimat "Aku ingin jadi seperti dia" atau "Aku bisa lebih hebat lagi".

Kedua, ketidakmampuan para pendidik merespons aneka tekanan eksternal dapat membuat mereka membentengi diri secara berlebihan dengan mengunci kurikulum secara sakral. Tiap upaya yang dilakukan para guru kreatif untuk meremajakannya dianggap ancaman, bahkan sebagai perbuatan tidak bermoral. Masih teringat jelas, kejadian yang menimpa seorang guru inspiratif yang saya kenal. Pada tahun 2005 ia menerima penghargaan dari Yayasan Pengembangan Kreativitas atas karya-karyanya di bidang pendidikan. Saat itu, penghargaan serupa dalam setiap bidang juga diberikan kepada Helmi Yahya, Jaya Suprana, Bang Yos, dan Guruh Soekarno Putra. Akan tetapi, tak banyak yang tahu hari-hari itu ia baru saja menerima ancaman pemecatan karena dianggap melanggar "kurikulum". Kesalahannya adalah telah memperbarui metode pengajaran agar murid-murid menjadi lebih artikulatif. Murid senang, tidak berarti guru-guru lain senang. Mereka merasa terganggu oleh penyajian di luar kurikulum dan mereka menuntut agar guru ini ditarik. Semester berikutnya nama dia dicoret dari daftar pengajar. Karier guru besarnya pun dipersulit oleh guru-guru kurikulum yang menggunakan kaca pembesar menguji kebenaran internal.

Kata Jagdish N Sheth, mereka dapat menjadi arogan, terperangkap dengan kompetensi masa lalu, ingin hidupnya nyaman, dan membangun batas-batas kekuasaan teritorial. Perilaku internal itu adalah belenggu inertia, yang disebutnya destructive habits. Mereka menggunakan mikroskop untuk memperbesar hal-hal kecil yang tidak
dimiliki. Sudah saatnya benteng inertia seperti ini dihapus dengan "memanusiawikan" kurikulum dan memberi ruang lebih memadai bagi guru-guru kreatif.

Sumber : http://migas-indonesia.net



Selasa, 11 November 2008

Perencanaan Manajemen Sumber Daya Manusia

Mengelola, mengendalikan, memanfaatkan dan membimbing pegawai secara produktif itulah sasaran Manajemen SDM dan ternyata banyak sekali tantangan yang menyebabkan baik buruknya perusahaan ternyata dapat dilihat sejauhmana dalam penyeimbangan antara kebutuhan dan tuntutan serta kemampuan perusahaan.

Penataan keseimbangan antara perekrutan, penyeleksian, pengklasifikasian, penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan, penataran dan pengembangan kariernya. selain menganalisa ketidakwajaran pegawai yang potensinya tinnggi tapi tidak bisa berprestasi dengan baik sehingga bisa dianalisis secara psikologis dari jabatan yang tidak cocok, lingkungan kerja yang mungkin tidak kondusif. sehingga bisa dikatakan manusia sumber potensi utama yang harus dikembangkan secara tepat karena sifatnya yang kompleks dan unik yang sangat berbeda sekali dengan mesin.

Perlu adanya tenaga ahli yang memahami cara mengselaraskan potensi dengan keahlian dan kemampuan para pegawai, sehingga melahirkan tingkat kerja, motivasi dan partisipasi kerja yang tinggi, selain komunikasi efektif, disiplin kerja baik seiiring dengan tanggungjawab dan salary yang proporsional dengan pekerjaan dan jabatannya.

Perencanaan SDM.
Dari semua pengelolaan SDM ini membutuhkan sebuah perencanaan strategis, dimana Andrew F. Sikula (1981:145) mengartikan sebagai"...as process of determining manpower requirements and the means for meeting those requirements in order to carry out the integrated plans of the organization" (perencaan SDM sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaan nya berintegrasi dengan rencana organisasi) sedang George Milkovich dan Paul C.Nystrom (1981:173) mengartikan: "...is the process (including forecasting, developing, implementing and controlling) by wich a firm ensures that is has the right number of people and the right places, at the economically most useful" (perencaan SDM adalah proses permalaan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang menajmain perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawaiu secara benar, waktu yang tepat yang secara ekonomis lebih bermanfaat)

Komponen Perencanaan SDM
terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan SDM yaitu :
Tujuan. Perencaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa datang.
  • Perencanaan organisasi. perencanaan organisasi sebagai aktifitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Selain aktifitas seperti permalan bisnis, perluasan dan pengembangan usaha, rancangan dan perubahan struktur, falsafah manajemen, peranan pemerintah dan produk serta kemampuan manusia.
  • Pengauditan SDM. pengauditan sebagai proses intensif, penyelidikan, penganalisaan dan pembandingan informasi yang ada dengan noerma stnadar yang berlalku sehingga perlu memperhatikan kualitas kekuatan kerja, penentuan kualitas, daftar kemampuan, tunover kerja dan perubahan secara internal.
  • Peramalan SDM. peramalan SDM hampir sama dengan pengauditan SDM perbedaanya terletak terletak pada kurun waktu analisa, peramalan biasanya untuk dimasa yang akan datang,penyesuaian terhadap perubahan eksternal organisasi dan dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi selain harus memperhatikan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran serta perencanaan karier sedangkan pengauditan SDM berhubungan dengan keadaan masa sekarang,penyesuaian internal organisasi.

Model perencanaan SDM

  • Model sistem perencanaan SDM. Model ini terdiri dari lima komponen yaitu tujuan SDM, perencaan organisasi, pengauditan SDM, perrmamalan SDM dan pelaksanaan program SDM.
  • Model sosio-economic Battele. Model ini lebih melihat dan mempelajari karakteristik kekuatan kerja.
  • Model sistem perencanaan SDM dari wayne Cascio. model ini adanya integrasi antara perencanaan strategik dan taktik bisnis dengan pasar tenaga kerja



Kamis, 06 November 2008

Bakrie & Brothers, dari krisis ke krisis

Kalau di Amerika Serikat ada Lehman Brothers, negeri ini punya Bakrie & Brothers. Keduanya sama-sama didirikan oleh keluarga dan disebut dengan nama keluarga yang mendirikannya. Yang lebih penting lagi kedua kelompok usaha itu sama-sama mendapat sorotan tajam dalam krisis finansial pada 2008.

Mengenai Bakrie & Brothers, ingatan saya terseret jauh ke satu dekade lalu ketika krisis finansial menghujam negeri ini. Saat itu, 12 Desember 1997, pemilik kelompok usaha Bakrie, Aburizal Bakrie, bersama Menkeu Mar'ie Muhammad memimpin rombongan yang melobi penyelesaian utang perusahaaan di hadapan aktivis Wall Street yang saat ini juga didera krisis yang sama.

Kira-kira sepelemparan batu dari Wall Street-simbol pasar bebas yang sedang mendapat olok-olokan dunia-Aburizal seusai pertemuan dengan para pengelola keuangan global (fund manager) berpetuah tentang pelajaran yang harus disimak oleh perusahaan di Indonesia dari krisis finansial Asia.

Perusahaan, demikian kata pemilik Grup Bakrie itu, harus berhati-hati dalam mengelola keuangan sebagai antisipasi terhadap sistem keuangan global yang rapuh.

Rekor kapitalisasi pasar saham Grup Bakrie
Perusahaan Harga* Rekor kapitalisasi pasar
Bakrie & Brothers Rp560 Rp52,48 triliun
Bumi Resources Rp8.550 Rp165,87 triliun
Energi Mega Persada Rp1.180 Rp16,99 triliun
Bakrie Telecom Rp380 Rp10,82 triliun
Bakrie Sumatera Plantations Rp2.040 Rp7,71 triliun
Bakrieland Development Rp445 Rp8,86 triliun
T O T A L Rp262,73 triliun
Sumber : Bloomberg.
Keterangan : *) Harga tertinggi tiap-tiap saham perusahaan Grup Bakrie.

Sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia saat itu petuah tersebut memang layak meluncur dari mulutnya. Namun, petuah itu menjadi lebih bermakna karena keluar dari pengalaman bisnis yang digeluti Ical, panggilan Aburizal Bakrie.

Ketika itu, akibat krisis pada 1997/1998, yang ditandai oleh depresiasi rupiah dari level Rp2.000-an hingga sekitar Rp16.000-an, bisnis keluarga Bakrie dicekik utang yang sedemikian besar.

Total utang kelompok usaha itu tercatat sebesar US$1,08 miliar (ekuivalen dengan Rp10 triliun pada saat rupiah dinilai Rp9.000 per US$). Bakrie kemudian melakukan restrukturisasi yang berlangsung hingga empat tahun dan mencapai final pada 2001.

Proses tersebut sangat melelahkan karena harus bernegosiasi dengan kurang lebih 150 kreditor. Melalui pola debt equity swap (menukar utang menjadi saham), para kreditor membentuk sebuah holding sebagai master special purpose vehicle (MSPV) yang menguasai 80% aset di lima anak usahanya, yaitu Bakrie Sumatera Plantations, Bakrie Electronics Company, Bakrie Kasei Corp, Arutmin Indonesia, dan Iridium LLC. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menguasai sekitar 15% dari total aset-aset itu.

Harga yang dibayarkan oleh keluarga Bakrie pada saat krisis itu sangat mahal. Selain kehilangan Bank Nusa Nasional (BNN), keluarga itu harus melepaskan sejumlah asetnya. Saham keluarga di PT Bakrie & Brothers Tbk menyusut dari 58% menjadi 2,5%. Bisnis keluarga itu pun terjerembab.

Usai menandatangani restukturisasi utang, Ical berujar begini, "Kalau kepada saudara saya gampang menjelaskan. Namun, kepada ibu, itu cukup sulit. Bayangkan, barang yang semula begitu besar tiba-tiba habis. Itu perlu waktu yang pas menjelaskannya."

Namun, justru pada saat yang paling sulit itu semangat dan harapan keluarga Bakrie kembali berkobar untuk menguasai lagi aset-aset perusahaan. Sebuah harapan yang sangat realistis karena dalam negosiasi restrukturisasi utang dengan kreditor disepakati kalau akhirnya Bakrie diperkenankan membeli kembali aset-aset tersebut.

Lalu, seperti diketahui, Bakrie tidak hanya bisa membeli kembali, tetapi justru kembali mengangkasa. Perjalanan bisnis keluarga setelah krisis 1997 itu diringkas dalam sebuah tajuk tulisan yang dipersembahkan kepada Nirwan Bakrie dalam perayaan ulang tahunnya ke-55 setahun lalu: Nirwan, Setelah Terjerembab Kembali Mengangkasa (Mozaik Nirwan D. Bakrie, hal. 54).

Saat itu, Bakrie memang benar mengangkasa dengan sayap-sayap komoditas bersama baling-baling utang. Di tengah keasyikan ekspansi dan berputar dalam roda perekonomian nasional, Ical seperti telah melupakan petuahnya sendiri, tentang kehati-hatian dalam berekspansi, tentang kesiapan dalam menghadapi kerapuhan sistem keuangan global.

Pada awalnya keluarga dan manajemen Bakrie berlangkah dengan sangat tepat melalui visi yang sangat jelas. Pada tahun-tahun sesudah krisis, mereka dengan sangat jeli membidik sektor-sektor komoditas, seperti pertambangan batu bara (PT Bumi Resources Tbk), minyak dan gas bumi (PT Energi Mega Perkasa Tbk), dan kelapa sawit (crude palm oil) yang diwakili oleh Bakrie Plantations.

Walaupun fokus ke komoditas, Bakrie tidak meninggalkan sektor infrastruktur dan properti (PT Bakrieland Development Tbk) dan telekomunikasi (PT Bakrie Telecom Tbk).

Di puncak kejayaannya pada awal tahun ini, Bakrie & Brothers menyatukan anak-anak perusahaannya dengan membeli 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), 40% saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan 40% saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Akuisisi internal itu menghabiskan dana sebanyak Rp48,4 triliun.

Sumber dana untuk aksi korporasi itu berasal dari penerbitan saham baru (rights issue), penerbitan waran, dan pinjaman bank. Perseroan melakukan rights issue terbesar dalam sejarah bursa di negeri ini, yaitu senilai Rp40,1 triliun dan waran senilai Rp2,9 triliun. Selebihnya, akan dibiayai dari pinjaman Barclays Capital senilai Rp8,3 triliun.

Gravitasi saham Bumi

Kendati induknya adalah Bakrie & Brothers, Bumi Resources tetap merupakan mutiara termahal dari Grup Bakrie. Seiring dengan booming harga batu bara, Bumi Resources menjadi pusat rotasi dan dinamika bisnis keluarga Bakrie, terutama setelah saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) berhasil dikuasainya.

Pada awal 2002 dan 2005, harga saham Bumi Resources masih Rp55,90 dan Rp900 per saham. Pada saat itu, harga batu bara masih sekitar US$30-US$50 per ton. Kemudian harga saham perusahaan pertambangan itu terus mengangkasa seiring dengan meroketnya harga batu bara.

Pada saat harga batu bara di pasar spot mencapai puncaknya tiga bulan yang lalu, yaitu US$1.200 per ton, harga saham Bumi Resources juga berada di level Rp8.550 (12 Juni 2008).

Dalam dua terakhir ini, saham Bumi menjadi primadona para pemodal bursa efek Indonesia. Hampir semua manajer investasi dan pialang serta investor ritel tidak lepas dari gravitasi saham Bumi.

Pelaku pasar modal Indonesia mendapatkan keuntungan besar dari pergerakan saham-saham keluarga Bakrie. Selain pemodal, sejumlah perusahaan sekuritas lokal, seperti PT Danatama Makmur-yang selalu dipercayai oleh kelompok usaha ini sebagai penjamin emisi dan penasihat keuangan-ikut melambung bersama bisnis keluarga Bakrie. Begitu pun institusi keuangan asing, seperti Credit Suisse dan JP Morgan tak ketinggalan.

Melalui riset dan konsensus para analis mereka, harga saham-saham dalam Grup Bakrie terus dikerek naik. Sebuah pembentukan persepsi yang terkadang lepas dari kinerja fundamentalnya.

Maka terjadilah, kapitalisasi saham Bumi Resources pun sempat meroket dan menyentuh Rp163,9 triliun pada 9 Juni 2008, melampaui nilai pasar PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang 13 tahun tidak pernah bergeser dari peringkat pertama.

Naiknya haga saham kelompok Bakrie, tentu saja, langsung menggelembungkan kekayaan kelompok usaha itu. Tidak mengherankan kalau Forbes pada Desember 2007 menobatkan Ical, pemilik Grup Bakrie, sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$5,4 miliar.

Kuatnya gravitasi saham Bumi dan saham Grup Bakrie menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya 'pasang naik indeks' di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak 2005, indeks terus bergerak dan mencapai puncaknya pada April 2008,yaitu di level 2.800.

Sebegitu kuatnya gairah saham kelompok Bakrie sampai para investor tidak begitu peduli dengan sejumlah kejadian penting di kelompok usaha itu. Dengan kata lain, sejumlah peristiwa penting yang menimpa perusahaan Grup Bakrie itu tidak cukup kuat mengikis gairah irasional para pelaku pasar (irrational exuberance).

Bakrie terjerembap, Bakrie kembali mengangkasa. Dalam perjalanan menuju puncak bisnis, kelompok usaha itu seakan tidak pernah sepi dari persoalan.

Persoalan kemudian menjadi semakin kompleks karena dikait-kaitkan dengan kepentingan politik, ditafsir dalam bingkai persaingan bisnis dan diembuskan sebagai sentimen spekulasi permainan saham di lantai bursa.

Harap maklum, kejadian itu terkait dengan perusahaan publik milik keluarga Bakrie. Lagi pula di sana hadir seorang Aburizal Bakrie (Ical) yang saat ini menduduki posisi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu.

Mari kita sebut beberapa kejadian itu. Pertama, munculnya kasus semburan lumpur panas Lapindo. Walaupun oleh pemerintah kasus yang mencuat pada pertengahan 2006 itu ditetapkan sebagai peristiwa alam-bukan kesalahan manusia dan perusahaan-solusi terhadap relokasi permukiman tidak bisa dipungkiri menguras tenaga dan dana triliunan rupiah.

Kedua, perselisihan lahan yang melibatkan PT Porodisa. Pertarungan itu berujung pada penyitaan alat berat dan penghentian produksi di proyek yang ditangani PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kalimantan Timur.

Ketiga, yang tidak kalah pentingnya adalah urusan utang royalti Bumi Resources yang menjadi alasan pencekalan sejumlah eksekutif KPC. Oleh pemerintah, Bumi diminta harus membayar utang royalti sebesar US$510 juta. Jumlah ini tentu belum termasuk persoalan pajak yang menimbulkan polemik panjang.

Walaupun sempat mengganggu sebagian aktivitas bisnisnya, berbagai persoalan itu dengan mudah dikendalikan. Harga saham Bumi pada khususnya dan saham keluarga Bakrie pada umumnya seperti tidak terpengaruh oleh berbagai persoalan itu.

Itulah sebabnya sejumlah analis hingga tiga atau empat bulan lalu masih mengeluarkan proyeksi bahwa harga saham Bumi-pada saat itu berada di level Rp7.300 per saham-masih bisa mencapai Rp12.000-Rp13.000. Mereka seperti sebuah koor masih merekomendasikan kepada pemodal untuk terus mengoleksi saham perusahaan pertambangan itu.

Pergerakan harga saham UNSP, ELTY, BTEL (Rp/saham)
UNSP BTEL ELTY
06/10 460 185 150
17/10 415 167 135
20/10 375 151 122
21/10 360 136 113
22/10 330 123 103
23/10 300 111 93
Sumber: Bloomberg
Ket.: UNSP (Bakrie Sumatra Plantations), ELTY (Bakrieland Development),
dan BTEL (Bakrie Telecom)

Apalagi pemilik dan manajemen Bakrie memang berusaha sekuat tenaga menjaga agar harga saham dari enam emiten di bawah kelompoknya tetap menanjak. Ini adalah sebuah usaha yang sangat beralasan, karena banyak sekali saham dari grup itu yang digadaikan untuk mengeduk utang yang diambil dalam jumlah besar guna menopang ekspansi usaha.

Catatan ekspansi terakhir adalah ketika Grup Bakrie, lewat perusahaan yang dibentuk oleh Bumi Resources, membeli 51,34% saham perusahaan tambang Australia, Herald Resources, dengan harga Aus$2,85per saham pada pertengahan Juli 2008. Dana itu diperoleh dari fasilitas kredit yang diberikan oleh Credit Suisse senilai US$375 juta.

Saat itu, Bumi Resources harus mati-matian bersaing dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang lebih dahulu memiliki saham 19,86% di salah satu lokasi pertambangan timbal dan seng di di proyek Anjing Hitam di Dairi, Sumatra Utara.

Itulah sebabnya sejumlah analis hingga tiga atau empat bulan lalu masih mengeluarkan proyeksi bahwa harga saham Bumi-pada saat itu berada di level Rp7.300 per saham-masih bisa mencapai Rp12.000-Rp13.000. Mereka seperti sebuah koor masih merekomendasikan kepada pemodal untuk terus mengoleksi saham perusahaan pertambangan itu.

Apalagi pemilik dan manajemen Bakrie memang berusaha sekuat tenaga menjaga agar harga saham dari enam emiten di bawah kelompoknya tetap menanjak. Ini adalah sebuah usaha yang sangat beralasan, karena banyak sekali saham dari grup itu yang digadaikan untuk mengeduk utang yang diambil dalam jumlah besar guna menopang ekspansi usaha.

Catatan ekspansi

Catatan ekspansi terakhir adalah ketika Grup Bakrie, lewat perusahaan yang dibentuk oleh Bumi Resources, membeli 51,34% saham perusahaan tambang Australia, Herald Resources, dengan harga Aus$2,85 per saham pada pertengahan Juli 2008. Dana itu diperoleh dari fasilitas kredit yang diberikan oleh Credit Suisse senilai US$375 juta.

Saat itu, Bumi Resources harus mati-matian bersaing dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang lebih dahulu memiliki saham 19,86% di salah satu lokasi pertambangan timbal dan seng di proyek Anjing Hitam di Dairi, Sumatra Utara.

Kendati memiliki cadangan sebesar 5,6 juta ton, proyek itu belum berproduksi dan izin lahannya masih dipersoalkan.

Gairah membeli Herald tampaknya menjadi sia-sia ketika harga seng terus menurun dari harga tertinggi sebesar US$2.822 per ton pada 3 Maret ke posisi terendah, yaitu US$1.149 pada 16 Oktober. Harga saham Herald pun terus terkoreksi.

Selain berutang membeli Herald, dalam satu dua bulan terakhir menjelang krisis finansial, Grup Bakrie masih rajin berutang. Misalnya, Bakrie & Brothers lewat anak perusahaannya, Sebastal dan Bakrie Fund, berutang US$300 juta, Bakrie Plantations meminjam US$150 juta untuk membeli lahan sawit di Kaltim dan Riau.

Pinjaman dan ekspansi itu terjadi justru di tengah berakhirnya booming komoditas.

Perhatikan bahwa hanya dalam tiga bulan harga minyak mentah dunia anjlok dari US$140 per barel menjadi US$70 per barel. Begitu pula dengan harga komoditas yang lain, termasuk CPO dan batu bara.

Tekanan komoditas dan kejatuhan Wall Street-akibat sistem perekonomian global yang rapuh dan tentu di luar kendali siapa pun-mengikis ekspektasi Bakrie terhadap saham-sahamnya yang diperdagangkan di bursa efek.

Pasar seperti memiliki jalan pikiran dan skenario cerita sendiri. Tidak bisa dihindari, saham-saham di bursa Jakarta pun terkena, termasuk saham milik Grup Bakrie.

Beruntung bursa Jakarta menutup perdagangan dalam dua hari (8 dan 9 Oktober) dan saham-saham milik keluarga Bakrie harus disuspensi dalam waktu seminggu. Sebuah tindakan yang tepat. Kalau tidak, nilai saham Grup Bakrie makin tertekan dan koreksi di bursa efek kian dalam.

Maka mata pelaku pasar dan regulator di Indonesia terus memelototi saham-saham Bakrie. Mereka menunggu langkah yang diambil oleh kelompok usaha itu.

Pemilik dan manajemen Bakrie harus mencari lagi dana dalam jumlah besar untuk menaikkan nilai jaminan (top up) agar terhindar dari kenyataan gagal bayar (default).

Seperti diakui oleh manajemen Bakrie & Brothers, perusahaan itu harus melunasi utang senilai US$1,2 miliar kepada tiga kreditor besar, seperti Oddickson Finance, JP Morgan, dan ICICI Bank Ltd, India, senilai US$1,2 miliar. Utang itu telah dijaminkan dengan aset perusahaan senilai US$6 miliar.

Maka dalam hari-hari ini kita menyaksikan Bakrie melepas asetnya satu demi satu. Yang sudah diumumkan adalah pelepasan saham tahap pertama, yaitu penjualan 15,3% saham Bakrieland kepada Avenue Luxembourgh yang sudah lebih dahulu menguasai 15,45% saham perusahaan itu.

Sementara itu, 5,6% saham Bakrie Plantations dilego kepada Longines Offshore Co Ltd melalui The Royal Bank of Scotland.

Penjualan saham di dua perusahaan itu baru mendatangkan dana Rp554,40 miliar. Itu berarti kelompok usaha tersebut masih membutuhkan banyak dana untuk menutupi utang sebesar US1,2 miliar (sekitar Rp12,39 triliun dengan asumsi kurs Rp9.900 per dolar AS).

Dengan hasil seperti itu, tidak berlebihan kalau banyak yang meragukan apakah Grup Bakrie serius menyelesaikan persoalannya. Di tengah keraguan itu, Direktur Bakrie & Brothers Dileep Srivastata mengatakan setelah pelepasan saham kedua perusahaan di atas, aset berupa saham Bakrie Telecom dan Bumi Resources pun akan dilepas.

Belum diketahui berapa jumlah saham dan kepada siapa aset-aset itu akan dilepas? Kalaupun akan dilepas, siapa yang berminat membeli?

Banyak konsorsium yang sudah menyatakan minatnya, seperti Texas Pacific Group (TPG), aliansi antara PT Timah Tbk dan Yunan Tin ataupun Xsrtata Plc.

Calon yang tidak boleh dilupakan sebagai pembeli adalah Tata Group dari India. Perusahaan itu sebelumnya sudah membeli 30% saham KPC dan Arutmin 30%. Apalagi dalam hari-hari ini Nirwan Bakrie bersama eksekutifnya Nalinkant Rathod berada di India untuk mengadakan negosiasi.

"Saya sedang bersiap-siap ke India. Sabtu kita bisa saling kontak," ujarnya kemarin.

Itu semua dilakukan di tengah berondongan pertanyaan, mungkinkah keluarga Bakrie akan melepaskan kepemilikannya di Bumi Resources yang adalah berlian dan tempat pijakan utama bagi keluarga?

Pertanyaan lain, seberapa cepat semua persoalan itu akan diselesaikan? Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab

Sebagai perbandingan, pada krisis 1997 restrukturisasi utang tidak semudah membalik telapak tangan karena prosesnya berlangsung hampir lima tahun hingga 2001.

Terdapat perbedaan yang mendasar sebenarnya dalam krisis 1997 dengan yang terjadi sekarang. Kalau dahulu, utang Grup Bakrie diserang melalui pelemahan mata uang rupiah, sehingga utang US$1,08 miliar yang tidak dilindung nilai itu (hedging) bertambah dari sekitar Rp2 triliun (rupiah pada level Rp2.000) menjadi sekitar Rp10 triliun ketika rupiah tidak pernah turun-turun dari Rp9.000-an.

Dalam krisis 2008, pembusukan utang Bakrie terjadi lewat penurunan nilai saham. Maka tidak bisa ditepis adanya dugaan lain kalau Grup Bakrie mencoba pasrah dan menunggu akan terjadinya rebound pada harga sahamnya sehingga nilai jaminan pun kembali normal. Padahal, sebaliknya harga saham di bursa terus terkoreksi ke level yang semakin dalam. Kemarin indeks menyentuh level 1.337,204.

Tetap menunggu

Daripada menduga-duga-termasuk dugaan perpecahan dalam kabinet menyangkut upaya penyelamatan terhadap Gurp Bakrie-kita mestinya tetap menunggu langkah yang akan ditempuh kelompok usaha itu.

Daripada menghakimi, bangsa ini mestinya menanti dengan penuh sabar keberhasilan Grup Bakrie keluar dari deraan krisis finansial.

Apa pun kondisi grup itu, bangsa Indonesia tetap membutuhkan keberanian keluarga dan manajemen grup usaha dalam menantang risiko di dunia usaha. Bukankah mereka berbeda dari Lehman Brothers yang utangnya justru terjebak pada kertas-kertas sampah (subprime mortage)?

Penantian yang disertai kepercayaan bahwa pengalaman mereka dalam menghadapi krisis satu dekade lalu menjadi kekuatan dan modal untuk keluar dari krisis kali ini. Apalagi di tengah mereka (Bakrie Brothers) masih ada seorang Nirwan yang dalam berbagai krisis berani tampil mengambil alih risiko dan tanggung jawab.

Semoga saudagar yang dijuluki berhati singa, memiliki tujuh jantung, dan 1.000 akal (Mozaik Nirwan D. Bakrie, hal.154 dan 299) mampu memulihkan kembali sayap-sayap (yang patah), agar bisnis keluarganya bisa kembali mengangkasa.

Andaikan saja bisnis Bakrie kembali terbang tinggi, mudah-mudahan Ical (dan saudara-saudaranya) tidak cepat lupa pada petuahnya sendiri, yaitu "berhati-hati dalam berutang di tengah sistem finansial yang rapuh."

Hanya dengan memegang erat petuah itu, bisnis keluarga Bakrie yang sudah berusia 66 tahun ini bisa bertahan dan berusia lebih panjang lagi dari Lehman Brothers yang bangkrut pada usia ke-158. (abraham.runga@bisnis.co.id)



4R hadapi gejolak finansial

Dalam beberapa kesempatan acara halal bihalal saya amati banyak undangan yang hadir mengadakan diskusi kecil-kecilan seputar pailitnya Lehman Brothers, salah satu bank investasi Amerika yang sudah berusia ratusan tahun.

Rupanya isu pailit susulan oleh sederet raksasa finansial Amerika lainnya adalah salah satu topik yang paling hangat dibicarakan saat ini. Tidak heran para undangan mendiskusikan hal yang kurang lebih sama mengenai arah pasar ke depan dan apa yang harus mereka lakukan terkait investasi mereka di sektor finansial saat ini.

Jika kita tarik kebelakang, kebanyakan investor sudah menikmati kenaikan harga saham setelah masa krisis 1997-1998. Saat krisis, IHSG melorot dari 740 ke 300-400-an. Tapi, memasuki 2007, indeks naik sekitar tujuh kali lipat. Ini bisa membuat para pelaku investasi menjadi sangat percaya diri (super confidence). Namun agaknya keyakinan ini mulai goyah sebab sampai saat ini indeks kembali terkoreksi dan terjerembab ke level 1.600-an.

Dalam teori investasi kita mengenal behavior of finance, dan salah satu perilaku yang biasa kita temui adalah sikap investor yang over-reaction ketika harga naik tajam, begitu pula saat harga turun drastis.

Buat mereka yang belum lama berinvestasi di sektor finansial, koreksi indeks sungguh meresahkan. Sebab total nilai investasi yang makin terpangkas dari sejak awal tahun 2008. Seorang ibu rumah tangga yang rajin berinvestasi beberapa kali meng-sms saya menanyakan hal; mengapa NAB reksa dana saham turun? Haruskah setoran investasi kami hentikan dulu? Apakah lebih baik sebagian portfolio investasi kami jual saja?

Hati-hati jangan sampai Anda terkena krisis kepercayaan diri yang mengakibatkan panic selling. Padahal para pakar justru meyakini bahwa penurunan IHSG merupakan sinyal beli dan saat yang tepat untuk masuk pasar.

Apalagi panic selling biasanya ibarat department store yang menggelar obralan sehingga menjadikan harga barang murah meriah. Ada banyak saham dengan valuasi sangat murah, padahal mempunyai fundamental yang sangat kokoh.

Itu terjadi karena banyak investor amatir yang terlalu takut dan panik. Umumnya saham-saham bervaluasi murah namun punya fundamental bagus itu akan mencapai titik pembalikan.

Yang penting saat ini jangan panik, tapi tetap harus waspada. Untuk mengantisipasi kemungkinan harga turun lagi dalam jangka pendek, investor bisa mengoleksi saham secara bertahap, jangan sekaligus.

4 R

Selain mengatasi krisis percaya diri tadi, secara teknis dari waktu ke waktu portofolio investasi kita harus dimonitor. Sebab alokasi aset dalam portofolio cenderung berubah-ubah, termasuk profil trade-off return dan risiko - sejalan dengan fluktuasi harga.

Untuk menghadapi perubahan komposisi susunan aset atau portofolio maka reoptimasi investasi perlu dilakukan. Reoptimasi sendiri terdiri dari empat kegiatan yang nyaris kelihatannya hampir sama, namun sesungguhnya berbeda :

Reevaluating adalah tindakan menguji dengan cara mengamati, mempelajari, memahami, mengidentifikasi perubahan yang belakangan atau saat ini terjadi dalam kehidupan pribadi Anda yang berpengaruh langsung terhadap portofolio investasi. Banyak hal yang terjadi sejak Anda mendesain dan membangun portfolio Anda. Hal ini bisa menimbulkan dampak bagi pencapaian tujuan-tujuan keuangan dan profil risiko Anda. Mungkin Anda sudah pindah kerja, menikah, bercerai, memiliki lebih banyak anak, atau mengalami musibah yang menimbulkan kerugian finansial. Pada saat itulah Anda harus melihat kembali gambaran kondisi hidup Anda dan keseluruhan rencana keuangan serta portofolio dan melakukan penyesuaian jika perlu.

Rebalancing adalah tindakan menjual dan membeli produk investasi dalam portofolio investasi dengan tujuan untuk mengembalikan komposisi aset dalam portofolio saat ini kepada komposisi aset portofolio optimal yang ditetapkan sebelumnya. Rebalancing melibatkan tindakan menjual sejumlah kelas aset tertentu yang porsinya kelebihan dan melakukan pembelian pada sejumlah kelas aset tertentu yang porsinya kurang. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan return dan risiko suatu portfolio. Beberapa pakar investasi menyarankan untuk melakukan rebalancing setahun sekali daripada melalukannya berulang kali tiap kali terjadi pergerakan, atau bahkan tidak pernah sama sekali kecuali terjadi pergerakan.

Relocating adalah tindakan mempertukarkan suatu aset dengan aset lainnya pada kelas aset yang sama sehingga tidak mengubah komposisi susunan aset atau tidak juga mengubah profil return dan risiko. Relocating bisa saja melibatkan pertukaran suatu jenis obligasi yang satu dengan obligasi yang lain untuk memperoleh tingkat kupon bunga yang lebih tinggi atau yang lebih rendah yang dilakukan berdasarkan perubahan kebutuhan investor terhadap imbal hasil investasi berupa pendapatan tetap.

Reallocating adalah tindakan penyesuaian jumlah yang Anda kontribusikan dan bagaimana kontribusi itu akan dilakukan terhadap suatu jenis kelas aset tertentu dalam portfolio Anda. Dalam konteks ini reallocating juga tidak mengubah komposisi susunan aset, hanya bagaimana kontribusi tersebut ingin diterima atau akan dilaksanakan suatu saat nanti.

Biaya reoptimasi

Ada dua jenis biaya yang harus kita pertimbangkan sebelum melakukan reoptimasi investasi, yaitu saat kita akan melakukan rebalancing, relocating dan reallocating.

Hal ini disebabkan terjadinya perubahan komposisi aset karena tindakan menjual, membeli dan menukar aset yang satu dengan yang lain.

Yang pertama adalah biaya transaksi, yaitu selisih harga jual belinya (bid-ask spread) dan komisi transaksi yang dikenakan. Melakukan switching (pengalihan) dari suatu jenis reksa dana ke reksa dana yang lain pada manajer investasi yang sama umumnya juga dikenakan biaya.

Yang kedua adalah pajak transaksi yang dikenakan terhadap potensi capital gain (keuntungan) dari penjualan surat-surat berharga.




Pemasaran digital

Dunia pemasaran Indonesia akan memasuki era baru. Pada saat efektivitas tradisional komunikasi pemasaran mengalami penurunan, sebuah cara baru di dunia pemasaran mengalami perkembangan yang signifikan.

Cara baru tersebut dikenal dengan pemasaran digital. Pemasaran digital yang menggabungkan faktor psikologis, humanis, antropologi, dan teknologi akan menjadi media baru dengan kapasitas besar, interaktif, dan multimedia. Hasilnya adalah era baru interaksi antara produsen, intermediari pasar, dan konsumen.

Sebelum mengerti tentang pemasaran digital harus dipahami tentang apa itu pemasaran. Pemahaman tentang pemasaran secara sederhana adalah segala aktivitas mulai proses mendapatkan informasi tentang konsumen sampai dengan proses delivery produk atau jasa kepada konsumen.

Pemasaran yang berbasis pada digital akan memberikan gambaran, bagaimana proses tersebut sebagian atau seluruhnya dikombinasikan ke dalam bentuk kontak baru dengan konsumen melalui Internet. Ini adalah sebuah terobosan baru untuk membangun hubungan dengan konsumen melalui media baru.

Teknologi akan berubah dari offline menjadi online, dari involuntary menjadi voluntary. Pelanggan akan secara sukarela mencari informasi tentang produk atau jasa yang dibutuhkan. Mereka bisa memproses informasi sesuai dengan ketertarikannya. Lebih interaktif karena konsumen memiliki keterlibatan tinggi terhadap produk atau jasa.

Bentuk pemasaran digital bisa melalui blog, web, e-mail, dan layanan lainnya. Melalui layanan tersebut terjadi pertukaran informasi baik yang berasal dari produsen maupun konsumen. Jadi, dengan digitalisasi pemasaran, informasi akan lebih murah karena mudah didapatkan, sehingga akan menurunkan biaya riset, akuisisi, dan retensi.

Selain itu, adanya respons yang cepat dari konsumen melalui layanan di Internet, perusahaan bisa dengan cepat memahami keinginan dan kebutuhan konsumen. Ini berarti membantu percepatan inovasi dalam perusahaan. Keunggulan media baru dibandingkan dengan tradisional akan memberikan peluang baru bagi perkembangan dunia pemasaran.

Kesuksesan pemasaran digital telah dibuktikan oleh sebuah grup band indie di Inggris, Arctics Monkeys yang berhasil menjual album pertama sebanyak 300.000 kopi pada minggu pertama setelah peluncuran albumnya.

Mereka menggunakan jaringan Internet untuk memperkenalkan album pertama. Arctics Monkeys membangun sebuah fanbase dengan memperkenalkan CD demo melalui messageboard, blog dan music download site, hingga akhirnya mereka dikontrak oleh salah satu label yaitu Domino Record.

Khusus untuk blog memiliki cerita yang lebih menarik. Blog sebenarnya bukan sesuatu yang baru, blog telah dipakai oleh perusahaan besar seperti Microsoft, Apple dan General Motor (GM).

Corporate blog milik Apple memiliki efektivitas yang sangat tinggi. Dengan blog-nya Apple dapat memonitor pengguna produk baru dari Apple. Tidak hanya memonitor, blog juga dapat menjaring opini baik negatif maupun positif tentang produk Apple.

Di Indonesia blog telah dipakai untuk channel komunikasi bagi peluncuran mobil Toyota New Altis, selain itu HP Indonesia juga menggunakan channel komunikasi digital.

Kurang pengalaman

Sayangnya, potensi besar pemasaran digital masih memiliki kendala seperti kurang pengalaman para pemasar di bidang pemasaran digital, adanya keengganan dari agensi iklan untuk menggarap media baru, rekrutmen karyawan baru juga masih mengalami kendala karena adanya gap pengetahuan di semua level departemen pemasar.

Sementara pemasar dengan pengalaman di bidang digital dapat selektif terhadap kerjaan yang ingin mereka ambil. Mereka juga cenderung untuk berpindah untuk mendapatkan keuntungan lebih dari kemampuan uniknya.

Apabila melihat di Indonesia, hambatan implementasi pemasaran digital akan lebih berat. Penetrasi Internet di Indonesia baru 10,4%, sementara, penetrasi broadband baru 0,2%. Bandingkan dengan di negara berkembang seperti Inggris dengan penetrasi broadband yang sudah di atas 50%.

Negara maju dengan penetrasi broadband yang cukup besar masih menemui kendala dalam pengimplementasian pemasaran digital. Namun, peningkatan penggunaan medium baru sangat jelas terlihat seperti pada tabel di atas.

Anggaran iklan di Internet masih lebih kecil dibandingkan dengan media cetak dan televisi, tetapi secara perlahan alokasi untuk Internet mengalami kenaikan yang signifikan. Bahkan, pada tahun ini dan prediksi 2009, alokasi anggaran iklan untuk Internet akan lebih tinggi dibandingkan dengan radio.

Walaupun alokasi anggaran masih relatif kecil dibandingkan dengan media cetak dan TV, pada masa datang paling tidak akan menyamai surat kabar, lalu majalah dan kemudian TV.

Ini membuktikan bahwa dunia komunikasi pemasaran membutuhkan sebuah media baru untuk mengatasi fragmentasi media tradisional.

Setidaknya ada lima area sebagai penyebab kurangnya pengetahuan tentang pemasaran digital, yaitu pembelian dan perencanaan media, penjualan media online, pemasaran melalui e-mail, search-engine marketing, dan advertising-traffic management.

Inisiatif pendidikan adalah sebuah langkah awal yang bagus, tetapi untuk meyakinkan bahwa digital dipandang sebagai sebuah arena yang dapat membawa keberhasilan.

Sumber : R.Pradopo, Head of Marketing Knowledge Frontier Consulting Group





Sempalan budaya di perusahaan

Istilah sempalan sempat populer untuk menggambarkan kelompok yang berbeda dengan arus utama (mainstream), dan tentu saja berkonotasi negatif. Demikian pula dengan budaya. Perlakuan terhadap budaya yang berbeda cenderung kurang bersahabat, sehingga di negara multikultural seperti AS, pernah ada pendekatan melting pot. Budaya dilebur menjadi satu budaya nasional.

Kemudian ada pendekatan salad bowl, semua sayur dalam mangkuk salad tidak kehilangan identitas yang memang berbeda-beda, tetapi dipersatukan oleh dressing dan menjadi makanan yang sedap. Barangkali kalau di negara kita dapat dianalogikan dengan gado-gado. Sayur, tahu, tempe, telor masih kelihatan rasa aslinya, tetapi dipersatukan oleh bumbu gado-gado.

Bagaimana dengan budaya di lingkungan perusahaan? Mirip. Sebuah konsepsi yang salah jika perusahaan dianggap memiliki keseragaman budaya. Budaya organisasi sebenarnya mewakili persepsi umum yang dianut oleh anggota organisasi, sebagai hasil pendefinisian dari berbagai pengertian yang dianut.

Bedanya untuk negara-bangsa yang sering terjadi adalah budaya yang sudah ada dipersatukan dalam budaya nasional. Sementara dalam perusahaan yang jika diikuti perkembangannya, justru berawal dari budaya tunggal dan menjelma menjadi budaya majemuk seiring dengan tumbuh dan kembangnya perusahaan. Akan terbentuk kelompok-kelompok yang mengembangkan subkulturnya masing-masing.

Subkultur merupakan bagian budaya yang berkembang dalam organisasi, yang secara spesifik ditumbuhkan oleh perbedaan bagian atau perbedaan geografis, yang merupakan hasil kontribusi nilai dari sebagian anggota organisasi.

Masalah subkultur ini perlu mendapatkan perhatian serius, tetapi tetap dengan pandangan yang obyektif. Artinya tumbuhnya subkultur merupakan sesuatu yang alamiah, dan perlu ditoleransi dalam batas-batas tertentu. Namun tetap harus disadari, terdapat ambang batas tertentu yang menempatkan sub kultur sebagai 'pengganggu' kekuatan budaya perusahaan.

Kelahiran subkultur

Setiap perusahaan mengalami proses diferensiasi seiring dengan berjalannya waktu dan pertumbuhan, yang memiliki berbagai sebutan seperti pembagian kerja (division of labor), fungsionalisasi, divisionalisasi, atau diversifikasi. Menurut Schein, yang menjadi dasar dari diferensiasi ini adalah fungsional, geografis, produk, pasar, dan teknologi, divisionalisasi, serta diferensiasi tingkat hierarkis.

Kekuatan yang menciptakan subkultur fungsional berasal dari budaya teknologi dan pekerjaan sebuah fungsi dari organisasi. Setiap pekerjaan memiliki perbedaan dalam hal keyakinan, nilai, dan asumsi dasar karena mereka melakukan hal-hal yang secara fundamenrtal berbeda, mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang berbeda, dan memperoleh identitas tertentu dalam menjalankan pekerjaannya. Bagian pemasaran biasanya memiliki subkultur yang berbeda dengan bagian keuangan.

Subkultur dalam sebuah organisasi juga dapat timbul manakala organisasi dibagi ke dalam beberapa wilayah geografis dengan alasan kedekatan dengan pelanggan, biaya tenaga kerja, serta kedekatan dengan pemasok dan sumber bahan baku.

Namun, konsekuensi budaya yang muncul sering tidak terantisipasi karena keharusan mengadopsi sebagian asumsi-asumsi budaya setempat dimana perusahaan beroperasi. Pengaruh budaya dari negara tempat beroperasi tidak dapat dielakkan walaupun staf dan manajer yang bekerja datang dari negara asal perusahaan.

Sebuah perusahaan secara khas membedakan diri mereka dengan perusahaan lain dalam hal produk, pasar, atau teknologi. Harus diputuskan produk, pasar, atau teknologi yang dimiliki ingin dibedakan dari para pesaingnya, mengingat hal ini akan menghasilkan seperangkat masalah integrasi budaya secara keseluruhan.

Dalam hal ini ada dua kekuatan yang membentuk subkultur dalam organisasi. Pertama, orang-orang dengan latar belakang pendidikan dan asal pekerjaan yang berbeda yang ditarik masuk ke dalam perusahaan. Kedua, interaksi dengan pelanggan, yang mensyaratkan sebuah mindset yang berbeda, yang mengarah kepada berbagai macam pengalaman bersama. Kontak dengan pelanggan adalah kekuatan yang sangat efektif dalam menciptakan subkultur lokal yang dapat berinteraksi sesuai dengan budaya pelanggan.

ada saat sebuah perusahaan menumbuhkembangkan pasar yang berbeda, sering dilakukan desentraliasi sebagian besar fungsi-fungsi organisasi ke dalam unit produk, pasar, dan geografis, yang melahirkan subkultur. Subkultur divisi yang kuat tidak akan menjadi masalah kecuali jika perusahaan induk ingin mengimplementasikan praktek-praktek umum dan proses manajemen tertentu.

Bertambahanya jumlah anggota organisasi juga melahirkan subkultur. Untuk menghadapi sulitnya koordinasi dengan SDM yang membengkak ini, diciptakan lapisan (layer) tambahan dalam hirarki sehingga rentang kendali (span of control) manajer tetap sesuai.

Subkultur dapat memperlemah dan menggangu budaya organisasi, jika terjadi konflik dengan budaya yang dominan, yaitu nilai-nilai inti (core values) yang dianut dan merupakan kontribusi nilai-nilai dari sebagian besar anggota organisasi. Dominant culture merupakan kepribadian organisasi secara keseluruhan yang membedakannya dengan organisasi lain.

Pemecahannya adalah menumbuhkan kesadaran bahwa sebenarnya subbudaya terbentuk untuk membantu aktivitas anggota organisasi dalam pekerjaan sehari-hari. Subkultur harus diarahkan untuk mendukung budaya yang dominan dalam sebuah konfigurasi yang harmonis.

Sumber : A.B.Susanto, Bisnis Indonesia online





Rabu, 05 November 2008

Meniti karier dengan sikap bersahabat dan perasaan senang

Menaruh perhatian, menghargai orang lain dan bersahabat adalh sikap yang harus dimilioki untuk menunjang karier .Apalagi bila ditambah dengan penampilan yang serasi dan ceria. Sebenarnya sikap tersebut berlaku untuk siapa saja, selama menjadi karyawan bila ingin berhasil meniti karier.

Untuk meniti karier, seseorang harus memiliki sikap positif, misalnya menyenangi pekerjaan, menghargai tugas yang dipercayakan dan berusaha terhadap perbaikan kerja. Dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan anda biasanya banyak menghadapi masalah. Tugas sekretaris justru harus mampu memecahkan masalah yang timbul dalam perusahaan anda. Sikap mental terhadap setiap masalah yang timbul harus positif, yaitu ikut berusaha sekuat teaga untuk dapat memecahkan masalah tersebut. Sikap positif yang dimiliki merupakan modal dasar untuk memberikan sumbangan dalam menyelesaikan tugas-tugan yang sulit.

Promosi jabatan dalam karier ditentukan atas dasar penilaian prestasi kerja. Namun demikian penilaian yang dilakukan oleh atasan justru tidak berdasarkan prestasi kerja saja, melainkan sikap positif mengenai perilaku, sikap bersahabat yang menyenangkan dan menghargai orang lain ikut menentukan pula. Sikap positif yang dimazksud misalnya bila mendapat undangan makan dan pada surat undangan tersebut ada tulisan "r.s.v.p", maksudnya perlu menyampaikan terima kasih atas undangan itu dan juga memberitahu bahwa anda bisa datang atau tidak karena berhalangan.

Tidak hanya sikap bersahabat dan menyenangkan serta pengetahuan tata krama dalam pergaulan saja, untuk menunjang karier, tetapi juga perlu pengembangan penampilan. Penampilan adalah sikap dalam bentuk pencerminan diri seseorang yang menimbulkan percaya diri yang simpatik. Untuk menunjang penampilan diperlukan usaha keras yang konsisten antara lain tidak mementingkan diri sendiri dan selalu menyenangkan orang lain.

Dalam pembicaraan tidak memotong pembicaraan atau menyela percakapan orang lain, dan bila terpaksa harus memotong pembicaraan karena sesuatu yang sangat penting menggunakan sopan santun sehingga yang bersangkutan dengan senag hati memberi waktu. Paling baik tunggu saat yang tepat untuk menyela yaitu saat mereka agak senggang tidak sedang dalam percakapan serius.

Selain perilaku yang simpatik, perlu pula diperhatikan sikap fisik, misalnya cara berdiri tegak dan anggun, gara duduk yang rapi dan sikap sopan santun. Cara berbusana sederhana tetapi tetap up to date dengan perlengkapan assesori yang serasi.





Stress Sekertetaris dalam kantor


Istilah eksekutif sering melahirkan konotasi status, wewenang, tanggung jawab, kekuasaan dan semacamnya. Begitu pula untuk jabatan sekretaris eksekutif. Seseorang dengan jabatan eksekutif, termasuk sekretaris eksekutif telah akrab dengan berbagai macam persoalan yang bersumber dari tugas yang dibebankan kepadanya. Baik beban karena jabatan ditempat kerja, beban kerja karena jabatan di organisasi-organisasi luar yang mungkin berhubungan dengan jabatan di kantor ataupun tidak, beban tanggung jawab keluarga maupun beban sosial tertentu di masyarakat bertolak dari kedudukannya.

Di dalam sistem nilai masyarakat eksekutif tidak dapat bersikap dan berperilaku seenaknya sendiri. Bagaimanapun keadaannya masyarakat mengaharapkan agar seorang eksekutif akan selalu rasional, bersikap bijak dan selalu mengendalikan perasaan.

Beban moral adalah konsekuensi jabatan. Dengan menduduki jabatannya seorang eksekutif mempunyai beban moral untuk memenuhi kualifikasi tertentu yang berkaitan dengan tanggung jawab atas tugasnya dan jabatan yang dipercayakan kepadanya. Seorang sekretaris junior misalnya harus mengalami dulu masa pendadaran melalui berbagai macam pelatihan dan pendidikan, sebelum sepenuhnya menjadi seorang sekretaris eksekutif. Dalam masa pelatihan sekretaris junmior belajar mengenali dan memahami segala macam aspek jabatan sebagai sekretaris. Dalam masa orientasi pengenalan dan pemahaman tugas tersebut dapat melalui pelatihan dan pendidikan yang diprogramkan atau melalui pengembangan diri berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama masa pengenalan dan pemahaman tugasnya sebagai seorang sekretaris.

Pada masa sekarang diharapkan sekretaris memahami bahwa setiap aspek jabatan mempunyai beban tertentu seperti waktu, penyelesaian tugas dengan baik, menerapkan metoda atau prosedur tertentu dan mempengaruhi orang lain. Setiap tugas yang diselesaikan dengan baik akan menghasilkan kepuasan dan menghilangkan beban yang dibawa tugas tersebut. Tugas-tugas yang tidak terselesaikan secara tuntas akan mengakibatkan adanya rasa tidak puas yang pada akhirnya menimbulkan stress.

Cara seseorang bereaksi terhadap suatu masalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Masalah yang sama juga akan memberi akibat berbeda bagi individu yang berlainan. Begitu pula cara mengatasi masalah tiap-tiap individu satu sama lain akan berbeda. Pengertian sehari-hari beban kerja tersebut dikenal dengan istilah stress. Stress dapat berdampak positif maupun negatif. Individu yang dapat memberikan reaksi positif terhadap stress diwujudkan dengan penyesuain diri terhadap situasi yang ditimbulkan. Kemampuan menyesuaikan diri akibat stress akan membentuk pribadi yang mantap dan matang. Dengan kematangan dan kemantapan pribadi akan meningkatkan produktivitas pada bidang usahanya, menyerasikan hubungan sosial pada hubungan universal, dan bertambahnya rasa senang dan tenteram. Sebaliknya jika stress membawa reaksi negatif, akan menimbulkan gangguan-gangguan pada pribadinya dan akibatnya akan menurunkan produktivitas kerjanya disamping akan menekan segala perasaan yang berakibat fatal dalam membina karirnya. Seseorang yang stress di tempat kerja sangat umum kalau kemudian mencari kehangatan di dalam keluarganya dengan cara makan bersama di restoran atau pergi piknik. Hal semacam ini dilakukan untuk mencari keseimbangan antara kesibukan karena beban kerja dengan keserasian dalam membina keluarga.

Dalam kegiatan sehari-hari seseorang terlibat dalam pekerjaannya dan berbagai macam persoalan timbul. Persoalan tersebut berkaitan dengan lingkungan kerja. Sebagai seorang sekretaris harus mampu menciptakan suasana lingkungan kerja yang baik agar dapat mengurangi timbulnya stress. Sebenarnya salah satu penyebab seorang eksekutif dapat terkena stress ialah karena ia menjadi manager puncak. Sebagai manager puncak ia harus bertanggung jawab kepada dirinya sendiri, bukan kepada orang lain atas segala sesuatu yang diputuskan dan dikerjakan. Apabila ia masih dapat bertanggungjawab kepada orang lain berarti ia masih berlindung kepada orang lain dengan cara minta pendapat atau nasehat atasannya. Oleh karena itu untuk dapat menjadi seorang eksekutif yang matang dalam pandangan, emosi, sikap, tindakan dan pengambilan keputusan diperlukan pengalaman.

Stress merupakan akibat dari kelebihan beban kerja, fisik maupun psikologis. Bentuk teringan akibat stress ini adalah timbulnya rasa jenuh. Selain itu menurunnya ketahanan fisik sering menimbulkan gejala yang aneh seperti hilangnya semangat, acuh tak acuh, sering lupa dan sebagainya. Akibat lain adalah timbulnya penyakit jantung yang banyak diderita oleh para pejabat.

Cara untuk meringankan akibat stress adalah sebagai berikut:

1. Perlu mengadakan hubungan interpersonal yang dapat mendorong semangat. Beban berat yang melampaui kemampuan perlu ditampung bersama orang lain. Untuk mengurangi ketegangan seorang eksekutif dapat berolahraga atau piknik. Kehangatan hubungan interpersonal sangat berarti sebagai pendorong untuk mengurangi keadaan stress.

2. Mempelajari dimanika organisasi yang menjadi sumber stress dan mencoba mencari jalan keluar. Miksalnya wewenang atau tanggung jawab yang kurang jelas harus diperjelas, instruksi yang selalu disalahtafsirkan oleh bawahan harus dicari penyebabnya. Terlalu banyak atau sedikit tugas juga dapat menjadi sumber timbulnya stress. Mencari cara kerja baru yang lebih efektif merupakan cara lain untuk memecahkan persoalan. Perubahan semacam itu dapat menghilangkan rutinitas atau sifat menonton suatu pekerjaan. Dunia di luar kita selalu berubah dan kita dan dalam batas kemampuan masing-masing harus mengikuti perubahan-perubahan tersebut.

3. Menjaga kondisi baik fisik maupun psikis. Dengan makan bergizi baik maupun kebiasaan berdisiplin untuk bekerja maupun banyak bersantai berguna dalam menghadapi stress. Cara kita bereaksi terhadap stress juga perlu diperhitungkan.

Pada dasarnya tidak dibatasi sikap menghadapi stress. Seorang eksekutif harus menyadari bahwa bukanlah situasi stress yang merugikan, tetapi cara orang bereaksi terhadapnya. Banyak orang mengalami stress yang sama, tetapi akibatnya berlainan. Hal ini karena pengalaman mereka masing-masing berbeda. Setiap eksekutif harus memahami kemampuan pribadi masing-masing.

Untuk mengalihkan kejenuhan dan ketegangan perlu istirahat bersama keluarga. Stress yang dapat menimbulkan berbagai akibat, perlu dipelajari sebab-sebabnya untuk selanjutnya dapat dikendalikan. Dengan cara pengendalian diri inilah hidup menjadi tenang dan yang paling penting, stress dapat dihilangkan.



Keterampilan aplikatif seorang sekretaris

A. Menyusun Kliping

Disamping tugas- tugas pokok yang cukup banyak, seorang sekretaris perlu melakukan kliping mengenai berita-berita penting yang berkaitan dengan kantor atau perusahaanya.Pekerjaan kliping tidak harus dikerjakan sendiri, tetapi dapat menugaskan seseorang karyawan. Namun demikian sekretaris perlu membaca kliping tersebut agar dapat mengikuti perkembangan dalam masyarakat. Untuk melakukan kliping surat kabar dan majalah perlu mengetahui caranya, sehingga dapat diperoleh informasi yang diperlukan, dan sewaktu-waktu di butuhkan oleh pemimpin dapat ditemukan kembali secara cepat.

Secara sederhana tugas-tugas yang berhubungan dengan kliping adalah:

  • Menghimpun surat kabar dan majalah
  • Membaca berita di surat kabar, majalah, brosur dan sebagainya untuk menemukan masalah yang di butuhkan
  • Memberi tanda pada bagian yang akan digunting
  • Mencantumkan nama surat kabar dan majalah serta tanggal penerbitannya
  • Menempelkan pada kertas atau buku khusus kliping
  • Mencantumkan kode penggolongan masaklah dan nomor urut jumlah guntingan suatu masalah
  • Memasukkan bukun kliping ke dalam lemari katalog
  • Memelihara semua berkas kliping

Urutan pelaksanaan tugas:

  1. Petugas membaca surat kabar atau majalah untuk menemukan masalah yang dibutuhkan. Kadang-kadang dengan hanya membaca judulnya saja sudah dapat menentikan perlu tidaknya berita itu di gunting dan sekaligus dapat mengklasifikasikan pokok masalah apa. Akan tetapi ada kalanya tidak cukup hanya membaca judulnya saja melainkan harus membaca isi keseluruhan berita untuk menentukan lebih lanjut perlu tidaknya di gunting untuk di kliping.
  2. Apabila berita itu dianggap penting untuk perusahaan, maka berita diberi garis merah pada sudut karangan atau judul. Jangan lupa mencantumkan nama surat kabar atau majalah serta tanggal terbit.
  3. Pada waktu akan menggunting perlu diperhatikan terlebih dahulu halaman dibaliknya untuk meneliti ada tidaknya masalah yang perlu di gunting pula.apabila dihalaman baliknya masih terdapat sambunganya atau keterangan lebih lanjut maka sambungan tersebut dapat di ketik atau di fotokopy, kemudian di jadikan satu dengan berta dihalaman muka atau mencari surat kabat dan majalah lagi yang memuat berita atau keterangan yang sama. Setelah itu di gunting kemudian dijadikan satu dengan berita yang dimaksud
  4. Setelah disusun secara kronologis dan sistematis, baru diberi kode pokok masalah. Apabila uraian berita terdiri dari berbagai halaman dan telah tersusun secara kronologis dan sistematis, hal ini tidak perlu di gunting, tetapi diberikan map khusus dengan diberi kode pokok berita atau uraian
  5. Guntingan berita atau kliping perlu dibuatkan kartu katalog rangkap dua yang didalamnya memuat:
  • Kode penggolongan pokok masalah
  • Nomor urut pokok masalah
  • Nama pengarang/sumber berita(koran atau majalah)
  • Tanggal terbit
  • Judul berita atau karangan diketik dengan huruf besar semua.kartu katalog berukuran 71/2 cm x 13 cm

6. Kartu-kartu katalog disusun dalam lemari dengan cara:

  • Kartu pertama disusun menurut abjad pengarang/sumber berita
  • Kartu kedua disusun menurut abjad judul
  • Antara kartu katalog yang berbeda golongan pokok masalahnya diberi sekat karton berwarna agar memudahkan pencarian

7. Semua guntingan disimpan dalam map sesuai dengan pokok masalahnya dan akhirnya map-map ini disimpan dalam lemari sesuai urutan abjad pokok masalah.

B. Menerima Tamu

Sebagai seorang sekretaris harus menghormati para tamu yang berkunjung di kantor, serta dengan senang hati melayaninya. Untuk itu seorang sekretaris perlu mempelajari tata cara menerima tamu. Sehingga diharapkan tamu-tamu yang datang merasa senang dan mempunyai kesan baik. Sekretaris perlu memahami atau mengetahui sifat, kedudukan atau pangkat dan perilaku tamu yang datang ke kantor. Seorang sekretaris berkewajiban menayakan nama tamu yang datang ingin bertemu dengan pimpinan atau pejabat lain yang dimaksud sekaligus mengantar tamu tersebut kepada pimpinan atau orang yang akan ditemuinya. Pada waktu ditemuklan dengan pimpinan atau orang yang dimaksud, sekretaris menyodorkan catatan yang mencantumkan nama dari instansi mana dan apa maksudn Salah satu tugas sekretaris adalah mengatur pertemuan antara atasan dengan tamu yang akan bertemu dengan atasan. Mulai dari membuat janji, konfirmasi hingga menerima kedatangan tamu atasan di kantor. Tetapi sebagai sekretaris, anda tidak bisa asal menerima tamu begitu saja Menyambut, menerima dan mempersilahkan tamu duduk. Sebaiknya tamu jangan dibiarkan terlalu lama menunggu. Begitu anda tahu bahwa tamu sudah datang, segera temui dan sambutlah sebagaimana mestinya. Hadapilah tamu dengan sopan tetapi tidak takut-takut dan ramah tetapi tetap memberi kesan serius dan berwibawa.

Basa basi dengan tamu boleh saja tetapi jangan biarkan tamu berbicara tidak keruan. Jika pembicaraan tamu mulai melenceng, kembalikan pembicaraan ke urusan yang sebenarnya dengan ramah tetapi bijak.

Bila tamu ingin bertemu dengan atasan tetapi atasan anda tidak ada ditempat sebaiknya tamu dipersilahkan untuk mengisi buku tamu dan menuliskan pesan yang ingin disampaikan pada atasan. Bisa juga bicarakan secara lisan tentang kepentingannya terhadap atasan lalu sampaikan padanya untuk menginformasikan pertemuan kembali dengan anda.

Jika atasan ada ditempat, tamu dipersilahkan menunggu di ruang tamu. Lalu tanyakan apakah sudah ada janji sebelumnya, jika sudah maka anda bisa menginformasikan pada atasan anda. Berikan bacaan yang netral seperti surat kabar atau majalah sebagai teman pengusir sepi.

Setelah itu hubungi atasan anda dan informasikan tamu yang datang, lengkap dengan identitas dan keperluannya. Jika ternyata atasan anda tidak bersedia menemuinya karena sesuatu hal maka anda harus mengatakan pada tamu secara diplomatis. Artinya anda harus menyampaikan secara sopan, teratur dan tidak merusak nama lembaga maupun kewibawaan atasan.

Tetapi jika atasan anda bersedia menemuinya, antarkan tamu ke tempat dimana atasan anda ingin bertemu. Jangan biarkan tamu mencari-cari sendiri tempat pertemuan dengan atasan. Karena sebagai tamu tentunya dia belum kenal dengan kantor anda kecuali dia memang sudah sering datang ke kantor anda.

Yang perlu anda ingat adalah sebagai sekretaris cara anda menghadapi tamu seringkali mencerminkan citra perusahaan dan mencerminkan profesionalisme anda dalam bekerja. Jadi jagalah sikap dan bicara anda terhadap tamu, klien atau orang-orang dari lembagai lain yang berkepentingan dengan perusahaan

C. Mengembangkan SDM

Bagi sekretaris atau para pimpinan unit kerja harus mampu mengembangkan sumber daya manusia. Sekretaris perlu ikut andil dalam pengembangan sumber daya manusia. Untuk itu mengembangkan SDM diprelukan 15 persyaratan:

  • Perlu adanya uraian tugas (job discription) yang jelas untuk anak buah supaya tugas-tugas terlaksana sebaik mungkin.
  • Perlu adaya wewenang dan tanggung jawab yang jelas bagi anak buah dalam melaksanakan tugas,antara wewenang dan tanggung jawab harus ada keseimbangan
  • Adanya aturan main yang harus ditaati baik oleh pimpinan maupun anak buah.Baik berupa peraturan tertulis,tidak tertulis,kebijaksanaan,perintah,atau instruksi tanpa adanya disiplin atau ketaatan terhadap peraturan pimpinan yang telah disepakati bersama maka organisasi tidak akan berjalan dengan .
  • Adanya garis komando yang jelas yaitu siapa yang berhak memerintah dan bertanggung jawab kepada siapa.
  • Adanya sasaran atau tujuan jelas organisasi yang harus di informasikan oleh pimpinan kepada anak buah, bukan hanya jelas bagi pimpinan.
  • Balas jasa bagi bawahan/anak buah berdasdarkan prestasi adil dan wajar
  • Harus ada kesesuaian antara motivasi individu dengan perusahaan/organisasi
  • Wewenang yang dilimpahkan harus benar-benar didasarkan pada kemampuan anak buah
  • Wewenang harus merupakan yang mengikat dan jenjang atas kebawah, karena wewenang berarti adanya hak untuk mengatur anak buah sesuai dengan jenjang organisasi.
  • Setiap anak buah harus merasa dibutuhkan dan di hargai oleh pimpinan
  • Anak buah perlu merasa tenteram dan tenang dalam situasi serta lingkungan yang sehat
  • Harus tercipta kegairahan kerja serta inisiatif untuk berkembang
  • Perlu diciptakan semangat senasip sepenanggungan dalam mengemban tugas dan menghindari komplik antara pimpinan dengan anak buah
  • Kembangkan adanya rasa tanggung jawab bersama dalam organisasi, prestasi, atau sukses usaha yang memungkin adanya kemajuan organisasi
  • Ciptakan suasana kekeluargaan, sehingga bawahan tidak hanya dinilai sebagai anak buah yang harus diperintah. Perlakukanlah anak buah sebagai mitra usaha, sehingga ada rasa ikut memiliki

Keahlian komunikasi bagi sekretaris

Komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu Communicatio yang berarti pemberitahuan atau pertukaran pikiran. Istilah Commucatio bersumber dari kata communis yang arinya sama maknanya. Jadi sekelompok orang yang terlibat dalam komunikasi harus memiliki kesamaan makna, jika tidak maka komunikasi tidak dapat berlangsung. Bila seseorang menyampaikan pesan, pikiran dan perasaan kepada orang lain dan orang tersebut mengerti apa yang dimaksudkan oleh penyampaian pesan maka komunikasi berlangsung.

Pengertian komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran dan perasaan oleh seseorang kepada orang lai dengan menggunakan lambang-lambang yang mempunyai arti bagi kedua belah pihak. Proses penyampaia tersebut pada umumnya manggunakan bahasa, karena bahasa menggunakan lambang yang dapat mewakili sesuatu, baik yang berwujud maupun tidak. Selain bahasa dapat juga digunakan gerak isyarat atau mimik dan pant mimik. Kounikasi dengan bahasa disebut komunikasi verbal sedangka komunikasi dengan menggunakan lambang disebut komunikasi non verbal.

Bagi sekretaris terutama perlu mengetahui dan menguasai tehnik komunikasi langsung (face to face). Jenis komunikasi ini yaitu

  1. Komunikasi langsung antara seorang komunikator dengan seorang komunikan
  2. Komunikasi kelompok yaitu komunikasi antara seseorang atau lebih dengan sekelompok orang secara tatap muka.

Keuntungan komunikasi antar pribadi untuk melakukan persuasi adalah terjadinya kontak pribadi, sehingga komunikator memahami , mengetahui dan mengkaji sejauh mana pesan yang disampaikan dapat diterima baik oleh komunikan. Dengan mengetahui, memahami dan mengkaji hal-hal tersebut, komunikator dapat memperbaiki sikap antara lain:

  1. Mengontrol setiap kata dan kalimat yang diucapkan
  2. Mengulangi kata-kata yang mempunyai maksud penting disertai berbagai penjelasan secukupnya
  3. Memberi kepastian pengertian apa yang telah di ucapkan
  4. Memberi intonasi kata-kata yang penting

Yang perlu dilakukan oleh komunikator agar dalam berkomunikasi berjalan lancar:

  1. Berperilaku empatik yaitu memahami perasaan orang lain dan berperilaku simpatik
  2. Tanamkan percaya pada diri sendiri tanpa pengaruh orang lain
  3. Bersikap sebagai fasilitator yaitu memberi arah kemudahan
  4. Apa yang di ucapkan harus dapat dipertanggung jawabkan
  5. Apa yang dikemukakan berdasarkan fakta dan kebenaran

Tinggalkan rasa super, senang mengkritik da emosional





Teknik mengelola rapat pimpinan


Secara general, rencana rapat harus memenuhi unsure 5W + 1H, yakni :

  1. Why, mengapa rapat diselenggarakan
  2. What, agenda rapat atau materi yang akan dibahas dalam rapat.
  3. Who, siapa peserta rapat, ini menyangkut penetuan orang yang akan diundang rapat sesuai dengan materi rapat.
  4. Where, di mana rapat akan diselenggarakan.
  5. When, Kapan rapat akan diselenggarakan.
  6. How, bagaimana rapat akan diselenggarakan. Formal atau non formal, terbuka atau tertutup.

Pengelolaan Konsumsi dan Akomodasi.

  1. Sekecil dan se non formal apapun rapat yang diselenggarakan, urusan konsumsi dan akomodasi perlu mendapat perhatian. Berikut hal yang perlu diingat :
  2. Konsumsi diberikan dalam setiap rapat. Pemberiannya tergantung pada sikon keuangan perusahaan, dan lama rapat yang digelar.
  3. Jika rapat diacarakan kurang dari 3 jam, konsumsi cukup snack dan minuman teh/kopi. Tetapi jika berlangsung seharian, perlu diberikan beberapa penyajian konsumi. Biasanya penyajian makan siang (lunch), dan pemberian dua kali coffee break.
  4. Coffee break pertama diberikan sejam setengah sebelum lunch ( biasanya jam 11 an). Coffee Break kedua diberikan sesaat sebelum sholat ashar, sekitar jam 3 an.
  5. Jika rapat diselenggarakan di perusahaan, akomodasi biasanya berupa pemberian “uang transport” kepada peserta rapat. Tetapi jika rapat diselenggarakan perusahaan atau bahkan di luar kota , akomodasi diberikan dalam bentuk layanan pemberian penginapan gratis beserta uang transport.
  6. Urusan penginapan ditangani langsung oleh perusahaan. Dalam hal ini yang melakukan reservasi tempat untuk rapat dan tempat unguk menginap, adalah sekretaris.

Pengelolaan Tempat Rapat.

Di manapun rapat dilaksanakan, sekretaris bertugas penuh mengatur dan menyiapkan tempat rapat.

  1. Jika rapat diselenggarakan di perusahaan, sekretaris bertugas mempersiapkan ruangan yang akan dipakai rapat lengkap dengan semua perlengkapan pendukung rapat.
  2. Jika rapat diselenggarakan di luar kantor, sekretaris juga yang bertugas mengurus reservasi tempat, dan memastikan perlengkapan rapat di ruangan/tempat yang akan digunakan rapat, benar-benar tersedia.

Mempimpin Rapat

Yang bertindak sebagai pemimpin rapat biasanya pimpinan perusahaan langsung. Namun tidak jarang karena berbagai pertimbangan, sekretaris diminta untuk memimpin rapat oleh

pimpinan.

Karena itu, mau tidak mau, sekretaris selain mampu dalam mengelola rapat, juga harus piawai memimpin rapat. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan dalam memimpin rapat, yakni;

  1. Memahami Tujuan rapat yang akan diselenggarakan.
  2. Mengetahui wewenang dan tugas pemimpin rapat
  3. Memahami Setiap acara rapat
  4. Memahami Perencanaan prosedur rapat
  5. Menghubungi/menyiapkan notulen rapat
  6. Mengatur/memanage petugas konsumsi dan akomodasi
  7. Mempersiapkan perlengkapan rapat
  8. Memeriksa ruangan rapat.

Pimpinan rapat yang baik memenuhi criteria sebagai berikut ;

  1. Berbicara spontan,
  2. Mengemukakan gagasan cemerlang
  3. Mampu memotivasi peserta rapat untuk aktif dalam rapat.
  4. Mewakili kepentingan pimpinan dengan baik, sehingga tanpa kehadiran pimpinan, rapat tetap mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Dari beberapa hal yang telah disampaikan tadi, ada dua hal yang harus senantiasa diperhatikan secara detail dan bahkan memerlukan bantuan penanganan pihak lain. Yakni :

  1. Pengelolaan konsumsi dan akomodasi
  2. Pengelolaan tempat rapat

Contoh Agenda Rapat Sehari

No

Jam/Waktu

Acara

Petugas

1

08.30-09.00

Regristrasi peserta rapat

Penerima tamu

2

09.00-09.05

Pembukaan

Pembawa acara

3

09.05-09.15

Sambutan Pimpinan Perusanaan

Pim.Perusahaan

4

09.15-10.30

Strategi Penjualan dan Pemasaran

Manajer Pemasaran

5

10.30-10.40

Coffee Break I

Konsumsi

6

10,40-12.00

Laporan Hasil Penjualan

Manajer Penjualan

7

12.00-13.30

Lunch, Sholat Dhuhur

Konsumsi/acara

8

13.30-15.15

Sessi Workshop

Peserta rapat

9

15.15-15.30

Coffeee Break II

10

Strategi Pemasaran dan Penjualan 2008

Pim/wakil pimpinan Perusahaan

11

16.00

Penutup, Doa

Acara



Sekretaris dan design kantor


Para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa lokasi fisik atau tata ruang tempat orang bekerja mempuinyai pengaruh terhadap sikapnya.,produktivitasnya dan pergaulamya dengan yang lain. Kantor-kantor mederen dirancang dan di bangun sesuai dengan perkembangan tehnologi. Rancangan kantor-kantor moderen adalah kantor terbuka sehingga mempermudah komunikasi dan terjalinnya kerja yang harmonis.

Human Miller and human Miller Inc., perusahaan perancang kantor yang terkenal taraf Internasional, berkedudukan di Zeeland, Michigan, adalah seorang penganjur utama konsep kantor terbuka. Miller menjelaskan bahwa kantor yang kita kenal sekarang ini sudah berumur lebih dari seratus tahun. Pada mulanya kantor adalah sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan yang penuh, memakai pena dan tinta untuk menulis dengan tangan dalam buku-buku besar dan membuat hitungan yang rumit. Tidak ada mesin tik, tiak ada mesin hitung, meja kantor yang pantas, alat-alat reproduksi, dan sedikit pengertian mengenai pengaruh lokasi serta kenyamanan bagi para pekerja.

Konsep kantor terbuka dapat menimbulkan salah pengertian. Ini bukan sekedar suatu ruangan tanpa tembol dengan meja-meja yang ditaruh sembarangan. Kantor terbuka merupakan suatu konstruksi yang memberikan keterbukaan untuk mempermudah berkomunikasi dan pertemuan, namun sekaligus menjamin kebebasan pribadi. Kebebasan pribadi diciptakan dengan pemasangan sekat-sekat yang dapat dipindahkan atau digeser. Sekat-sekat tersebut menghindarkan para manajer dari isolasi tembok tertutup dan perasaan tidak enak yang menghinggapi seseorang bila dalam ruangan sama sekali terbuka.

Keuntungan yang diperoleh dari kantor terbuka adalah:

  1. Kantor terbuka memungkinkan perubahan terus-menerus dengan biaya minimum setelah pola dasarnya ditetapkan.
  2. Adanya kenyamanan karena sirkulasi udara cukup lancar,penerangan merata,kursi dan meja yang enak dipakai,memperbaiki semangat kerja dan cenderung menghilangkan sebagian dari perselisihan yang timbul akibat tempat kerja terlalu berdekatan.
  3. Arus perkerjaan lebih lancar dan hal-hal yang saling berkaitan dapat ditempatkan sedemikian rupa sehingga pekerjaan dapat dengan mudah beralih dari seksi yang satu keseksi yang lain.

Penyeliaan lebih mudah diadakan karena penempatan penyelia memungkinkannya melihat apa yang dikerjakan oleh semua pegawain




Sekretaris dalam perusahaan


Apa yang anda bayangkan tentang seorang sekretaris? Perempuan cantik, menarik, dengan dandanan dan busana up to date dan siap 24 jam melayani semua kebutuhan pimpinan?

Pendapat kurang sedap mengenai eksistensi sekretaris dalam sebuah organisasi seperti itu, sudah sepantasnya dihilangkan. Karena berbagai perkembangan menunjukkan, pandangan positif terhadap seorang sekretaris harus sudah mulai diterapkan. Eksistensi dan fungsi sekretaris tidaklah sekadar “pembantu atau penggembira atasan”. Lebih jauh lagi, sudah jadi merupakan bagian penting dan tak terpisahkan. Ibarat dalam sebuah mesin, sekretaris merupakan item penting yang keberadaan dan kinerjanya akan berpengaruh terhadap kinerja mesin itu secara keseluruhan.

Sebagai suatu profesi, sekretaris memiliki masa depan cerah. Karena meski perkembangan teknologi tak bisa dibendung, alat-alat perkantoran canggih terus diperkenalkan, “sentuhan” tangan trampil dan buah pikiran seorang sekretaris tetap diperlukan.

Definisi Sekretaris

“Secretary is an employee in an office who deals with coresspondence, keep record, maka arrangements and appointments for particular member of the staff.”-A.S. Hornby ( Oxford Advanced Dictionary)

Sekretaris berasal dari bahasa Inggris secret dan secretum dari bahasa Latin yang artinya rahasia. Berasal pula dari kata secretaries /secretarium yang berarti seseorang yang diberi kepercayaan memegang rahasia.

Beberapa defenisi sekretaris lainnya,

1. ”Secretary is an person employed to keep record, take care coresspondence and other writing task, etc, for organization or individual”. Webster New Dicitonary of American Language College.

2. Person employed by another to assit him in coresspondence, literary work getting information and other confidential matters”. H.W.Flower & F.G. Flower

3. “Secretary is a personal office assitance to designed supervisor who has close and direct working relationship with supervisor. Ruth J.Anderson

Dari beberapa definisi jelaslah bahwa sekretaris bukan sekadar pembantu atasan semata, tetapi seseorang dengan kualifikasi tugas, pekerjaan, dan tanggung jawab yang sangat tinggi. Seorang pimpinan/atasan memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam memimpin dan mengelola perusahaan/organisasi. Mulai dari mengurus appointement, soal administrasi, mengatur rapat sampai urusan korespondensi. Dan tugas-tugasnya ini akan bisa lebih maksimal jika dibantu dengan keberadaan seorang sekretaris.

Fungsi sekretaris

“A Secretary assist an excecutive in carrying out the detail o his work. The executive depend ons upon his secretary primarly for assistance in handling the details of communications such as telephoning, telegraphing, filling and duplicating.’’Beamer, Hanna, Popham ( Effective Secretarial Practise).

Secara general peranan sekretaris menyangkut :

1. Terhadap atasan :

  • Sumber dan filter informasi bagi pimpinan, dalam memenuhi fungsi, tugas dan tanggung jawab.
  • Assiten/tangan kanan pimpinan dalam mengatur aktivitas perusahaan. Mulai dari administrative sampai human relations.
  • Perantara bagi pimpinan dan pihak-pihak yang ingin berhubungan dengan pimpinan.
  • Alternatif pemikiran dari pimpinan dalam hal penuangan ide-ide.
  • Secret Keeper/pemegang rahasia pimpinan kaitannya dnegan tugas perusahaan.
  • Mediator pimpinan dengan bawahan.

2. Terhadap bawahan/karyawan :

  • Membantu memberikan motivasi kepada karyawan lain.
  • Mediator antara bahawan/karyawan dengan pimpinan.
  • Membantu/memfasilitasi bawahan ketika hendak bertemu dengan pimpinan.
  • Memberikan rasa puas dan bangga kepada bawahan terhadap hasil kerja mereka.

TUGAS SEKRETARIS

Di banding dengan posisi lain, sekretaris termasuk karyawan yang memiliki multi tugas, di antaranya :

1. Menurut wewenangnya.

  • Tugas rutin. Meliputi pengetikan, making call, menerima tamu, korespondenci, filling, surat menyurat.
  • Tugas instruksi. Meliputi penyusunan jadwal perjalanan, making appointment, pengaturan keuangan, persiapan dan penyelenggaraan rapat, arrange schedule.
  • Tugas kreatif. Meliputi pembuatan formulir telepon, dokumentasi,mengirim ucapan kepada klien, mengatur ruang kantor pimpinan.

2. Menurut jenis tugasnya.

  • Tugas administrasi.perkantoran. meliputi surat menyurat, pembuatan laporan, filling.
  • Tugas resepsionis. Meliputi making call, melayani tamu, menyusul jadwal pertemuan pimpinan.
  • Tugas social. Meliputi mengatur rumah tangga kantor, mengirim ucapan selamat kepada relasi, mempersiapkan respsi/jamuan.acara resmi kantor.
  • Tugas insidentil. Meliputi mempersiapkan rapat,mempersiapkan pidato, presentasi, dan mempersiapkan perjalanan dinas pimpinan.
Syarat-sayarat profesional

Selama ini, orang cenderung mendeskripsikan seorang sekretaris sebagai sosok wanita berpenampilan cantik dan menarik. Anggapan ini jelas salah besar. Karena seorang sekretaris tidak melulu ahrus selorang wanita. Dan kalaupun ia wanita, tidak selalu harus cantik dan menarik.

Secara professional, ada sejumlah syarat seorang sekretaris yang baik.

  1. Personality. Di antaranya sabar, tekun, disiplin, tidak cepat menyerah, berpenampilan baik, jujur, loyal, pandai berbicara, sopan dan bisa menjaga image perusahannya.
  2. General Knowledge. Memiliki kemampuan memadai terhadap segala sesuatu perubahan dan perkembangan yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan aktivitas organisasi.
  3. Special knowledge. Memiliki pengetahuan yang berkaitan khusus dengan posisinya sebagai seorang sekretaris.
  4. Skill and technic, di antaranya meliputi kemampuan mengetik, koresponednsi, stenografi (sekarang bukan syarat mutlak) dan kearsipan.
  5. Practice, kemampuan melaksanakan tugas seharu-hari seperti menerima telepon, menerima tamu, menyiapkan rapat, membuat agenda pimpinan dll

Sabtu, 01 November 2008

PENCITRAAN PRIBADI

Berbicara pencitraan tak lepas dari preposisi seseorang atau organisasi terhadap citranya dimata public sehingga melahirkan sebuah respon positif. Begitu juga akselerasi public terhadap pribadi selalu dapat dilihat dari sejauhmana menampilkan kesan positif yang bisa membangun tingkat kepercayaan terhadap pigur pribadi atau branch image sebuah organisasi.

Maslahnya sering kali terjadi kalau citra membangkitkan kepura-puraan kita terhadap public. Sehingga seolah anda melakukan sesuatu bukan diri kita tapi polesan lipstick. Apa yang kita lakukan hampir sama dengan apa yang kita pikirkan. Anda akan terlihat percaya diri ketika anda berpikir bahwa diri anda pantas untuk memiliki citra anda sehingga ketika anda masuk kesebuah butik atau restoran anda pikirkan tentang jenis pelayanan yang anda terima, cara orang lain menatap anda dengan respect dan segalanya Nampak tepat pada tempatnya bagi anda.

Itulah pemposisian citra anda terlihat akan kuat tapi tidak mencerminkan kearoganan dan kemunafikan didalamnya tapi didalam ada ketulusan hati untuk berprilaku sehingga semua orang akan menangkap citra anda secara positif karena memang anda pantas mendapatkan repect tersebut.

Citra Pribadi

Menurut “Collin English Dictionary” (Sandra Oliver, 2006:50) memberikan istilah citra, identitas dan reputasi. Citra – suatau gambaran tenatang mental; ide yang dihasilkan oleh imaginasi atau kepribadian yang ditunjukan kepada public oleh seseorang, organisasi dan sebagainya. Sedang identitas – keadaan yang memiliki karakteristik unik untuk menidentifkasikan atau karakteristik individual dimana seseorang atau sesuatu dilihat. Reputasi – reputasi butruk atau kemashuran, terutama bagi beberapa karakteristik khusus.

Bobby Linkemer mengartikan citra sebagai kemasan manusia-perangai, pola tutur, kebiasaan kerja, postur-yang dihubungkan dengan bagian yang paling mengendalikan dan membatasi dari masyarakat” (1990:11) sedang Carl Roger (1993) mengartikan citra sebagai realitas dimana orang hanya dapat bereaksi terhadap apa yang telah mereka alami dan rasakan. Jane Miller (1995) sebagai sikap jujur kepada diri sendiri dan sesuai dengan situasi atau diartikan sebagai refkelsi sejati dari siapa anda sesungguhnya.

Begitu juga Virginia Hortton-Bettman, presiden dari Best suited for the executive image mengartikan citra sebagai alat komunikasi, bagian dari paket keterampilan anda dan papan untuk mengiklankan siapa anda, apa yang anda kerjakan seberapa baik anda dapat mengerjakan.

Ada juga yang mengatakan citra hanya sebuah mitos saja yang diartikan sebagai apa saja yang diinginkan bos atau aturan main yang harus anda jalani dalam dunia yang bersifat manipulasi dan curang. Dimata anak muda mendefiniskan citra sebagai memiliki kepercayaan diri, bersifat pleksibel, membawakan gambaran yang kompeten kepada dunia.

Amati citra sendiri dan sekeliling anda.

Pandangan yang berlaku dalam mengamati diri sendiri dalam pencitraan ada dua asumsi adalah 1). Citra anda – profesional atau pribadi, harus berupa ekspresi pribadi dari siapa anda sebenarnya, bukan lipstick yang menutupi dan dirancang untuk mengelabui publik yang ingin anda pengaruhi. Atau 2). ekspresi itu harus sesuai dengan situasi, lingkungan atau budaya di mana anda berfungsi.

Asumsi pertama, anda mengetahui siapa diri anda sebenarnya dan bagaimana mengekspresikan secara akurat dan tulus. Artinya anda punya gagasan mengenai apa yang anda pikir, rasa, inginkan dan nilai serta pesan anda yang akan disampaikan kepada publik. asumsi kedua adalah anda mengetahui apa yang diharapkan dari tempat anda didalam bisnis atau tempat lain dimana anda kebetulan berada dan bahwa anda dapat dengan nyaman dan konsisten menyatu dengan lingkungan.

Sehingga citra anda adalah persepsi yang anda pahami yaitu cara anda memandang diri sendiri dari dalam, memandang keluar; cara orang lain memandang anda dari luar, memandang keluar dan cara anda inngin menadang diri sendiri dan dipandang.

Darimana anda mau memperbaiki seandainya anda menyadari kalau asumsi diatas belum sesuai dengan apa yang diharapkan anda yang relatif baru bagi perubahan diri anda. Tentu saja perubahan real dari sudut luar, seperti penampilan anda, warna dan potongan pakaian anda, cara anda berjalan dan berjabat tangan, cara anda berjalan, potongan rambut anda, postur anda, kacamata dan rangkaian eksternal yang hampir tak pernah habis kalau anda amati terus.

Para psikolog lebih cenderung perbaikan dari pribadi anda dulu, sedang para profesional citra cenderung dari luar dulu karena orang lebih cenderung melihat penampilan luar daripada dalam.

Unsur-unsur citra anda.

1. Kesan pertama begitu memikat.

Kesan pertama anda dalam waktu beberapa detik, lawan bicara akan menarh respek kepada anda atau mengabaikan anda, karena pesan yang anda kirimkan melalui bentuk, postur, wajah dan kontak mata anda. Dapat kita lihat pandangan orang lain : Ia akan melihat anda dengan pandangan menyeluruh, kemudian ia mendengar suara anda – bagaimana suara anda terdengar dan apa yang anda katakana membuat satu lagi kesan yang nyata, relasi anda menyentuh anda dengan sebuah jabat tangan yang kuat yang bisa menjembatani kesenjangan anda dan menguatkan sebauah hubungan, pada jarak dekat itu – ia akan mencium bau anda, dan walaupun tidak adanya aroma lebih disukai, aroma yang tidak terlalu jelas juga mencapai tujuan.Indera kelima adalah perasa berupa pelukan dan sentuhan jelas memperkuat kepribadian anda.

2. Berbusana demi keberhasilan.

Sukailah diri anda, itulah bahasa yang paling pantas anda ingat. ”Tanyailah diri sendiri, bagaimana saya ingin menjadi, memandang diri saya sendiri dan dipandang orang lain lalu mengembangkan gambaran mental anda. Terlihat rumit memang, tapi deskripsikan apa saja yang ingin tekankan terhadap citra anda seperti kanvas lukisan kosong, mulai dari atas sendiri, berapa pnajang rambut anda? Bagaimana tampaknya bagian wajah anda? bagian mana yang paling menonjol sebagai paling menarik? Bagaimakah tampang anda dengan kumis dan jenggot?

Anda berbusana sebagai isyarat respek kepada orang lain dan jabatan yang anda pegang sebagai wujud komunikasi positif., bukan sekedar kenyamana anda sendiri. Ambil Amannya saja, sehingga anda merasa pasti akan tempat anda berpijak dan telah mencapai cukup kredibilitas untuk mengekspresikan gaya anda sendiri.

Pria atau wanita, bila anda memulai dari awal sekali, anda akan memerlukan satu setelan, tiga kemeja dan tiga dasi. Stelan ituharus konservatif dari bahan wol atau campuran wol dengan ketebalan sedang dan warna bisnis (abu-abu atau biru tua), dua kancing, belahan tunggal; jasnya harus berkelepak. Kemejanya harus terbuat dari katun atau campuran katun, berlengan panjang dan dalam tiga warna (putih, biru muda dan bergaris halus, dasinya (merah kecoklatan, abu-abu muda atau biru dan biru tua, dasi tersebut jangan solid, tetapi sebaiknya berstrip merah atau cetakan kecil yang berulang. SAepatu berwarna hitam atau coklat bertali dengansetuhan tas atase semakin tipis semakin baik dan sesuaikan dengan tempat kita berada.

Kedengarannya terlalu formal, tapi itulah penampilan yang aman, tidak akanmenyerang dan tidak ada aka nada yang dikonsentrasikan selain wajah anda yang meruapakan apa yang anda ingin agar dipandang oleh orang lain.

3. Suara anda, citra komunikasi anda.

Suara anda memikirkan bunyi suara (volume, nada, kecepatan, kepasihan dan resonansi) sewaktu anda berbicara. Kaidahnya adalah belajar menggunakan bahasa itu benar dan berlatihj mengucapkan sehingga anada dapat dimengerti oleh orang lain untuk tidak dapat dimengerti oleh orang lain atau secara pribadi mulailah mempelajari kaidah bahasa yang baik, baca majalah dan buku yang baik. Ada hal lain tak kalah penting adalah isi pembicaraan anda, bila anda engetahui apa yang anda ingin katakana, berlatihlah untuk mengatakannya. Ulangi dihadapan teman, cermin atau dalam benak anda. Dan disela-sela berbicara, belajarlah untuk mendengarkan untuk menyerap apa yang dikatakan orang lain. Atau dengarkan, pikirkan baik-baik apa yang anda dengar, serap, ajukan pertanyaan, lalu beri respon terhadap apa yang anda dengar.

4. Bahasa tubuh.

Tubuh anda bahasa diam yang paling mudah ditafsirkan orang lain. Tubuh anda juga menriakan pesannya dengan cara anda sendiri, duduk, mencondongkan badan kedapan untuk mendengarkan, mengankat bahu, bersedekap, melakuakn gerkaan isyarat sewaktu berbicara, merosot dikursi anda dan berjalan masuk atau keluar ruangan. Anda juga memproyeksikan diri anda kedlaam perjumpaan dengan langkah maju, mengakat dagu, mengadkaan kontak mata, menjulurkan tangan dan tersenyum.

Disiplinkan hidup anda.

Ada beberapa pedoman penting yang dikemukakan oleh Bobby Linkemer (1990:89) untuk mendisiplinkan hidup anda ada beberap aturan yaitu :

  • Jaga agar atena anda tetap mencuat
  • Olah informasi yang anda tangkap
  • Evaluasinya situasinya dan perasaan anda secara konsisten dan terus menerus
  • Apapun pekerjaan yang anda miliki, asalkan anda mempunyainya, berikan upaya anda 110 persen kepadanya.
  • Perhatikan tujuan anda dan bertindak seolah anda sudah mencapainya.
  • Pelajari aturan perusahaan atau departemen anda dan patuhi aturan tersebut.
  • Bila merasa bimbang, mainkan dengan cara konservatif – dalam semua cara.

Lebih mendalam lagi David J Schwartz (1996) dalam bukunya „The Magic of Thingking Big” merangkaikan beberapa hal untuk peningkatan kualitas citra pribadi seseorang antara lain :

  1. Percaya anda dapat berhasil, maka andapun akan benar-benar berhasil (Berpikir sukses, jangan berpikir gagal; ingatkan diri anda secara teratur bahwa anda lebih baik daripada yang anda kira; percaya besar).
  2. Sembuhkan diri anda dari dalih, penyakit kegagalan.
  3. Bangun kepercayaan dan hancurkan ketakutan (depositokan hanya pikiran positif dalam bank ingatan anda, miliki paandangan seimbang mengenai orang lain, kembangkan sikap penuh pengertian, duduklah selalu dikursi yang paling depan, biasakan mengadkaan kontak mata, berjalan 25 % lebih cepat, tersenyum lebar)
  4. Ingat berpikir besar selalu memberikan imbalan (jangan mengidap kompleks imperioritas, gunakan kosakata pemikir besar, bentangkan visi anda, dapatkan pandangan besar mengenai pekerjaan anda dan jangan berpikir tentang hal-hal yang sepele)
  5. Bagaimanakah berfikir dan bermimpi secara kreatif (percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan, jangan biarkan tradisi melumpuhkan pikiran anda, bertanyalah pada diri sendiri setiap hari : ”bagaimanakah saya dapat bekerja dengan lebih baik?”, bertanyalah pada diri sendiri, :bagaimanakah saya dapat bekerja lebih banyak?”, praktikan bertanya dan mendengarkan dan bentangkan pikiran anda)
  6. Anda adalah apa yang anda pikirkan mengenai diri anda (tampil penting – ini membantu anda berpikir penting, berpikirlah pekerjaan anda penting, beri diri anda percakapan pendek pemberi semangat beberapa kali sehari, didalam semua situasi kehidupan bertanyalah pada diri sendiri : ”apakah ini cara orang penting berpikir?”)
  7. Atur lingkungan anda, gunakan selalu kelas satu (sadarlah akan lingkungan, buat lingkungan anda bekerja anda, jangan biarkan orang berpikiran kecil menahan anda, dapatkan nasihat anda dari orang yang berhasil, singkirkan racun pikiran kelaur dari lingkungan anda dan gunakan segalanya yang kelas satu)
  8. Jadikan sikap anda sekutu anda (tumbuhkan sikap saya aktif : gali lebih dalam, bersemangaatlah dalam segalanya mnegenai anda, siarkan berita baik; tumbhkan sikap ”anda orang penting”, Tumbuhkan sikap utamakan pelayanan)
  9. Berpikir benar tentang orang lain (jadikan diri anda lebih ringan untuk diangkat, ambil inisiatif dalam membina persahabatan, terima perbedaan dan keterbatasan manusia, setel saluran pikiran baik, praktekan kemurahan hati dalam bercakap, praktikan kebaikan hati selalu, jangan menyalahkan orang lain jika anda mengalami kemunduran)
  10. Tumbuhkan kebiasaan bertindak (jadilah aktivasionist,jangan menunggu hingga keadaanya sempurna,ingat – gagasan saja tidak akan memberikan keberhasilan,gunakan tindakan untuk menghilangkan ketakutan dan mendapatkan kepercayaan diri,mulai mesinmental anda secara mekanis,berpikir dalam pengertian sekarang, segegralah bertindak, ambil inisiatif)
  11. Bagaimana mengubah kekalahan menjadi kemenangan (pelajari kemunduran untuk melicinkan jalan menuju keberhasilan, miliki keberanian untuk jadi kritikus diri sendiri secara konstruktif, berhenti menyalahkan nasib, gabungkan ketekunan dengan eksperimen, ingatlah ada sisi baik dalam setiap situasi)
  12. Gunakan tujuan untuk membantu anda bertumbuh (tetapkan secara jelas kemana anda ingin pergi, tulis rencana 10 tahun anda, turuti keinginan anda, biarkan tujuan utama anda menjadi pedoman otomatis anda, capailah tujuan anda satu langkah demi langkah, kembangkan tujuan 30 hari, ambil jalan memutar dalam langkah anda, lakukan investasi dalam diri anda)
  13. Bagaimanakah berfikir seperti pemimpin (bertukar pikiranlah dengan orang-orang yang ingin anda pengaruhi, terapkan kaidah manusiawi dalam berusrusan dengan orang lain, berpikirlah maju – percayalah akan kemajuan, mendesakalah untuk maju, luangkan waktu untuk berunding dengan diri sendiri)




Bagaimana meningkatkan pencitraan diri anda?


Berbicara pencitraan tak lepas dari preposisi seseorang atau organisasi terhadap citranya dimata public sehingga melahirkan sebuah respon positif. Begitu juga akselerasi public terhadap pribadi selalu dapat dilihat dari sejauhmana menampilkan kesan positif yang bisa membangun tingkat kepercayaan terhadap pigur pribadi atau branch image sebuah organisasi.

Masalahnya sering kali terjadi kalau citra membangkitkan kepura-puraan kita terhadap public. Sehingga seolah anda melakukan sesuatu bukan diri kita tapi polesan lipstick. Apa yang kita lakukan hampir sama dengan apa yang kita pikirkan. Anda akan terlihat percaya diri ketika anda berpikir bahwa diri anda pantas untuk memiliki citra anda sehingga ketika anda masuk kesebuah butik atau restoran anda pikirkan tentang jenis pelayanan yang anda terima, cara orang lain menatap anda dengan respect dan segalanya Nampak tepat pada tempatnya bagi anda.

Itulah pemposisian citra anda terlihat akan kuat tapi tidak mencerminkan kearoganan dan kemunafikan didalamnya tapi didalam ada ketulusan hati untuk berprilaku sehingga semua orang akan menangkap citra anda secara positif karena memang anda pantas mendapatkan repect tersebut.

Citra Pribadi

Menurut “Collin English Dictionary” (Sandra Oliver, 2006:50) memberikan istilah citra, identitas dan reputasi. Citra – suatau gambaran tenatang mental; ide yang dihasilkan oleh imaginasi atau kepribadian yang ditunjukan kepada public oleh seseorang, organisasi dan sebagainya. Sedang Identitas – keadaan yang memiliki karakteristik unik untuk menidentifkasikan atau karakteristik individual dimana seseorang atau sesuatu dilihat. Reputasi – reputasi butruk atau kemashuran, terutama bagi beberapa karakteristik khusus.

Bobby Linkemer mengartikan citra sebagai kemasan manusia-perangai, pola tutur, kebiasaan kerja, postur-yang dihubungkan dengan bagian yang paling mengendalikan dan membatasi dari masyarakat” (1990:11) sedang Carl Roger (1993) mengartikan citra sebagai realitas dimana orang hanya dapat bereaksi terhadap apa yang telah mereka alami dan rasakan. Jane Miller (1995) sebagai sikap jujur kepada diri sendiri dan sesuai dengan situasi atau diartikan sebagai refkelsi sejati dari siapa anda sesungguhnya.

Begitu juga Virginia Hortton-Bettman, presiden dari Best suited for the executive image mengartikan citra sebagai alat komunikasi, bagian dari paket keterampilan anda dan papan untuk mengiklankan siapa anda, apa yang anda kerjakan seberapa baik anda dapat mengerjakan.

Ada juga yang mengatakan citra hanya sebuah mitos saja yang diartikan sebagai apa saja yang diinginkan bos atau aturan main yang harus anda jalani dalam dunia yang bersifat manipulasi dan curang. Dimata anak muda mendefiniskan citra sebagai memiliki kepercayaan diri, bersifat pleksibel, membawakan gambaran yang kompeten kepada dunia.

Amati citra sendiri dan sekeliling anda.

Pandangan yang berlaku dalam mengamati diri sendiri dalam pencitraan ada dua asumsi adalah 1). Citra anda – profesional atau pribadi, harus berupa ekspresi pribadi dari siapa anda sebenarnya, bukan lipstick yang menutupi dan dirancang untuk mengelabui publik yang ingin anda pengaruhi. Atau 2). ekspresi itu harus sesuai dengan situasi, lingkungan atau budaya di mana anda berfungsi.

Asumsi pertama, anda mengetahui siapa diri anda sebenarnya dan bagaimana mengekspresikan secara akurat dan tulus. Artinya anda punya gagasan mengenai apa yang anda pikir, rasa, inginkan dan nilai serta pesan anda yang akan disampaikan kepada publik. asumsi kedua adalah anda mengetahui apa yang diharapkan dari tempat anda didalam bisnis atau tempat lain dimana anda kebetulan berada dan bahwa anda dapat dengan nyaman dan konsisten menyatu dengan lingkungan.

Sehingga citra anda adalah persepsi yang anda pahami yaitu cara anda memandang diri sendiri dari dalam, memandang keluar; cara orang lain memandang anda dari luar, memandang keluar dan cara anda inngin menadang diri sendiri dan dipandang.

Darimana anda mau memperbaiki seandainya anda menyadari kalau asumsi diatas belum sesuai dengan apa yang diharapkan anda yang relatif baru bagi perubahan diri anda. Tentu saja perubahan real dari sudut luar, seperti penampilan anda, warna dan potongan pakaian anda, cara anda berjalan dan berjabat tangan, cara anda berjalan, potongan rambut anda, postur anda, kacamata dan rangkaian eksternal yang hampir tak pernah habis kalau anda amati terus.

Para psikolog lebih cenderung perbaikan dari pribadi anda dulu, sedang para profesional citra cenderung dari luar dulu karena orang lebih cenderung melihat penampilan luar daripada dalam.

Unsur-unsur citra anda.

1. Kesan pertama begitu memikat.

Kesan pertama anda dalam waktu beberapa detik, lawan bicara akan menarh respek kepada anda atau mengabaikan anda, karena pesan yang anda kirimkan melalui bentuk, postur, wajah dan kontak mata anda. Dapat kita lihat pandangan orang lain : Ia akan melihat anda dengan pandangan menyeluruh, kemudian ia mendengar suara anda – bagaimana suara anda terdengar dan apa yang anda katakana membuat satu lagi kesan yang nyata, relasi anda menyentuh anda dengan sebuah jabat tangan yang kuat yang bisa menjembatani kesenjangan anda dan menguatkan sebauah hubungan, pada jarak dekat itu – ia akan mencium bau anda, dan walaupun tidak adanya aroma lebih disukai, aroma yang tidak terlalu jelas juga mencapai tujuan.Indera kelima adalah perasa berupa pelukan dan sentuhan jelas memperkuat kepribadian anda.

2. Berbusana demi keberhasilan.

Sukailah diri anda, itulah bahasa yang paling pantas anda ingat. ”Tanyailah diri sendiri, bagaimana saya ingin menjadi, memandang diri saya sendiri dan dipandang orang lain lalu mengembangkan gambaran mental anda. Terlihat rumit memang, tapi deskripsikan apa saja yang ingin tekankan terhadap citra anda seperti kanvas lukisan kosong, mulai dari atas sendiri, berapa pnajang rambut anda? Bagaimana tampaknya bagian wajah anda? bagian mana yang paling menonjol sebagai paling menarik? Bagaimakah tampang anda dengan kumis dan jenggot?

Anda berbusana sebagai isyarat respek kepada orang lain dan jabatan yang anda pegang sebagai wujud komunikasi positif., bukan sekedar kenyamana anda sendiri. Ambil Amannya saja, sehingga anda merasa pasti akan tempat anda berpijak dan telah mencapai cukup kredibilitas untuk mengekspresikan gaya anda sendiri.

Pria atau wanita, bila anda memulai dari awal sekali, anda akan memerlukan satu setelan, tiga kemeja dan tiga dasi. Stelan ituharus konservatif dari bahan wol atau campuran wol dengan ketebalan sedang dan warna bisnis (abu-abu atau biru tua), dua kancing, belahan tunggal; jasnya harus berkelepak. Kemejanya harus terbuat dari katun atau campuran katun, berlengan panjang dan dalam tiga warna (putih, biru muda dan bergaris halus, dasinya (merah kecoklatan, abu-abu muda atau biru dan biru tua, dasi tersebut jangan solid, tetapi sebaiknya berstrip merah atau cetakan kecil yang berulang. SAepatu berwarna hitam atau coklat bertali dengansetuhan tas atase semakin tipis semakin baik dan sesuaikan dengan tempat kita berada.

Kedengarannya terlalu formal, tapi itulah penampilan yang aman, tidak akanmenyerang dan tidak ada aka nada yang dikonsentrasikan selain wajah anda yang meruapakan apa yang anda ingin agar dipandang oleh orang lain.

3. Suara anda, citra komunikasi anda.

Suara anda memikirkan bunyi suara (volume, nada, kecepatan, kepasihan dan resonansi) sewaktu anda berbicara. Kaidahnya adalah belajar menggunakan bahasa itu benar dan berlatihj mengucapkan sehingga anada dapat dimengerti oleh orang lain untuk tidak dapat dimengerti oleh orang lain atau secara pribadi mulailah mempelajari kaidah bahasa yang baik, baca majalah dan buku yang baik. Ada hal lain tak kalah penting adalah isi pembicaraan anda, bila anda engetahui apa yang anda ingin katakana, berlatihlah untuk mengatakannya. Ulangi dihadapan teman, cermin atau dalam benak anda. Dan disela-sela berbicara, belajarlah untuk mendengarkan untuk menyerap apa yang dikatakan orang lain. Atau dengarkan, pikirkan baik-baik apa yang anda dengar, serap, ajukan pertanyaan, lalu beri respon terhadap apa yang anda dengar.

4. Bahasa tubuh.

Tubuh anda bahasa diam yang paling mudah ditafsirkan orang lain. Tubuh anda juga menriakan pesannya dengan cara anda sendiri, duduk, mencondongkan badan kedepan untuk mendengarkan, mengangkat bahu, bersedekap, melakuakn gerkaan isyarat sewaktu berbicara, merosot dikursi anda dan berjalan masuk atau keluar ruangan. Anda juga memproyeksikan diri anda kedalam perjumpaan dengan langkah maju, mengangkat dagu, mengadakan kontak mata, menjulurkan tangan dan tersenyum.

Disiplinkan hidup anda.

Ada beberapa pedoman penting yang dikemukakan oleh Bobby Linkemer (1990:89) untuk mendisiplinkan hidup anda ada beberap aturan yaitu :

  • Jaga agar atena anda tetap mencuat
  • Olah informasi yang anda tangkap
  • Evaluasinya situasinya dan perasaan anda secara konsisten dan terus menerus
  • Apapun pekerjaan yang anda miliki, asalkan anda mempunyainya, berikan upaya anda 110 persen kepadanya.
  • Perhatikan tujuan anda dan bertindak seolah anda sudah mencapainya.
  • Pelajari aturan perusahaan atau departemen anda dan patuhi aturan tersebut.
  • Bila merasa bimbang, mainkan dengan cara konservatif – dalam semua cara.

Lebih mendalam lagi David J Schwartz (1996) dalam bukunya „The Magic of Thingking Big” merangkaikan beberapa hal untuk peningkatan kualitas citra pribadi seseorang antara lain :

  1. Percaya anda dapat berhasil, maka andapun akan benar-benar berhasil (Berpikir sukses, jangan berpikir gagal; ingatkan diri anda secara teratur bahwa anda lebih baik daripada yang anda kira; percaya besar).
  2. Sembuhkan diri anda dari dalih, penyakit kegagalan.
  3. Bangun kepercayaan dan hancurkan ketakutan (depositokan hanya pikiran positif dalam bank ingatan anda, miliki paandangan seimbang mengenai orang lain, kembangkan sikap penuh pengertian, duduklah selalu dikursi yang paling depan, biasakan mengadkaan kontak mata, berjalan 25 % lebih cepat, tersenyum lebar)
  4. Ingat berpikir besar selalu memberikan imbalan (jangan mengidap kompleks imperioritas, gunakan kosakata pemikir besar, bentangkan visi anda, dapatkan pandangan besar mengenai pekerjaan anda dan jangan berpikir tentang hal-hal yang sepele)
  5. Bagaimanakah berfikir dan bermimpi secara kreatif (percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan, jangan biarkan tradisi melumpuhkan pikiran anda, bertanyalah pada diri sendiri setiap hari : ”bagaimanakah saya dapat bekerja dengan lebih baik?”, bertanyalah pada diri sendiri, :bagaimanakah saya dapat bekerja lebih banyak?”, praktikan bertanya dan mendengarkan dan bentangkan pikiran anda)
  6. Anda adalah apa yang anda pikirkan mengenai diri anda (tampil penting – ini membantu anda berpikir penting, berpikirlah pekerjaan anda penting, beri diri anda percakapan pendek pemberi semangat beberapa kali sehari, didalam semua situasi kehidupan bertanyalah pada diri sendiri : ”apakah ini cara orang penting berpikir?”)
  7. Atur lingkungan anda, gunakan selalu kelas satu (sadarlah akan lingkungan, buat lingkungan anda bekerja anda, jangan biarkan orang berpikiran kecil menahan anda, dapatkan nasihat anda dari orang yang berhasil, singkirkan racun pikiran kelaur dari lingkungan anda dan gunakan segalanya yang kelas satu)
  8. Jadikan sikap anda sekutu anda (tumbuhkan sikap saya aktif : gali lebih dalam, bersemangaatlah dalam segalanya mnegenai anda, siarkan berita baik; tumbhkan sikap ”anda orang penting”, Tumbuhkan sikap utamakan pelayanan)
  9. Berpikir benar tentang orang lain (jadikan diri anda lebih ringan untuk diangkat, ambil inisiatif dalam membina persahabatan, terima perbedaan dan keterbatasan manusia, setel saluran pikiran baik, praktekan kemurahan hati dalam bercakap, praktikan kebaikan hati selalu, jangan menyalahkan orang lain jika anda mengalami kemunduran)
  10. Tumbuhkan kebiasaan bertindak (jadilah aktivasionist,jangan menunggu hingga keadaanya sempurna,ingat – gagasan saja tidak akan memberikan keberhasilan,gunakan tindakan untuk menghilangkan ketakutan dan mendapatkan kepercayaan diri,mulai mesinmental anda secara mekanis,berpikir dalam pengertian sekarang, segegralah bertindak, ambil inisiatif)
  11. Bagaimana mengubah kekalahan menjadi kemenangan (pelajari kemunduran untuk melicinkan jalan menuju keberhasilan, miliki keberanian untuk jadi kritikus diri sendiri secara konstruktif, berhenti menyalahkan nasib, gabungkan ketekunan dengan eksperimen, ingatlah ada sisi baik dalam setiap situasi)
  12. Gunakan tujuan untuk membantu anda bertumbuh (tetapkan secara jelas kemana anda ingin pergi, tulis rencana 10 tahun anda, turuti keinginan anda, biarkan tujuan utama anda menjadi pedoman otomatis anda, capailah tujuan anda satu langkah demi langkah, kembangkan tujuan 30 hari, ambil jalan memutar dalam langkah anda, lakukan investasi dalam diri anda)
  13. Bagaimanakah berfikir seperti pemimpin (bertukar pikiranlah dengan orang-orang yang ingin anda pengaruhi, terapkan kaidah manusiawi dalam berusrusan dengan orang lain, berpikirlah maju – percayalah akan kemajuan, mendesakalah untuk maju, luangkan waktu untuk berunding dengan diri sendiri)

Demikianlah cengan pencitraan pribadi inilah kehidupan anda berubah total sehingga memberikan motivasi anda untuk melangkah kejenjang hidup yang dulu mungkin tidak begitu membuat anda bahagia, karena kebahagiaan itu sendiri ternyata ada pada sejauhmana anda menilai diri anda sehingga orang lain bisa melihat seluruh bingkai yang utuh yaitu pribadi anda.