Analisis jabatan menurut Dale Yoder (1981:210) diartikan sebagai prosedur melalui fakta-fakta yang berhubungan dengan setiap jabatan yang diperoleh dan dicatat secara sistematis. Biasa disebut studi jabatan yang mempengaruhi tugas-tugas, proses-proses, tanggungjawab dan kebutuhan kepegawaian yang diselidiki. Analisis jabatan harus dibedakan dengan analisis kerja yang menitik beratkan pada karakteristik pegawai, penggunaan ujian fisik, tes-tes, wawancara dan prosedur lainnya untuk tujuan tersebut.
Tahap-tahap dasar.
ada lima tahap dasar analisis jabatan yang dikemukakan oleh Anderew J. Dubrin (1982:29) yaitu :
- Tahap 1. pengumpulan latar belakang informasi.
- Tahap 2. Pemilihan kedudukan yang refresentatif
- Tahap 3. pengumpulan data analisis jabatan
- Tahap 4. pengembangan deskripsi jabatan
- Tahap 5. Pengembangan spesifikasi jabatan
Tujuan analisis jabatan - menentukan kuantifkasi yang diperlukan pemegang jabatan.
- melengkapi bimbingan dalam seleksi dan penarikan pegawai
- mengevaluasi kebutuhan pegawai untuk pemindahan atau promosi jabatan.
- menetapkan kebutuhan untuk program pelatihan.
- menentukan tingkat upah, gaji, dan pemeliharaan administrasi upah dan gaji.
- mempertimbangkan keadilan dari jasa yang kurang puas terhadap pernyataan yang diberikan.
- menetapkan tanggungjawab, pertanggungjawaban dan autoritas.
- menetapkan tuntutan yang esensial dalam penetapan standar produksi
- melengkapi clues untuk peningkatan metode dan penyederhaan kerja.
|