Selasa, 12 Agustus 2014

BISNIS TIONGHOA

Benarkah keberhasilan sebagian besar para pengusaha etnis Tionghoa lantaran dekat dengan penguasa?. Bisa benar dan bisa juga salah, karena ada juga yang berjuang tanpa dekat dengan kekuasaan bahkan sangat prihatin sekali, terkadang malah ada diskriminasi ras.

Ada juga yang mengatakan kehidupan mereka maju karena etos kerjanya yang luar biasa, selain itu sejak kecil warga keturunan selalu diajarkan untuk tahu diri. Mereka merasa sebagai kaum minoritas termasuk dalam bertindak tidak boleh terlalu menonjol atau berlebihan dan gampang minta bantuan pada orang lain, sebab kalau minta bantuan biasanya orang yang mau bantu jadi sungkan. Beda kalau bantuan itu diberikan karena kemauan yang membantu, biasanya lebih tulus.

Dalam kehidupan sehari-hari kalau memiliki penghasilan Rp10, hanya Rp 2 yang biasa digunakan selebihnya mereka tabung. semuanya sudah disosialisasikan sejak kecil dilingkungan keluarga. Sedang dalam kerja, orang tionghoa selalu diajarkan agar tidak tergantung pada orang lain dan harus mampu menguasai jenis pekerjaan dari yang paling mudah sampai yang sulit. Bahkan beranggapan kalau pekerjaan itu tidak permanen seperti layaknya roda berputar, suatu saat diatas, lain waktu dibawah.Maka modal yang paling penting bagi etnis tionghoa adalah sikap dapat dipercaya. Berapapun uang yang diberikan kalau tidak bisa dipercaya, ya tidak akan berhasil. Begitu juga kalau memiliki usaha sendiri.

Bisnis bagian dari budaya
Prinsip orang Tionghoa, ”Apa yang kami lakukan hari ini, bukan untuk hari ini saja, tapi untuk kedepan” Jadi kedepan untuk apa ? Sehingga perlu modal, modal bukan hanya uang saja, tapi bisa juga keterampilan, semangat dan kepercayaan sehingga harus pandai bergaul serta berkomunikasi. Nah, perdagangan adalah lahan satu-satunya yang paling memungkinkan untuk saling berkomunikasi dan bergaul, saling kenal dan membangun relasi.

Begitu juga menjadi pedagang bukan karena faktor keturunan. Ini lebih berkaitan dengan pendidikan awal di lingkungan keluarga sebagai akar budaya khas, dengan alasan keluarga Tionghoa tidak semudah suku lain sehingga mereka bekerja keras. Lalu kenapa banyak orang Tionghoa jarang menekuni profesi lain? Sebagai kaum minoritas, mereka menyadari akan keterbatasan peluang bagi mereka. Namun setelah reformasi politik sejak mulai priode Gusdur sedikit banyak perubahan paradigma perubahan profesi, banyak orang Tionghoa yang terjun ke dunia politik dan birokrasi. Banyak dari keturunan Tionghoa yang terjun ke politik, kita kenal Kwiek Kian Gie, Alvin Lie, dll. Mungkin yang belum terdengar kalau mereka masuk ABRI atau birokrat, mereka beranggapan masih sulit. Keterbatasan dan diskriminasi inilah yang menyebabkan mereka harus memaksakan diri memilih wiraswasta atau perdagangan. Dan disektor inilah mereka leluasa mengatur hidup. Itulah sebabnya ilmu berdagang ditanamkan dilingkungan keluarga sejak kecil yang akhirnya menjadi bagian dari budaya khas dan mereka jauh lebih survival hidupnya dibandingkan dengan penduduk peribumi. “Janganlah kebencian kepada suatu kaum menyebabkan kita berlaku tidak adil terhadap kaum tersebut”, mungkin kata yang pantas kita ungkapkan pada kita.

Kesimpulan
Dalam mengikuti system bisnis orang Tionghoa ada banyak hal yang menjadi pembelajaran di dalam diri kita baik itu dalam bentuk saham, usaha, bahkan investasi.Dalam hal kedisplinan, usaha, pengturan keuanga yang bagus dapat di jadikan contoh.Serta pengambilan keputusan yang penuh pertimbangan walau beresiko orang tionghoa tetap berupaya bertahan.Startegi yang bagus dan pemilihan bisnis yang bijaksana sesuai dengan skill masing – masing.
 

Dan orang Indonesia serng kali kalah terhadap orang Tionghoa karna orang Tionghoa belajar untuk menemukanskill mereka dan mengembangkannya, namun orang Indonesia hanya mengejar kursi dan tanpa disadari kursi yang dikejar bukanlah hal yang membuat kita lebih maju. Namun tetap pada titik yang sama yaitu di bawah kepemimpina. Bukan menjadi pemimpin.


Sumber : Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa, Liem You Tjwan, Visimedia, Jakarta, 2008.

Bisnis berorientasi konsumen

Di era persaingan bisnis yang sangat ketat dan kejam, kualitas produk, hatrga dan agresifitas distribusi kadangkal tidak lagi menjamin kemengan kita dalam merebut pasar. sehingga organisasi-organisasi /perusahaan bukan hanya selangkah didepan, melainkan juga mampu merebut hati konsumen anda dan mengubah mereka menjadi marketing-marketing setia, ada 21 ide dahsyat untuk menciptakan budaya Customer Oriented tanpa khawatir terlalu dikendalikan oleh konsumen.

Ide yang ke 1 : “ cepat atau lambat”
jika anda tidak bias mengurus konsumen anda, maka cepat atau lambat orang lain yang akan mengurusnya. Pelanggan setia dan rela berulang-ulang dating ke suatu tempat penjualan adalah kualitas produk yang sangat bagus, harga menjadi alasan kedua dan service menjadi alas an ke3, banyak orang yang rela mengantri dan merogoh kocek dalam-dalm demi sebuah produk tertentu.tetapi banyak orang atau perusahaan yang arogan kepada konsumen karena merasa produk mereka dibutuhkan. Tetapi hal itu yang bias membuat suatu perusahaan jatuh karena mereka merasa produknya yang terbaik dan selalu dibutuhkan.

Ide yang ke 2 “kenapa tidak?”
Kesalahan kebanyakan perusahaan adalah mereka hanya berlari disaat mereka seharusnya bias sprint. Menyadari betapa pentingnya “merawat” dan mempertahankan kepuasaan konsumen barulah stngh keberhasilan. Costumer ke2 ini adalah orang-orang didalam itu lebih ampuh daripada konsumen itu sendiri.

Ide yang ke 3 “its in your heart”
Seseorang tidak terkesan oleh apa yang anda ucapkan atau lakukan melainkan oleh bagaimana anda mengatakan dan melakukannya. Semua kalimat indah, perlakuan persuasive dan fasilitas ekstra untuk konsumen akan menjadi hilang efeknya jika or-orang yang menyampaikn tidak menunjukan kesungguhan hati dan antusias didalamnya. Customer Oriented bukan hanya sekedar metode atau strategi tetapi lebih dari adalah spirit sebuah semangat yang menyala dari dalam hati.

Ide yang ke 4 “smart battle”
Untuk memenangkan sebuah peperangan anda tidak perlu memenangkan semua pertempuran. Kadangkala dengan sedikit mengalah kepada konsumen, kita justru bias memenangkan hati mereka. Daripada ngotot mempertahankan sedikit keuntungan namum kehilangan proyek berikutnya, bukankah lebih baik kita sedikit mengalah tapi mendapatkan keuntungan jangka panjang.

Ide yang ke 6 “ Moment of truth”
Bisa jadi konsumen terbaik anda adalah konsumen yang paling sering complain. Sudah jelas bahwa kita harus menjadikan testimony positif dan negative konsumen sebagai salah satu energy tambahan dan motivasi untuk kita terus melakukan yang terbaik dan mengembangkan diri. Biil gates mengeluarkan statement bahwa kadangkal justru konsumen yang sering complain kepada kita yang bias menjadi konsumen terbaik kita.

Ide yang ke 7 “kondisi suportif”
Anda harus mengambil hati seseorang sebelum meminta tanganya. Customer Oriented adalah sebuah semangat yang lahir dari hati sebuah antusiasme dan kehangatan yang muncul dari dalam diri kita. Ketika seseorang karyawan tidak nyaman dengan lingkungan kerjanya, tidak puas dengan reward yang ia terima, bingung dengan visi pemimpin yang tidak jelas dll. Tentu saja motivasinya untuk bekerja akan turun dan akan sangat sulit baginya untuk berfokus.

Ide yang ke 8 “pencitraan”
Isi sebuah buku tidak ditentukan dari bagus tidak sampulnya, tetapi minat kita untuk mengambil sebuah buku sangat ditentukan olehnya. Pencitraan adalah unsure penting dalam bisnis. Dasar dari semua bisnis adalah kepercayaan. Cutomer Oriented bukan hanya berbicara mengenai mengakomodasikan kebutuhan konsumen, ia juga berbicara mengenai bagaimana membaca persepsi mereka mengenai produk dan perusahaan kita.

Ide yang ke 9 “itu lagi, itu lagi”
Berikan kepada konsumen lebih dari yang mereka harapkan, memberikan kejutan-kejutan menyenangkan yang melebihi harapan mereka.

Ide yang ke 10 “lebay”
Kualitas tidak dilihat dari apa yang anda taruh diproduk atau jasa melainkan dari manfaat apa yang diperoleh konsumen. Kadangkala meski inovasi yang kita anggap baik dan menguntungkan belum tentu baik bagi konsumen.

Ide yang ke 11 “ saatnya peka “
Orang akan rela mengeluarkan berapapun untuk sesuatu yang sania butuhkan. Cobalah mulai peka dengan kebutuhan konsumen anda. Bukan hanya sekedar kebutuhan fisik, tetapi peka juga dengan budaya hidup, kebutuhan social, kebutuhan harga diri dan kebutuhan yang lainnya.

Ide yang ke 12 “check mate”
Konsumen tidak akan suka dengan kualitas produk dan layanan anda yang buruk, tetapi competitor sangat menyukainya. Seringkali ada banyak perusahaan yang kehilangan konsumen besar mereka hanya karena mereka menyepelekan dan meremehkan.

Ide yang  ke 13 “siapa yang butuh”
Bukan anda yang membeli produk anda, tetapi konsumen anda. Mulainya berfikir apa yang mereka inginkan dan harapakan.

Ide yang ke 14 “respon ability”
Jika anda tidak bias mempertanggung jawabkan produk anda jangan menjualnya. Jangan pernah menetapkan harga yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Jika sudah berani menjual, maka harus berani bertanggung jawab. Jangan biarkan harga produk yang menentukankualitas perusahaan anda. Justru kualitas yang harus menentukan harga produk dan jasa anda.

Ide yang ke 15 “ terlalu baik “
Tugas anda adalah merawat konsumen untuk membesarkan bisnis, bukan untuk menghancurkannya. Memang salah satu strategi untuk menjaga dan meningkatkan profit adalah dengan membuat konsumen puas dan merawat mereka. Tetapi apa gunanya jika anda merawat konsumen anda sampai anda menghasilkan semua sumber daya anda dan berakhir pada kerugian? Kadang-kadang kita mudah terjebak pada indahnya pencapaian kata-kata kepuasan konsumen.

Ide yang ke 16 “air terjun”
Costumer Oriented bukanlah metode atau teknik. Ia adalah semangat dan budaya yang ada di dalam hati. Sebelum melakukan customer oriented kepada konsumen , cobalah untuk melakukan kepada bawahan, rekan dan atasan anda. Pahamilah anda, ketahuilah kebutuhan tim anda, cobalah memberikan yang terbaik kepada tim anda. Belajarlah sebuah budaya customer oriented didalam tim anda.

Ide yang ke 17 “isi rotinya apa?”
Penampilan membuat konsumen membeli, tetapi kualitas isi membuat mereka membeli lagi dan lagi. Mencoba memperkenalkan sebuah produk baru atau produk yang nilai jualnya cukup tinggi, maka anda memerlukan orang-orang yang bukan hanya meyakinkan penampilannya, tetapi juga harus piawai menjelaskan keunggulan produk tersebut dan mampu merayu calon pembeli dengan cerdas dan halus. Penampilan menarik memiliki daya hipnotis 50% apabila ditunjang product knowledge lebih memukau dan meyakinkan.

Ide yang ke 18 “ front liner “
Jika bawahan anda mampu melakukan tugas anda lebih baik maka seharusnya dialah yang menjadi atasan anda. Pemimpin adalah orang yang paling efektif untuk membangun budaya costumer oriented yang baik. Ketika sang pemimpin tidak bisa memberikan contoh dan tidak semangat, maka setiap anggota tim akan kesulitan juga untuk mempraktekkannya. Selain itu, jika anda sendiri tidak tahu bagaimana cara menghadapi klien-klien tertentu, apalagi dengan bawahan anda?inilah pentingnya untuk setiap kita melatih dan mengasah kemampuan personal kita. Meskipun mungkin bawahan kita yang menjadi front liner dalam struktur pekerjaan, tetap dalam hal antusiasme, pengembangan diri dan membangun budaya CO, pemimpin yang harus menjadi front liner.

Ide yang ke 19 “ update status “
Untuk memahami apa yang akan dilakukan konsumen, anda harus berlari lebih cepat dan berada didepan mereka. Jika anda tidak mengikuti perkembangan gaya hidup dan buday konsumen anda, maka anda tidak akan pernah mengerti apa harapan dan kebutuhan mereka. Penting sekali untuk melakukan update terhadap diri anda dan perusahaan anda. Bahkan, pebisnis handal sudah bisa memperkirakan apa kebutuhan konsumen mereka beberapa tahun mendatang.

Ide yang ke 20 “ babi buta “
Manusia menjadi puas bukan karena apa yang mereka raih melainkan bagaimana mereka meraihnya. Bagaimanapun, yang membedakan manusia dari binatang adalah kita memiliki etika, moral, hati nurani, dan integritas, jangan sampai kita menjadi binatang ekonomi yang mencari buruan dengan membabi buta dan menhalalkan segala cara.

Ide yang ke 21 “  paham benar  ”
Anda tidak akan bisa mencapai sesuatu yang anda tidak ketahui. Bagaiamna cara kita mengukur kepuasaan konsumen? Kepuasan bagi seseorang belum tentu menjadi kepuasa orang lain.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
  1. Kegunaan produk
  2. Kualitas produk
  3. Harga dan nilai investasi
  4. Ketersediaan
  5. Dan lain-lain ( system pembayaran)

 

Rabu, 23 Juli 2014

Membangun kesetiaan pelanggan


Etika bukan komponen palayanan konsumen. Pada dasarnya pelayanan harus didasari dengan etika. Melayani berarti memasuki sebuah perjanjian dengan konsumen yang berjanji bahwa harga akan dipertukarkan dengan harga secara memuaskan bagi kedua belah pihak.Perjanjian merupakan kesepakatan tersirat yang diikat dengan harapan kejujuran, keadilan dan keandalan. Konsumen tidak ingin kecewa bila nilai dari sesuatu yang diterimanya kurang dari yang diharapkan, apalagi penyedia pelayanan tidak ingin kecewa jika konsumen tidak bertindak sesuai dengan janjinya untuk membayar. Oleh Karena itu memberikan pelayanan yang buruk bukan hanya cara berbisnis yang kasar tapi juga merupakan praktek bisnis yang tidak etis.

Konsumen jaman sekarang berbeda. Apakah kita menyebut mereka konsumen, klien, pasien, tamu, anggota atau warga, pilihan mereka lebih luas, tuntutan mereka lebih ketat dan standard mereka lebih menuntut. Organisasi – organisasi yang melayani konsumen dengan baik tahu bahwa jaman sekarang tidak ada toleransi sedikit pun terhadap kinerja yang biasa-biasa saja atau kualitas yang buruk. Mereka juga tahu ada jauh lebih banyak persyaratan bukan hanya terhadap kejujuran, tetapi juga tehadap integritas yang jelas dan keandalan yang menghasilkan kepercayaan.

Para konsumen jaman sekarang juga tidak sabar dan sedikit toleransinya terhadap organisasi-organisasi yang membebani transaksi, seringkali persis sebelum meminta pembayaran. Inilah ciri-ciri khas dunia perdagangan jaman sekarang yang mendesak kita untuk menemukan pos-pos penunjuk arah untuk menemukan jalan yang lebih efisien disepanjang jalur lama yang sudah tidak asing lagi. Jika mengikutinya, Maka  akan masuk dalam dunia yang disebut sebagai “Pelayanan Konsumen Loyal”.

Para pemimpin pelayanan konsumen loyal selalu tahu arah “Utara yang benar.’Kepercayaan diri mereka berasal dari kesadaran diri. jika kehormatanku hilang”.tulis Shakespeare kepada Anthony sebelum berperang dengan augustus,”aku hilanglah jati diriku”. Konfisius menulis: “Orang hebat tahu apa yang benar: Orang biasa tahu apa yang bisa dijual.”.

Magnetisme.
Istilah magnetis di pilih untuk menggambarkan jenis pengalaman pelayanan bagi para konsumen yang membina kesetiaan yang kuat dan terus-menerus karena kata tersebut memiliki beberapa arti dan dengan demikian berguna bagi dunia pelayanan dalam beberapa cara yang menarik.Misalnya Magnetik  berarti memiliki tarikan atau daya tarik seperti dalam hal orang yang memiliki kepribadian magnetik. Dalam penertian ini, kata ini sinonim dengan “menarik”, “mempesona”, “memikat”, “karismatik”.

Rahasia # 1
Jadikan Kepercayaan Sebagai Tindakan Nyata
Prinsip paling penting sebagai dasar pelayanan konsumen loyal adalah kepercayaan, tetapi landasan kepercayaan konsumen selalu berubah-ubah. Setiap pengalaman yang di rasakan konsumen dengan setiap penyedia pelayanan  mengubah standar untuk setiap penyedia pelayanan yang lain. Pelayanan konsumen loyal cukup fleksibel dan aktif dalam menghadapi berubah-ubah nya tuntutan konsumen terhadap kepercayaan. Kepercayaan juga memiliki banyak segi . Kepercayaan berasal sebagian dari keyakinan bahwa pengalaman pelayanan yang hebat bukan sesuatu yang didapat secara tidak sengaja. Meskipun para konsumen mungkin tergila-gila oleh kemujuran yangn menyenangkan, kesetiaan yang terus-menerus ditentukan oleh upaya untuk mengejar pengalaman-pengalaman yang mereka rasa dapat berkali-kali ditirukan lagi.

Kepercayaan muncul sebagai akibatdari kompetansi nyata yang membuat para konsumen yakin bahwa mereka sedang berhubungan dengan seseorang yang mampu melakukan sesuatu yang berguna. Para penyedia pelayanan konsumen loyal berusaha menghargai dan memperlihatkan semua ciri kepercayaa terhadap hubungan mereka dengan para konsumen.
Rahasia # 2
Pada Harapan-Harapan Konsumen, Bukan Hanya pada Kebutuhan Mereka.
“Tujuan suatu Organisasi”, tulis guru manajemen Peter Drucker, “adalah untuk menciptakan dan mempertahankan konsumen.” Segala urusan financial hanyalah alat untuk mempertahankan skor seberapa baikkah tujuan tersebut di capai.”Melayani Konsumen” berarti perusahaan harus memenuhi ekspektasi mereka terhadap proses yang mereka inginkan agar kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.

Pelayanan Konsumen Loyal berada diluar tingkat “kemungkinan sukses”. Para penyedia Pelayanan Konsumen Loyal tahu bahwa dibalik kebutuhan konsumen yang nyata terdapat harapan-harapan dan keinginan-keinginan konsumen terhadap apa yang bisa terjadi. seiring dengan harapan-harapan tersebut juga terdapat berbagai macam aspirasi, Impian dan bahkan kebutuhan bawah sadar. Para Penyedia pelayanan Konsumen Loyal tahu bahwa menyentuh reservoir ini bukan hanya memungkinkan mereka untuk mendapatkan loyalitas konsumen, tapi juga menjamin bahwa mereka dapat memperkuat loyalitas tersebut dengan mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. Disini tujuannya adalah keterbukaan, yakni suatu dialog terbuka untuk mengungkap berbagai maksud dan ambisi konsumen yang tidak dikatakan sehingga mereka dapat menjadi target pemberian pelayanan.

Rahasia # 3
Tambahkan “Karisma” pada Campuran Pelayanan
Para konsumen senang berhubungan dengan para karyawan yang memiliki komitmen; mereka senang berhubungan dengan para karyawan yang bukan hanya penuh gairah, tapi juga memberikan karisma pada pelayanan mereka.
Karisma adalah bentuk magnetisme,semacam daya tarik atau daya pikat yang khusus. Pelayanan karismatik merupakan penciptaan pengalaman pelayanan yang secara unik begitu mempesona sehingga para konsumen merasa “captivied” atau terpikat. Ini merupakan pelayanan yang berkilauan. pelayanan ini bermuatkan semacam energi yang bersifat menular-yakni energi yang mengundang energi balasan dari konsumen.Dampak yang ditimbulkan oleh Pelayanan Konsumen Loyal jelas sekali. Pelayanan Konsumen Loyal mengenai sasarannya dengan cara yang dapat meninggalkan perasaan emosional yang positif sesudahnya. Sifat keterlibatan tersebut bersifat personal dan berubah-ubah. Orang benar-benar tertarik kepada Penyedia Pelayanan bila hubungan emosional tercipta dengan orang tersebut.

Rahasia # 4
Manfaatkan Rasa Penasaran Konsumen
Konsumen memiliki sifat sangat penasaran. Satu cara untuk menggugah rasa penasaran konsumen adalah menciptakan langkah partisipasi. Daya tarik terhadap kesempatan partisipasi konsumen muncul bukan dari kenyataan bahwa mereka menuntut agar para konsumen benar-benar bergabung, melainkan dari kenyataan bahwa mereka memberikan opsi untuk berbuat demikian. seperti toko-toko makanan Fresh Market memiliki peringkat yang tinggi karena membiarkan para konsumen membungkus, menimbang dan menentukan harga buah-buahan dan sayuran mereka sendiri.

Rahasia #5
Berikan Kejutan Yang Tak Terduga-duga Kepada Konsumen

Pelayanan Konsumen Loyal tidak terduga-duga. Pelayanan semacam ini berasal dari pengalaman yang mendalam terhadap apa yang dinilai konsumen , yang dipelajari oleh para penyedia pelayanan dengan alat-alat yang tidak dapat dilihat dengan mata tetapi di tunjukan dengan cara-cara yang mengagumkan. Kejutan pelayanan membuat konsumen lebih tergerak emosinya daripada sekedar merasa senang, konsumen juga merasa terhormat dengan kejutan yang diberikan oleh para konsumen loyal. karena Konsumen Setia terhadap penyedia pelayanan yang tidak disibukkan dengan usaha untuk mempertahankan skor.

Rahasia #6
Berdayakan Konsumen Anda Melalui Kesenangan
Konsumen merasa berdaya bila mereka mengalami kesenangan psikologis dengan memberikan reliabilitas dan prediktabilitas. Para Konsumen juga merasa berdaya bila pelayanan memberikan kesenangan fisik – yakni kesenangan yang mencerminkan operasi yang lancar. Artinya, pengalaman tersebut bukan hanya bebas percekcokan, tapi juga benar-benar menyenangkan, benar-benar dapat diandalkan dan orisinal. Pelayanan tersebut harus menetapkan proses-proses dan sistem-sistem yang sejalan dengan pemberi pelayanan agar dapat menjamin bahwa kebutuhan konsumen dapat terpenuhi tanpa rasa cemas dan perasaan-perasaan negatif yang mengejutkan.

Rahasia #7
Tunjukkan Karakter Anda Dengan Memperlihatkan Semangat Anda
Pelayanan Konsumen Loyal harus mencerminkan maksud dan tujuan yang lebih dalam, sesuai dengan visi dan strategi pasar organisasi. Pelayanan yang memiliki karakter juga memiliki rasa tidak bersalah, rasa keaslian, kemurnian dan memiliki landasan yang kuat. Pelayanan semacam ini tidak perlu jelas menyolok buat konsumen, tetapi tidak boleh terkesan manipulatif atau tidak boleh terasa berbelit-belit.Penyedia pelayanan yang bersemangat memperlihatkan karakter bersemangat dan usaha-usaha yang kuat untuk memenagkan kepercayaan konsumen.

Pelayanan Konsumen Loyal dapat efektif bila muncul dari kesenangan penyedia pelayanan secara tak dibuat-buat. Pelayanan semacam ini bukan hnaya bersih dan etis, tapi juga penuh perhatian, ramah dan penuh perhitungan. Pelayanan konsumen Loyal mungkin terlihat samar-samar, tetapi jika tidak mengandung kemurnian dan kejujuran yang tulus, konsumen akan merasa sebagai sasaran tipu muslihat, bukannya sebagai sasaran hadiah.

SISI KEPEMIMPINAN PELAYANAN KONSUMEN LOYAL
Penulis menggunakan label “Pemimpin” untuk menyusun bagia kedua buku ini. kami mendefinisikan pemimpin sebagai orang-orang yang mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan-tujuan yang penting.

Para pemimpin yang efektif dapat memberikan bimbingan, inspirasi, dukungan dan dorongan semangat. Pemimpin adalah orang-orang yang menjaga nilai-nilai organisasi dan melestarikan standar-standar keunggulan organisasi. Pemimpin tidak menjadi Pelayanan Konsumen Loyal terjadi begitu saja. Namun dengan jelas mereka memainkan peran sangat penting dalam menetapkannya melalui organisasi dan menjamin bahwa Pelayanan konsumen Loyal bisa diperoleh konsumen.

Kepercayaan Dapat Tumbuh Subur Bila Para Pemimpin Memimpin Secara Alamiah

Pada umumnya kata “alami”(natural) untuk menyebut hal-hal yang murni atau organik, yang berarti bahwa tidak ada bahan jelek yang ditambahkan.
Pelayanan Konsumen Loyal menuntuk kepemimpinan yang mencerminkan kemurnian tujuan sekaligus naluri yag baik. Itu tidak berarti bahwa kepemimpinan tidak dapat dipelajari atau diperbsiki. Sesungguhnya itu berarti kepemimpinan Pelayanan Konsumen Loyal memanfaatkan unsur genetik hubungan manusia yang sama tulusnya seperti anak-anak saat bermain dan sama utuhnya seperti keluarga yang saling merasakan saat yang istimewa.

Harapan Muncul Bila Para Pemimpin Membina Revelasi

“Ada perbedaan antara mendapatkan apa yang Anda bayar dan apa yang Anda harapkan”__Malcolm Forbes

Para pemimpin Pelayanan Konsumen Loyal tahu betapa pentingnya revelasi dalam membina sikap hormat, pemahan, empati dan kepercayaan diri diantara para karyawan. Mereka telah balajar tentang sikap cara bersikap terbuka terhadap orang lain dan cara mendorong orang lain untuk bersikap yang sama. Mereka tahu bagaimana caranya menggunakan kekuatan menyimak secara dramatik, tindakan asertif dan penegasan yang tukus dalam berbagai hubungan yang jujur dan tidak basa-basi dengan setiap orang yang berhubungan dengan mereka. Pada saatnya mereka paham bagaimana semua ini dapat menghasilkan hubungan yang lebih erat dan lebih langsung dengan orang lain.

Pelayanan Dapat Bersifat Karismatik Jika Para Pemimpin Memperlihatkan Keberanian

“Lawan semangat bukan perasaan pengecut; tapi kompromi”_Rollo May

Spartacus adalah seorang budak dalam kehidupa nyata yang memimpin rakyat bawah secara massal dalam menentang kekaisaran Romawi. Film tentang kehidupannya tersebut merupakan major hit dengan daftar para pemain papan atas layar perak seperti Kirk Douglas, Tony curtis, Jean simmons, Lawrence Oliver dan Peter Ustinov. Dalam film itu, setelah para budak yang jumlahnya sangat banyak itu dikalahkan oleh bala tentara Romawi dan beberapa sekutu mereka, Kaisar menuntut kepala orang yang menggerakan pemberontakan budak tersebut. Setelah memeriksa medan perang yang dipenuhi oleh budak-budak yang masih hidup. Kaisar mengumumkan bahwa jika ada yang bisa menunjukkan orang yang bernama Spartacus,semuanya akan dimerdekakan kecuali Spartacus. Jika tidak ada yang mau menunjukkan semuanya akan disalib. Satu persatu, setiap seratus budakyang masih hidup berdiri dan dengan bangga menyatakan,”Sayalah Spartacus.”

Bila para pemimpin Pelayanan Konsumen Loyal berdiri untuk dihitung, mereka tidak pernah berdiri sendiri. mereka berdiri ditengah-tengah para penyedia pelayanan lain yang tidak hanya juga memiliki Visi dan Keinginan Besar, tujuan dan semangat mereka tetapi juga tidak tahan untuk mengubah semuanya menjadi kenyataan-sekarang, hari ini.

Rasa Penasaran Muncul Bila Para Pemimpin Belajar Keras
“Urusan paling penting dari bisnis adalah belajar.”_Harison owen

Para pemimpin Pelayanan Konsumen Loyal menetapkan suasana yang kuat ketika mereka menyatakan bahwa mereka mau dan mampu “belajar keras,” didepan orang lain, sekaligus mendorong orang lain dalam penemuan yang tidak pernah ada akhirnya. Para konsumen merasa lebih yakin terhadap organisasi-organisasi yang mau belajar secara nyata dan tetap belajar. Para konsumen lebih setia terhadap organisasi-organisasi yang memberikan hadiah pertumbuhan kepada mereka. Konsumen yang semakin banyak bukan hanya konsep pemasaran. itu adalah konsep kesetiaan Konsumen yang dimulai para pemimpin yang benar-benar merasa iri untuk belajar.

Keajaiban Dapat Diciptakan Bila Para Pemimpin Menginspirasikan Keterlibatan

Para pemimpin Pelayanan Konsumen Loyal bekerja keras untuk menjad pemimpin yang ingin mereka lihat pada orang lain. Bila karyawan merasakan tekanan, mereka memberi contoh kesabaran dan keuletan. Bila semangat karyawan hilang, mereka menunjukan antusiasme yang berorientasi tujuan.dan bila karyawan merasa diakui konsumen atas keajaiban yang mereka terima, pemimpin pelayanan konsumen loyal menghargai pesona yang telah diciptakan oleh karyawan itu dengan memberinya kepercayaan secara penuh.para pemimpin pelayanan konsumen loyal tahu bahwa unsur paling penting dalam kimia penciptaan keajaiban adalah keterlibatan karyawan yang diperkaya dengan visi yang jelas,semangat yang bisa menulari para karyawan lain dan sikap terima kasih yang tulus.

Konsumen Dapat Berdaya Bila Pemimpin Meningkatkan Kemitraan
Pelayanan melibatkan kerja yang harmonis dengan  para mitra sama persis sebagaimana halnya dengan para Konsumen. Melayani berarti membantu secara responsif. Melayani sama dengan memberikan dukungan secara dermawanan. Melayani tidak ada kaitannya dengan kekuasaan segala sesuatu berkaitan dengan kontribusi. Jadi pepatah, “Jika anda tidak melayani konsumen,Pekerjaan anda adalah melayani orang lain apa adanya”mungkin perlu diluruskan “Selagi Anda sedang melayani konsumen, pekerjaan Anda juga melayni orang lain sebagaimana adanya.”

Bagi para Konsumen, pelayanan yang menyenangkan melibatkan upaya untuk memenuhi apa yang mereka inginkan secara leluasa dan bebas rasa cemas, tanpa kejutan-kejutan yang tidak menyenangkan. Pelayanan bersifat magnetik bila para pemimpin mampu mengelola berbagai macam layanan organisasi secara cermat sebagaimana akan mereka sajikan kepada suatu pekerjaan bukannya disiplin yang mereka tuntut dari sekelompok atlet.

Karakter Dapat Terungkap Jika Para Pemimpin Punya Jiwa

Magnetisme Magnet merupakan substansi kompas yang memungkinkan penggunanya untuk menentukan arah utara yang sebenarnya. Pelayanan Konsumen Loyal bersifat tulus. Konsumen tahu bahwa pelayanan memiliki substansi, bahwa pelayanan itu didasarkan pada seperangkat nilai-nilai inti yang sangat di junjung tinggi oleh penyedia pelayanan.

Para pemimpin Pelayanan Konsumen Loyal adalah para pemimpin bisnis yang sesungguhnya, persis seperti Francis Marion. Dimana Pelayanan Konsumen Loyal di ibaratkan seperti perang gerilya- tidak konvasional, tidak memihak dan luar biasa. Siang dan malam, mereka berusaha sekuat tenaga, dengan memperlihatkan jati dirinya yang sebenarnya. Atau sebagaimana dikatakan oleh John Ellis, dalam arikel Fast Company-nya berjudul “Strategi”:

Inilah yang dilakukan oleh para pemimpin bisnis yang sesungguhnya. mereka keluar dan mengerahkan bala tentaranya, menancapkan bendera dan membuat pertahanan. Mereka menghadapi khalayak-khalayak yang penuh kebencian dan mereka berurusan dengan pers. Jika masalahnya adalah soal kepercayaan,mereka membuat urusan perusahaan menjadi transparan. Jika masalahnya adalah soal karakter, mereka mengatakan kebenaran. mereka tidak menghindari tanggung jawab; mereka menerima perintah. Karena unsur paling penting keberhasilan bisnis adalah kepemimpinan. Dan unsur-unsur terpenting kepemimpinan adalah keberanian, keyakinan,dan karakter.

Orang yang tidak punya pendirian mudah sekali terpedaya.”_Alexander Hamilton

 Sumber :
Building Loyal Customers  Pelayanan Konsumen Loyal: Rahasia Menciptakan Konsumen Yang Benar-Benar Setia, Steven Schauffer, Ph.D. & Tom Pinkerton, Ph.D, PRESTASI PUSTAKARAYA, Agustus 2007

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...