Sabtu, 19 Juli 2014

BISNIS AYAM BAKAR MINI

PENDAHULUAN
Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka ragam makanan dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang murah sampai yang mahal.
Dalam kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh setiap orang. Dengan aktivitas yang semakin padat, membuat banyak orang membutuhkan asupan makanan tambahan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu makanan yang cukup sederhana, tetapi sangat cocok menjadi makanan konsumsi untuk siang, sore, maupun malam hari, dan sekaligus merupakan makanan yang juga cukup istimewa adalah "Ayam Bakar".
Dengan pembuatan Ayam Bakar yang dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tetapi lebih higienis, serta akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Walaupun ukuran ayam yang relatif kecil dibandingkan yang lain, tapi rasa yang lebih lezat, tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.
Keberadaan Ayam Bakar sebagai salah satu makanan dengan rasa yang enak, nikmat, dan juga lezat memang telah dikenal dari kebanyakan orang, sehingga usaha ini memang layak dikembangkan menjadi salah satu usaha kuliner di Indonesia.
Dengan hal tersebut, maka saya ingin membuat usaha makanan, yaitu usaha makanan "Ayam Bakar" untuk dikembangkan menjadi usaha besar agar masyarakat tidak akan pernah lupa dengan masakan khas Indonesia tersebut.

PEMBAHASAN
1. Nama usaha : Ayam Bakar Mini

2. Visi dan Misi
Visi        :Mampu menghasilkan sajian yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau bagi konsumen.
Misi       :Melaksanakan usaha yang mampu menarik konsumen, halal sesuai syariat islam, memberikan cita rasa yang khas yang beda dari yang lainnya dan mampu mengembangkan atau membangun cabang-cabang di Jawa Barat.

3. Segmentasi Produk
a.  Potensi Pasar
Ayam bakar memang sudah banyak, akan tetapi konsumen menginginkan ayam bakar yang ekonomis dan rasa yang lezat.
b. Target/sasaran pasar
Target usaha ini yakni untuk semua kalangan dan golongan, baik itu untuk anak-anak, remaja, maupun dewasa.

4. Analisa SWOT
            Setiap kegiatan untuk memulai usaha, maka hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengukur kemampuan saya terhadap lingkungan atau pesaing, yaitu melalui analisis SWOT:
a. Strenght (Kekuatan)
      Kekuatan dari makanan ini adalah:
  • Menjual sajian untuk semua kalangan masyarakat.
  • Memiliki rasa yang enak dan lezat.
  •   Bahan makanan yang terjamin higienis dan halal.
  • Harga terjangkau.
b. Weakness (Kelemahan)
 Kelemahan dari makanan ini adalah:
  • Tidak tahan lama.
  • Sajian lebih mudah ditiru.
c. Opportunity (Peluang)
  • Tempat Strategis
  • Fasilitas yang cukup memadai
  • Bahan makanan mudah di dapat
6. Analisa 4P
a.  Product (Produk)
Produk yang dijual adalah "Ayam Bakar Mini" yang merupakan menu makanan sehari-hari.

b.  Price (Harga)
Harga perporsi Rp. 8.000 karena harga ini sangat terjangkau dan relatif murah

c.  Promotion (Promosi)
Menjual “ciri khas” usaha ini adalah salah satu bentuk promosi yang cukup efektif. Ciri khas tersebut adalah menggantung beberapa ayam bakar utuh di etalase sehingga bisa dilihat oleh setiap orang yang lewat. Gantungan ayam yang menggugah selera dapat mengundang orang – orang yang awalnya sekedar lewat untuk akhirnya membeli ayam bakar Anda. Spanduk yang mudah terbaca dan mencolok menjadi sarana promosi yang sangat berguna serta membagikan brosur kepada penginjung dan masyarakat sekitar. Selain itu, jangan sepelekan aroma yang muncul dari proses pembakaran ayam. Wangi ayam bakar yang menggugah selera dapat membuat orang membeli ayam bakar tersebut.
d.  Place (Tempat)
Tempat yang dipilih yaitu di cikarang, tepatnya di daerah pasir gombong.

7.  Risiko Usaha
Dampak isu flu burung, ayam gelonggongan, atau ayam tiren yang akhir – akhir ini muncul sedikit banyak dapat mengganggu keberlangsungan usaha ayam bakar. Untuk menanggulanginya,  bisa memasang poster atau spanduk yang berisi informasi bahwa ayam bakar buatan saya 100% bebas flu burung dan tidak menggunakan ayam glonggongan atau ayam tiren. Walaupun terkesan sepele, informasi seperti ini bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha yang sedang di rintis.
8. Aspek Keuangan
     a. Aspek Modal
  • Peralatan dan Perlengkapan (Modal Awal/ Biaya Tetap)
No
Nama Barang
Frek
Satuan
Jumlah
1
Etalase
1
Rp 1.500.000
Rp.1.500.000
2
Tempat Pembakaran
1
Rp 12.000
Rp 12.000
3
Rol kabel
1
Rp 25.000
Rp 25.000
4
Ember
2
Rp 7.500
Rp 15.000
5
Kipas Angin (Kecil)
1
Rp 50.000
Rp 50.000
6
Tempat Bumbu
1
Rp 5.000
Rp 5.000
7
Pisau
2
Rp 7.000
Rp 14.000
8
Kompor Gas & Tabung Gas
1
Rp 500.000
Rp 500.000
9
Tempat Sampah
2
Rp 5.000
Rp 10.000
Jumlah
Rp 2.131.000
  • Kebutuhan untuk Bulanan / Biaya Variabel 1
No
Nama Barang
Frek
Harga
1
Bungkus Nasi
1 pak
Rp 14.000
2
Plastik
1 pak
Rp 6.000
Jumlah
Rp 20.000


  • Bahan Baku (Kebutuhaan dalam Sehari) / Biaya Variabel 2
No
Nama Barang
Frek
Harga
1
Ayam
2 kg
Rp 56.000
2
Bumbu
Untuk 2 kg Ayam
Rp 62.400
3
Arang
2 bungkus
Rp   2.000
4
Kantong Plastik
1 pak
Rp 1.000
5
Minyak Goreng
1 kilo
Rp 9.600
Jumlah
Rp 121.400

Maka untuk satu bulan Rp 121.400 x 30 hari = 3.642.000
Jadi jumlah total pengeluaran selama satu bulan adalah biaya variable 1 + biaya variable 2 = Rp 20.000 + Rp 3.642.000= Rp 3.662.000

b. Perhitungan Keuntungan
Di perkirakan penjualan dalam sehari mampu menjual 20 porsi, berarti dalam 1 bulan dapat menjual 600 porsi. Maka pendapatan kotor 1 bulan = 600 x Rp 8.000 = Rp 4.800.000.
Pendapatan bersih 1 bulan = Rp 4.800.000 - Rp 3.662.000 = Rp. 1.138.000

8. Analisis Titik Balik Modal  (BEP)
 Dalam menentukan peluang balik modal  kita terlebih dahulu menentukan jumlah total investasi yakni, Jumlah modal awal + Jumlah Biaya Variabel = Rp 2.131.000 + Rp 3.662.000 = Rp 5.793.000. Dan pendapatan bersih tiap bulannya Rp 1.138.000.
Maka titik balik modal (BEP) akan terjadi pada bulan 5,09 bulan ~ 5 bulan. Jika Ayam Bakar mempunyai daya tarik kepada pembeli bukan tidak mungkin kita akan balik modal lebih cepat dari 5 bulan.
PENUTUP
KESIMPULAN
Setelah saya membuat Proposal usaha kuliner “Ayam Bakar Mini”, diharapkan usaha yang saya rintis dapat berjalan dengan lancar. Semoga dengan hidangan yang di sajikan dan pelayanan terbaik yang di  berikan, saya berharap konsumen mendapatkan kepuasan pada ayam bakar yang akan saya hadirkan. Oleh karena itu, kunjungilah tempat makan yang kami rintis “Ayam Bakar Mini”.



1 komentar:

Om Joe mengatakan...

Terima kasih infonya sangat menarik sekali

btw kalo jalan2 ke bsd tangerang silahkan mampir ke

ayam bakar om joe

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...