Minggu, 23 Februari 2014

“ 123 TIPS SIMPEL MENJUAL LEBIH CEPAT OMSET MAKIN BERLIPAT ”


By : ENGGA AKSARA**

Seorang penjual harus memiliki berbagai cara dan strategi agar mudah menjual produk/jasanya pada pelanggan. Tidak hanya itu, berbagai cara dan strategi tersebut juga berguna umtuk menaklukkan pasar dan memenangkan persaingan yang semakin kompetitif serta melipatgandakan omset penjualan.


Ada ribuan bahkan jutaan orang di dunia yang memilih jalan hidup untuk menjadi seorang penjual. Mulai dari penjual dengan modal yang kecil sampai dengan penjual dengan modal yang besar. Produk dan jasa yang mereka tawarkanpun beraneka ragam.
Namun pada kenyataannya, tidak semua penjual yang tahu bagaimana cara melipatgandakan keuntungan mereka. Kebanyakan dari mereka hanya tahu bagaimana menjual dan tidak tahu bagaimana cara dan strategi meningkatkan omset penjualan  mereka.
Banyak dari mereka yang tidak memiliki sikap dan mental positif seperti yang dimiliki oleh penjual yang handal. Serta mereka juga tidak mengetahui siapa pasarnya dan bagaimana menguasainya. Belum lagi tentang persoalan menghadapi pelanggan. Sebagian penjual tidak tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat menawarkan produk mereka kepada pelanggan.
Dengan mengacu dari alasan-alasan tersebut buku ini akan membedah tentang bagaimana cara dan strategi untuk mendapatkan keuntungan dengan omset yang berkali lipat dibandingkan dari biasanya. Dalam buku ini dipaparkan sejumlah cara dan strategi yang harus penjual lakukan untuk mendulang sukses. Adapun cara dan strategi tersebut dituangkan menjadi 123 Tips simple, diantaranya sikap dan mental positif untuk menjadi penjual yang handal, jurus jitu mencuri hati pelanggan, dan cara menghadapi keluhan dari pelanggan serta masih banyak lagi tips-tips lainnya yang bias menunjang produktifitas para penjual bila diterapkan dengan benar.

A.        SIKAP DAN MENTAL POSITIF UNTUK MENJADI PENJUAL HANDAL

Sikap dan mental positif sangat dibutuhkan oleh para penjual untuk mendapatkan hasil omset yang bagus. Disini dipaparkan beberapa tips menarik yang “wajib” untuk dimiliki jika kita menjadi penjual dan berharap penjualan kita meningkat dengan pesat.
  • 1.    Berawal dari rasa SUKA.

Perasaan suka sangatlah penting. Sebab menggeluti suatu pekerjaan jika dilandasi dengan rasa suka maka akan membantu pada saat menghadapi kesulitan atau rintangan di kemudian hari. Berbeda halnya jika kita menggeluti suatu bidang tanpa ada rasa suka, maka hasilnya tidak akan maksimal.
  • 2.    Yang dibutuhkan hanya TEKAD bukan BAKAT.

Seorang juara tidak akan menjadi juara bila ia tidak menanamkan tekad yang kuat dalam dirinya. Keberhasilan dan kesuksesan tidak dapat dicapai dengan waktu yang singkat. Butuh waktu, pengorbanan dan perjuangan. Maka dari itu, tanpa sebuat tekad, maka semua itu omong kosong.
  • 3.    Sukses dulu! Baru menjual.

Yang dimaksudkan disini adalah kita harus mempunyai mindset bahwa kita yakin kita akan sukses. Tanpa kita menanamkan hal itu maka kita akan susah untuk membangun mental positif dalam menggeluti suatu bidang. Dengan mindset tersebut mental positif akan mengantarkan kita dalam sebuah kesuksesan.
  • 4.    Harus TOTAL tidak boleh setengah-setengah.

Saat menggeluti suatu bidang, totalitas sangat penting. Dengan itu maka kita akan focus mengerjakannya dan tidak akan terganggu dengan urusan lain yang hanya akan menghancurkan usaha kita.
  • 5.    Pokoknya Menang, Titik!

Seorang penjual yang handal harus menanamkan tekad yang kuat. Dengan hal itu halangan dan rintangan tidak akan menjadi masalah dan “Pokoknya harus menang,Titik”.
  • 6.    Percaya Diri.

Tanpa percaya diri maka seorang penjual hanya aka nada keraguan dan hal ini akan fatal dalam menjual. Bagaimana kita akan meyakinkan seorang pembeli dengan produk/jasa kita sedangkan kita sendiri ragu?
  • 7.    Berfikir positif.

Berfikir positif sangat dibutuhkan dalam membangun penilaian orang lain terhadap diri kita sebagai penjual. Bila kita berpikir positif pada seseorang maka rasa aman dan tenang akan dirasakan saat seorang pembeli bersama kita.
  • 8.    Ketekunan kunci kekuatan.

Jika seorang Thomas Alfa Edison tidak mempunyai ketekunan, maka sampai saat ini mungkin dunia ini akan gelap tanpa lampu. Begitu pula dengan bisnis kita jika tanapa modal ketekunan, maka semua itu akan omong kosong.
  • 9.    Disiplin.

Disiplin harus kita cerminkan pada saat berhubungan dengan calon pembeli karena dengan disiplin tersebut maka pembeli akan menilai kita sebagai penjual yang baik.
  • 10. Mewujudkan impian.

Semua hal berawal dari mimpi atau keinginan yang terkecil sekalipun. Seorang penjual handal juga berangkat dari impian. Dengan kegigihan dan tekad lah semua itu akan bias diraih.

  • 11. Beri contoh yang benar.

Memberikan contoh yang benar berarti memberikan kepada pembeli hal yang benar. Pembeli pasti akan melihat apa yang kita lakukan. Jika kita melakukan kesalahan atau yang di anggap salah maka pembelipun akan menilai jelek tentang kita dan tidak mungkin akan membeli produk kita.

  • 12. Sederhana.

Sederhana bukan berarti tampil serba kekurangan. Akan tetapi dengan kesederhanaan seoarang penjual mempunyai kemampuan untuk menahan diri dari ego dan hawa nasfu. Tetaplah tampil sederhana dan apa adanya.

13. Jago Ngobrol.
Mengobrol adalah salah satu bentuk komunikasi yang efektif untuk bertukar informasi antara penjual dan pembeli. Mampu berkomunikasi dengan baik sama artinya menjual dengan baik.

14. Jangan berbuat seenaknya.
Buang jauh-jauh sikap semaunya, terlebih lagi sebagai seorang penjual. Pembeli tidak akan membeli produk dari penjual yang arogan.
15. Bersikap antusias.
Seorang penjual penting sekali memiliki sikap penuh antusias. Dengan antusias yang terpancar dari wajah dan sikap, pelangganpun akan ikut merasakannya.

16. Mampu beradaptasi.
Penjual yang mudah beradaptasi akan mudah melakukan penawaran pada siapa saja. Keuntungan yang bias diperoleh selain disenangi oleh banyak orang, kemampuan ini juga membuat nyaman diri sendiri. Sehingga kegiatan menjual ini menjadi hal yang menyenangkan.

17. Harus Pede.
Percaya diri merupakan salah satu senjata yang harus dimiliki. Bila penjual telah memiliki keyakinannya sendiri, ia mampu melakukan apa saja, termasuk mempresentasikan produknya di hadapan pembeli.

18. Jangan pasang wajah murung.
Menunjukkan keceriaan membuat seseorang terlihat antusias. Selain itu, wajah ceria terlihat lebih menarik dimata orang lain.

19. Bertanggug jawab.
Mampu memenuhi tanggung jawab akan membuat kita terlihat sebagai orang yang hebat karena mampu menjalankan hak dan kewajiban secara bersamaan.

20. Lihat dulu penjualnya, baru beli produknya.
Pelanggan tidak akan membeli jika tidak yakin terhadap penjualnya. Itu artinya, setiap penjual harus tampil meyakinkkan, mewakili produk yang dijualnya.

21. Perhatikan penampilan.
Penampilan adalah kesan pertama yang akan dilihat oleh pembeli. Penjual yang baik penampilannya maka akan akan meninggalkan kesan yang baik bagi pembeli.

22. Menguasai produk, Harus.
Mustahil seoarang penjual yang menjual barang, akan tetapi dia tidak tahu apa yang ia jual. Dan hal ini adalah hal yang sangat fatal. Jadi menguasai produk itu sangat penting.

23. Kenali pesaing anda.
Penjual handal harus mampu mengukur sejauh mana produk yang dia jual bisa bersaing di pasaran. Penting bagi seorang penjual untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan produk pesaing. Dengan hal itu, kita sebagai penjual akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk sendiri karena kita sudah mengetahui seperti apa produk pesaing.

24. Membentuk persepsi.
Sebagai penjual yang handal, kita harus bias mempersepsokan bahwa produk kita adalah sesuatu yang baik bagi konsumen. Bila persepsi yang baik telah terbentuk maka apapun bisa kita jual.


B.   JURUS JITU MENCURI HATI PELANGGAN

25. Tahu apa yang dibutuhkan pelanggan.
Kita harus tahu kira-kira apa yang dibutuhkan oleh seorang pelanggan atau apa yang benar-benar mereka inginkan. Kalau kita sudah tahu apa yang diinginkan pelanggan, bisa jadi pelanggan akan mencari kita.

26. Tepat sasaran.
Pelanggan adalah seseorang yang butuh dan memiliki daya beli. Pelanggan akan membeli produk karena memang mereka menginginkannya. Jadi pastikan terlebih dahulu siapa yang akan menjadi sasaran penjualan kita.

27. Cek daftar pelanggan.
Seorang penjual membutuhkan buku catatan untuk membuat daftar, terutama daftar pelanggan. Catatlah profil pelanggan, dari nama, alamat, pekerjaan , hobi, tempat favorit, dan lain-lain. Hal ini akan  membantu anda untuk mengenali karakter pelanggan anda.

28. Tahu tempat favorit pelanggan.
Salah satu cara mengenali karakter orang adalah dengan mengunjungi tempat favoritnya. Dengan pengamatan tersebut maka setidaknya seorang penjual akan mengetahui seperti apa pola piker serta kebiasaan para pelanggannya.

29. Tahu alasan orang membeli.
Menurut Joe Vitale, penulis Buying Trances, ada beberapa alasan mendasar yang menyebabkan oaring membeli produk yakni:
a.    Pemilharaan diri, termasuk didalamnya keamanan, kesehatan, pemeliharaan diri dan keluarga,
b.    Percintaan , meliputi seks dan cinta.
c.    Uang , yaitu hasrat untuk memperoleh uang yang banyak.
d.    Penghargaan , meliputi rasa bangga dan pujian.

30. Empat jurus sakti.
Ada empat jurus sakti yang terbukti ampuh dipakai untuk menjual :
a.    Attention
Temukan cara yang unik untuk menarik perhatian dari pelanggan dan jangan pernah meniru gaya orang lain.
b.    Interest
Tingkatkan kemampuan yang tadinya pembeli hanya memperhatikan, sekarang menjadi tertarik.
c.    Desire
Setelah membuat tertarik pembeli, buatlah supaya pembeli menjadi berhasrat memiliki produk yang kita tawarkan.
d.    Action
Kita bisa menggiring pembeli dengan persuasive agar segera membeli.

31. Hilangkan jarak antara pelanggan dan pembeli
Bila tembok pemisah berhasil dipecahkan, keakraban penjual dan pembeli pun tercipta. Kitapun akan dapan dengan mudah menggali informasi dengan begitu akan lebih budah menjual produk kepada pembeli.

32. Kami butuh teman bukan penjual.
Seorang penjual bisa juga berperan sebagai seorang teman. Karena seorang pembeli juga butuh seseorang yang bisa memberikan ketulusan pada saat dia membelu produk dari seorang penjual.


C.   SAATNYA MENJUAL, LAKUKAN SEKARANG JUGA

33. Jangan meremehkan hal yang kecil
Penjual yang handal selalu mendengarkan keluhan dari pelanggan sekecil apapun. Dari hal-hal yang kecil tersebut maka akan membuat hal yang besar.

34. Realistis.
Sikap realistis itu perlu dalam penentuan target. Jika kita dalam sebulan bisa menjual 3 unit mobil, tapi karena ingin mendapatkan bonus yang besar kita menentukan target 15 unit, maka hal itu termasuk dalam tindakan yang tidak realistis.

35. Target itu penting , tapi bukan segalanya.
Meskipun target itu penting, tapi bukan segalanya. Jangan gara-gara target, point penting lainya terkesan tidak penting dan diabaikan. Terpenting adalah memiliki target yang rasional untuk dicapai.

36. Buat pelanggan dating dengan sendirinya.
Menjadi penjual yang baik, kita harus menjual produk yang berkualitas, jangan produk yang sembarangan. Dengan kualitas yang baik  maka dengan sendirinya produk tersebut menjual dirinya sendirinya. Point penting yang perlu diperhatikan “ pembeli tidak menyukai penjual yang suka merayu”.

37. Penjual dan pmbeli sama-sama untung.
Sebagai seorang penjual, kita harus mampu menawarkan keuntungan setinggi-tingginya kepada pelanggan akan tetapi jangan mengada-ada. Dengan demikian pembeli akan merasa mendapat keuntungan dengan membeli produk kita dan kita mendapat keuntungan juga dari penjualan produk tersebut.

38. Pembelinya banyak, penjualnya satu.
Satu hal yang harus kita ingat agar produk mudah terjual, ciptakanlah situasi tertentu yang bisa mengundang banyak pembeli. Buatlah dalam situasi itu, seolah-olah penjual hanya kita seorang.

39. Ajukan pertanyaan jitu.
Untuk menyiasati dan membangkitkan rasa ingin membeli, kita bisa mengajukan pertanyaan pertanyaan yang tepat sasaran. Jawaban “ya” dari setiap pertanyaan akansangat efktif bagi penjual dalam upaya membenagkitkan gairah membeli konsumen.

40. Jangan jadi penjual yang menyebalkan.
Pada saat menawarkan barang, jika terlihat pembeli merasa bingung maka jangan diteruskan dengan penjelasan kita yang terlalu membingungkan atau bahkan pertanyaan dengan bahasa yang tidak dimengerti. Maka dengan menyisipkan joke maka hal tersebut akan lebih disukai oleh pembeli.


41. Jangan sampai salah ngomong.
Ungkapan “Mulutmu adalah harimaumu” adalah ungkapan yang berarti “hati-hati lah dalam berkata”. Hal ini juga sangat penting dalam proses menjual. Jika kita salah berbicara bisa jadi palanggan akan tersinggung dan tidak akan membeli produk kita lagi.

42. Jangan memotong pembicaraan.
Penjual harus berperan menjadi pendengar yang baik. Dengan itu maka pembeli akan merasa dihargai. Rasa penghargaan itu sangatlah mahal.

43. Tidak perlu bergosip.
Jangan sesekali bergosip atau menyebarkan gossip kepada pelanggan. Karena hal tersebut tidak baik. Cobalah menahan diri sekalipun jika anda bertemu dengan pelanggan yang suka bergosip. Karena hal ini bisa menjadi kesan yang buruk ketika kita bertemu dengan pelanggan yang tidak suka bergosip.

44. Jangan sok berkuasa.
Sebagai penjual, gaya bicara dan nada ucapan tak luput dari perhatian pelanggan. Hindarilah berbicara dengan gaya memerintah karena pelanggan tidak suka diperintah.

45. Buat hati konsumen senang.
Jika seorang penjul mampu menyamankan hati pembeli maka akan mudah mempresentasikan produk kepada mereka. Buatlah suasana yang menyenangkan. Maka dengan itu mereka akan dengan mudah mencerna apa yang kita sampaikan.

46. Miliki strategi jitu untuk menghadapi pembeli.
Sebelum kita bertemu dengan pembeli, maka tidak ada salahnya kita menyiapkan bahan obrolan atau tempat dan waktu yang tepat supaya pada saat kita bertemu kita tidak kualahan menghadapi pembeli tersebut.

47. Harus BEDA!
Salah satu jurus ampuh dalam menjual adalah tampil beda. Sebagai penjual sejati, jangan pernah lelah untuk menggali ide. Maksimalkan potensi yang ada dalam diri kita. Kenalilah produk-produk pesaing. Maka hal ini akan membantu menciptakan produk-produk yang unik dan berbeda.

48. Pikat pembeli dengan kata-kata hipnotis.
Untuk menghipnotis pembeli, penjual harus memiliki kata-kata mujarab, kata-kata yang mampu memikat. Adapun kata-kata tersebut seperti terbukti,  terbaru, gratis, diskon, dapat dipercaya, nomor waid, jempolan, hebat, dan sebagainya.

49. Cari tahu cara pembeli mengambil keputusan.
Seorang penjual harus mempunnyai pengetahuan tentang kapan dan bagaimana konsumen mengambil keputusan. Kita harus tahu apa yang harus diperbuat untuk meyakinkan pembeli sehingga pembelipun percaya dan memutuskan membeli produk kita.

50. Berani mengambil inisiatif.
Sebagai penjual yang baik, prioritaskan inisiatif yang bisa menguntungkan semua pihak. Hindari inisiatif yang merugikan orang lain karena akan berdampak buruk suatu saat nanti.

51. Bina hubungan dengan si pembuat keputusan.
Tidak semua pembeli membeli untuk dirinya sendiri. Maka hal ini sangat penting untuk membangun hubungan dengan pembuat keputusan. Selain mengetahui bagaimana si pembuat keputusan mengambil keputusan, mereka juga bisa menjadi mitra bisnis yang potensial.

52. Peliharalah orang-orang di sekitar si pembuat keputusan.
Orang-orang yang ada disekitar si pembuat keputusan juga sangat penting. Karena bisa jadi si pembuat keputusan juga meminta pendapat dari mereka sebelum membeli. Jadi jaga juga hubungan dengan orang-orang tersebut.

53. Jeli mengukur kantong pembeli.
Sebagai penjual, kemampuan melihat sejauh mana day beli pelanggan atau konsumen mutlak dimiliki. Sebab, ini salah satu cara untuk memahami pasar. Mereka akan mudah mengetahui apa yang diinginkan pasar dan berapa tingginya daya beli pasar atau konsumen.

54. Yang terpenting manfaat, bukan sekedar harga.
Tak selamanya konsumen membeli barang dari harga nya. Akan tetapi manfaat juga perlu.  Jadi kita harus jeli untuk memanfaatkan hal tersebut untuk menawarkan manfaat dari produk kita kepada pembeli.

55. Jual produk yang bernilai.
Sebagai seorang penjual yang baik, cobalah menguasai dan mengenali produk yang akan dijual pada konsumen. Tonjolkan keunggulan produk kita.


56. Buat segalanya mudah bagi pembeli.
Tawarkan alternative-alternatif yang memudahkan pembeli membeli produk kita.

57. Buat pembeli merasa istimewa.
Pembeli akan merasa istimewa karena mendapat perhatian dari kita. Jika ini terjadi maka pembeli akan merasa nyaman dengan kita, dan tidak segan-segan lagi membeli produk kita.

58. Memiliki nilai lebih dari pesaing.\
Sebagai penjual, kita harus memiliki strategi yang tepat. Adapun strategi yang tepat adalah member nilai lebih atau nilai plus pada pelanggan dari pada produk pesaing.

59. Kreatif saat menawarkan barang.
Kreatifitas dalam menawarkan barang dapat menarik minat pembeli.

60. Keuntungan untuk pembeli.
Penjual sejati harus mempu membuat pembelinya merasa senang setelah melakukan transaksi.

61. Jadi penjual yang membri solusi.
Menjadi penjual yang handal harus mampu mencari solusi permasalahan dari konsumen. Dengan manfaat produk kita ini kita mencoba menemukan solusi tersebut, sehingga pembeli akan merasa puas membeli produk kita.

62. Membeli itu menyenangkan.
Buatlah pembeli merasa senang setelah bertransaksi. Bukan hanya merasa senang, akan tetapi karena pembeli telah menemukan solusi dari permasalahannya.

63. Jadi penjual jangan berlebihan.\
Menjadi seorang penjual jangan sebaiknya tidak usah terlalu berlebihan. Sewajarnya saja menawarkan produk kita. Karena hal itu dimata konsumen hanya akan meninggalkan kesan yang muluk-muluk. Dan hal itu biasanya jauh dari yang diharapkan oleh pembeli.

64. Tawarkan keunggulan yang spesifik.
Manjelaskan keungulan yang lebih detail akan sangat membantu pembeli supaya mengetahui produk yang akan di belinya.

65. Orang membeli benefit, bukan produk.
Ingatlah, mereka membeli manfaat, karena manfaat dari barang tersebut dapat menyelesaikan permasalahan mereka.  Maka juallah produk-produk yang memiliki benefit bagi pembelinya.

66. Menyentuh hati pembeli dengan benefit.
Yakinkanlah pada pembeli bahwa dengan membeli produk kita, maka mereka akan mendapatkan benefit yang akan menyelesaikan permasalahan mereka.

67. Jangan menjual resiko.
Yakinkanlah pada pembeli bahwa jika mereka memebeli produk kita, tidak aka nada resiko yang merugikan. Misalnya dengan jaminan uang kembali atau dengan pemberian garansi.

68. Sedikit mendramatisir.
Mendramatisir dalam menjual sah-sah saja. Akan tetapi jangan berlebihan dan harus kreatif.
Dalam menawarkan barang, sedikit mendramatisir tentang manfaat dan kerugian suatu barang tersebut perlu supaya dapat mendorong keinginan dan hasrat seseorang untuk membeli.

69. Menjamu rekan bisnis.
Mengundang atau menjamu rekan atau relasi bisnis sama halnya membuka pintu peluang kita. Bukan hal yang mustahil kita mendapatkan rekan bisnis hanya dari makan siang karena kita yang menjamu mereka.

70. Boleh berjanji, asal dipenuhi.
Bila kita mampu memenuhi semua janji pada pembeli, maka kita mempunyai nilai plus di mata pembeli. Maka dengan hal itu pembeli tanpa segan akan membeli produk kita lagi.

71. Janji itu sama dengan hasil.
Janji yang diucapkannya harus sesuai dengan hasil yang diberikan. Bukan janji yang ditagih pembeli tetapi hasil terbaik yang penjual janjikanlah yang ditagih pembeli.

72. Pegang kepalanya dahulu, baru ekornya.
Untuk mendapatkan nama, bekerja sama dengan perusahaan yang besar sangat penting.

73. Menjual disegala medan.
Penjual yang handal harus bisa menjual apapun dan dimanapun. Untuk menjadi penjual yang handal, persiapkan diri kita dengan segala kemampuan dan alat bantu. Dibutuhkan ide-ide kreatif dalam menjerat atau menciptakan peluang.


74. Tunjukkan kesaksian.
Salah satu cara untuk menumbuhkan keprcayaan pembeli terhadap produk yang dijualnya adalah menyertakan testimony atau bukti kesaksian.

75. Jangan buru-buru meninggalkan konsumen, minta rekomendasi dari mereka.
Setelah bertransaksi, penjual bisa meminta rekomendasi pada pembeli tersebut.  Mintalah informasi rekan atau kerabat yang juga membutuhkan produk yang kita jual. Siapa tahu itu peluang bagi kita.

76. Jadikan produk anda sebagai penawar rasa kecewa.
Mungkin kita akan menemukan pembeli yang merasa kecewa dengan membeli produk sejenis dari penjual lain. Maka  hal ini menjadi peluang juga bagi kita sebagai penjual produk yang sejenis akan tetapi tunjukkan dan yakinkan kepada pembeli bahwa produk kita lebih baik dan akan mendapatkan manfaat dengan membeli produk kita.

77. Jadilah pendengar yang baik.
Pembeli akan merasa dihargai jika kita mendengarkan keluhan sekecil apapun. Dengan begitu mereka tidak akan segan membeli produk kita.

78. Jangan sok pintar.
Memiliki pengetahuan yang tinggi memang bagus. Namun jika sok pintar itu akan meninggalkan kesan yang buruk pada pembeli. Jadi tetaplah bersahaja dan rendah hati terhadap pembeli meskipun kita lebih tahu dibandingkan mereka.

79. Beberapa kesalahan penjual yang harus dihindari.
a.    Tidak mampu menjalin hubungan dengan konsumen,
b.    Tidak mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen,
c.    Hanya berfokus pada diri sendiri sehingga mengabaikan konsumen,
d.    Terlalu banyak mengobral kata-kata tak bermutu,
e.    Tidak bisa menjadi pendengar yang baik bagi konsumen,
f.     Tidak mengerti dan menguasai tawaran khusus, promosi harga dan harga regular,
g.    Tidak mampu mengidentifikasi apa yang menjadi pembeda produk/jasa yang ditawarkan dari pesaing pada konsumen serta tidak mampu mengutarakan nilai tambah pada konsumen,
h.    Menjual secara terburu-buru
i.      Tidak mampu meyakinkkan konsumen bahwa produk yang ditawarkan merupakan solusi yang terbaik bagi mereka.
j.      Cepat puas dan langsung  meninggalkan  konsumen setelah melangsungkan transaksi.
k.     
80. Kalau bisa mudah, kenapa pilih yang susah?
Kita harus bisa memberikan kenyamanan pada saat pembeli membeli produk kita. Jika pembeli merasa kerepotan, maka mereka tidak akan membeli lagi produk kita dan akan mencarai panjual lain yang lebih membuat mereka nyaman.

81. Pembeli ingin hasil instan.
Pembeli akan membutuhkan waktu yang lama untuk memutuskan membeli. Akan tetapi mereka ingin sekali segera merasakan manfaatnya dan mendapatkan hasilnya. Jadi seorang pembeli harus sabar dan tunjukkan rasa antusias dan sikap ingin melayani, sehingga mereka akan merasa senang dan nyaman.

82. Siapa beli banyak, dia dapat diskon.
Memberikan potongan harga merupakan strategi untuk menarik minat pembeli. Diskon bisa diberikan jika pembeli membeli dalam jumlah yang banyak.

D.   SAATNYA MELANCARKAN AKSI, RAIH KEUNTUNGAN SEBANYAK-BANYAKNYA.

83. Closing yang tepat.
Penjual yang handal harus tahu kapan harus melakukan closing. Penjual yang handal sangat mudah mengidentifikasi cirri-ciri pembeli yang siap membeli. Adapun cirri-cirinya :
a.    Melakukan penawaran harga
b.    Menanyakan jenis atau model yang lain
c.    Terlihat sedang memikirkan produk/jasa yang ditawarkan
d.    Mengunjungi penjual beberapa kali
e.    Mencari tahu secara detail mengenai garansi dan hal lain yang berhubungan
f.     Mempertanyakan tentang cara atau metode pembayaran.

84. Closing dengan 3 keuntungan
Salah satu teknik melakukan closing dengan memberikan 3 langkah keuntungan. Pembeli menginginkan sesuatu yang gratis, berkualitas, dan mudah didapatkan.

85. “ Beli sekarang juga”
“ Beli sekarang juga” bisa menjadi salah satu teknik closing yang mujarab. Katakana kepada pembeli bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk membeli produk kita.

86. Closing dengan memberikan kejutan.
Teknik dengan memberikan kejutan ini terkenal manjur. Pembeli menyenangi kejutan atau hadiah. Bagi pembeli bukan sekedar hadiah yang didapat, akan tetapi juga solusi bagi mereka.

87. Menggiring pikiran konsumen.
Teknik ini bermaksud mengajak konsumen mengarahkan pikirannya untuk suatu alasan tertentu.

88. Kalkulator senjata pamungkas.
Kalkulator adalah senjata pamungkas yang dapat digunkan untuk mendramatisir dan melakukan closing. Kita bisa menggunakan kalkulator dihadapan pembeli dan menghitung-hitung jumlah diskon. Dan hal tersebut dapat menarik antusias pembeli.

89. Jangan abaikan teman pembeli anda.
Perhatikannlah dengan siapa pembeli datang. Cobalah menawarkan produk anda kepada teman pembeli tersebut. Bisa jadi yang tertarik dengan produk anda adalah teman pembeli tersebut.

90. Jangan lupa memberi pujian.
Memberi pujian merupakan salah satu teknik closing. Bersikap ramah dan pujilah pembeli dengan tulus. Maka hal itu akan meninggalkan kesan yang baik pada pembeli dan suatu ketika mereka tidak akan segan datang dan membeli produk kita lagi.

91. Jangan takut membandingkan dengan produk pesaing.
Tunjukkanlah kelebihan produk kita. Saat kita membandingkan keunggulan produk hindari pembicaraan mengenai harga. Tekankkan kepada pembeli mengenai manfaat dan keuntungan yang diperoleh.

92. Buat produk terlihat murah.
Penjual bisa memecah harga menjadi beberapa bagian terkecil. Dengan system kredit, maka harga yang mahal akan terkesan murah dan dapat menarik pembeli untuk memilikinya.

93. Tunjukkan kelebihan produk anda.
Keyakinan yang diperoleh dengan melihat langsung, tentu berbeda dengan hanya sekedar kata-kata. Maka jangan ragu-ragu untuk menunjukkan keunggulan produk kita di depan konsumen.

94. Memannfaatkan situasi pembeli.
Terkadang pembeli terganggu dengan situasi misalnya tiba-tiba telepon bordering. Maka penjual harus bisa memanfaatkan situasi seperti itu. Misalnya dengan menanyakan “ Ibu jadi pilih yang yang mana?”.

95. Pembeli akan malu jika tidak membeli produk anda.
Jika pembeli datang bersama dengan seseorang misalnya dengan pacar, maka manfaatkan situasi seperti ini. Pengaruhi teman pembeli itu dan jika teman tersebut antusias tertarik supaya pembeli membelinya , maka dalam kondisi yang demikian pembeli akan malu jika tidak membelinya.

96. Rasakan apa yang pembeli rasakan.
Berempati dengan merasakan apa yang pembeli rasakan merupakan salah satu teknik closing dalam menjual. Untuk menumbuhkan sikap empati, penjual bisa mengawalinya dengan menyamakan diri pada apa yang dirasakan pelanggan. Tunjukkanlah kepedulian yang tulus pada mereka. Rasakan bagaimana bila kita mengalami apa yang mereka rasakan.

97. Buat terlihat eksklusif.
Menjadi member dari suatu klub atau kumpulan terkadang menjadikan seseorang terlihat eksklusif. Orang tersebut terlihat beda dan fasilitas serta benefit yang didapat juga beda bila dibandingkan dengan yang non member.

98. Barikan informasi tambahan.
Pelanggan akan senang bila menerima berbagai informasi berguna dari produk yang ditawarkan. Informasi-informasi tersebut akan  membuat pelanggan semakin yakin untuk memilikinya.

99. Menuntun pembeli untuk memilih.
Bebaskan pembeli untuk memilih dan melihat-lihat apa yang disukainya. Akan tetapi, kendali tetap berada ditangan penjual. Penjual bisa memberikan masukan-masukan kepada pembeli tentang barang yang akan dipilihnya.

100.                Jangan lupa selipakan sedikit humor.
Untuk membuat pelanggan kita tertawa, kita tidak perlu menjadi seorang pelawak. Dengan menyelipkan sedikit humor, maka pembeli akan merasa senang. Asalkan hal tersebut juga tidak berlebihan.

101.                Buat mereka terlihat pintar.
Pembeli akan marasa pintar bila ia membeli suatu produk yang menguntungkan baginya. Dan yang harus dilakukan penjual adalah mengadakan percakapan yang meyakinkan, yaitu pembicaraan yang mengatakan bahwa apa yang mereka beli atau mereka pilih adalah pilihan yang pintar.

102.                Ambil sekarang atau tidak sama sekali.
Berikanlah penawaran yang membuat pembeli harus bertindak atau membuat keputusan dengan cepat. Buat situasi sedemikian rupa sehingga pembeli tidak punya banyak waktu untuk berpikir. Setelah kita melakukan presentasi, beri mereka sedikit tekanan dengan mengatakan beberapa hal.

103.                Nggak beli rugi!
Agar pembeli membeli produk yang kita tawarkan yakinkanlah terlebih dahulu hati pembeli. Salah satunya adalah dengan memaparkan apa saja kerugian jika tidak membeli produk kita.

104.                Jawaban “Ya” itu bagus.
Dengan memberikan pertnyaan yang singkat yang pembeli akan menjawab “ya’ maka itu akan memancing minat pembeli untuk membeli.

105.                Penjual wajib mengendalikan emosi.
Sebagai penjual, kita harus mengendalikan emosi saat berhadapan dengan pembeli yang mengajukan komplain. Hadapi pembeli dengan pikiran yang positif dan jernih. Dan jangan mudah terpancing amarah. Bersabarlah.

106.                Berani melakukan kesalahan.
Kesalahan belum tentu jelek. Dengan kesalahan kita bisa belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

E.   WAKTUNYA MENJADI PENJUAL SETIA

107.                Tidak ada waktu untuk kecewa.
Dalam menggeluti bidang apapun resiko pasti ada. Begitu juga dalam menjual. Jangan berlarut-larut dalam kekecewaan jika keberhasilan belum tercapai atau karena menghadapi pelanggan yang rewel. Namun berbesarhatilah  dan bersabar. Dengan itu kita akan terbiasa menghadapi situasi.

108.                Semua pihak menjadi pemenang.
Tidak ada yang menang tidak ada yang kalah. Semua adalah pemenang. Prinsip inilah yang harus ditanamkan ketika menjual. Berikan kemenangan yang sama seperti yang penjual rasakan pada pelanggan.

109.                Atasi segala komplain konsumen.
Jika ada konsumen yang komplain, bersabarlah. Hadapilah dengan kepala dingin dan sikap yang positif. Dengan adanya komplain kita bisa mengintropeksi diri apa yang kurang dari produk kita sehingga kita bis meningkatkan mutu dan pelayanan.

110.                Mengalah untuk pembeli.
Dalam kondisi apapun, penjual harus tulus melayani dan menghadapi komplain pembeli. Kita harus tetap melayani mereka dengan tulus dan sabar. Penjual harus bersikap mengalah. Tanpa mengungkapkan kesalahan dan kekeliruan pembeli.

111.                Jangan buat pelanggan lama pergi.
Sebagai penjual, harus membiasakan diri  menghadapi pembeli dengan berbagai karakter, terlebih pada saat menghadapi komplain dari mereka. Kita harus senang hati menghadapinya. Ingat, sebagai penjual tidak mudah mendapatkan pelanggan baru. Maka itu, rawatlah pelanggan lama dengan baik.

112.                Ubah keluhan menjadi keuntungan.
Bila kita jeli, maka keluhan yang disampaikan pelanggan bisa dirubah menjadi keuntungan. Berikut cara-caranya :
a.    Persiapkan diri untuk menghadapi berbagai keluhan
b.    Segera selesaikan keluhan pelanggan
c.    Tunjukkan sikap kita bahwa ingin benar-benar membantu
d.    Tunjukkan tanggungb jawab serta meminta maaf
e.    Beri kompensasi
f.     Cari tahu tingkat kepuasan pelanggan atas pertanggungjawaban kita
g.    Perbaiki apa yang menjadi komplain pembeli.


F.    SAATNYA MENDULANG EMAS

113.                Jangan jadi penjual yang susah dihubungi.
Menyiapkan kartu nama itu perlu. Karena bisa jadi setiap orang yang kita temui adalah calon pelanggan kita. Akan tetapi konsekuensi nya adalah kita akan selalu dihubungi. Jadi jangan jadi penjual yang susuah dihubungi.

114.                Miliki data konsumen.
Buatlah sebuah daftar yang berisikan data-data konsumen kita. Bisa berisi nama, alamat, nomor telepon, dsb. Penjual bisa menggunakan data ini ini untuk menghubungi pelanggan lama. Dengan hal itu peluang bisa digali lagi.

115.                Jangan remehkan pelanggan lama.
Tetaplah berhubungan dengan pelanggan lama secara berkala. Penjual bisa menanyakan , apakah si pembeli membutuhkan suatu produk darinya atau tidak, atau bisa juga dengan menawarkan produk baru.

116.                Setia pada pelanggan.
Hanya pelanganlah yang membuat penjual manjadi sukses. Maka, sudah sewajarnya penjual setia kepada pelanggan. Setia kepada pelanggan sama artinya dengan menjaga pintu rejeki.

117.                Mewawancarai pelanggan lama.
Dengan mewawancarai pelanggan maka kita dapat informasi yang banyak. Dengan informasi ini, maka kita dapat mengetahui kenapa mereka memilih produk kita. Dengan bekal informasi tersebut kita bisa mendapatkan pelanggan yang baru.

118.                Hadapi kata “tidak” dengan benar.
Bila penjual menghadapai situasi semacam ini, maka penjual harus tetap tenang serta berupaya menguasai keadaan. Selanjutnya penjual perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.
a.    Harga dari produk tergolong mahal
b.    Produk yang ditawarkan bukan bukan kualitas utama bagi pembeli
c.    Pembeli memiliki keraguan untuk membeli produk yang ditawarkan

119.                Jadi penjual yang bermanfaat untuk pembeli.
Menjadi penjual yang handal harus sanggup member manfaat  pada banyak orang terutama bagi pelanggan. Salah satunya dengan bersikap jujur dalam menjual. Bersikap tulus dalam melayani dan bertanggungjawab.

120.                Jangan korbankan pelanggan.
Pelanggan kita tidak bersalah. Jangan lampiaskan kekesalan kita terhadap mereka. Penjual yang handal, mampu menyimpan kegundahan hati agar tidak terlihat oleh pelanggan.

121.                Siap menerima ide dari pelanggan.
Dengan menerima ide-ide dari pelanggan, mampu meningkatkan kretaifitas kita. Dan dengan itu kita dapat masukan positif yang membangun bisnis kitamenjadi lebih besar.

122.                Jadilah penjual yang rajin.
Dalam berbagai hal, rajin adalah kuci keberhasilan. Begitu juga dalam menjual. Jika malas-malasan maka penjual tidak akan bisa meningkatkan omset bahkan mengalami kerugian.

123.                Belajar dari pengalaman.
Kalau ingin meraih sukses, belajarlah dari pengalaman. Karena dari pengalaman seseoarang bisa mengetahui apa yang menjadi kelemahan dan kelebihannya. Hal ini juga bisa diterapkan bagi penjual untuk meningkatkan penjualannya.



BIODATA PENULIS

Engga Akasara adalah nama pena dari Engga Prayogi. Penulis yang memiliki hobi menonton semua jenis film ini pernah berkuliah di fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Kesibukannya saat ini adalah menjadi penggiat buku di Episentrum Publishing Service Yogyakarta. Sebelum memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta dan memulai karirnya di bidang kepenulisan, ia pernah bekerja sebagai Staff Humas di salah satu perusahaan perkebunan  kelapa sawit di Sumatera Utara.


1 komentar:

belonomi mengatakan...

wah, panjang juga nih gan tipsnya. mantap ane simak dulu gan.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...