Jumat, 28 Februari 2014

STRATEGI GILA MENJADI MARKETING NO. 1

By Afin Murtie

Menjadi seorang marketing mungkin saja merupakan pilihan profesi nomor sekian di antara banyak profesi lain yang terlihat menjanjikan. Sungguh bukanlah pilihan yang buruk untuk menjalani kehidupan ini. Dengan pemikiran yang positif, tindakan yang tepat, serta restu dari orang-orang terdekat dan tersayang, maka untuk menjadi marketing no. 1 yang handal akan dengan mudah diraih. Untuk menjadi seorang marketing yang hebat, dibutuhkan pemahaman mengenai dasar-dasar ilmu marketing dan seluk beluknya. Sehingga dengan memahami hal tersebut, maka akan didapat strateginya.

Marketing Pemasaran
A. Apa yang Dimaksud dengan Marketing?
Secara harfiah, marketing adalah pemasaran. Sehingga penjabaran kata “marketing” mencakup segala kegiatan manusia yang terjadi sehubungan dengan pasar. Kegiatan yang bukan hanya menjual, tetapi jugga dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk yang tepat, menetapkan harga, serta melaksanakan promosi dan distribusi secara efektif.

B.     Manajemen dan Sistem Marketing
Manajemen marketing merupakan proses dari kegiatan marketing mulai dari analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Manajemen marketing yang baik memungkinkan suatu perusahaan berkembang sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.
Sistem marketing memiliki fungsi pengendalian terhadap kepentingan konsumen, perusahaan, dan masyarakat/lingkungan. Dari ketiga kepentingan itu dapat ditarik garis tujuan system pemasaran yang mencakup memperbesar konsumsi, menambah kepuasan konsumen, dan menaikan kualitas hidup.

C.    Fungsi dan Pelaksanaan Marketing

Terdapat empat bagian dari fungsi manajemen marketing, di antaranya yaitu: Menganalisa Kesempatan Pasar; Memilih Pasar Sasaran; Mengembangkan Bauran Pemasaran; dan Mengelola Usaha Marketing;  

Jenis dan Lingkup Marketing
A.    Marketing Produk/Barang
      Marketing produk melingkupi semua kebutuhan hidup manusia yang bersifat konkret. Mulai dari kebutuhan yang bersifat primer, sekunder hingga tertier.
B.     Marketing Jasa
      Marketing jasa bersifat abstrak, dan meliputi perencanaan, pemantapan konsep, klasifikasi jasa, promosi, sampai dengan mengendalian mutu dan pelayanan  terhadap konsumen pengguna jasa.
C.     Marketing Organisasi
      Marketing organisasi dijalankan untuk memperkenalkan suatu organisasi agar dapat eksis dan lebih dikenal, dalam rangka mencapai tujuan.
D.    Human Marketing
      Bertujuan untuk pemunculan karakter dan pencitraan seseorang agar dapat dikenal oleh public untuk tujuan tertentu.
E.     Marketing Tempat
      Bertujuan dalam pencitraaan suatu tempat atau kawasan, sehingga tercapai tujuan yang diinginkan oleh pemilik atau pengelola tempat tersebut agar dikenal dan dikunjungi oleh public.
F.      Marketing Gagasan
      Dengan adanya marketing maka usaha dalam mengaplikasikan suatu gagasan akan lebih mudah dan mengenai sasaran sesuai dengan perhitungan.

Pengenalan Produk
A.     Apakah Produk Itu?

Menurut Philip Kotler, produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada sebuah pasar agar diperhatikan, diminta, dipakai, atau dikonsumsi sehingga mungkin dapat memuaskan kebutuhan.

·      Produk inti (core product) sebagai tingkatan pemenuhan kebutuhan konsumen, produk inti berada pada pusat produk keseluruhan.
·      Produk nyata (actual product) yang mengandung lima sifat yaitu: tingkat kualitas, ciri-ciri, gaya, nama merk, dan kemasan.
·      Produk yang ditambahkan (augmented product), yaitu produk akan memberikan jasa dan manfaat tambahan yang bertujuan menunjang kepuasan konsumen.

B.  Klasifikasi Produk
Dengan mengklasifikasikan produk yang  akan dipasarkan, maka kita akan lebih mengerti bagaimana cara memperkenalkan produk agar diisukai konsumen.
            Klasifikasi Produk Menurut Daya Tahan
·      Produk Tahan Lama (durable goods) : Berhubungan dengan barang-barang yang digunakan untuk produksi, ataupun barang-barang inventaris.
·      Produk Tak Tahan Lama (non-durable goods) : Berhubungan dengan bahan makanan, makanan jadi, produk kebersihan.
·      Produk Jasa

Klasifikasi Produk Berdasarkan Jenis Barang yang Dibeli
·      Barang Sederhana (convenience goods) : Produk barang yang umumnya sering dibeli konsumen tanpa perlu membandingkan dengan produk lain.
Ø  Bahan Pokok (staple) : Produk barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biasa rutin dibeli.
Ø  Barang yang Menarik : Barang yang dibeli tanpa perencanaan dan terlebih karena dorongan hati semata tanpa usaha pencarian.
Ø  Barang-barang Darurat (emergency goods) : Dibeli ketika ada kebutuhan mendadak dan mendesak. Jika tidak ada keperluan, jarang menjadi target pembelian konsumen.
·      Produk Khusus : Barang yang memiliki keunikan dan mengusung suatu merk tertenntu yang dianggap branded.
·      Produk Tak Menarik : Barang-barang yang keberadaannya belum banyak diketahui konsumen, atau kurang menarik minat karean   dianggap tidak bisa memenuhi dan memuaskan konsumen.

Klasifikasi Produk Industri
·      Bahan Baku dan Komponen (material and parts) : Barang-barang yang diperlukan oleh pabrik atau industri dalam menjalankan produksi.
Ø  Bahan Mentah
Ø  Bahan Baku dan Komponen yang Sudah Diolah
·         Barang-barang Modal (capital items) : Merupakan suatu barang yang kegunaannya menyertai produk jadi.
·         Perlengkapan Alat-Alat dan Jasa (Supplies and Service) : Barang yang sama sekali bukan bagian dari suatu produk jadi.

C.    Pengenalan Produk Yang Ditawarkan
Sebuah tim marketing pada suatu perusahaan haruslah mengenal dulu produk yang akan dikeluarkannya ke pasar, baik mengenai bentuk ciri-ciri, kegunaan, keunggulan, kelemahan, dan tentu harga produk. Sehingga akan mempermudah pengenalan produknya di pasaran.

Pengenalan dan Penempatan Pasar
A. Pasar Tradisional
Pasar tradional biasanya pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah, dengan cirri khas harga yang relatif murah dengan segmentasi menengah ke bawah.
B.     Pasar Modern
Pasar modern biasa disebut juga dengan mall, swalayan, supermarket, hypermarket. Memiliki fasilitas yang lebih baik dan nyaman  bagi para konsumen.
C.     Pasar Online
Pasar yang mengandalkan sarana webset dan blog sebagai sarana promosi dengan cara pembayaran melalui transfer antar bank dan pengiriman barang dilakukan melaui jasa kurir.
D.    Pasar Grosir
Pasar yang diperuntukan bagi konsumen yang membeli produk dalam jumlah banyak dan biasanya konsumen adalah para pedagang yang akan menjual kembali barang dagangannya di pasar-pasar eceran.

Promosi

A.    Strategi Promosi
Sebelum melakukan promosi, ada baiknya sebuah tim marketing harus mengenal baik produk yang dihasilkannya agar bisa dikenal dan diminati konsumen.
·      Memberi Label  yang Menarik : Berikanlah label yang mudah dihafal, disukai, dan dicari oleh konsumen bidikannya.
·      Mencintai Produk : Passion terhadap produk yang kita punya akan membuat diri kita total dalam pempertahankan keadaannya, sehingga berbagai usaha  akan dilakukan untuk membuat produk tersebut terkenal dan disukai.
·      Membuat Perbedaan : Tampilkanlah ciri khas dari produk yang dapat memberikan konsumen selalu mengingatnya.
·      Buat Konsumen jadi Penasaran
B.     Sarana dan Prasarana Promosi
Sarana dan prasarana dalam promosi dapat berupa fisik dan human activity.

1.   Sarana dan Prasarana Fisik
a.    Iklan : surat kabar, radio, televisi, dan internet
b.   Brosur, ada beberapa hal yang perlu dicermati jika melakukan promosi melalu media ini.
·      Tampilan brosur, buat ukuran yang sesuai dan nyaman dibaca, huruf-hurufnya jelas, isinya singkat dan mudah dimengerti, buatlah semenarik mungkin.
·      Penyebaran brosur, sebarkan brosur sesuai dengan target pasar  yang sedang dipromosikan.
c.    Papan Nama, Spanduk, dan Baliho
d.   Promosi Penjualan
    Selain dengan iklan, promosi penjualan bisa dilakukan dengan cara lain, seperti di swalayan-swalayan atau di pameran-pameran tertentu dengan bantuan wiraniaga atau sales promotion.
e.    Publisitas
Publisitas biasanya dilakukan  di tempat-tempat keramaian mulai dari alun-alun, sekolah, sampai dengan mall dan taman hiburan. Dengan bentuk acara hiburan semacam band, perlombaan anak-anak, pembagian souvenir, dan lain sebagainya.

2.      Sarana dan Prasarana non Fisik
Sarana dan prasaran non fisik terletak pada team work marketing yang menangani suatu produk agar dapat dikenal. Team yang langsung bersentuhan dengan pasar adalah wiraniaga atau sales promotion. Agar tercapai tujuan di atas, maka manajer marketing harus pandai memilih, melatih, dan mengkoordinir tim salesnya.
a.   Menetapkan Struktur Penjualan dan Gugus Penjualan
Sebelum memulai mengkoordinasi tim marketing yang handal, terlebih dahulu manager marketing menetapkan struktur dan gugus penjualan produk yang akan ditawarkan dengan memastikan terlebih dahulu segmentasi, tujuan, dan cara pendistribusian produk.
b.   Menerima dan Menyeleksi Sales
Penerimaan sales bisa dilakukan dengan cara iklan di media massa atau internet, serta memesan pada kantor agensi atau outsourching.
c.    Melatih Sales
Latihan mecakup tentang penguasaan terhadap produk yang akan ditawarkan, mengenalkan keunggulan-keunggulan produk, melatih cara bersikap, cara bicara, cara berbusana. Kesemuanya dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan.
d.   Mengawasi Sales
Pengawasan di sini adalah adanya supervisor yang mengkoordinir para sales yang meliputi pengawasan waktu bekerja, cara bekerja, hasil kerja berdasarkan laporan tentang keberadaan konsumen, laporan penjualan, dan sebagainya.
e.    Mengevaluasi Sales
Bertujuan meningkatkan kinerja para sales dalam mengembangan penjualan produk produk di masa yang akan datang.

Menjadi Top Marketing
A.    Mengubah Image
·      Berpakaian rapi, busana yang sesuai dengan keadaan dan pekerjaaan yang sedang dilakukan dengan cara menyerasikan paduan warnanya.
·      Bersikaplah Layaknya “Marketing”
Ø Bersikap Sopan : Sopan dalam bertutur kata, baik ketika  menawarkan produk maupun berbincang bersama teman; Berbicara dengan intonasi rendah tapi tegas; Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menanggapi pembicaraan kita;
Ø Suka Menolong
Ø Penuh Integritas/ Dapat Dipercaya : On time dan tidak melalaikan kewajiban tugas pekerjaan; Mengunggulkan produk yang ditawarkan, tanpa menjelek-jelekkan produk kompetitor;

B.  Mengubah Mindset (Cara Berfikir)
Tanamkan baik-baik dalam benak kita,  bahwa menjadi seorang marketing itu membanggakan dan bukan pekerjaan yang bisa dianggap remeh. Karena seorang marketing adalah ujung tombak sebuah perusahaan.

C.    Membangun Kepercayaan Diri
·      Tanamkanlah dalam-dalam ke pikiran jika pasti berhasil :  Kita harus selalu percaya bahwa keberhasilan akan selalu menyertai kita ke mana pun; Dengan berpikiran bahwa kita akan berhasil, maka semangat yang timbul akan bisa melebihi kapasitas yang seharusnya ada.
·      Komunikasikan bahwa kita pasti berhasil.

D.    Siap Menghadapi Berbagai Tantangan
Anggaplah target pekerjaan sabagai sebuah karunia dan tantangan yang bisa ditaklukkan. Denagn demikian kita bisa mencintai pekerjaan dengan dipenuhi target dan bisa melaluinya dengan penuh kepuasan dan kebahagian hidup.

E.     Memaksimalkan Peran Otak Kanan
Marketing adalah profesi yang berhubungan erat dengan otak kanan. Menghadapi sebuah pasar yang bersifat dinamis dan penuh dengan berbagai tipr manusia dengan segala keunikannya, sebagia marketing kita harus memutar otak kanan agar kreativitas muncul. Sehingga bisa membaca arah dan kehendak konsumen dalam persaingan pasar.

Semakin Dekat Kesuksesan
Jika kita sudah sekuat tenaga dan pikiran dalam berusaha untuk mencapai apa yang ditargetkan dan dicita-citakan, maka untuk mendekatkan kesuksesan berada di samping kita, cobalah hal-hal yang berhubungan dengan sentuhan emosional.
A.    Menghormati Orangtua
Sebagai seorang marketing juga, sangat erat hubaungannya dengan doa dan restu orang tua. Dengan menghormati mereka, maka semakin banyak doa untuk kita, dan semakin menjadi baiklah semua yang kita jalani.
B.     Menghargai Pasangan dan Anak
C.     Menghargai Lingkungan Sekitar

Marketing Standar Vs Marketing Handal
A.    Menjalani Vs Menikmati Hidup
·      Marketing Standar
Akan menjalani hidupnya seperti air mengalir. Terkesan dalam menjalani hidupnya kurang usaha, hanya diam dan pasrah menjalaninya tanpa mau untuk dirubah.
·      Marketing Handal
Akan menikmati hidupnya. Seberat apa pun tantangan dalam hidup akan dirasakannya sebagai sebuah proses menuju keberhasilan yang lebih baik. Tidak pernah menganggap sulit persoalan, karena yakin ada jalan menyelesaian.

B.  Terbuai Vs Mengejar Mimpi
·         Marketing Standar
Mereka menganggap mimpi hanyalah bunga tidur semata yang membuat tidur jadi berbunga-bunga, tanpa pernah berusaha membuatnya jadi kenyataan. Dan hanya berpikir bahwa mimpi itu tidak mungkin terwujud.
·         Marketing Handal
Mereka menganggap mimpi adalah kumpulan keinginan yang terpendam. Keinginan untuk jadi lebih baik, keinginan untuk berkembang. Sehingga marketing handal akan berusaha sepenuhnya dalam mewujudakan keinginan tersebut.

C.    Kurang Ide Vs Inovasi
·      Marketing Standar
Menganggap sesuatu yang telah menjadi kebiasaan adalah aturan yang harus dipatuhi dan tidak boleh diganggu gugat.
·      Marketing Handal
Mereka sangat kreatif dan inovatif. Banyak ide, tidak ingin stagman, tidak bisa diam menunggu perintah. Sehingga mereka akan berusaha meningkatkan nilai produknya dengan ide-ide dan inovasi yang tidak biasa.

D.    Serba Standar Vs Berani Beda
·         Marketing Standar
Hanya cukup menjalankan planning yang telah digariskan oleh perusahaan tan sentuhan inivasi apa pun. Mempromosikan produk dengan cara yang biasa-biasa saja dan terkesan kaku.
·         Marketing Handal
Seorang marketing yang memiliki integritas tinggi tentu ingin selalu membuat gebrakan-gebrakan yang berbeda, sehingga produk yang ditawarkannya akan tetap bisa eksis dan semakin meroket ditengah persaingan pasar.

E.     Mengakui Vs Memanfaatkan Kekurangan
·         Marketing Standar
Akan mengakui segala kekurangan dalam penjalani tugasnya. Hal tersebut akan sangat dihargai,  bahhkan oleh owner perusahaan. Akan tetapi, semua pengakuan akan sia-sia tanpa ada tidak lanjut untuk merubahnya.
·         Marketing Handal
Kekurangan yang dimilikinya adalah kelebihannya. Denag kekurangan yang telah mereka hasilkan, maka mereka memiliki kesempatan dalam menuangkan ide-ide dan inovasinya untuk berpromosi lebih baik, seingga kekurangannya yang tadi dapat tertutupi.

Service Investasi Seorang Marketing
A.    Pengertian Investasi Secara Umum
Investasi sering diartikan sebagai bentuk lain dari penyimpanan uang untuk memperoleh keuntungan (return), dengan harapan uangnya akan berkembang menjadi lebih banyak dari jumlah sebelumnya.
Secara sederhana investasi dapat dilakukan dengan cara menanamkan sejumlah dana atau uang dalam bentuk properti, logam mulia, saham suatu perusahaan atau berbagai jenis investasi lainnya.

B.     Service Investasi Bagi Seorang Marketing
Ada beberapa hal yang perlu dicermati dan terus menerus diolah oleh para marketing untuk memperlancar dan mensukseskan promosi produknya, yaitu:
·      Mempelajari Gaya Hidup dan Kebutuhan Konsumen
Dengan mengetahui perkembangan alur gaya hiduo konsumen, maka akan mensetting prooduk untuk bisa diluncurkan di pasaran agar sesuai dengan segmentasi yang dipilih.
·      Menanamkan Citra Merk dan Manfaat Unik Produk
1.   Pencitraan terhadap merk secara korporasi/ pabrikan.
Dalam pencitraan ini, maka  yang dijadikan sasaran adalah seluruh produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Bertujuan untuk membuat hubungan yang baik antara perusahaan dengan konsumen, karyawan, investor, kalangan media, dan semua pihak terkait.
2.   Pencitraan merk secara produk
Dalam hal ini, seorang marketing hanya memfokuskan diri membuat cirri-ciri tertentu sebagai citra sebuah produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
3.   Memberika edukasi mengenai keuggulan produk kepada konsumen
Kita perlu memberitahukan kepada konsumen  tenntang segala keunggulan produk, baik melalui promosi dengan berbagai cara yang telah ditetapkan, membuat acara publisitas, atau yang lainnya. Untuk spesifikasi edukasi tentang manfaat produk sebagai solusi dari permasalahan, dapat langsung disertakan kepada selogan yang akan diusung.

Hal Yang Harus Dihindari Seorang Marketing
A.    Malas
B.     Malu
C.     Tidak Percaya Diri
D.    Waktu Promo yang Tidak Tepat
Sebelum promosi, hendaknya tanyakan kepada konsumen kapan ada waktu luang baginya untuk mendengarkan penjelasan tentang produk kita. Jika tidak melihat waktu yang tepat, konsumen akan merasa terganggu dengan kehadiran kita.
E.     Miss Komunikasi dengan konsumen
Dalam memberi penjelasan tentang produk yang kita tawarkan, harus benar-benar menguasai dan berhati-hati dalam berbicara. Jangan pernah menjelek-jelekkan produk dari perusahaan lain, dan sabarlah dalam menjawab pertanyaan konsumen, walau terkesan tidak ada manfaatnya.
F.      Berbohong
Katakanlah apa adannya mengenai produk yang ditawarkan, jangan pernah berbohong tentang harga, kualitas, mau pun kegunaan produk. Sehingga dengan sikap jujur, maka pelanggan tidak akan pernah merasa diakali.

G.    Salah Target
Sebagi seorang marketing, dari awal pembuatan sebuah produk kita sudah harus mengetahui segmen pasar mana yang akan dijangkau. Target awal tersebut harus benar-benar dilakukan agar promosi yang dilakukan tepat sasaran sehingga tidak sia-sia.

Fokus Seorang Marketing
A.    Pra Jual
·      Mengenal Produk yang Akan Dipasarkan
Sangat penting bagi seorang marketing untuk mengenai produk yang akan dipasarkannya. Dengan mengetahui seluk beluk produk tersebut, baik segala cirri khas, keunggulan atau pun kekurangannya, maka marketing tersebut akan memiliki arah dan rencana dalam membentuk tim yang solid.
·      Menentukan Strategi Pemasaran
Setelah mengenal dengan baik produk, maka seorang marketing harus memulainya dari strategi penetapan harga, penentuan segmentasi pasar, samapai strategi yang akan digunakan dalam berpromosi.
·      Mempersiapkan Distribusi Produk
Distribusi disesuaikan dengan strategi yang diusung untuk mempromosikan produk tersebut.
·      Mempersiapkan Tim yang Handal
Dalam persiapan ini, semua anggota tim diusahakan menguasai segala hal tentang produk yang akan diluncurkan. Persiapkan juga mental dan performa semua tim agar dalam melaksanakan tugasnya masing-masing bisa sesuai yang ditargetkan, atau bahkan melebihi target.

B.Saat Penjualan
·      Launching Produk Baru
Launching diperlukan bagi produk yang benar-benar baru di pasaran, yang bertujuan mengenalakannya kepada para calon konsumen. Launching dapat dilakukan dengan cara-cara:
a.    Membuat promosi perkenalan produk dengan cara memberikan hadiah barang tertentu yang berkaitan dengan produknya atau dengan cara “beli satu gratis satu”.
b.   Membuat perbedaan pada produk yang diluncurkan. Misalnya dalam hal kemasan yang tidak biasa.
c.    Jika mengadakan launching besar-besaran libatkanlah event organizer agar memudahkan dalam mengkoordinir tim marketing.
·      Promosi Produk
Berbeda dengan launching produk, promosi produk berarti produk sudah beredar di pasaran. Hal ini bisa dilakukan dibanyak media mulai dari surat kabar sampai media elektronik.
·      Mengkoordinasi Sales Promotion
Selain bertujuan untuk mereview kembali inagtan mengenai pengenalan produk, bisa juga sebagai media untuk berbagi pengalaman kendala di lapangan dalam memasarkan produk, sehingga dapat dicari solusinya bersama.
·      Berikan Pelayanan Terbaik
Hal ini bisa dilakukan dengan cara menjawab setiap pertanyaan dari konsumen mengenai produk kita dengan sabar, intonasi rendah, dan menampakkan rasa senang atas pertanyaan mereka.

C.Purna Jual
·         Memberikan Pelayanan Purna Jual
      Jika produk yang dibeli konsumen berupa produk yang butuh cara penggunaan, maka sebagai marketing harus memberi penjelasan kembali ketika konsumen kurang mengerti cara penggunaan produk kita.
·         Memberikan Garansi terhadap Barang-Barang Elektronik
·         Memiliki Service Centre
      Sebaiknya berlokasi di tengah kota atau berada pada beberapa titik wilayah, agar konsumen tidak perlu jauh-jauh jika ingin melakukan service produk  yang telah dibelinya.
·         Memberikan Hadiah Kejutan
·         Memelihara Image Positif
Memelihara image suatu produk bisa  dilakukan dengan cara quality control diperusahaan yang bersangkutan atau pun kepada distributor agar produk kita selalu berkesan  baik dan cepat tanggap serta melayani orang lain.
Tak hanya menjaga image produk, tapi yang tak kalah pentingnya juga kita harus tetap menjaga image konsumen terhadap kita sebagai marketing agar selalu merasa senang jika mereka membeli produk yang kita tawarkan.

Untuk menjadi seorang marketing no. 1, maka hal-hal yang diperlukan adalah:
·      Memahami dengan baik segala hal mengenai manajemen dan system marketing, ruang lingkup marketing, produk, strategi promosi, dan lain sebagainya.
·      Mengubah mindset dan image, dengan menanamkan rasa bangga menjadi seorang marketing. Sehingga akan tumbuh rasa percaya diri dan siap menghadapi segala tantangan.
·      Maksimalkan peran otak kanan agar selalu muncul ide-ide kreatif dan inovatif dalam melakukan promosi produk.
·      Jangan melupalkan sentuhan emosional, dengan cara menghormati orang tua, menghargai pasangan, menyayangi buah hati, dan peduli terhadap lingkungan sekitar, dan juga berikan pelayanan terbaik kepada konsumen.
·      Jangan terus memelihara sifat malas, malu, tidak percaya diri, berbohong, dan sifat-sifat negative lainnya.
·      Jagalah sikap fokus dalam bertugas, ketika pra jual, saat jualan dan purna jual.

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...