Tampilkan postingan dengan label Bisnis kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis kuliner. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juli 2014

BISNIS BAKSO

Baso adalah salah satu makanan favorit terpopuler di Indonesia. Karenanya, sangat mudah ditemukan pedagang baso, dari desa hingga kota, mulai dari pedagang keliling, kaki lima, hingga restoran. Perputaran ekonomi bisnis baso bukan hal yang bisa dianggap remeh. Ratusan pedagang gerobak baso dalam satu kota mampu menghasilkan omzet ratusan milyaran rupiah per hari. Sebut saja, Jakarta yan memiliki tingkat kepadatan tinggi, seorang pedagang gerobak baso mampu menghasilkan omzet minimal tiga ratus ribu hingga jutaan rupiah setiap hari.

Bakso bukan lagi sekadar makanan ala kaki lima. Hingga kini, bisnis bakso telah berkembang dan beralih menjadi bisnis restoran mewah di mal. Penyajian bakso pun beraneka ragam, mulai dari bakso aneka isi, bakso ala shabu-shabu, hingga bakso aneka varian. Sistem operasionalnya pun semakin modern dan banyak dikembangkan menjadi bisnis franchise atau kemitraan. Kenyataan inilah yang menandakan bahwa bisnis bakso terus berkembang dan tidak ada matinya.

Ada beberapa alasan kemudahan dalam berbisnis bakso. Di antaranya sebagai berikut.
Pertama, pangsa pasar besar dan berkembang karena penyajian bakso dapat dilakukan sebagai makanan jajanan dan melengkapi masakan lainnya.
Kedua, mudah dilakukan, bisa dengan modal kecil, dan risiko yang kecil pula. Siapa pun hampir dapat mengelola bisnis bakso, sekalipun tanpa memiliki latar belakang pendidikan khusus.
Ketiga, makanan favorit dan populer di Indonesia, sehingga memiliki konsumen yang jelas, mulai dari kalangan menengah hingga atas, baik anak-anak, dewasa, maupun orang tua.

Peluang Usaha Bakso menjadi salah satu pilihan usaha menarik bagi banyak orang. Siapa yang tidak mengenal bakso ? Usaha Bakso menjadi usaha yang menarik karena bakso merupakan komoditi yang banyak disukai oleh masyarakat umum, baik kalangan bawah sampai menengah ke atas.

Tahukah Anda bahwa bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa ? Bakso menjadi hidangan atau jajanan  favorit bagi banyak  orang Indonesia. Bisa dikatakan bahwa usaha bakso tidak pernah dipengaruhi oleh faktor musiman yang artinya banyak orang tetap mencari bakso disepanjang waktu tiap tahunnya.  

Banyak wirausahawan baru usaha bakso yang bermunculan. Namun ternyata pada saat ada kenaikan harga daging sapi, banyak usaha bakso yang akhirnya harus tutup usaha (bangkrut) karena tak sanggup mengimbangi kenaikan harga daging sapi. Benarkah margin usaha bakso ternyata tidak seheboh yang digembar-gemborkan ?  Tapi tidak sedikit pula pelaku usaha bakso yang bisa tetap bertahan. Bagaimana menyiasati kondisi-kondisi  kritis tersebut ?  Dan masih ada  banyak lagi hambatan faktor-faktor eksternal  yang baru  mereka temukan saat  menjalani usaha bakso.
Peluang Usaha Pedagang Bakso :
Seperti halnya pedagang mie ayam, Pedagang kaki lima yang menjual bakso juga mudah kita temui hampir di setiap jalan yang kita lalui, begitu juga dengan yang mangkal di warung pinggir jalan. Itulah sebabnya, makanan ini juga disebut sebagai produk pasaran. Seperti halnya tempe, meski dimakan setiap hari, tetap tidak membosankan. Bahkan, ada penggemar bakso sampe rela mencicipi bakso di berbagai tempat, dari bakso kaki lima, bakso yang mangkal di pinggir jalan, maupun bakso yang dijual ala restoran.

Ketika orang merasa malas untuk makan, sementara ia sadar bahwa dirinya butuh makan, tidak sedikit orang yang berpikir untuk membeli bakso. Namun biasanya ia akan memilih bakso kosongan (istilah bakso yang tidak diberi mie, tapi hanya baksonya saja). Karena itu bisnis bakso tetap masih memberi peluang yang sangat bagus, hampir seimbang dengan
Peluang Usaha Mie Ayam.

Memulai Usaha Pedagang Bakso

Berikut beberapa persiapan yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis bakso.
  1. mencari ilmu tentang pembuatan bakso, baik melalui buku, internet, atau referensi lain. Bila perlu belajar langsung dengan pengusaha bakso yang terkenal enak, baik mengenai pembuatan, peralatan yang dibutuhkan, maupun pemasarnnya.
  2. menyiapkan peralatan untuk membuat bakso dan perlengkapan penjualan.
  3. mulai menentuka strategi pemasaran, apakah menjadi pedagang kaki lima yang memakai gerobag dan dipasarkan keliling suatu wilayah, atau langsung mangkal di suatu tempat.

Hambatan Bisnis Pedagang Bakso

Bagi pedagang bakso yang langsung mangkal di suatu tempat, seperti  Sutrisno, selama ini mengaku tidak ada hambatan yang berarti, selain ketika muncul masalah formalin dan ‘batik’ (bakso yang terbuat dari daging tikus). Bahkan, Sutrisno sampai tekor  dan harus menjual mobilnya  untuk menutupi biaya operasional, pembelian bahan baku, hingga gaji karyawan. Sementara ia tidak mungkin menurunkan harga per porsi bakso karena kerugian akan semakin meningkat. Ia juga tidak mungkin memecat salah satu karyawannya dan tidak ingin menutup alah satu warung cabangnya. Untuk perizinan tempat bisnis dari Depperindag, ia mengaku tidak mengalami banyak kendala.

Strategi Bisnis

Untuk meningkatkan omzet penjualan bakso dengan kondisi persaingan yang ketat, ada beberapa yang perlu dilakukan, antara lain:
  • Mencari tempat usaha yang strategis
  • Memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen atau pembeli.
  • Menjual produk terbaik, baik mutu maupun rasanya, meskipun harus sedikit menaikkan harga. Lebih baik menaikkan harga daripada menurunkan kualitas baksonya.
  • Merekrut karyawan yang benar-benar mempunyai komitmen untuk menjaga mutu produk. Terutama buat pengusaha bakso yang ingin membuka cabang.
  • Mencari daging yang kualitasnya bagus, mengingat bahan baku utama bakso adalah daging. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang daging.
Sebagai Tambahan :
Seperti halnya pedagang mie ayam, Pedagang kaki lima yang menjual bakso juga mudah kita temui hampir di setiap jalan yang kita lalui, begitu juga dengan yang mangkal di warung pinggir jalan. Itulah sebabnya, makanan ini juga disebut sebagai produk pasaran. Seperti halnya tempe, meski dimakan setiap hari, tetap tidak membosankan. Bahkan, ada penggemar bakso sampe rela mencicipi bakso di berbagai tempat, dari bakso kaki lima, bakso yang mangkal di pinggir jalan, maupun bakso yang dijual ala restoran.

Ketika orang merasa malas untuk makan, sementara ia sadar bahwa dirinya butuh makan, tidak sedikit orang yang berpikir untuk membeli bakso. Namun biasanya ia akan memilih bakso kosongan (istilah bakso yang tidak diberi mie, tapi hanya baksonya saja). Karena itu bisnis bakso tetap masih memberi peluang yang sangat bagus, hampir seimbang dengan
Peluang Usaha Mie Ayam.

Memulai Usaha Pedagang Bakso


Berikut beberapa persiapan yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis bakso.
  1. mencari ilmu tentang pembuatan bakso, baik melalui buku, internet, atau referensi lain. Bila perlu belajar langsung dengan pengusaha bakso yang terkenal enak, baik mengenai pembuatan, peralatan yang dibutuhkan, maupun pemasarnnya.
  2. menyiapkan peralatan untuk membuat bakso dan perlengkapan penjualan.
  3. mulai menentuka strategi pemasaran, apakah menjadi pedagang kaki lima yang memakai gerobag dan dipasarkan keliling suatu wilayah, atau langsung mangkal di suatu tempat.

Hambatan Bisnis Pedagang Bakso

Bagi pedagang bakso yang langsung mangkal di suatu tempat, seperti  Sutrisno, selama ini mengaku tidak ada hambatan yang berarti, selain ketika muncul masalah formalin dan ‘batik’ (bakso yang terbuat dari daging tikus). Bahkan, Sutrisno sampai tekor  dan harus menjual mobilnya  untuk menutupi biaya operasional, pembelian bahan baku, hingga gaji karyawan. Sementara ia tidak mungkin menurunkan harga per porsi bakso karena kerugian akan semakin meningkat. Ia juga tidak mungkin memecat salah satu karyawannya dan tidak ingin menutup alah satu warung cabangnya. Untuk perizinan tempat bisnis dari Depperindag, ia mengaku tidak mengalami banyak kendala.

Strategi Bisnis

Untuk meningkatkan omzet penjualan bakso dengan kondisi persaingan yang ketat, ada beberapa yang perlu dilakukan, antara lain:
  • Mencari tempat usaha yang strategis
  • Memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen atau pembeli.
  • Menjual produk terbaik, baik mutu maupun rasanya, meskipun harus sedikit menaikkan harga. Lebih baik menaikkan harga daripada menurunkan kualitas baksonya.
  • Merekrut karyawan yang benar-benar mempunyai komitmen untuk menjaga mutu produk. Terutama buat pengusaha bakso yang ingin membuka cabang.
  • Mencari daging yang kualitasnya bagus, mengingat bahan baku utama bakso adalah daging. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang daging.

Sebagai Tambahan :
Analisis Usaha Bakso sebagai berikut :
Langkah - langkah yang harus disiapkan adalah
  • Kantor pemasaran adalah rumah anda sendiri.
  • Melakukan perekrutan karyawan untuk tenaga pemasaran, caranya bisa pasang pengumuman di dinas ukm, dinas tenaga kerja, kantor pos dll
  • Jumlah karyawan di rekrut 5-10 orang
  • Bagi karyawan marketing disediakan fasilitas Gaji pokok, Uang makan, uang transport dan insentive target omset
  • Karyawan yang telah diseleksi oleh anda, dirujuk ke kantor pusat untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan penjualan selama 3-5 hari.
Alat dan bahan yang perlu disediakan sehubungan kegiatan lapangan adalah
  • Freezer / lemari pendingin
  • Cooler Box untuk tenaga marketing 5-10 unit
  • Buku presensi, buku laporan penjualan harian, dll
  • Stok produk Bakso BOP yang cukup.

PERHITUNGAN STOCK PRODUK :
Untuk 10 orang tenaga pemasaran, dengan target penjualan 20 pack/hari.
Berapa stok BOP yang harus di siapkan..?
Cara menghitung stok Sbb :
= 20 pack bakso x 10 orang sales x 6 hari
= 1.200 pack
Harga Pokok                                        = Rp. 35,000/ bks
Harga Jual Konsumen                          = Rp. 41,000/bks
laba penjualan sebesar                      = Rp. 6,000/ bks
Target penjualan per-orang                = 20 bks / hari
Laba kotor dari satu orang sales        = Rp. 120,000/hari

Pembagian Laba 35% untuk pengusaha ( anda ) : 65% untuk sales
Penghasilan anda : 35% x Rp. 120,000 = Rp. 42,000.            Sales : 65% x Rp. 120,000 = Rp. 78,000
Pembagian laba untuk sales Rp. 78,000 ini diberikan sebagai :
-         gaji pokok
-         uang makan
-         uang transport
-         bonus / insentive.
-         Dan lain sebagainya disesuaikan dengan kondisi daerah masing - masing

LABA PERBULAN :
25 hari kerja x Rp. 42,000 = Rp. 1,050,000
Dalam sebulan anda sudah mendapatkan income bersih Rp.1,050,000  dari setiap orang sales
Jika ada 10 orang sales, maka 10 x Rp. 1,050,000 = 10,500,000/bulan
Belum termasuk BONUS dari perusahaan 
Harga per porsi saji original isi 5 butir           Rp.6.000
Harga plus nasi putih organic                                     Rp.8.000.
Dalam 1 hari di estimasikan melayani konsumen sebanyak 100 porsi
Sajian standart original tanpa nasi putih organic @Rp.6.000/porsi

Pengeluaran:
1. 500 butir BOP atau 6.25 paket @ Rp.68.000          = Rp. 375.000,-
2. Sawi, seledri dan bawang merah goreng               = Rp.  10.000,-
3. Karyawan                                                                = Rp.  25.000,-
4. Gas Elpiji                                                                 = Rp.    5.000,-
5. Lain – lain                                                               = Rp.    2.000,-
Jumlah                                                                        = Rp.470.000

Pemasukan:
Penjualan 100 porsi x @ Rp.6.000                              = Rp. 600.000,-
Keuntungan harian = Rp. 600.000 - Rp. 470.000        = Rp.130.000/hari
Keuntungan perbulan Rp.130.000 x 30 hari               = Rp. 3.900.000/bulan

Catatan :
Perhitungan diatas Belum keuntungan dari produk lain pendukung BOP seperti, minuman, snack dll.

Kelebihan Buku Panduan Sukses Berbisnis Bakso :
Buku ini baik untuk pemula yang ingin berbisnis bakso, karena adanya Strategi Bisnis dan Manajemen Produksi baso, Aneka Peluang Bakso, Tip Antigagal Membuat Bakso dan sampai cara menghitung harga pokok serta praktik bisnis dalam kemasan.
Kekurangan Buku Panduan Sukses Berbisnis Bakso :
Untuk materi/teori strategi pemasarannnya masih dalam bentuk sederhana, belum adanya perkembangan-perkembangan dari strategi pemasaran yang baru.

BISNIS AYAM BAKAR MINI

PENDAHULUAN
Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka ragam makanan dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang murah sampai yang mahal.
Dalam kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh setiap orang. Dengan aktivitas yang semakin padat, membuat banyak orang membutuhkan asupan makanan tambahan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu makanan yang cukup sederhana, tetapi sangat cocok menjadi makanan konsumsi untuk siang, sore, maupun malam hari, dan sekaligus merupakan makanan yang juga cukup istimewa adalah "Ayam Bakar".
Dengan pembuatan Ayam Bakar yang dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tetapi lebih higienis, serta akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Walaupun ukuran ayam yang relatif kecil dibandingkan yang lain, tapi rasa yang lebih lezat, tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.
Keberadaan Ayam Bakar sebagai salah satu makanan dengan rasa yang enak, nikmat, dan juga lezat memang telah dikenal dari kebanyakan orang, sehingga usaha ini memang layak dikembangkan menjadi salah satu usaha kuliner di Indonesia.
Dengan hal tersebut, maka saya ingin membuat usaha makanan, yaitu usaha makanan "Ayam Bakar" untuk dikembangkan menjadi usaha besar agar masyarakat tidak akan pernah lupa dengan masakan khas Indonesia tersebut.

PEMBAHASAN
1. Nama usaha : Ayam Bakar Mini

2. Visi dan Misi
Visi        :Mampu menghasilkan sajian yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau bagi konsumen.
Misi       :Melaksanakan usaha yang mampu menarik konsumen, halal sesuai syariat islam, memberikan cita rasa yang khas yang beda dari yang lainnya dan mampu mengembangkan atau membangun cabang-cabang di Jawa Barat.

3. Segmentasi Produk
a.  Potensi Pasar
Ayam bakar memang sudah banyak, akan tetapi konsumen menginginkan ayam bakar yang ekonomis dan rasa yang lezat.
b. Target/sasaran pasar
Target usaha ini yakni untuk semua kalangan dan golongan, baik itu untuk anak-anak, remaja, maupun dewasa.

4. Analisa SWOT
            Setiap kegiatan untuk memulai usaha, maka hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengukur kemampuan saya terhadap lingkungan atau pesaing, yaitu melalui analisis SWOT:
a. Strenght (Kekuatan)
      Kekuatan dari makanan ini adalah:
  • Menjual sajian untuk semua kalangan masyarakat.
  • Memiliki rasa yang enak dan lezat.
  •   Bahan makanan yang terjamin higienis dan halal.
  • Harga terjangkau.
b. Weakness (Kelemahan)
 Kelemahan dari makanan ini adalah:
  • Tidak tahan lama.
  • Sajian lebih mudah ditiru.
c. Opportunity (Peluang)
  • Tempat Strategis
  • Fasilitas yang cukup memadai
  • Bahan makanan mudah di dapat
6. Analisa 4P
a.  Product (Produk)
Produk yang dijual adalah "Ayam Bakar Mini" yang merupakan menu makanan sehari-hari.

b.  Price (Harga)
Harga perporsi Rp. 8.000 karena harga ini sangat terjangkau dan relatif murah

c.  Promotion (Promosi)
Menjual “ciri khas” usaha ini adalah salah satu bentuk promosi yang cukup efektif. Ciri khas tersebut adalah menggantung beberapa ayam bakar utuh di etalase sehingga bisa dilihat oleh setiap orang yang lewat. Gantungan ayam yang menggugah selera dapat mengundang orang – orang yang awalnya sekedar lewat untuk akhirnya membeli ayam bakar Anda. Spanduk yang mudah terbaca dan mencolok menjadi sarana promosi yang sangat berguna serta membagikan brosur kepada penginjung dan masyarakat sekitar. Selain itu, jangan sepelekan aroma yang muncul dari proses pembakaran ayam. Wangi ayam bakar yang menggugah selera dapat membuat orang membeli ayam bakar tersebut.
d.  Place (Tempat)
Tempat yang dipilih yaitu di cikarang, tepatnya di daerah pasir gombong.

7.  Risiko Usaha
Dampak isu flu burung, ayam gelonggongan, atau ayam tiren yang akhir – akhir ini muncul sedikit banyak dapat mengganggu keberlangsungan usaha ayam bakar. Untuk menanggulanginya,  bisa memasang poster atau spanduk yang berisi informasi bahwa ayam bakar buatan saya 100% bebas flu burung dan tidak menggunakan ayam glonggongan atau ayam tiren. Walaupun terkesan sepele, informasi seperti ini bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha yang sedang di rintis.
8. Aspek Keuangan
     a. Aspek Modal
  • Peralatan dan Perlengkapan (Modal Awal/ Biaya Tetap)
No
Nama Barang
Frek
Satuan
Jumlah
1
Etalase
1
Rp 1.500.000
Rp.1.500.000
2
Tempat Pembakaran
1
Rp 12.000
Rp 12.000
3
Rol kabel
1
Rp 25.000
Rp 25.000
4
Ember
2
Rp 7.500
Rp 15.000
5
Kipas Angin (Kecil)
1
Rp 50.000
Rp 50.000
6
Tempat Bumbu
1
Rp 5.000
Rp 5.000
7
Pisau
2
Rp 7.000
Rp 14.000
8
Kompor Gas & Tabung Gas
1
Rp 500.000
Rp 500.000
9
Tempat Sampah
2
Rp 5.000
Rp 10.000
Jumlah
Rp 2.131.000
  • Kebutuhan untuk Bulanan / Biaya Variabel 1
No
Nama Barang
Frek
Harga
1
Bungkus Nasi
1 pak
Rp 14.000
2
Plastik
1 pak
Rp 6.000
Jumlah
Rp 20.000


  • Bahan Baku (Kebutuhaan dalam Sehari) / Biaya Variabel 2
No
Nama Barang
Frek
Harga
1
Ayam
2 kg
Rp 56.000
2
Bumbu
Untuk 2 kg Ayam
Rp 62.400
3
Arang
2 bungkus
Rp   2.000
4
Kantong Plastik
1 pak
Rp 1.000
5
Minyak Goreng
1 kilo
Rp 9.600
Jumlah
Rp 121.400

Maka untuk satu bulan Rp 121.400 x 30 hari = 3.642.000
Jadi jumlah total pengeluaran selama satu bulan adalah biaya variable 1 + biaya variable 2 = Rp 20.000 + Rp 3.642.000= Rp 3.662.000

b. Perhitungan Keuntungan
Di perkirakan penjualan dalam sehari mampu menjual 20 porsi, berarti dalam 1 bulan dapat menjual 600 porsi. Maka pendapatan kotor 1 bulan = 600 x Rp 8.000 = Rp 4.800.000.
Pendapatan bersih 1 bulan = Rp 4.800.000 - Rp 3.662.000 = Rp. 1.138.000

8. Analisis Titik Balik Modal  (BEP)
 Dalam menentukan peluang balik modal  kita terlebih dahulu menentukan jumlah total investasi yakni, Jumlah modal awal + Jumlah Biaya Variabel = Rp 2.131.000 + Rp 3.662.000 = Rp 5.793.000. Dan pendapatan bersih tiap bulannya Rp 1.138.000.
Maka titik balik modal (BEP) akan terjadi pada bulan 5,09 bulan ~ 5 bulan. Jika Ayam Bakar mempunyai daya tarik kepada pembeli bukan tidak mungkin kita akan balik modal lebih cepat dari 5 bulan.
PENUTUP
KESIMPULAN
Setelah saya membuat Proposal usaha kuliner “Ayam Bakar Mini”, diharapkan usaha yang saya rintis dapat berjalan dengan lancar. Semoga dengan hidangan yang di sajikan dan pelayanan terbaik yang di  berikan, saya berharap konsumen mendapatkan kepuasan pada ayam bakar yang akan saya hadirkan. Oleh karena itu, kunjungilah tempat makan yang kami rintis “Ayam Bakar Mini”.



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...